24-05-2016, 09:44 AM
![[Image: ea67c397-dedf-443b-a5c1-0408afb83bbf_zps4948e7b7.jpg]](http://i1114.photobucket.com/albums/k532/mint_fz/ea67c397-dedf-443b-a5c1-0408afb83bbf_zps4948e7b7.jpg)
Kalimaya heading to Merak via Pondok Ranji station
|
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
|
|
24-05-2016, 09:44 AM
![]() Kalimaya heading to Merak via Pondok Ranji station
25-05-2016, 09:21 AM
Bantuin nongolin beritanya
KAI Operasikan 4 Kereta Super Eksekutif Sebelum Lebaran PT Kereta Api Indonesia(Persero) kembali meningkatkan kapasitas angkut penumpangnya pada 2016. Salah satu yang dilakukan yaitu dengan melakukan penambahan pengoperasian rangkaian kereta jarak jauh. Rangkaian baru yang akan dioperasikan yaitu untukkelas eksekutif (K1) sebanyak empat rangkaian kereta. Empat rangkaian ini akan dioperasikan sebelum musim mudik lebaran 2016.
VP Public Relation KAI Agus Komarudin mengungkapkan empat rangkaian kereta eksekutif baru ini berbeda dengan rangkaian kereta eksekutif yang selama ini dioperasikan KAI. “Ini punya teknologi baru, bogienya baru, jadi kecepatan bisa lebih tinggi, lalu juga akan ada wifi di gerbong nantinya,sebenarnya dulu sudah dicoba diterapkan, namun tidak berlanjut, nanti kita pasang di KA baru ini,” kata Agus saat berbincang denganLiputan6.com, Selasa (26/4/2016).
Mengingat memiliki fasilitas yang lebih lengkap ini, maka kereta ini bisa dikatakan kereta super eksekutif.Dengan teknologi yang baru ini KA super eksekutif ini mampu melaju hingga 120 kilometer per jam. Ini sedikit lebih cepat jika dibandingkan rangkaian kereta biasa yang rata-rata kecepatan hanya 90 km/jam.
Tidak hanya itu, kelebihan dari gerbong kereta baru ini juga dibuat dengan menggunakan bahan yang lebih ringan dan diklaim lebih kedap suara. Jika berada di dalam gerbong ini serasa di pesawat terbang. “Empat kereta baru itu sudah masuk dalam 19 kereta tambahan yang akan kita operasikan dalam menghadapi mudik lebaran nanti,” ujar Agus.
Agus menambahkan, empat rangkaian kereta baru ini direncanakan digunakan untuk KA Argo Dwipangga relasi Jakarta-Solo, KA Argo Lawu relasi Solo-Jakarta, KA Bima relasi Jakarta-Malang dan KA Argo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya.
Berikut ini spesifikasinya kecanggihanKA super eksekutif baru KAI:
– Produksi PT INKA 2016
– Spesikasi K1014 sudah menerapkan teknologi air suspension, sehingga lebih nyaman, kedap suara, tahan goncangan dan tak terasa saat melintas di rel.
– Dilengkapi dengan jendela yang lebih lebar dan mampu menahan panasnya sinar matahari.
– Kapasitas penumpang 450 belum termasuk kru.
– Dilengkapi dengan fasilitas mushola.
– Fasilitas free wifi, audio visual dan tersedia kursi khusus difabel
– Tampat duduk lebih empuk dan longgar. Jarak tiap tempat duduk 1,3 meter. Sandaran kaki yang rileks.
– Tiap tempat duduk dilengkapi stop kontak listrik.
– Menerapkan bogie (kaki-kaki roda) baru, sehingga mampu menempuh kecepatan 120 KM/jam. (Yas/Ahm)
------------------------------------------ Pakai suspensi udara? Lintas selatan udah aman dilintasi kereta bersuspensi udara?
Regards,
Public Transportation Enthusiast ![]()
25-05-2016, 10:10 AM
(25-05-2016, 09:21 AM)Ardhani Muhad Wrote: Bantuin nongolin beritanya Loh K1 0 16 xx yg dipake Argo Lawu/Dwipangga/Taksaka tambahan itu yg dimaksud. Bogienya pake kombinasi K5 sama K8, jadi aman dipake di lintas pegunungan maupun datar...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
25-05-2016, 11:13 AM
(25-05-2016, 10:10 AM)stasiunkastephanie Wrote: Loh K1 0 16 xx yg dipake Argo Lawu/Dwipangga/Taksaka tambahan itu yg dimaksud. Bogienya pake kombinasi K5 sama K8, jadi aman dipake di lintas pegunungan maupun datar... Ooh berarti ga sepenuhnya pake suspensi udara yak, pake pegas ulir juga. Dah ga update soal beginian hehe
Regards,
Public Transportation Enthusiast ![]()
21-06-2016, 09:56 AM
Busyet, ada usul menghidupkan kembali kereta Sapu Jagat
----------------- Jonan Tolak Tegas Permintaan Anggota DPR Hidupkan Kereta “Sapu Jagat” JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menolak penggunaan kereta barang untuk mengangkut penumpang selama mudik Lebaran. Sebelum 2009, penggunaan kereta barang untuk penumpang disebut sebagai kereta Sapu Jagat. “Kalau kereta barang dijadikan angkutan penumpang, jawaban saya tidak,” ujar Jonan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/6/2016). Menurut Jonan, penggunaan kereta barang untuk mengangkut penumpang sangat bertentangan dengan aspek keselamatan. Ia tidak ingin KAI meninggalkan aspek keselamatan seperti dulu.
Saat ini, sistem ticketing di kereta api dinilai sudah baik. Oleh karena itu, Jonan menolak penggunaan kereta barang untuk mengangkut penumpang seperti permintaan anggota DPR RI. “Jadi satu orang satu seat kalau tidak ada seat-nya ya sudah. Kalau KAI mau 1.000 kereta penumpang khusus untuk Lebaran nanti kita buka subsidinya,” kata Jonan yang juga mantan Dirut KAI. Sebelumnya, Wakil Ketua Komsi V DPR RI Muhidin Muhamad Said meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bersama KAI menyediakan kereta Sapu Jagat untuk mengangkut para pemudik pada Lebaran tahun ini.
Ia menilai kehadiran kereta Sapu Jagat sangat penting lantaran antusias masyarakat yang mudik menggunakan kereta api selalu besar dari tahun ke tahun. Sayangnya, KAI dinilai belum bisa menyediakan kapasitas kereta yang lebih. “Jangan sampai ada orang mau pulang tidak terangkut, ini kan bahaya karena masyarakat kita nilai Lebaran itu sangat indah sekali. Tidak bisa tidak. Ini kewajiban kita sebagai penyelenggara negara harus membantu,” kata Muhidin saat rapat kesiapan arus mudik Lebaran bersama Menhub Jonan, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, dan stakeholder transportasi lainya. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri sudah menyatakan tidak bisa memenuhi permintaan menyediakan kereta Sapu Jagat saat mudik Lebaran nanti. Sebab, KAI sudah memiiki sistem ticketing yang membuat konsep kereta Sapu Jagat tidak mungkin lagi diterapkan seperti beberapa tahun silam.
sumber: http://bisniskeuangan. kompas. com/read/2016/06/21/080700826/Jonan. Tolak. Tegas. Permintaan. Anggota.DPR. Hidupkan. Kereta. Sapu. Jagad.
Regards,
Public Transportation Enthusiast ![]()
sebenernya agak bingung mau taruh postingan ini di thread mana, tapi mungkin cukup relevan kalo dibilang sebagai sebuah berita menyangkut kereta api...
sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) benar-benar sedang kejar target aplikasi sistem check-in dan boarding pass di seluruh stasiun utama pemberangkatan KA jarak jauh di pulau Jawa... setelah tanggal 23 Juni kemarin diberlakukan di Stasiun Gambir... ![]() ...hari ini (24 Juni) sistem serupa mulai diterapkan di DAOP VII, yaitu di Stasiun Madiun dan Kediri... ![]() stasiun-stasiun yg masih "tersisa" tinggal PSE, MER, dan stasiun-stasiun di DAOP III, IV, VII (selain MN dan KD), VIII, dan IX, dengan sisa waktu 12 hari menuju Lebaran dan 8 hari menuju (perkiraan) puncak arus mudik (H-4)... * sumber foto: Twitter @KAI121
Pasok Kereta Bandara Soetta, INKA: Ini Pertaruhan Kita
Senin, 01/08/2016 07:27 WIB Jakarta - Pengembangan jaringan kereta bandara dari pusat Kota Jakarta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, masih terus berjalan. Kereta bandara ini rencananya beroperasi di 2017 dan akan memakai kereta rel listrik (KRL) buatan BUMN yaitu PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Pada tender pengadaan kereta bandara ini, INKA mengalahkan produsen China yakni China South Railways (CSR) dan China North Railways (CNR). INKA siap menyediakan kereta terbaik untuk layanan kereta Bandara Soetta. Bandara Soekarno-Hatta merupakan pintu masuk ke Indonesia paling besar melalui jalur udara, sehingga kereta bandara harus mampu melayani pengguna jasa angkutan udara secara ontime alias tepat waktu. "Tentunya kita harus persiapkan dengan matang, karena kereta bandara ini untuk melayani lintas internasional termasuk untuk menunjang perekonomian secara nasional karena ini pertaruhan kita," kata Senior Manager Humas, Protokoler & PKBL, Cholik Mochamad Zamzam, kepada detikFinance, pekan lalu. Proses pembuatan kereta bandara ini, INKA menggandeng industri kereta asal Jerman, Bombardier. INKA dan Bombardier bekerja bersama merancang dan memproduksi kereta di Madiun, Jawa Timur. Proyek pembuatan kereta bandara ini menghabiskan total anggaran sekitar Rp 700 miliar. Pengiriman kereta secara bertahap akan dilakukan mulai 2017, sebelum kereta bandara diresmikan. Nantinya kereta bandara ini akan terdiri dari 10 rangkaian yang masing-masing terdiri dari 6 kereta, sehingga totalnya ada 60 kereta "Target kita tahun 2017 harus jadi karena itu harus mendukung komitmen customer dalam hal ini PT Railink yang mendapat penugasan dari Presiden," kata Cholik. Perawatan kereta bandara ini nantinya tetap akan dilakukan oleh INKA. Alasannya, INKA ingin memastikan rolling stock buatan insinyur Indonesia tersebut bisa beroperasi secara normal dengan meminimalkan gangguan teknis. "Untuk menjaga kualitas tentunya kereta akan melalui pengujian seperti pengereman, perlambatan, hingga semuanya diuji sesuai standar," kata Cholik. sumber: http://finance.detik.com/read/2016/08/01...5500/1036/
14-08-2016, 01:59 PM
setelah sekira 5tahun era jahiliyah kereta luar dinas / aling2 / wathever, kemarin (13-7-2016) kereta paling belakang dari rangkaian kereta jarak jauh udah dipake buat penumpang lagi, laporan pandangan mata dari kawasan kolong fly over lempuyangan,
sementara trit aling2 sendiri udah digembok sejak 2012 ![]() terus kereta bagasi modifan dari kelas bisnis udah bikin segitu banyaknya mo buat ngangkut apakah? mungkin parcel lintas selatan yg udah diisukan sejak 2015 atw parcel rangkaian panjang boleh juga
(14-08-2016, 01:59 PM)nino Wrote: setelah sekira 5tahun era jahiliyah kereta luar dinas / aling2 / wathever, kemarin (13-7-2016) kereta paling belakang dari rangkaian kereta jarak jauh udah dipake buat penumpang lagi, laporan pandangan mata dari kawasan kolong fly over lempuyangan, soal kereta aling-aling, mungkin efek dari bergantinya Dirjen KA, jadi kebijakan pun berubah? sama seperti begitu menterinya diganti, terminal bandara yg belum siap operasi langsung dibuka untuk umum, sampe akhirnya perlahan kebuka bobroknya satu per satu... soal kereta bagasi ex K2, sempet saya singgung di thread sebelah yg ngebahas soal kereta, mending kedepannya kalo ada program konversi seperti ini, dimodif jadi kereta angkutan penumpang + sepeda saja. karena menurut sebuah artikel media cetak, udah ada yg bikin petisi minta disediakan kereta angkutan jenis tersebut. daripada dimodif jadi kereta bagasi doank tp belum ketauan mau dialokasikan kereta apa, mending dibuat seperti usul saya. jadi sekalian menjawab harapan sejumlah penumpang, termasuk sang pembuat petisi kereta sepeda tersebut... |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|