Posts: 1,059
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
(13-04-2012, 10:13 PM)evolution_inside Wrote: DAOP I ada di sebelah selatan setasiun MRI, ada sebuah bangunan besar berlantai 4 yang banyak menaranya
Untuk menjadi PK, sama pendidikanya untuk menjadi PPKA yaitu L3, yaitu 3 bulan di BP OPSAR bandung, karena kalo L3 materinya menyeluruh seperti tentang kondektur, ppka, keuangan, pembuatan grafik, ya kalo L3 itu ibaratnya pendidikan untuk menjadi calon KS dan setingkatnya, terkadang untuk menjadi KS malah harus di tempatkan di PK terlebih dahulu, yakni bertujuan agar orang tersebut menguasai segala medan stasiun baik dalam keadaan normal maupun ketika di luar kendali, namun tidak semua melewati tahap tersebut, ada juga yang langsung menjadi ks dari ppka
Yang saya bold, berarti KS lebih tinggi derajatnya dari PK ya Mas Evoluton?
Posts: 434
Threads: 0
Joined: Jan 2012
Reputation:
16
pekerjaan yang memang gak boleh ada gagal atau salah, kalau tidak akan terjadi plh! setelah masinis pastinya saya juga kagum dan salut sama petugas pk!
JOGJA! JOGJA! TETAP ISTIMEWA, ISTIMEWA NEGRI NYA, ISTIMEWA ORANG NYA
"JOGJA HIP-HOP FOUNDATION"
FACEBOOK
TWITTER
POSTIMAGE
Posts: 1,059
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
(13-04-2012, 10:32 PM)anggara cc2019214 Wrote: pekerjaan yang memang gak boleh ada gagal atau salah, kalau tidak akan terjadi plh! setelah masinis pastinya saya juga kagum dan salut sama petugas pk!
betul bro anggara. Menjadi PK/OC tampaknya harus selalu fokus. Apalagi pas hari raya macam lebaran khan banyak KA tambahan tuch yang membuat trafik KA semakin padat.
Posts: 434
Threads: 0
Joined: Jan 2012
Reputation:
16
(13-04-2012, 10:35 PM)aditnugie Wrote: (13-04-2012, 10:32 PM)anggara cc2019214 Wrote: pekerjaan yang memang gak boleh ada gagal, kalau tidak terjadi plh
betul bro anggara. Menjadi PK/OC tampaknya harus selalu fokus. Apalagi pas hari raya macam lebaran khan banyak KA tambahan tuch yang membuat trafik KA semakin padat.
apalagi kalau ada plh di lintas utama seperti ganguan di lintas utara sehingga semua nya harus ke selatan! btp repotnya pk selatan!
JOGJA! JOGJA! TETAP ISTIMEWA, ISTIMEWA NEGRI NYA, ISTIMEWA ORANG NYA
"JOGJA HIP-HOP FOUNDATION"
FACEBOOK
TWITTER
POSTIMAGE
Posts: 155
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
7
(13-04-2012, 10:32 PM)aditnugie Wrote: (13-04-2012, 10:13 PM)evolution_inside Wrote: DAOP I ada di sebelah selatan setasiun MRI, ada sebuah bangunan besar berlantai 4 yang banyak menaranya
Untuk menjadi PK, sama pendidikanya untuk menjadi PPKA yaitu L3, yaitu 3 bulan di BP OPSAR bandung, karena kalo L3 materinya menyeluruh seperti tentang kondektur, ppka, keuangan, pembuatan grafik, ya kalo L3 itu ibaratnya pendidikan untuk menjadi calon KS dan setingkatnya, terkadang untuk menjadi KS malah harus di tempatkan di PK terlebih dahulu, yakni bertujuan agar orang tersebut menguasai segala medan stasiun baik dalam keadaan normal maupun ketika di luar kendali, namun tidak semua melewati tahap tersebut, ada juga yang langsung menjadi ks dari ppka
Yang saya bold, berarti KS lebih tinggi derajatnya dari PK ya Mas Evoluton?
Betul itu mas, dari struktural ya seperti itu, kalo di PK itu atasanya ada Kapusdal
Kalo DAOP satu kan ada 4 PK, barat, timur, selatan dan jabotabek, jadi ya kalo malem bisa saling membackup tugas, kan kalo malem perka selatan dan jabotabek sudah jarang, di samping itu yang piket untuk lintas yang padat biasanya berdua ko. Dan untuk DAOP I PK lintas timur dibantu oleh petugas CTC, yang berkantor di Cikampek, tugas CTC yaitu hampir sama dengan PK tetapi dia bisa mengambil alih tugas PPKA, jadi bisa mengendalikan sebuah stasiun yang sudah berbasis CTC/ mengaturnya dari layar monitor, di daop 1 mulai dari tambun ke arah timur.
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(13-04-2012, 10:13 PM)evolution_inside Wrote: DAOP I ada di sebelah selatan setasiun MRI, ada sebuah bangunan besar berlantai 4 yang banyak menaranya
Untuk menjadi PK, sama pendidikanya untuk menjadi PPKA yaitu L3, yaitu 3 bulan di BP OPSAR bandung, karena kalo L3 materinya menyeluruh seperti tentang kondektur, ppka, keuangan, pembuatan grafik, ya kalo L3 itu ibaratnya pendidikan untuk menjadi calon KS dan setingkatnya, terkadang untuk menjadi KS malah harus di tempatkan di PK terlebih dahulu, yakni bertujuan agar orang tersebut menguasai segala medan stasiun baik dalam keadaan normal maupun ketika di luar kendali, namun tidak semua melewati tahap tersebut, ada juga yang langsung menjadi ks dari ppka oh menjadi seorang PK ternyata harus menempuh pendidikan L3 ya.... wah informasi baru neh... ada info-kah, pendidikan berjenjang tersebut apakah dari L-4 ke L-1 seperti gimana ya...hmmmm kalo nyebut L-4 s.d L-1, saya jadi teringan sesuatu ..
nah disini, PK kan bisa memonitor wilayah ampe 1 DAOP yak... jadi PK hanya ada di wilayah yg seluruhnya jaringan persinyalan antar stasiun udah terhubung yak... seperti DAOP I, II wil. barat, DAOP III, DAOP IV, DAOP V, dan DAOP VI dari YK ke barat....
nah kao gini, berarti misalnya, untuk DAOP VI, PK tidak bisa memonitor kondisi dari Maguwo s.d Kedungbanteng tah??? secara timur Jogja ampe Kedungbanteng masih menggunakan sistem persinyalan manual... yg menurut saya, pasti tidak bisa terkoneksi satu sama lain secara otomatis... hanya Balapan aja yg pake sistem sinyal elektrik....
trus DAOP VII, VIII dan IX pastinya belum mempunyai PK ya??? secara persinyalan di ke riga DAOP jatim itu didominasi sistem manual, dan persinyalan elektrik yg saling berhubungan hanya dari SB Kota ampe Kertosono ... sementara jalur lain, semua stasiun masih sinyal manual... hanya ada satu dua stasiun tertentu pake sinyal elektrik dan tidak saling berhubungan
btw... apa beda kerja PK dan CTC???
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 155
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
7
(14-04-2012, 09:15 AM)Bangunkarta Wrote: (13-04-2012, 10:13 PM)evolution_inside Wrote: DAOP I ada di sebelah selatan setasiun MRI, ada sebuah bangunan besar berlantai 4 yang banyak menaranya
Untuk menjadi PK, sama pendidikanya untuk menjadi PPKA yaitu L3, yaitu 3 bulan di BP OPSAR bandung, karena kalo L3 materinya menyeluruh seperti tentang kondektur, ppka, keuangan, pembuatan grafik, ya kalo L3 itu ibaratnya pendidikan untuk menjadi calon KS dan setingkatnya, terkadang untuk menjadi KS malah harus di tempatkan di PK terlebih dahulu, yakni bertujuan agar orang tersebut menguasai segala medan stasiun baik dalam keadaan normal maupun ketika di luar kendali, namun tidak semua melewati tahap tersebut, ada juga yang langsung menjadi ks dari ppka oh menjadi seorang PK ternyata harus menempuh pendidikan L3 ya.... wah informasi baru neh... ada info-kah, pendidikan berjenjang tersebut apakah dari L-4 ke L-1 seperti gimana ya...hmmmm kalo nyebut L-4 s.d L-1, saya jadi teringan sesuatu ..
nah disini, PK kan bisa memonitor wilayah ampe 1 DAOP yak... jadi PK hanya ada di wilayah yg seluruhnya jaringan persinyalan antar stasiun udah terhubung yak... seperti DAOP I, II wil. barat, DAOP III, DAOP IV, DAOP V, dan DAOP VI dari YK ke barat....
nah kao gini, berarti misalnya, untuk DAOP VI, PK tidak bisa memonitor kondisi dari Maguwo s.d Kedungbanteng tah??? secara timur Jogja ampe Kedungbanteng masih menggunakan sistem persinyalan manual... yg menurut saya, pasti tidak bisa terkoneksi satu sama lain secara otomatis... hanya Balapan aja yg pake sistem sinyal elektrik....
trus DAOP VII, VIII dan IX pastinya belum mempunyai PK ya??? secara persinyalan di ke riga DAOP jatim itu didominasi sistem manual, dan persinyalan elektrik yg saling berhubungan hanya dari SB Kota ampe Kertosono ... sementara jalur lain, semua stasiun masih sinyal manual... hanya ada satu dua stasiun tertentu pake sinyal elektrik dan tidak saling berhubungan
btw... apa beda kerja PK dan CTC???
Kang bangunkarta, PK itu per DAOP kang, jadi tiap DAOP memiliki PK sendiri-sendiri, makanya masinis saat berpindah DAOP pasti selalu memutar chanel radio lokomotifnya menyesuaikan dia ada di wilayah DAOP mana...
Untuk persinyalan yang masih mekanik, PK tetap ada karena fungsi utamanya yaitu mengontrol perka, jadi kalo di setasiun persinyalan mekanik setelah kereta lewat PPKA menghubungi PK untuk menginformasikan KA sekian lewat jam sekian, Semboyan 21 lengkap. Setiap pergerakan kalo di wilayah PK yang masih dengan persinyalan mekanik harus sangat hati2, karena PK tidak bisa melihat tracknya.
Kalo CTC itu untuk penomeran KA dan menghandel tugas PPKA apabila ada masalah, tapi ingat yang bisa dihandel yaitu stasiun yang pengaturan sinyalnya menggunakan nodul CTC, jadi mengatur dari komputer tinggal di klik, tetep aja yang bisa mengubungi masinis ya PK
Posts: 1,059
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
1
(14-04-2012, 11:06 AM)evolution_inside Wrote: (14-04-2012, 09:15 AM)Bangunkarta Wrote: (13-04-2012, 10:13 PM)evolution_inside Wrote: DAOP I ada di sebelah selatan setasiun MRI, ada sebuah bangunan besar berlantai 4 yang banyak menaranya
Untuk menjadi PK, sama pendidikanya untuk menjadi PPKA yaitu L3, yaitu 3 bulan di BP OPSAR bandung, karena kalo L3 materinya menyeluruh seperti tentang kondektur, ppka, keuangan, pembuatan grafik, ya kalo L3 itu ibaratnya pendidikan untuk menjadi calon KS dan setingkatnya, terkadang untuk menjadi KS malah harus di tempatkan di PK terlebih dahulu, yakni bertujuan agar orang tersebut menguasai segala medan stasiun baik dalam keadaan normal maupun ketika di luar kendali, namun tidak semua melewati tahap tersebut, ada juga yang langsung menjadi ks dari ppka oh menjadi seorang PK ternyata harus menempuh pendidikan L3 ya.... wah informasi baru neh... ada info-kah, pendidikan berjenjang tersebut apakah dari L-4 ke L-1 seperti gimana ya...hmmmm kalo nyebut L-4 s.d L-1, saya jadi teringan sesuatu ..
nah disini, PK kan bisa memonitor wilayah ampe 1 DAOP yak... jadi PK hanya ada di wilayah yg seluruhnya jaringan persinyalan antar stasiun udah terhubung yak... seperti DAOP I, II wil. barat, DAOP III, DAOP IV, DAOP V, dan DAOP VI dari YK ke barat....
nah kao gini, berarti misalnya, untuk DAOP VI, PK tidak bisa memonitor kondisi dari Maguwo s.d Kedungbanteng tah??? secara timur Jogja ampe Kedungbanteng masih menggunakan sistem persinyalan manual... yg menurut saya, pasti tidak bisa terkoneksi satu sama lain secara otomatis... hanya Balapan aja yg pake sistem sinyal elektrik....
trus DAOP VII, VIII dan IX pastinya belum mempunyai PK ya??? secara persinyalan di ke riga DAOP jatim itu didominasi sistem manual, dan persinyalan elektrik yg saling berhubungan hanya dari SB Kota ampe Kertosono ... sementara jalur lain, semua stasiun masih sinyal manual... hanya ada satu dua stasiun tertentu pake sinyal elektrik dan tidak saling berhubungan
btw... apa beda kerja PK dan CTC???
Kang bangunkarta, PK itu per DAOP kang, jadi tiap DAOP memiliki PK sendiri-sendiri, makanya masinis saat berpindah DAOP pasti selalu memutar chanel radio lokomotifnya menyesuaikan dia ada di wilayah DAOP mana...
Untuk persinyalan yang masih mekanik, PK tetap ada karena fungsi utamanya yaitu mengontrol perka, jadi kalo di setasiun persinyalan mekanik setelah kereta lewat PPKA menghubungi PK untuk menginformasikan KA sekian lewat jam sekian, Semboyan 21 lengkap. Setiap pergerakan kalo di wilayah PK yang masih dengan persinyalan mekanik harus sangat hati2, karena PK tidak bisa melihat tracknya.
Kalo CTC itu untuk penomeran KA dan menghandel tugas PPKA apabila ada masalah, tapi ingat yang bisa dihandel yaitu stasiun yang pengaturan sinyalnya menggunakan nodul CTC, jadi mengatur dari komputer tinggal di klik, tetep aja yang bisa mengubungi masinis ya PK
Yang ane bold, berarti PK harus selalu mencatat/merecord KA - KA yang melewati stasiun tertentu ya biar bisa memonitor pergerakannya?
Posts: 155
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
7
(14-04-2012, 12:47 PM)aditnugie Wrote: (14-04-2012, 11:06 AM)evolution_inside Wrote: (14-04-2012, 09:15 AM)Bangunkarta Wrote: (13-04-2012, 10:13 PM)evolution_inside Wrote: DAOP I ada di sebelah selatan setasiun MRI, ada sebuah bangunan besar berlantai 4 yang banyak menaranya
Untuk menjadi PK, sama pendidikanya untuk menjadi PPKA yaitu L3, yaitu 3 bulan di BP OPSAR bandung, karena kalo L3 materinya menyeluruh seperti tentang kondektur, ppka, keuangan, pembuatan grafik, ya kalo L3 itu ibaratnya pendidikan untuk menjadi calon KS dan setingkatnya, terkadang untuk menjadi KS malah harus di tempatkan di PK terlebih dahulu, yakni bertujuan agar orang tersebut menguasai segala medan stasiun baik dalam keadaan normal maupun ketika di luar kendali, namun tidak semua melewati tahap tersebut, ada juga yang langsung menjadi ks dari ppka oh menjadi seorang PK ternyata harus menempuh pendidikan L3 ya.... wah informasi baru neh... ada info-kah, pendidikan berjenjang tersebut apakah dari L-4 ke L-1 seperti gimana ya...hmmmm kalo nyebut L-4 s.d L-1, saya jadi teringan sesuatu ..
nah disini, PK kan bisa memonitor wilayah ampe 1 DAOP yak... jadi PK hanya ada di wilayah yg seluruhnya jaringan persinyalan antar stasiun udah terhubung yak... seperti DAOP I, II wil. barat, DAOP III, DAOP IV, DAOP V, dan DAOP VI dari YK ke barat....
nah kao gini, berarti misalnya, untuk DAOP VI, PK tidak bisa memonitor kondisi dari Maguwo s.d Kedungbanteng tah??? secara timur Jogja ampe Kedungbanteng masih menggunakan sistem persinyalan manual... yg menurut saya, pasti tidak bisa terkoneksi satu sama lain secara otomatis... hanya Balapan aja yg pake sistem sinyal elektrik....
trus DAOP VII, VIII dan IX pastinya belum mempunyai PK ya??? secara persinyalan di ke riga DAOP jatim itu didominasi sistem manual, dan persinyalan elektrik yg saling berhubungan hanya dari SB Kota ampe Kertosono ... sementara jalur lain, semua stasiun masih sinyal manual... hanya ada satu dua stasiun tertentu pake sinyal elektrik dan tidak saling berhubungan
btw... apa beda kerja PK dan CTC???
Kang bangunkarta, PK itu per DAOP kang, jadi tiap DAOP memiliki PK sendiri-sendiri, makanya masinis saat berpindah DAOP pasti selalu memutar chanel radio lokomotifnya menyesuaikan dia ada di wilayah DAOP mana...
Untuk persinyalan yang masih mekanik, PK tetap ada karena fungsi utamanya yaitu mengontrol perka, jadi kalo di setasiun persinyalan mekanik setelah kereta lewat PPKA menghubungi PK untuk menginformasikan KA sekian lewat jam sekian, Semboyan 21 lengkap. Setiap pergerakan kalo di wilayah PK yang masih dengan persinyalan mekanik harus sangat hati2, karena PK tidak bisa melihat tracknya.
Kalo CTC itu untuk penomeran KA dan menghandel tugas PPKA apabila ada masalah, tapi ingat yang bisa dihandel yaitu stasiun yang pengaturan sinyalnya menggunakan nodul CTC, jadi mengatur dari komputer tinggal di klik, tetep aja yang bisa mengubungi masinis ya PK
Yang ane bold, berarti PK harus selalu mencatat/merecord KA - KA yang melewati stasiun tertentu ya biar bisa memonitor pergerakannya?
Betul itu mas, selain di catet juga di buat grafik mas jadi dilihat kelambatanya dan dasar dari grafik itu untuk merevisi GAPEKA
Posts: 477
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
4
Ini daftar wilayah PK di Jawa berikut lokasinya... Mohon dikoreksi apabila ada kesalahan...
S1 Tambun - Cikampek |MRI
S2 Cikampek - Cirebon |CN
S3 Cirebon - Tegal |CN
S4 Tegal - Semarang |SMT
S5 Semarang - Bojonegoro |SMT
S6 Bojonegoro - Surabaya |SBI
S7 Cikampek - Bandung |BD
S8 Bandung - Banjar |BD
S9 Banjar - Kroya |KYA
S10 Kroya - Kutoarjo |KYA
S11 Kutoarjo - Yogyakarta |YK
S12 Yogyakarta - Walikukun |YK
S13 Cisauk - Merak |MRI
S14 Walikukun - Kertosono |MN
S15 Mojokerto - Blitar |MR
S16 Mojokerto - Surabaya |SGU
S17 Cirebon - Prupuk |CN
S18 Tegal - Kroya |PWT
S19 Surabaya - Malang |BG
S20 Bangil - Jember| BG
S21 Jember - Banyuwangi |JR
S22 Bogor-Sukabumi
S23 Pasarminggu - Bogor |MRI
S24 Jakarta - Manggarai -Bekasi |MRI
S25 Tanahabang - Serpong -Tangerang |MRI
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
|