Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
#11
Selama saya masih bisa pergi dari Surabaya-Jakarta dengan harga 50ribuan, saya kira kereta api masih sangat merakyat. Apalagi sekarang lebih manusiawi tanpa ada yang berdiri.

Tidak ada pedagang asongan dan harga resto KA terlalu mahal? Bawa bekal sendiri.

Banyak kebijakan-kebijakan terbaru yang saya kira justru membuat nyaman penumpang.
---------------------------------------------------------------------------------

[Image: 10152518_770209422991478_115824953701405038_n.jpg]
Reply
#12
asalkan kita pinter2 managenya sebenarnya zuhud/memanfatkan semaksimal budget saja untuk bepergian
yang penting sekarang kewaspadaan individu yang bisa mengamankan kantong biar gak jebol
kenapa? saya aja yang dulu 2 bulan sekali"cuma sowan bentar"/mulai tahun 2004-2008 itu biayanya sangat fantastis, karena saya memakai pesaing sepur yaitu kendaraan pribadi sekali jalan saja sudah jebol lebih2 dari budget K1 dan selalu naik tiap tahunnya+durasinya lebih parah dari brantas/berangkat jam 7 pagi belum tentu nyampe maghrib, malahan pernah sampainya jam 8 malam+biayanya mahal tidak sebanding durasinya
nah sekarang dengan lemahnya fisik ayah selama 5 tahun belakangan+memaksakan diri lebih dari kemampuan menyebabkan saya yang sudah tinggal di Jakarta jadi lebih memikirkan bagaimana tiap tahun bisa ketemu maksinal 4 kali dalam setahun dan solusinya Kereta api dari segi biaya 4 kali lebih murah dari Mobil pribadi dan dari segi durasi lebih cepat 2 kali lipat dari mobil pribadi.
malah lebih bersyukur banyak orang Jakarta yang ke daerah daripada yang masuk malahan dengan kebijakan ini makin OK
Reply
#13
berharap rangkaian ekonomi ditambah tp apakah mungkin ? ga kebagian tiket ekonomi terpaksa beli bisnis atau eko ac atau bahkan exe - naik bis lama mana jalan raya rusak parah -
Reply
#14
(06-03-2013, 11:44 AM)warsito Wrote: berharap rangkaian ekonomi ditambah tp apakah mungkin ? ga kebagian tiket ekonomi terpaksa beli bisnis atau eko ac atau bahkan exe - naik bis lama mana jalan raya rusak parah -

Berharap sich boleh-boleh aja. Kalau penambahan rangkaian ekonomi hot sich kecil kemungkinannya. Yang jelas semua rangkaian ekonomi bakal dingin. Tinggal berharap sama pemerintah mau memberikan PSO terhadap ekonomi AC.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply
#15
Jujur memang banyak kebijakan dari PT. Sepur yang saya anggap "sedikit" borjuisNgeledek
Tapi dalam konteks ini merakyat, seperti apa kriteria merakyat itu juga mungkin bagi sebagian orang, ini ga merakyat, tapi bagi sebagian orang lain, ini malah makin bagus. Tetapi menurut saya, kereta api bisa dikatakan merakyat jika:
1. Jadwal yang tidak membedakan antara KA eksekutif hingga KA bernomor paling gede (tidak selalu ekonomi lho)
2. Kemudahan akses entah itu dalam mendapatkan karcis, masuk ke stasiun (tak selalu harus dengan boarding pass, asal tertib) serta keamanan dan kenyamanan yang setara saat dalam perjalanan. (Kadang di eksekutif aja barang anda bisa hilangBethe)

Masyarakat kita kadangkala suka ngelunjak kalau diberi fasilitas yang berlebih, dan seringkali mengeluh jika ada kekurangan. Jadi ya sebenarnya, merakyat harusnya dimiliki oleh setiap pengguna kereta api, terlepas itu ada lebih atau kurangnya....

[Image: 8359555449_fd6dd08f73.jpg]
Reply
#16
(06-03-2013, 12:36 PM)zmidth Wrote:
(06-03-2013, 11:44 AM)warsito Wrote: berharap rangkaian ekonomi ditambah tp apakah mungkin ? ga kebagian tiket ekonomi terpaksa beli bisnis atau eko ac atau bahkan exe - naik bis lama mana jalan raya rusak parah -

Berharap sich boleh-boleh aja. Kalau penambahan rangkaian ekonomi hot sich kecil kemungkinannya. Yang jelas semua rangkaian ekonomi bakal dingin. Tinggal berharap sama pemerintah mau memberikan PSO terhadap ekonomi AC.

ya siapa tau ganti pemerintah ganti kebijakan yang lebih pro kelas ekonomi dan PSO ditingkatkan
Reply
#17
saya sangat mendukung penuh dengan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini yang menerapakan 100 persen penumpang duduk , tiket online dan bebas pedagang kaki lima di peron dan di daalm kereta. saya rasa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang menuju perusahaan yang sehat ini bisa di lihat dari keuntungan perusahaan yang semakin meningkat.bukan tidak mungkin suatu saat akan menjadi operator ka tingkat dunia. perusahaan saat ini sedang membersihkan dari para pegawai yang mencoba mengambil keuntungan pribadi.dengan menjadi calo karcis dll perusahaan nya makin bobrok pegawainya sejahtera dalam tanda kutip. kalau perusahaan sehat insya allah para pegawainya sejahtera..

namun memang saya kurang setuju dengan beberapa kebijakan perusahaan yang mengurangi jumlah pemberhentian ka ka lokal di masing masing daop. semisal ka lolak pwk - jkt , saya dulu sering naik ka ini kalau mau ke arah cikampek dan purwakarta dan ke arah kota dan kemayoran dari stasiun klender yang memang stasiun terdekat dari tempat tinggal saya. sekarang sudah tidak berhenti lagi di stasiun klender dan juga ka lokal cirebon - cikampek yang saat ini sudah almarhum
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#18
(07-03-2013, 01:02 PM)dedy vh Wrote: saya sangat mendukung penuh dengan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini yang menerapakan 100 persen penumpang duduk , tiket online dan bebas pedagang kaki lima di peron dan di daalm kereta. saya rasa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang menuju perusahaan yang sehat ini bisa di lihat dari keuntungan perusahaan yang semakin meningkat.bukan tidak mungkin suatu saat akan menjadi operator ka tingkat dunia. perusahaan saat ini sedang membersihkan dari para pegawai yang mencoba mengambil keuntungan pribadi.dengan menjadi calo karcis dll perusahaan nya makin bobrok pegawainya sejahtera dalam tanda kutip. kalau perusahaan sehat insya allah para pegawainya sejahtera..

namun memang saya kurang setuju dengan beberapa kebijakan perusahaan yang mengurangi jumlah pemberhentian ka ka lokal di masing masing daop. semisal ka lolak pwk - jkt , saya dulu sering naik ka ini kalau mau ke arah cikampek dan purwakarta dan ke arah kota dan kemayoran dari stasiun klender yang memang stasiun terdekat dari tempat tinggal saya. sekarang sudah tidak berhenti lagi di stasiun klender dan juga ka lokal cirebon - cikampek yang saat ini sudah almarhum

1. Saya malah kepengen ada koneksi KA lokal. Ka lokal stop semua stasiun. Nah, ka lokal juga di tambah. Jadinya ada lokalan : JAKK/TPK/PSE-PWK, PWK-CBT, CBT-KYA, KYA-KTA, KTA-SK, SK-KTS, KTS-SB, KTS-TA, TA-ML, ML-SB (penataran jadi ka ekspress jika ada ka lokal ini), Bangil-JR, dan JR-BW. Untuk Pantura ada SBI-BJ, BJ-SMC, SMC-TG, TG-CNP, CNP-CKP, serta jalur poros tengah (CN-KYA dan SMT-SLO). Lokalan full ac dengan harga normal. Andaikan saja...
2. Semua kereta disubsidi, kecuali beberapa K1
3. Semua stasiun online, dengan tingkatan tertentu (misal stasiun tengah sawah online lokalan), seperti saya bilang di awal
4. Kebijakan ac-nisasi, 100 %, boarding, saya dukung
5. Xie Xie
Reply
#19
(09-03-2013, 09:26 PM)dozykayen Wrote:
(07-03-2013, 01:02 PM)dedy vh Wrote: saya sangat mendukung penuh dengan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini yang menerapakan 100 persen penumpang duduk , tiket online dan bebas pedagang kaki lima di peron dan di daalm kereta. saya rasa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang menuju perusahaan yang sehat ini bisa di lihat dari keuntungan perusahaan yang semakin meningkat.bukan tidak mungkin suatu saat akan menjadi operator ka tingkat dunia. perusahaan saat ini sedang membersihkan dari para pegawai yang mencoba mengambil keuntungan pribadi.dengan menjadi calo karcis dll perusahaan nya makin bobrok pegawainya sejahtera dalam tanda kutip. kalau perusahaan sehat insya allah para pegawainya sejahtera..

namun memang saya kurang setuju dengan beberapa kebijakan perusahaan yang mengurangi jumlah pemberhentian ka ka lokal di masing masing daop. semisal ka lolak pwk - jkt , saya dulu sering naik ka ini kalau mau ke arah cikampek dan purwakarta dan ke arah kota dan kemayoran dari stasiun klender yang memang stasiun terdekat dari tempat tinggal saya. sekarang sudah tidak berhenti lagi di stasiun klender dan juga ka lokal cirebon - cikampek yang saat ini sudah almarhum

1. Saya malah kepengen ada koneksi KA lokal. Ka lokal stop semua stasiun. Nah, ka lokal juga di tambah. Jadinya ada lokalan : JAKK/TPK/PSE-PWK, PWK-CBT, CBT-KYA, KYA-KTA, KTA-SK, SK-KTS, KTS-SB, KTS-TA, TA-ML, ML-SB (penataran jadi ka ekspress jika ada ka lokal ini), Bangil-JR, dan JR-BW. Untuk Pantura ada SBI-BJ, BJ-SMC, SMC-TG, TG-CNP, CNP-CKP, serta jalur poros tengah (CN-KYA dan SMT-SLO). Lokalan full ac dengan harga normal. Andaikan saja...
2. Semua kereta disubsidi, kecuali beberapa K1
3. Semua stasiun online, dengan tingkatan tertentu (misal stasiun tengah sawah online lokalan), seperti saya bilang di awal
4. Kebijakan ac-nisasi, 100 %, boarding, saya dukung
5. Xie Xie

Saya tanggapi 1 dan 2
jalur selatan:Jakarta apapun stasiun keberangkatannya-Purwakarta, bukankah sudah ada Patas biarpun sampai Purwakarta, Purwakarta-Cibatu kan ada Mandra, kalau KYA-KTA bukankah ada Maguwo walaupun agak ekstension Ke Maguwo+dihentikan sementara karena harus Backup ke KA Sumatera, KTA-SK bukankah sudah ada Prameks/Sriwedari, KTS-SB bukankah sudah ada Arjuno dan KTS-ML bukankah Bukankah sudah ada Kelud biarpun cuma sampai Kediri.
nah mungkin untuk yang belum saya tanggapi Bisa menjadi evaluasi buat semuanya
Pantura:Jakarta-Tegal Bukankah nanti Kaligangsa setelah dipulangkan ke jawa hanya sementara saja dihentikannya, toh kaligangsa 65.000 bisa sampai Tegal meskipun lebih lama dari Arum karena persoalan jadwal yang banyak bentrok+berhentinya Kaligangsa Juga perpetak buktinya Priuk-Cirebon ditempuh dalam waktu 4,5 jam+kaligangsa saja 2 Jam perjalanan sudah sampai Pegadenbaru sehingga Mulai Cikampek-Cirebon berhenti Perpetak bahkan udah lebih sabar dari KA Ekonomi lepas CN jalan dibelakang Argo Sindoro.
saking sabarnya Masuk Tegal Paling cepat 22:15.
Tegal-Semarangf:bukankah sudah dilayani 3 KA Kaliagung meskipun namanya+Rangkaiannya beda2(Ekonomi tegal Ekspres, Bisnis:KRDE, K1 Kaliagung Mas)
Semarang-Bojonegoro:bukankah ada Blojeks
K2+K3:bukankah K2 itu Komersial biar gak tekor+merugi?
Kalau K3 Masih Tolerance lah dengan catatan Tidak Lebih dari Pekgo Termasuk Subsidi, tapi kalau K1 genah Pinten Mas?/Wani Piro
3 dan 4.Pasti Setuju
Reply
#20
intinya saya setuju saja jika KA ekonomi di berikan AC namun kalau bisa kemenhub sebagai regulator memberikan KA ekonomi AC PSO juga biar terjangkau oleh masyarakat.

saya rasa orang pasti mau naik KA nyaman, dpt tmpt duduk, g panas dll..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)