Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
mulai tanggal 1 des. ....

rangkaian maleks[malang ekspress] dan cantik ekpress....

ditiadakanSedihSedih

padahal aku paling seneng kalo cantik express lokomotifnya bb301

bagaimana pendapat anda?
Indonesian Railway Photography

Facebook
Twitter
Reply
nih ada berita lagi mengenai pencuri rel yg ketangkep:
Quote:Pencuri Rel Kereta Diringkus Polisi
Senin, 09 November 2009 , 18:05:00
PURWOKERTO,(PRLM).- Pelaku pemotongan dan pencurian rel dan bantalan rel kereta api ditangkap setelah menjadi buronan selama enam bulan. Polisi sampai kini masih memburu tiga orang lainnya yang diuga sebagai anggota jaringan pencurian rel.

Anggota jaringan pencurian rel semuanya ada tujuh orang, tiga masih buron dan empat lainnya telah tertangkap. Terakhir polisi meringkus Parno (37) asal Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya, Cilacap, kini dia meringkuk di tahanan Polwil Banyumas. Sebelumnya polisi sudah menangkap tiga orang anggota jaringan pencurian rel dan sudah dihukum.

Tiga rekannya lainnya Suro (46) asal Pemalang dan Sugi (48) asal Kroya serta seorang penadah Argo (54) asal Kroya. mereka ditangkap pada pertengahan Mei lalu.

Kapolwil Banyumas Kombes Drs HM Ghufron melalui Kepala Subbagian Reskrim Kompol Syarif Rahman, Senin (9/11) mengatakan, mereka yang belum ditangkap menjadi target operasi polisi.(A-99/A-50)***
SUMBER

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
Tadi juga ada berita di Kompas pagi, gimana kereta Taksaka malam dari Gambir di gombong ada yang ketahuan menurunkan penumpang padahal sinyal saat itu sedang aman dan kereta mestinya jalan terus....

Ada yang tau ga?

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Rute Priangan Ekspress Segera Ditutup

Selasa, 3 November 2009 | 14:37 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Operasionalisasi Kereta Api Priangan Ekspress jurusan Banjar-Jakarta yang beroperasi sejak tiga bulan lalu akan dihentikan mulai 1 Desember 2009 karena merugi. Rangkaian kereta dan lokomotifnya akan dialihkan untuk menambah rute komersial yang masih berpotensi, seperti KA Argo Wilis dan KA Harina.

Direktur Komersial PT KA Sulistyo Wimbo Hardjito, Senin (2/11) di Bandung, mengatakan, selama ini perusahaan merugi Rp 80 miliar karena okupansi sejumlah rute komersial minim. "Wilayah Daop II Bandung menyumbang kerugian terbesar, salah satunya KA Priangan Ekspress ini," katanya.

Tingkat isian KA Priangan Ekspress hingga akhir Oktober berkisar 10-20 persen dari total enam kereta, meliputi dua kereta eksekutif dan empat kereta bisnis. "Untuk kereta komersial, kami tidak boleh terus merugi karena akan membebani perusahaan," ujarnya.

Kereta dan lokomotif Priangan Ekpress akan dialihkan ke rute yang masih berpotensi. Beberapa di antaranya ialah penambahan rangkaian KA Argo Wilis Bandung-Surabaya Gubeng dari awalnya empat kereta menjadi delapan kereta serta KA Harina dari enam kereta menjadi delapan kereta.

PT KA juga berencana mengurangi perjalanan KA Parahiangan dari delapan menjadi enam perjalanan per hari. Perjalanan KA Nomor 51, yang berangkat setiap Senin pukul 04.00, dan KA Nomor 61, yang berangkat setiap hari pukul 17.05 dan transit di Stasiun Cimahi, dihentikan. Dua perjalanan dari Jakarta dengan KA Nomor 54, yang berangkat setiap Senin pukul 07.30, dan KA Nomor 64, yang beroperasi setiap Minggu dan hari libur pukul 20.30, juga dihilangkan.

"Kami akan berkoordinasi dulu dengan instansi pemerintahan di wilayah tersebut karena pembukaan rute ini juga atas inisiatif pemerintah daerah setempat. Hasilnya akan ditentukan dalam rapat malam ini (tadi malam)," kata Kepala Humas PT KA Daop II Bandung Bambang Setyo Prayitno. (GRE)

ndak salah????? (yang di tebalkan)BetheHeranBingung

Reply
hah......yg bener aja tuh.........61 juga diberhentikan...........

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
kl emg merugi ya gpplah ditutup
Keep Fighting Never Give
Reply
(10-11-2009, 08:01 PM)asep_0907 Wrote: PT KA juga berencana mengurangi perjalanan KA Parahiangan dari delapan menjadi enam perjalanan per hari. Perjalanan KA Nomor 51, yang berangkat setiap Senin pukul 04.00, dan KA Nomor 61, yang berangkat setiap hari pukul 17.05 dan transit di Stasiun Cimahi, dihentikan. Dua perjalanan dari Jakarta dengan KA Nomor 54, yang berangkat setiap Senin pukul 07.30, dan KA Nomor 64, yang beroperasi setiap Minggu dan hari libur pukul 20.30, juga dihilangkan.

KA 51 kan statusnya fakultatif dan dijalankan cuma senin atau setelah libur aja, kalo dihapus juga gak terlalu ngaruh, lagipula setelah itu jam 5 sudah ada Parahyangan lagi..
My Photos on Flickr CLICK HERE

My Facebook CLICK HERE
Reply
Radar Cirebon, 10 November 2008 halaman 9

** Mengintip Profesi Petugas Perlintasan KA di Hari Pahlawan

Jarang Libur, Sehari Bisa Awasi 40 Kereta yang Melintas

Momentum hari pahlawan yang diperingati setiap 10 November, menginspirasi kita untuk selalu berbuat yang terbaik bagi kepentingan banyak orang. Terkait dengan itu, salahsatu profesi yang patut mendapat penghargaan sebagai "pahlawan" di masa kini adalah petugas jaga di pintu perlintasan kereta api (KA). Seperti apa aktivitasnya?

DIKHORIR AFNAN, PARUJAKAN
Sebuah ruangan persegi berukuran kira-kira 2x2 meter terlihat penuh sesak dengan isi perabotan peralatan mesin pengatur pintu perlintasan. Ruangan berkapasitas 2 atau 3 orang itu dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti pesawat telepon, alarm, dan daftar perjalanan kereta api yang hendak melintas. Meski terasa pengap, namun posko mungil itu terlihat cukup apik.
Di ruangan itulah, Sudirman (32) menghabiskan hari-harinya mengawasi dan mengatur pintu perlintasan KA agar tetap berfungsi dengan baik. Ditemani sebuah radio minicompo, Sudirman berusaha selalu siaga, siang maupun malam.
Sebagai petugas jaga di pintu perlintasan KA memang dituntut untuk terus waspada. Tidak boleh lengah sedikit pun, apalagi sampai terlelap tidur ketika bertugas. "Makanya kenapa di pos ini tidak disediakan televisi, atau tempat tidur. Karena khawatir kebablasan," kata Sudirman yang ditemui Radar, kemarin (9/11).
Menjalani profesi sebagai petugas jaga di pintu perlintasan KA ternyata juga penuh risiko. Mulai dari jarang libur, jarang berkumpul bersama keluarga, sampai harus mau mengatasi sendiri jika ada mesin pintu perlintasan yang rusak.
"Setiap petugas jaga dapat jatah libur seminggu sekali. Selebihnya tidak ada libur, termasuk libur saat Lebaran atau mudik," bebernya.
Di pos yang berlokasi di Jl Nyimas Gandasari itu ditempati lima orang petugas KA yang berjaga secara bergantian siang dan malam. Untuk mengusir kantuk saat tugas malam, Sudirman punya kiat sendiri. "Yang penting istirahat cukup supaya bisa melek malam," imbuh pria yang dikaruniai satu orang anak itu.
Adakah masalah-masalah teknis yang menyangkut keselamatan orang banyak? Dia mengaku sejauh ini belum ada masalah teknis yang serius. Hanya saja kerusakan mesin seringkali dialami pada pintu otomatis tersebut.
"Kalau pintunya macet, ya harus bisa benerin sendiri sebelum membahayakan orang lain. Termasuk mengatur arus lalu lintas sendirian," keluh suami Ade Raniti itu.
Di pintu perlintasan Jl Nyimas Gandasari tersebut, jumlah kereta api yang melintas dalam sehari bisa mencapai 20-40 kereta api. Pasalnya, sistem rel yang digunakan di perlintasan itu adalah double track (perlintasan ganda, red).
Disinggung soal maraknya kasus kecelakaan kereta api, Sudirman mengatakan, bisa terjadi jika petugas pintu perlintasan lalai. Atau bisa juga akibat kecerobohan dari pengendara kendaraan itu sendiri yang tidak mentaati rambu-rambu perlintasan KA. "Makanya kami dituntut bekerja profesional dan prosedural," ungkap tenaga honor yang sudah bekerja di Daops III Cirebon selama 15 tahun itu.
Cara kerja petugas pintu perlintasan KA diawali dari masuknya informasi yang disampaikan operator melalui sambungan telepon yang memberitahukan akan ada kereta yang melintas sekitar 5-10 menit kemudian. Setelah operator memberikan kabar itu, petugas perlintasan kembali mendapatkan informasi di line kedua pesawat telepon yang diikuti dengan suara bel (alarm) mengabarkan posisi kereta sudah berada di jarak sekitar 1 km mendekati pintu perlintasan. Dari informasi tersebut, pertugas jaga harus segera menutup pintu dengan cukup menekan tombol otomatis. (*)
Reply
(10-11-2009, 11:08 PM)Agus_Faisal Wrote:
(10-11-2009, 08:01 PM)asep_0907 Wrote: PT KA juga berencana mengurangi perjalanan KA Parahiangan dari delapan menjadi enam perjalanan per hari. Perjalanan KA Nomor 51, yang berangkat setiap Senin pukul 04.00, dan KA Nomor 61, yang berangkat setiap hari pukul 17.05 dan transit di Stasiun Cimahi, dihentikan. Dua perjalanan dari Jakarta dengan KA Nomor 54, yang berangkat setiap Senin pukul 07.30, dan KA Nomor 64, yang beroperasi setiap Minggu dan hari libur pukul 20.30, juga dihilangkan.

KA 51 kan statusnya fakultatif dan dijalankan cuma senin atau setelah libur aja, kalo dihapus juga gak terlalu ngaruh, lagipula setelah itu jam 5 sudah ada Parahyangan lagi..

51 ndak apa-apa dihapus karena emang tambahan, ya ini KA 61???? dia khan reguler...apa yang 63 jadi reguler (19.15)???? apa koran salah ketik???
BetheBetheBethe

Reply
(11-11-2009, 03:52 AM)asep_0907 Wrote: 51 ndak apa-apa dihapus karena emang tambahan, ya ini KA 61???? dia khan reguler...apa yang 63 jadi reguler (19.15)???? apa koran salah ketik???
BetheBetheBethe

Sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengandalkan KA 23 dan 25, lagipula KA 23 diberangkatkan cuma 50 menit sebelum KA 61 ini mas, dan KA 25 diberangkatkan 1 jam 25 menit setelah KA 61, jadi ya demi efisiensi operasi kereta api..Tapi kenapa justru Parahyangan yang dihapus ya, bukan Argo Gede, padahal kan di Parahyangan penumpang bisa memilih alternatif naik K1 atau K2 nya..
My Photos on Flickr CLICK HERE

My Facebook CLICK HERE
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)