VAN_DER_SPOOR Wrote:
Eh, sam2 mungkin ndak semua aset MSM diaktifkan kembali dipake kayak jalur wisata gitu. Trus yg ke arah dampit diteruskan nyambung sampe pasirian, lumajang jd mo ke banyuwangi keretanya lewat selatan mungkin ndak ya? 
otto_13 Wrote:Hem..., semakin menggairahkan....
Mmmmm.... saya pikir, kalau dulu Pemerintah lebih memfokuskan pada pembangunan perkeretaapian daripada pembangunan jalan raya maupun tol, mungkin bisa saja sampai Pasirian atau terus ke Timur.
Tapi apakah pemerintah punya anggaran? Katakanlah anggaran bisa diusahakan, tapi bagaimana "political will" nya? Belum lagi terkait dengan aspek-aspek hubungan antar negara yang lumayan rumit karena jika misalnya pembangunan jalur KA diteruskan sampai pelosok-pelosok, pasti mengurangi minat masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor. Ini akhirnya mengurangi impor kendaraan bermotor dari berbagai negara yang dalam konteks hubungan dagang internasional tentu membawa suatu konsekwensi tertentu.
Terus terang, saya iri dengan Australia yang usia perkeretaapiannya mungkin sebaya dengan Indonesia, tapi sekarang kita boleh dikatakan sangat ketinggalan.
Dulu sewaktu saya kuliah di Sydney, begitu mudah ke mana-mana naik KA. Boleh dibilang, sebagian besar obyek wisata di Sydney bisa dijangkau dengan kereta api.
Apalagi di Melbourne wah.... Melbourne boleh disebut sebagai salah satu surga railfans karena tram jadi moda transportasi utama di kota itu. Selain tram, Melbourne juga punya KA komuter yang menghubungkan Melbourne dengan wilayah suburban di sekelilingnya.
Makanya ketika melihat aset-aset MSM mulai Tumpang sampai Dampit yang merana saya jadi sedih.
Seperti halnya nasib jalur-jalur trem di kota lain di Indonesia, barangkali menghidupkan trem di Malang hanyalah sekedar mimpi seorang railfan seperti saya
Salam Spoor,
Toto