Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Stasiun Kertapati di Palembang menjadi Stasiun Termegah di Indonesia
#31
semoga segera terlaksana ya , ide yg bgus bt perkereta apian di sumatera .

cuma mau nambahin stasiun yang cukup megah dan nyaman
St. Bandung


[Image: stasiun2.jpg]


[Image: 1153523.jpg]
Bersiap PP SGU - SLO dengan KERETA API hingga 2 bulan kedepan
Ngakak
Reply
#32
Reply
#33
20 jalur....
banyak butul....
lebarnya bisa 2 kalinya beos tu....

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#34
Quote:http://www.sripoku.com/view/36209/ka_dal...ai_digarap

KA dalam Kota Mulai Digarap

Sriwijaya Post - Senin, 24 Mei 2010 19:52 WIB

PALEMBANG —Keinginan untuk memajukan Palembang sebagai ibukota provinsi dan menyatukan kota-kota lain, seperti Banyuasin dan Ogan Ilir (OI) hingga kini terus diupayakan Pemprov Sumsel.

Seperti pembangunan transportasi massal dalam kota berupa Kereta api (KA). Saat ini di Dinas Perhubungan dan Infokom Sumsel telah memasuki tahapan Masterplan dan studi kelayakan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Provinsi Sumsel Ir H Sarimuda MT, Senin (24/5) mengatakan, Dishub mempersiapkan moda transportasi perkotaan dengan menggunakan KA.

“Kami sudah mengajukan usulan pembangunan transportasi massal KA dalam kota ke Kementrian Perhubungan dan sudah disikapi oleh Bappenas,” katanya.

Saat ini, jelas Sarimuda, proses perwujudan moda transportasi massal ini dalam tahapan studi dan masterplan, yang disiapkan Kementrian Perhubungan tahun ini. Dananya bersumber dari APBN.

Rencananya angkutan KA masuk ke dalam kota. Konsepnya akan ada lingkar timur Kota Palembang, sedang jalan lingkar barat adalah akses Musi II atau disebut inner ring road. Ke depannya juga ada ada jalan lingkar luar Kota Palembang.

Alasan dibuatnya transportasi massal perkotaan, tidak lain untuk menjadikan ibukota Sumsel sebagai Kota Palembang menjadi kota modern dan kota internasional.


“Kota internasional itu harus mengikuti pergerakan kebutuhan masyarakat. Jika sistem yang dikerjakan bukan mencerminkan sistem kota internasional, artinya akan hanya menjadi slogan saja,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengikuti pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, jembatan di Palembang penghubung seberang ilir dan seberang ulu juga tidak hanya dibutuhkan sampai Jembatan Musi IV, jembatan yang dibutuhkan itu harus sampai Jembatan Musi VI.

“Sekarang tertumpu di Ampera dan Musi II, kalau Jembatan Musi III tidak segera dibangun, tidak dapat dibayangkan betapa macetnya kawasan Musi II nanti,” kata Sarimuda.

Jembatan Musi III atau Jembatan Musi IV jika sudah dibangun, secara otomatis dapat mengurangi kemacetan. Selanjutnya, seluruh angkutan berat di kota metropolitan dan kota internasional tidak

lagi dibenarkan lagi masuk kota, tapi cukup sampai pinggiran kota yang ada pergudangannya. Saat barang atau produk akan didistribusikan ke kota, harus menggunakan angkutan kecil.

“Kita juga ada keinginan bersama dan sudah dirapatkan dengan Bappenas dan Kementrian PU dan Dirjen Bina Marga, Dirjen Perkeretaapian, keinginan pemerintah pusat agar Jembatan Musi III tidak hanya untuk jalan raya tapi digabung dengan jalan kereta api,” ungkapnya.sripo
(sin)

oot: makanya di tret pemindahan ibukota, saya pilih palembang karena berita diatas. mudah2an tidak berhenti di wacana saja. Xie Xie
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#35
wah...ingat jadul..taon 60an (fikiran anak SD ya).....dari kertapati mau ke palembang musti naik ferry .
dermaganya pakai pelampung dari drum2..
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#36
KPT di suatu pagi di tahun 2012

[Image: 27y8zeb.jpg]

[Image: 2qvutmb.jpg]
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)