14-10-2009, 10:33 PM
@ dedy vh : foto – fotonya manteb semua tuh... Persis seperti yang aku lihat langsung sewaktu dalam perjalanan.
@ Kazuya : Sejauh ini, petak antara stasiun Cipinang – stasiun Klender belum begitu banyak perkembangan. Masih ditumbuhin rumah2 liar. Justru selebihnya udah rata dengan tanah. Sayangnya selepas stasiun Bekasi arah stasiun Cikarang koq gak ada tanda2 sama sekali digusur? Padahal khan proyeknya sampai Cikarang....
@ Agus Riyanto : Kalau aku berpikir seperti situ, justru aku mengharapkan petak rel antara stasiun Manggarai s/d stasiun Depok Lama dijadiin DDT / dwiganda. Mengapa? Karena kepadatan perjalanan KRL yang sering gak sesuai jadwal bisa keseringan mengalahkan perjalanan KRL Ekonomi dan KRL Ekonomi AC karena disusul sama KRL2 AC yang ada.
Terlepas dari topik yang teman2 posting aku sangat mengharapkan untuk wilayah sisi timur stasiun Cakung perumahan liar sisi utara rel secepatnya digusur aja. Karena kenapa? 3x aku di dalam KRL diserang brutal timpukan batu besar sama oknum warga setempat. Aku yakinin sih anak2 kecil yang gak berpendidikan. Masinis Brantas aja pernah kejadian serupa, bukan? Terakhir sekitar seminggu yang lalu baru kejadian penumpang Klas Bisnis Parahyangan luka parah pas aku sendiri memang denger suara timpukan keras. Untungnya yang diserang Bisnis 4, bukan Bisnis 3 di mana aku berada. Tapi arah sebaliknya ke arah Jakarta justru kecepatannya rendah karena ada proyek BKT / banjir Kanal Timur. Makanya anak2 kampung situ segan nimpuk pake batu.
@ Kazuya : Sejauh ini, petak antara stasiun Cipinang – stasiun Klender belum begitu banyak perkembangan. Masih ditumbuhin rumah2 liar. Justru selebihnya udah rata dengan tanah. Sayangnya selepas stasiun Bekasi arah stasiun Cikarang koq gak ada tanda2 sama sekali digusur? Padahal khan proyeknya sampai Cikarang....
@ Agus Riyanto : Kalau aku berpikir seperti situ, justru aku mengharapkan petak rel antara stasiun Manggarai s/d stasiun Depok Lama dijadiin DDT / dwiganda. Mengapa? Karena kepadatan perjalanan KRL yang sering gak sesuai jadwal bisa keseringan mengalahkan perjalanan KRL Ekonomi dan KRL Ekonomi AC karena disusul sama KRL2 AC yang ada.
Terlepas dari topik yang teman2 posting aku sangat mengharapkan untuk wilayah sisi timur stasiun Cakung perumahan liar sisi utara rel secepatnya digusur aja. Karena kenapa? 3x aku di dalam KRL diserang brutal timpukan batu besar sama oknum warga setempat. Aku yakinin sih anak2 kecil yang gak berpendidikan. Masinis Brantas aja pernah kejadian serupa, bukan? Terakhir sekitar seminggu yang lalu baru kejadian penumpang Klas Bisnis Parahyangan luka parah pas aku sendiri memang denger suara timpukan keras. Untungnya yang diserang Bisnis 4, bukan Bisnis 3 di mana aku berada. Tapi arah sebaliknya ke arah Jakarta justru kecepatannya rendah karena ada proyek BKT / banjir Kanal Timur. Makanya anak2 kampung situ segan nimpuk pake batu.
