Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sta. Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (B-OS)
#11
^

betul mas. saya sebenarnya kurang suka sama halte baswe depan beos. soalnya malah bikin ancur pemandangan. kalo gak ada itu halte, taman jadi lebih asri, dan sesuai dengan jam yang ada disana. tahu kan ada jam besar ditaman beos?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#12
(09-11-2009, 04:53 PM)ady_mcady Wrote: ^

betul mas. saya sebenarnya kurang suka sama halte baswe depan beos. soalnya malah bikin ancur pemandangan. kalo gak ada itu halte, taman jadi lebih asri, dan sesuai dengan jam yang ada disana. tahu kan ada jam besar ditaman beos?

waduh malah saya gak tau ada jam besar di taman beos...
kalo menurut saya sih, halte busway gpp. perlu malah...
cuma proyek terowongan jalan orang belum selese 100%.
masterplannya dulu itu bakal jadi taman dan ada fasum di terowongan jalan orang...
jujur gubernur sekarang kurang serius...

pembahasan tentang stasiun B-OS mau nggak mau pasti merembet ke keadaan di sekitar stasiun. Jadi jangan dianggap OOT ya... Tersenyuum
Reply
#13
(09-11-2009, 04:46 PM)Agus Riyanto Wrote: Maksude ....

Kalo dulu tuh asri. Taman taman nya masih banyak rumput & pohon. Kalo sekarang taman yg didepan sta JAKK dah ga karu karuan.

Dilanjut Sta. B-OS nya

untuk pembenahan Beos dan sekitar nya bukan hanya tanggung jawab PT KA saja, tapi banyak pihak yg terkait di dalam nya seperti, Pemda, kepolisisan, dinas pariwisata, dinas tata kota de esbe. nah seiring dengan tingkat pertumbuhan kependudukan maupun aktifitas ekonomi maka menjadikan stasiun beos sebagai salah satu pusat aktifitas masyarakat JABODETABEK, mberesin beos ga gampang loh gak cuman copot KS trus angkat yg baru masalah kelar , dan ga se enteng kita cuap cuap di internet,

yg penting bagi kita sesama raill fans palingak kita dulu deh coba ikut partisipasi ga usah yg muluk muluk, kalo ke beos buang sampah di tempat nya, peringatin ato kasih tau dengan senyuman kalo ada aksi vandalisme dan sebagai nya ...

kita dulu yg jadi contoh jangan maksa orang berubah kalo kitta nya blom bisa berubah
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/


[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#14
(09-11-2009, 05:04 PM)we supratman Wrote: kita dulu yg jadi contoh jangan maksa orang berubah kalo kitta nya blom bisa berubah

Top Banget
emang umur melambangkan kebijaksanaan... Tersenyuum
Reply
#15
dulu di taman beos akan di taruh si Bon-bon tapi Pemda ndak setuju, ndak tahu alesannya apa...

kapanlagi

20091109171949_Monumen_Bonbon_4af7ecc5d6073.jpg

Reply
#16
sayangnya terowongan gak nyampe dalem stasiun. katanya dulu mau dibuat langsung masuk pintu utama.

usul buat pt. ka. jadwal keberangkatan ka yang di monitor2 baru itu, kalo bisa juga ada jadwalnya krl. biar banyak jadwalnya kayak di bandara. Xie Xie
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#17
Sayang ya sekarang tampak semrawut. Tapi mendingan sebelum direvitalisasi
Hidup Adalah Perbuatan Pengumuman
dhionprasetya.wordpress.com

Reply
#18
kok sepi ya?
padahal ini membahas stasiun terbesar di jakarta (indonesia?).
stasiun beos alias djakarta grand union station alias batavia hauptbahnhof.
mari yang sering lewat stasiun ini ikut meramaikan thread ini. hehehe...

akhir2 ini jadwal kereta yang ada di layar-layar lcd diatas ruang tunggu kosong nggak ada jadwalnya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#19
Quote:
Apakah stasiun yang pertama dibangun di Ibu Kota Jakarta? Mungkin tidak banyak yang menyangka, kalau di dekat Stasiun Jakarta Kota sudah lebih dulu berdiri stasiun kereta lain yang menjadi tempat 'mangkal' pertama untuk kereta. Namanya Stasiun Batavia Noord, yang kini tinggal nama.

“Stasiun itulah yang merupakan stasiun pertama di ibu kota,” tutur Executive Vice President Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah Kereta Api Indonesia, Ella Ubaidi kepada Republika.

Tahun 1871 adalah masa dimana kisah stasiun ini dimulai. Pada 16 September, jaringan rel pertama di Batavia antara Kleine Boom (Pelabuhan) dan Koningsplein (Medan Merdeka) diresmikan. Jaringan ini dibangun oleh Netherland Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) sejauh sembilan kilometer, dengan lebar rel 1.067 milimeter.

Stasiun pertamanya adalah Batavia Hoofdstation (Stasiun Pusat Batavia) atau juga disebut Stasiun Batavia NIS, berada di sebelah gedung Raad van Justitie (sekarang Museum Seni Rupa & Keramik). Saat ini, lokasi bekas stasiun tersebut menjadi lapangan parkir gedung Bank BNI 1946.

Enam tahun berikutnya, Departemen Pembangunan Kelautan Batavia membuat kontrak dengan Staat Spoorwegen (SS) untuk membangun jalur kereta api menuju Tanjung Priok. Jalur ini dipakai untuk mengangkut pekerja dan material yang akan digunakan untuk membangun Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah delapan tahun berjalannya kontrak kerja itu, SS akhirnya mengambil alih pengelolaan jalur kereta api ini dari departemen tersebut.

Pada 1887, Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS) membuka jalur menuju Bekasi melalui tepi timur Batavia. Stasiun utamanya terletak 200 meter di selatan Stasiun Batavia NIS. Posisinya saat ini di tempat Stasiun Jakarta Kota berada. Stasiun inilah yang kemudian dikenal masyarakat Batavia sebagai Beos, yang didapat dari cara mereka melafal nama perusahaan pemilik stasiun ini, yaitu BOS.

Sumber : republika.co.id
Reply
#20
Ayo om sejahterakan kembali BEOS !
[spoiler]
[Image: 15052012060.jpg] [/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)