20-06-2014, 04:42 PM
baru 2 hari yg lalu nikmatin kelas ekonomi bengawan dengan harga yg murah smbil menikmati AC splitnya yg ternyta ga terasaaaaaa dahhh naik ajee harganya
|
Tarif Kereta Ekonomi Naik Mulai 1 September 2014, Ini Daftarnya
|
|
20-06-2014, 04:42 PM
baru 2 hari yg lalu nikmatin kelas ekonomi bengawan dengan harga yg murah smbil menikmati AC splitnya yg ternyta ga terasaaaaaa dahhh naik ajee harganya
20-06-2014, 05:26 PM
20-06-2014, 05:27 PM
Progo selsiih 15rb donk sama Gawong n Bogowonto....??
21-06-2014, 07:19 PM
Kira kira, ada hubungannya dengan wacana 40% penumpang dan 60% barang, gak, ya? Siapa tau
22-06-2014, 06:49 PM
(21-06-2014, 07:19 PM)Darfian_R Wrote: Kira kira, ada hubungannya dengan wacana 40% penumpang dan 60% barang, gak, ya? Siapa tau Saya kira hal ini lebih banyak berkaitan dengan pengucuran PSO
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
22-06-2014, 09:37 PM
Progo ama bengawan gak beda jauh ama TBB nya Bogo/gawong
mending bogo/gawong deh,gembes juga gak beda jauh sama TBB katou
23-06-2014, 06:36 AM
(22-06-2014, 06:49 PM)CC-201-23 Wrote:(21-06-2014, 07:19 PM)Darfian_R Wrote: Kira kira, ada hubungannya dengan wacana 40% penumpang dan 60% barang, gak, ya? Siapa tau Kalau bicara masalah kuantitas angkutan penumpang dan angkutan barang itu lebih condong ke operatornya. Sedangkan untuk kucuran dana PSO lebih menitikberatkan ke regulatornya. Secara kemungkinan dana yang dikucurkan untuk PSO membengkak, PSO 'disunat' untuk menghemat anggaran
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah ! ![]() Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
23-06-2014, 07:46 AM
23-06-2014, 09:41 AM
Oiya, PSO ini, kira kira aja, dipakai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk subsidi K3 KAJJ doang, kah? Atau, ini juga termasuk PSO Commuterline? Agak miris saja, PSO turun 1/3 dari jumlah awal, tetapi, harga tiket naik sampai 2-2,5 kali lipat
23-06-2014, 02:43 PM
"Sumber Berita"
Soalan Anggaran PSO, Untuk KRL ? Dua jenis kereta api ekonomi, KA jarak jauh dan jarak sedang, telah beralih tarifnya ke tarif non subsidi. Lalu, bagaimana nasib tarif KRL? Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia (Persero), mengatakan bahwa pihaknya masih memperhitungkan apakah kereta ini akan bernasib sama dengan kedua "saudaranya" itu. "KA jarak sedang dan jarak jauh yang harus mengalami kenaikan. CL (Commuter Line) nanti akan diputuskan belakangan. Nanti, kami sedang hitung-hitung," kata direktur comersial seusai "Press Conference tentang Kewajiban Pelayanan Publik/PSO (Public Service Obligation)" di kantor DAOP I, Stasiun Cikini, Jakarta, Kamis 19 Juni 2014. KRL juga mendapatkan jatah subsidi public service obligation (PSO). Bagiannya pun lumayan besar. CL itu, kan, kena PSO juga. Alokasi CL menyerap lebih banyak. Dari Rp1,2 triliun itu (ada) sekitar Rp600 triliun. Nanti, akan menghitung lagi. Sebelumnya, ada pemangkasan anggaran kementerian sebesar Rp4,36 triliun. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pun turut terpotong anggarannya sebesar Rp1,31 triliun. Anggaran Kementerian Perhubungan untuk PSO, berdasarkan kontrak PSO No. PL. 102/A.41/DJKA/3/14 dan No. HK. 221/III/1/KA-2014 tanggal 3 Maret 2014, sebesar Rp1,224 triliun. Jumlah PSO ini terdiri dari PSO kereta api (KA) ekonomi jarak jauh Rp167,918 miliar, KA ekonomi jarak sedang Rp94,502 miliar, KA ekonomi jarak dekat Rp284,158 miliar, KRD ekonomi sebesar Rp29,782 miliar, KRL ekonomi Rp641,457 miliar, dan KA ekonomi Lebaran sebanyak Rp6,448 miliar. Karena ada pemotongan anggaran, anggaran subsidi PSO dipangkas Rp352,72 miliar sehingga membuat anggaran PSO menjadi Rp871,58 miliar. ![]() Sumber berita UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah ! ![]() Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|