21-08-2009, 04:46 PM
(This post was last modified: 21-08-2009, 04:52 PM by Dana Komuter.)
Pernah 1x aku cuma sekedar mampir ke mushola. Dikarenakan gak adanya sandal atau pun bakiak buat ambil wudhu, jadi aku yang beralaskan sepatu mesti jalan jinjit sambil berjalan menginjakkan sepatu. Eh... gak taunya ditagih uang buat toilet. Untung si penjaga toilet percaya aja aku mau ke musholla alias ambil wudhu.
Bayangin aja kalau antrian mudik di semua stasiun penuh, brapa banyak yang pakai toilet? Brapa uang yang terkumpul? Apakah digunakan buat kebersihan seutuhnya? Apa lekas dibiarin air mengalir deras dg bau pesingnya? Seolah ini buat aku pribadi jadi dilema yang sulit terpecahkan. Jumlah uang yang kita keluarin gak sebanding sama kebersihan yang terjaga kalau cuma ngandelin mushola gratis alias uang kotak amal dengan suka rela. Maksud aku seharusnya toilet yang terlanjur menarifkan uang wajib per orang yang hajatan harus sungguh2 utk kebersihan seutuhnya.
Slamat berpuasa bagi yang merayakannya yah.... Mohon ma'af lahir dan batin.
Bayangin aja kalau antrian mudik di semua stasiun penuh, brapa banyak yang pakai toilet? Brapa uang yang terkumpul? Apakah digunakan buat kebersihan seutuhnya? Apa lekas dibiarin air mengalir deras dg bau pesingnya? Seolah ini buat aku pribadi jadi dilema yang sulit terpecahkan. Jumlah uang yang kita keluarin gak sebanding sama kebersihan yang terjaga kalau cuma ngandelin mushola gratis alias uang kotak amal dengan suka rela. Maksud aku seharusnya toilet yang terlanjur menarifkan uang wajib per orang yang hajatan harus sungguh2 utk kebersihan seutuhnya.
Slamat berpuasa bagi yang merayakannya yah.... Mohon ma'af lahir dan batin.

