Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
e-Ticketing KRL Jabodetabek - Diskusi & Pengalaman
#31
(29-01-2012, 09:33 AM)ady_mcady Wrote: kalau sudah e-ticket, mestinya bikin tarif per jarak sudah tidak sulit lagi prakteknya. rasanya tidak adil kalau kereta komuter bikin tarif flat. kalau mrt, busway, boleh lah dibuat flat karena jarak tempuhnya nggak terlalu jauh disamping mrt dan busway adalah moda transportasi dalam kota. kalau krl kan lebih jauh jangkauannya. sehingga tarif per jarak/per segmen lebih adil.

atau dibuat aturan saja, yang pakai comet tarifnya per jarak, tapi kalau tiket kertas pakai tarif flat.

Nggak bisa menjamin tentang hal itu.
Misalnya, kalau kartunya itu cuma sampai Depok, kan ga ada yg jamin kalo dia turun di Depok. Bisa aja turun di Bogor.
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#32
(29-01-2012, 10:04 AM)CC203 35 Wrote: Nggak bisa menjamin tentang hal itu.
Misalnya, kalau kartunya itu cuma sampai Depok, kan ga ada yg jamin kalo dia turun di Depok. Bisa aja turun di Bogor.

ini kalo sistemnya per jarak/per stasiun, kan tinggal di atur pas dia masuk pertama di st. xx, gesek comet, langsung tersimpan data dimana dia naik.

begitu turun, mau turun dimana saja kan dia mesti gesek lagi di pintu keluar. kalo turun di depok kena nya tarif depok. kalo di bogor ya kena tarif bogor.

kalo dia gak gesek 2 kali pas naik/turun, bisa kena penalti dipotong sekian rupiah. jadi mesti gesek 2 kali di st. naik dan turun.

cuma opini saya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#33
dalam prosedur untuk mendapatkan kartu comet ini ada sebuah pertanyaan... ya saya dapet info dari temen2 yg ga jadi beli comet dan dari FB nya KRL mania...

kenapa untuk mendapatkan commet prosedurnya susah... musti pake copy KTP dan harus mengisi data-data yg bersifat pribadi???
padahal dalam kontrak tersebut (saya menggunakan istilah kontrak, karna menurut saya yg awam ini pemohon harus melakukan perjanjian dalam mendapatkan commet yg emang belom bisa difungsikan)... apakah operator berani memberikan jaminan bahwa data-data pribadi pemohon commet tersebut tidak akan dibocorkan, tidak akan dipergunakan untuk kepentingan selain proses pembuatan commet (dimana setelah commet diperoleh dan difungsikan, data2 pemohon harus dimusnahkan) serta tidak akan dipergunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab???? Heran secara pihak operator dan pengelola commet bukan instansi perbankan/LK yg selama ini punya kode etik dan mempunyai komitmen dalam menjaga kerahasiaan data customer

padahal kartu layanan umum sejenis tidak perlu menggunakan prosedur seperti itu, E-Toll Card, Flash dan kartu Indoma**t contohnya... tinggal beli ajah, ga pake syarat2 macem2... mo habis tinggal isi ulang, kan beres

kenapa rempongnya kek ngurus kartu kredit segala ya Ngakak padahal kartu kredit juga kita yg didatengin dan dilayanin malah

oh iya.. ntar commet apa juga perlu menyerahkan copy KK, slip gaji, NPWP, menunjukkan bukti rekening dll yaaaaNgakak
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#34
(29-01-2012, 11:43 AM)Bangunkarta Wrote:
dalam prosedur untuk mendapatkan kartu comet ini ada sebuah pertanyaan... ya saya dapet info dari temen2 yg ga jadi beli comet dan dari FB nya KRL mania...

kenapa untuk mendapatkan commet prosedurnya susah... musti pake copy KTP dan harus mengisi data-data yg bersifat pribadi???
padahal dalam kontrak tersebut (saya menggunakan istilah kontrak, karna menurut saya yg awam ini pemohon harus melakukan perjanjian dalam mendapatkan commet yg emang belom bisa difungsikan)... apakah operator berani memberikan jaminan bahwa data-data pribadi pemohon commet tersebut tidak akan dibocorkan, tidak akan dipergunakan untuk kepentingan selain proses pembuatan commet (dimana setelah commet diperoleh dan difungsikan, data2 pemohon harus dimusnahkan) serta tidak akan dipergunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab???? Heran secara pihak operator dan pengelola commet bukan instansi perbankan/LK yg selama ini punya kode etik dan mempunyai komitmen dalam menjaga kerahasiaan data customer

padahal kartu layanan umum sejenis tidak perlu menggunakan prosedur seperti itu, E-Toll Card, Flash dan kartu Indoma**t contohnya... tinggal beli ajah, ga pake syarat2 macem2... mo habis tinggal isi ulang, kan beres

kenapa rempongnya kek ngurus kartu kredit segala ya Ngakak padahal kartu kredit juga kita yg didatengin dan dilayanin malah

oh iya.. ntar commet apa juga perlu menyerahkan copy KK, slip gaji, NPWP, menunjukkan bukti rekening dll yaaaaNgakak

saya hari senin ini ada rencana mau nuker KLS saya dengan Kartu commet ini, kira-kira prosedurya gimana ya ?
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
#35
^^^
saya ga terlalu tahu juga prosedurnya.... cuman denger temen2 yg ga jadi beli commet... ribet katanya, mending pake tiket harian ajah

soalnya kalo pake commet musti tapping 3x: pas masuk tasiun, pas di dalem kereta dan pas keluar tasiun... mana alat tapping cuman sedikit, pasti antri... trus inilah bedanya: sekarang Sentinel yg mendatangi penumpang.. kalo pegang commet, penumpang yg musti nyari itu sentinel buat di tap di kereta... soalnya kalo ga tap di kereta, saldonya kepotong 2x harga tiket.. nah kalo kereta super padat.. dan ga ketemu petugas tapping di kereta gimanaBingung

masih jauh lebih baik ABUDEMEN Ngeledek
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#36
Ini dari thread sebelah ...

Quote:Jakarta - Karcis kereta api (KA) jarak jauh aneka kelas, sekarang bisa dipakai untuk naik KRL ekonomi dan KRL Commuter Line lho! Kebijakan ini berlaku di wilayah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I.

"Penumpang yang memiliki karcis KA jarak jauh dan menengah kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi komersial yang tiba di Daop 1 Jakarta dapat dipergunakan sebagai karcis KRL ekonomi dan KRL Commuter Line," terang Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop I, Mateta Rizalulhaq.

Hal itu disampaikan Mateta dalam pesan singkat yang diterima detikcom pada Kamis (26/1/2012).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan layanan kepada penumpang kereta api. "Mulai tanggal 25 januari 2012," sambung Mateta.

Tapi ada syarat yang harus Anda perhatikan. Karcis hanya bisa dipakai untuk naik KRL di hari yang sama dengan kedatangan Anda di wilayah Daop I Jabodetabek.

Misalnya, Anda memiliki tiket Surabaya-Jakarta dan tiba di Jakarta hari ini. Nah, tiket yang Anda miliki ini bisa digunakan untuk naik KRL Commuter Line, misalnya ke Bekasi atau Bogor. Jadi tak perlu membeli tiket Commuter Line lagi.

"Untuk perjalanan di hari kedatangan KA," ucap Mateta.

Lha terus bagaimana dengan COMET nya ?
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#37
Ini tuh yang masa pembelian 1-3 Febuari 2012 itu jhusus untuk yg mau nuker KTB (atau apalah itu) atau emang bener-bener pembelian ?

Terus, sistem penggunaan tiketnya gimana ?
Ini tuh yang masa pembelian 1-3 Febuari 2012 itu jhusus untuk yg mau nuker KTB (atau apalah itu) atau emang bener-bener pembelian ?

Terus, sistem penggunaan tiketnya gimana ?
Ini tuh yang masa pembelian 1-3 Febuari 2012 itu jhusus untuk yg mau nuker KTB (atau apalah itu) atau emang bener-bener pembelian ?

Terus, sistem penggunaan tiketnya gimana ?
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#38
td barusan nuker, dan lihat di brosurnya bakal bingung....
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
#39
Reply
#40
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)