Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun Bogor Paledang dan sekitarnya
#21
(10-11-2013, 09:06 PM)Dana Komuter Wrote: Gak ada foto prama - prami nih? K1 / Eksekutif-nya penuh gak? Trus ada foto di mana pas KA Pangrango dtg dr Sukabumi, trus pr penumpang yg keluar baku hantam dg yg mau masuk (baca = gak sabaran) enggak?

kalau mau lihat foto2nya KA Pangrango plus cerita perjalanannya di hari pertama ia beroperasi, silahkan lihat di tritnya KA tsb..trit ini khusus membahas "halte pemberangkatan"nya saja yg dri Bogor aka halte paledang

(yg dibold) lihat di post awal trit ini, khususnya di point 3nya..

Trima kasih
kunjungi blog saya di sini Ngeledek


Lok Merah Biru
Reply
#22
Halte seperti itu kok seperti d seblah selatan stasiun wonokromo ya? bagaimana kalau terjadi lokomotif mogok? Lempar Apem bagaimana evakuasinya?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#23
(10-11-2013, 11:09 PM)Dimas Bilal Wrote: Mantap Pak spoor_hunter idenya. Usul juga, jikalau emang pnp pangrango harus dr paledang, ga masalah. Tp saya harap ada pengecualian untuk pnp CL yg ingin melanjutkan ke SI dengan pangrango. Seperti desain Pak spoor_hunter, mungkin bisa di buat tempat tap kartu single trip dan boarding di peron jalur 1. Jadi pnp CL yang lanjut ke SI tidak perlu repot memutar peron atau berjalan ke paledang. Tp untuk pnp yg memang awal keberangkatannya dari bogor, tetep naik dari halte paledang. Gitu aja sih usul saya. Heheheheh.

yang punya TS, maaf ya oot lagi. Malaikat
boleh juga sih kalo mau dipasang tap out dan boarding di peron jalur 1. masalahnya tap out sendiri sudah ada di pintu selatan. jadi tap out di jalur satu tidak perlu dibuatkan karena lintas pejalan kaki yang saya buat sesuai layout nomor 2. itu melewati jalur weselan dan tembus ke kantin yang berada di pintu timur.
[spoiler]
[Image: tp9b.jpg][/spoiler]
sekedar alternatif yang diberikan PT.Sepur

atau kalau enggak mau ribet, PT.sepur bisa memakai layout pertama.
para penumpang KRL yang mau lanjut dengan KA Pangrango (sebaliknya) harus memutar melewati PJL muslihat dan masuk pintu timur. Ngikik

Btw, sekedar usul jika layout pertama dan yang kedua di gunakan oleh PT.Sepur
Jadi halte paledang nantinya masih tetap digunakan untuk turun penumpang yang dari SI.
sedangkan untuk keberangkatan ke SI-nya tetap dari BOO di jalur 1.
intinya mencegah tumpang tindih ketika naik turun penumpang :p

Jaaahh.. oot lagi, yuk dah Back on Topic

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#24
kode stasiun apakah sama dengan bogor(BOO)?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#25
(11-11-2013, 09:13 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: kode stasiun apakah sama dengan bogor(BOO)?

Mungkin jadi BPL (Bogor PaLedang)......Tengsin

tapi kok malah jadi singkatan nama sekolahan di deket rumah ane..... BPL (Bina Panghudi Luhur ).....Bingung
Reply
#26
(10-11-2013, 12:01 AM)zae abjal Wrote: Dear om momod en para kawan2 RF semua..

Sebagaimana kita tahu, karna dioperasikannya KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi PP, akhirnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat stasiun baru sbg sarana untuk naik dan turunnya pnp KA tsb.. Walau sebagian pihak merasa pembangunan stasiun tsb sesuatu yg tdk perlu dilakukan (karna sebenarnya di stasiun utama bogor sendiri msh bisa, untuk dipakai naik turun pnp KA Pangrango dngn memanfaatkan space yg ada), tpi apa boleh buat pembangunan stasiun tsb tetap dilakukan walau pun sebenarnya areanya tdk memadai dan terkesan buru2 pembuatannya demi mengejar target bisa beroperasi di saat KA tsb mulai beroperasi (tepatnya hari ini, sabtu 9 november 2013)..

Nah, sekarang KA Pangrango tsb sdh mulai jalan dan "hebat"nya stasiun tsb pun sdh bisa dioperasikan.. Padahal tepat seminggu yg lalu, area ini msh terlihat "rangka"nya saja alias belum kelihatan apa2nya..

Dri pantaun sya yg kebetulan sya naik KA tsb di hari pertama beroperasi, ada beberapa catatan tentang stasiun ini yg menurut orang2 lbh cocok disebut halte ketimbang stasiun.. Karna mungkin stasiun itu cakupannya luas..

1. Atapnya terlalu sempit, hingga kalau hujan bakal menyulitkan para calon pnp KA Pangrango
2. Gk banyak lampu penerangan jika di malam hari (terutama di area peronnya)
3. Tak disangka minat masyarakat terhadap KA Pangrango sangat tinggi hingga pada perjalanan hari pertama ini para calon pnp membludak..nah karna membludak itu, membuat area peron stasiun ini jadi penuh sesak orang ketika KA datang..efeknya, yg baru turun dri KA tsb jadi kesulitan melewati peron karna banyak terhalang oleh orang2 yg mau naik KA pangrango di trip berikutnya..

Pertanyaan sya:

ini stasiun bogor baru aka halte paledang, besok2nya akan spt apa? Dan ke depannya, jga bakal spt apa?

Sya tdk bisa membayangkan, jika seandainya KA Pangrango ntu sukses besar nantinya dan mungkin sja solusinya tripnya ditambah atau rangkaiannya diperpanjang, tentu peron yg memang cuma segitu2nya pasti bakal lbh penuh sesak lgi atau tdk bsa menampung para calon pnp..

Yuk ah kawan2, kita berbagi pendapat disini..


Kenapa naik turunnya tidak di St Bogor aja yaa....Bingung
Kalo soal pengaturan nya antara penumang CL dgn KA Pangranggo mungkin bisa di contoh seperti St Tanah Abang...Playboy

Kayak nya itu stasiun Bogor Paledang gak layak banget.....Bethe
Reply
#27
(11-11-2013, 09:45 AM)yusirwan Wrote:
(10-11-2013, 12:01 AM)zae abjal Wrote: Dear om momod en para kawan2 RF semua..

Sebagaimana kita tahu, karna dioperasikannya KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi PP, akhirnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat stasiun baru sbg sarana untuk naik dan turunnya pnp KA tsb.. Walau sebagian pihak merasa pembangunan stasiun tsb sesuatu yg tdk perlu dilakukan (karna sebenarnya di stasiun utama bogor sendiri msh bisa, untuk dipakai naik turun pnp KA Pangrango dngn memanfaatkan space yg ada), tpi apa boleh buat pembangunan stasiun tsb tetap dilakukan walau pun sebenarnya areanya tdk memadai dan terkesan buru2 pembuatannya demi mengejar target bisa beroperasi di saat KA tsb mulai beroperasi (tepatnya hari ini, sabtu 9 november 2013)..

Nah, sekarang KA Pangrango tsb sdh mulai jalan dan "hebat"nya stasiun tsb pun sdh bisa dioperasikan.. Padahal tepat seminggu yg lalu, area ini msh terlihat "rangka"nya saja alias belum kelihatan apa2nya..

Dri pantaun sya yg kebetulan sya naik KA tsb di hari pertama beroperasi, ada beberapa catatan tentang stasiun ini yg menurut orang2 lbh cocok disebut halte ketimbang stasiun.. Karna mungkin stasiun itu cakupannya luas..

1. Atapnya terlalu sempit, hingga kalau hujan bakal menyulitkan para calon pnp KA Pangrango
2. Gk banyak lampu penerangan jika di malam hari (terutama di area peronnya)
3. Tak disangka minat masyarakat terhadap KA Pangrango sangat tinggi hingga pada perjalanan hari pertama ini para calon pnp membludak..nah karna membludak itu, membuat area peron stasiun ini jadi penuh sesak orang ketika KA datang..efeknya, yg baru turun dri KA tsb jadi kesulitan melewati peron karna banyak terhalang oleh orang2 yg mau naik KA pangrango di trip berikutnya..

Pertanyaan sya:

ini stasiun bogor baru aka halte paledang, besok2nya akan spt apa? Dan ke depannya, jga bakal spt apa?

Sya tdk bisa membayangkan, jika seandainya KA Pangrango ntu sukses besar nantinya dan mungkin sja solusinya tripnya ditambah atau rangkaiannya diperpanjang, tentu peron yg memang cuma segitu2nya pasti bakal lbh penuh sesak lgi atau tdk bsa menampung para calon pnp..

Yuk ah kawan2, kita berbagi pendapat disini..


Kenapa naik turunnya tidak di St Bogor aja yaa....Bingung
Kalo soal pengaturan nya antara penumang CL dgn KA Pangranggo mungkin bisa di contoh seperti St Tanah Abang...Playboy

Kayak nya itu stasiun Bogor Paledang gak layak banget.....Bethe

mungkin waktu itu operator tidak bisa berpikir demikian karena kejar tayang dengan peresmian Pak Menteri, tapi kalau lihat konstruksi haltenya, ini semi permanen, kemungkinan tidak selamanya demikian...Xie Xie

[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]
M1 nya Pangrango, buset dah..
Reply
#28
sepertinya makasain banget th stasiunnya...terlalu kecil Bethe ...knpa ga di kalahin aja KRL nya,,,,Bingung
Reply
#29
(10-11-2013, 12:01 AM)zae abjal Wrote: ....

1. Atapnya terlalu sempit, hingga kalau hujan bakal menyulitkan para calon pnp KA Pangrango
2. Gk banyak lampu penerangan jika di malam hari (terutama di area peronnya)
3. Tak disangka minat masyarakat terhadap KA Pangrango sangat tinggi hingga pada perjalanan hari pertama ini para calon pnp membludak..nah karna membludak itu, membuat area peron stasiun ini jadi penuh sesak orang ketika KA datang..efeknya, yg baru turun dri KA tsb jadi kesulitan melewati peron karna banyak terhalang oleh orang2 yg mau naik KA pangrango di trip berikutnya..

....

Poin ke 2 paling krusial..apalagi pnp trip ke 3 dari SI atau BOO datang kesini saat hari udh cenderung gelap. Kmrn katanya ada lampu sorot tapi cuma 3...sepertinya masih kurang.

Untuk poin no 3 mungkin area tersisa yg kemaren dipasang tenda+bangku bisa jadi ruang tunggu yak..jadi sebelum Pnp dari SI keluar,yang mau naik dari BOO gak boleh masuk peron..jadi gak tubrukan..kan sistem boarding
693-5073-893-673
Reply
#30
Urun rembug ni

Klo menurut saya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) enggak mau kecolongan dengan penumpang krl kalau stasiun untuk ka pangrango disatuin dengan stasiun krl .
Seperti contoh stasiun gambir , ps senin, dan angke nantinya .
Betul kalau ada usul diberi pagar pembatas /pemisah dari peeon u krl tetapi masih dalam satu kawasan st besar bogor agar penumpang ka pangrango masih bisa memanfaatkan fasilitas st bogor .
Nanti kalau untuk pengembangan kedepan HALTE paledang akan sulit meningkat menjadi stasiun syaratnya harus ada dua sepur untuk sebuah stasiun

Salam
___________________________

"Total dari Pekalongan-Semarang ada 33 lengkungan kecil. Semua lengkungan tersebut kini telah dihilangkan."
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)