15-03-2009, 09:23 PM
Indoneshia Kakutetsu Wrote:Toto Wrote:Indoneshia Kakutetsu Wrote:Kalau tidak salah, jalur MSM itu menyilang jalur milik PT.KA sekarang, ya? (Dari depot Pertamina Malang Kotalama ke arah Barat menyilang jalur PT.KA, lalu belok ke arah timur lagi menyilang jalur PT.KA sampai stasiun Blimbing, baru ke timur terus sampai Tumpang). Kalau yang ke Dampit dari depot pertamina ke selatan terus sampai Gondanglegi, kemudian bertemu dengan jalur MSM dari arah Kepanjen. Setelah itu baru diteruskan lagi ke timur sampai Dampit. Benar apa salah??
Sensei Indonesiha Kakutetsu,
Memang menyilang jalur KA sekarang. Dan ini sejak jaman SS juga. Bahkan bersimpangan juga dengan jalur lori PG Kebonagung juga di dekat terminal Gadang (arah Gondanglegi, Dampit atau Turen).
Sebenarnya, Depot Pertamina bukan terletak di Kotalama tapi Comboran dan ada juga orang yang mengenalnya sebagai Jl. Bingkil.
Sepengetahuan saya (mohon dibetulkan jika ada rekan yang tahu lebih teliti tentang MS), untuk arah Gondanglegi, Turen dan Dampit, trem bergerak dari Jagalan menuju ke Timur sepanjang Jl.Irian Jaya lantas bersilangan dengan jalur KA dan menuju Kotalama. Selepas Kotalama, track menuju selatan sepanjang Gadang. Rel berbelok lagi ke timur di sekitar Kendalpayak/ Watudakon sampai melewati depan PG Krebet dan menuju Gondanglegi. Dari Gondanglegi lurus ke Turen hingga melewati PT Pindad. Dari PT Pindad,rel menuju Talok lanjut Dampit.
Saya masih belum mengerti benar jalur Gondanglegi-Kepanjen. Saya curiga, jalurnya bersilang dengan rel PG Krebet Baru dan dari Gondanglegi menuju ke Barat (Kepanjen) melintasi sumber air Embung Bureng dekat perbatasan Gdlegi-kepanjen..
Untuk arah Tumpang, dari Jagalan, rel melintasi alun-alun kota Malang. Selepas alun-alun, rel menyusuri kawasan Kayu Tangan, Celaket hingga nampaknya bersimpangan juga dengan rel lori PG Kebonagung di Kawasan Blimbing (samping Carrefour). Sampai di Blimbing (Blimbing dulu milik SS?), rel trem menuju ke Timur melintasi jembatan kalisari (masih ada jembatannya). Dari situ, rel menuju terus ke timur hingga Pakis(Stasiun masih ada dan dimanfaatkan untuk warung dan toko HP). Dari Pakis, rel menuju Tumpang (stasiun masih ada dan dimanfaatkan untuk berdagang kentang).
Jika ada rekan yang lebih paham, mohon dikoreksi. Saya tak banyak tahu tentang masa-masa aktif trem ini berhubung lahir tahun 70 an. Namun dulu masih sempat melihat sekilas aktivitas di sepanjang jalur Kotalama-Gadang.
Salam dan Salam kenal buat Sensei Indonesiha Keitatsu,
Toto
Terimakasih informasinya Bung Toto. Saya dulu pernah mblusukan disana tapi info yang saya dapatkan samar. Jalur milik MSM ini memang sangat menarik, karena menyilang-nyilang dan masuk ke dalam pusat kota. Oya, saya dapat info lagi, waktu itu pegawai KA setempat bilang, kalo stasiun Blimbing itu stasiun pusatnya MSM. Salam kenal juga! Arigatou Gozaimasu..
Mmmm..... apakah pusatnya bukan di Jagalan? Nampaknya kita perlu cari info lagi
Sebab di sekitar Jagalan banyak rumah dinas bergaya indies berukuran besar yang dulu konon milik Malang Stoomtram. Salah satu hal yang perlu diperjelas, apakah mungkin pusat Malang Stoomtram berada di stasiun Blimbing yang dilalui jalur SS? Sedangkan Jagalan benar-benar terpisah dari jalur SS



..
.. atau dulu blom ada yang punya kamera ya orang indonesia ?
tapi gak apa2 lah , yang penting kita masih bisa melihat kembali sejarah perkereta apian kita meski hanya lewat foto ..