31-03-2009, 12:13 PM
Indoneshia Kakutetsu Wrote:Pengertian sesungguhnya :
[*] KRL singkatan dari kereta rel listrik. Yang seharusnya bisa disebut KRL hanyalah yang mempunyai penggerak sendiri (motor car / M). Sedangkan yang tidak memiliki penggerak sendiri (T) disebut KL (Kereta Listrik). Seharusnya susunan pada satu set KRL Rheostatik adalah sbb : KL, KRL, KRL, KL.
[*] Seperti yang ada di KA ekonomi Bandung Raya itu tidak digolongkan ke KRD atau KD, tapi sudah menjadi K. Karena tidak lagi memiliki mesin diesel apapun.[/list]
Demikian informasi sebenarnya yang dapat saya berikan. Ini berdasarkan yang diberlakukan di Jepang dan di Eropa (tapi yang jelas pakai bahasa mereka sendiri).
nah ini jadi gak sinkron, harusnya kl gak punya tenaga penggerak sendiri ya K aja dong... entah dia ikut masuk rangkaian KRD, KRL, atau ditarik loko. di KRL sendiri (terutama ekonomi ya), ya tetep tertulis K3-XXYYY di setiap keretanya, gak masalah dia ada motor atau gak di rangkaian tersebut. kl KRL eks jepun, sih tetep pake nomor seri dari sana....
seharusnya commuter itu ya tipe rute, bukan tipe angkutan.... lah pesawat juga ada yang disebut commuter, biasanya dipake buat tek-tok di rute yang sama... mis halim - bandung tek-tok, kl trus lanjut ke semarang, namanya bukan commuter lagi (biasanya jarak kurang lebih 1 jam perjalanan). nah di rute itu ya ada KRL, ada KRD, atau mungkin di daop lain cuma punya KA lokal.... ya itu commuter. jaraknya gak jauh2..... kayak misalnya Bima, ya gak bisa disebut commuter karena jarak tempuh lebih dari 1 jam. sedangkan Baraya masih hitungan commuter lah... walaupun 1 jam lebih.... karena wialayah tempuh ya ya daerah penunjang (seperti kata mas hedwig).

