Thread Rating:
  • 3 Vote(s) - 4.33 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Laporan Perjalanan KA Bukit Selero
#31
sambungan bro

Buat teman-teman yang menantikan kelanjutan perjalanan serelo, kami mohon maaf baru bisa menlanjutkannya saat ini dikarenakan belom ada nya kesempatan untuk melanjutkan trip report ini.
Sebelumnya S5 serelo sudah tiba distasiun Niru. Ditengah petak antara stasiun niru dan talang padang terdapat rel yang menikung terpisah. Kalau tidak salah, itu untuk angkutan KA pulp yang biasa ditarik si hijau hulk.

[spoiler=jalur cabang di NRU]

[Image: 15462512687_1891b22966.jpg]


[Image: 15462512667_cbc94be4b9.jpg]


[Image: 15462512657_4084b8f20a.jpg]


[Image: 15462512577_0be63f8464.jpg]


[Image: 15462512567_97e6b1e802.jpg]


[Image: 15462512497_f7fb30baa3.jpg][/spoiler]

Distasiun Niru, rel kembali menjadi satu lagi. Singel track bro Bethe
Rel di niru akan berpisah menjadi dua bagian. Rel ke arah kiri menuju stasiun talang padang hingga lubuk linggau, sementara untuk rel yang ke arah kanan nantinya akan tembus ke hutan tempat KA pulp mengambil bahan baku pembuatan kertas

Back to train[/b]
Jalur yang kami lalui sekarang sudah kembali menjadi singel track, double tracknya terputus di stasiun niru saja. Untuk masalah kecepatan, relatif cepat untuk kisaran KA penumpang disana. Tak lebih dari 60 Kph. Suasana sekitar pun masih dipenuhi dengan pepohanan. Jika sika hari seperti ini, suasana asri masih bisa memanjakan mata kita. Namun berbanding terbalik jika malam menyapa. Ngerii banget coooy. Takut sama binatang buas yang tiba-tiba nonggol gitu. Jangan lupakan juga Kuntilanak

Hanya bebeberapa menit lepas niru, kami sudah hampir tiba lagi distasiun talang padang. Stasiun lintas juga sih, namun kami juga harus berhenti disini. Seperti biasa, ya untuk persilangan saja. Mbuuuh bersilang dengan KA apa, mungkin BBR, batubara atau juga KA penumpang Serelo, atau bahkan sepur fakultatif Bingung

Stasiun talang padang

Stasiun ini memiliki kode stasiun TLP. Hanya memiliki 2 jalur, dimana jalur 2 adalah sepur langsungnya. Stasiun ini didirikan dan diresmikan pada saat pemberlakuan gapeka baru pada tahun 2011 yang lalu. Stasiun ini terletak diantara petak Stasiun Niru – stasiun blimbing pendopo dan berada diketinggian 28 meter dari permukaan laut.

[spoiler=Plante Name Stasiun Talang Padang]

[Image: 15463080260_34c0a999a9.jpg][/spoiler]

[spoiler=Bangunan stasiun TLP]

[Image: 15463080130_a3a4cce5d7.jpg][/spoiler]

[spoiler=Tertahan disinnyal keluar]

[Image: 15463080060_04c83ee1c1.jpg][/spoiler]




Satu karakter dengan stasiun lainnya, stasiun talang padang pun ditutupi oleh pagar besi. Bisa dibayangkan lah kalo malam buasnya seperti apa dilokasi ini :ngeri:
Ditengah hutan gitu brooo..

Ternyata S5 Serelo ini berhenti hanya untuk menurunkan petugas ajah. Kayanya sih PPKA yang mau ganti shfit ini. Dia ikut dari PBM sepertinya.

[spoiler]
[Image: 15649611262_2e98837d7e.jpg][/spoiler]


Selama berada dan hunting di talang padang, saya sangat berterima kasih sama beliau. Beliau adalah PPKA talang padang yang paling ngerti dengan railfans. Betapa tidak, disaat sedang sulitnya berburu foto distasiun beliau malah menyarankan saya untuk memfoto sepuas hati saya keadaan stasun talang padang kala itu. Bahkan, karena baiknya beliau rela mengulur waktu berangkat KA S5 serelo beberapa menit.
Berikut adalah percakapan singkat saya dengan beliau:

Saya: izin foto sebentar yah pak
PPKA : silahkan mas, ambil sesuka hati (seraya melampirkan senyum ikhlas).
Saya : terima kasih pak.
PPKA : (tersenyum) kemudian masuk kembali ke dalam stasiun.

Ternyata didalam, beliau sibuk angkat-angkat handel sinyal yang kelihatannya berat. Namun begitu, beliau tidak meminta bantuan kepada saya. Saya sendiri malah sibuk-sibuk berfoto keadaan sekitar.
Mungkin ada yang kenal??

[spoiler=Siapa gerangan?]

[Image: 15649611272_c8f1e8e2a9.jpg][/spoiler]

Setelah selesai menagkat sinyal, dan sinyal keluar aman. Assisten massinis terlihat mernohkan kepalanya keluar tanda memastikan semboyan 40 dari PPKa. Pun begitu si PPKA malah bertanya keapda saya.

PPKA : “sudah selesai mas fotonya?”
Saya : “ belum pak,” balas ku padanya.

Mendengar jawaban seperti ini beliau tidak mengangkat semboyan 40 tersebut. melainkan menunggu saya selesai berfoto dulu. Setelah selesai dan puas berfoto-foto, kemudian saya bilang kepadanya sudah selesai. Lantas beliau mengingatkan saya supaya lekas menuju rangkaian. Karena ka SERELO Akan segera diberangkatkan. Seraya berpamitan sejenak dan mengucapkan rasa terima kasih, sayapun langsung pergi dan masuk ke dalam rangkaian.

Ketika saya sudah masuk dan berda didalam rangkaian, beliaupun langsung mengangkat ting-tinggi semboyan 40 terus. Izin PPKA sudah diberikan, semboyan 40 terdengar. Kini giliran massinis memberikan S35. SS pun berangkat stasiun talang padang. Ini merupakan salah satu unik kisah saya dalam perjalanan dengan menggunakan KA S5 serelo. Sungguh sangat baik hati sekali PPKA tersebut. seandainya PPKA disini seperti beliau Malaikat

Berikut oleh-oleh dari TLP
[spoiler]

[Image: 15463080180_26a3bcdf72.jpg]


[Image: 15463080200_db47906e0c.jpg]


[Image: 15463080250_46738506df.jpg][/spoiler]


Perjalanan dilanjut. Menuju stasiun berikutnya, keadaan berkelok-kelok menuju stasiun blimbing pendopo. Ya, namanya memang mirip salah satu nama stasiun didaerah operasi 8 surabaya, stasiun blimbing.

Perjalanan menuju kesana hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit saja. Lagi-lagi, kami harus berhenti. Entah mau apa. Rasanya menyenangkan sekali berhenti disetiap stasiun yang dilalui dan bisa Photographer KA yang kita naiki tersebut. Asik..
Selama perjalanan menuju stasiun belimbing pendopo tak banyak yang bisa saya ceritakan dan saya rekam. Karena memang suasanya mirip dengan perjalanan meuju stasiun sebelumnya. Ya, masih berupa hutan sih. Seperti biasa, ciri khas akan masuk stasiun adalah kecepatan melambat, dan selalu berhenti disinyal masuk. Ini pun menjadi patokan saya untuk bersiap mengabadikan moment tersebut

Stasiun blimbing pendoppo


Memiliki kode stasiun BIB. Memiliki 3 jalur, dimana jalur 2 adalah jalur utama yang berperan sebagai jalur langsung. Jalur ini terletak diantara stasiun talang padang dan stasiun tanjung terang.

[spoiler=Persiapan masuk BIB]

[Image: 15646415531_11b2bf5f60.jpg]


[Image: 15646415611_6bd81229e9.jpg]


[Image: 15646415631_d1643744fc.jpg][/spoiler]


Berbeda dengan PPKA stasiun talang padang, sepertinya PPKA BIB tidak terlalu ramah dan egois. Hal ini bisa dilihat dari sikap dan cara dia menyambut kami.

[spoiler=mana PPKA nya? Bingung]

[Image: 15646415721_ed0238702b.jpg][/spoiler]

Ternyata PPKA nya ngumpet, Cuma mau berdiri diperon stasiun yang dijaganya. Gak mau item kali karena kepanasan Ngakak

[spoiler]

[Image: 15646415821_c2d5616edd.jpg][/spoiler]

[spoiler=Plate name BIB]

[Image: 15646415731_bf949f1fec.jpg][/spoiler]


Dan ternyata di stasiun blimbing pendopo ini sudah ada material-material double track, bisa dilihat dari foto-foto diatas maupun foto dibawah ini yah mas bro

[spoiler=bangunan stasiun belimbing pendopo]

[Image: 15463779200_a5e47fe819.jpg][/spoiler]

[spoiler=aman, silahkan berangkat]

[Image: 15625677236_cc1b619187.jpg][/spoiler]

[spoiler=rangkaian Serelo]

[Image: 15625677286_3eee28af4d.jpg][/spoiler]

Tak lama kami berhenti disini, langsung capcus bro....
Kejar setoran Ngakak
Perjalanan kembali dilanjut. Kali ini kami menuju stasiun tanjung terang. Distasiun tajung terang pun kereta kami hanya beberapa detik saja berhentinya. Kurang dari 10 detik, KA pun berangkat. So, saya tidak banyak dapat foto distasiun tanjung terang. Hanya ini yang saya dapatkan:

[spoiler]
[Image: 15625764996_c724824b28.jpg][/spoiler]


Assisten masinis dalam foto tersebut melambaikan tangan kepada saya, mengisyaratkan kalo ka akan segera berangkat. Otomatis langsung cameback ke rangkaian. So, gak ada banyak foto yang saya abadikan Huaaaa.....hik..hik

Berangkat lagi brooo.
Stasiun berikutnya adalah stasiun gunung megang.

Perjalanan menuju stasiun gunung megang agak berbeda. Terlihat disebelah kiri rel sedang ada pembuatan jalur double track. Namun progresnya masih berupa lahan kosongnya saja. Untuk material-materialnya belom tersedia di sepanjang lintasan. Sesekali kami berjumpa dengan penduduk sekitar dilahan kosong tersebut.

Sekarang terjawab sudah kenapa S5 Serelo BLB dibeberapa stasiun sbelumnya dan berjalan perlahan disetiap petak diantara stasiun tersebut yang kami lalui. Penyebabnya adalah, kami “di-odongin” oleh BBR. Dengan segala kesaktiannya, S5 berhasil menysul BBR tersebut distasiun gunung megang.

[spoiler=Susul BBR]

[Image: 15656565322_99fd1b303f.jpg]


[Image: 15656565392_840ddff12f.jpg]


[Image: 15656565442_b6e8951417.jpg][/SPOILER]

Setelah beberapa menit menghitung jumlah rangkaian KKBW yang ada di rangkaian KA Super BBR tersebut, akhirnya ketemu juga sama lokomotif penariknya. Yaitu dous cc 205.

[spoiler]

[Image: 15656565462_ddaae123d4.jpg]


[Image: 15656565492_920d44e2e6.jpg]


[Image: 15656565542_7b027afc72.jpg][/spoiler]

Stasiun gunung megang


Memiliki kode stasiun GNM. Berada di kecamatan gunung megang, kabupaten muaraenim provinsi sumatera selatan. Untuk KA yng melintasi stasiun ini adalah KA barang pengangkut batubara, minyak cair, kereta penumpang seperti serelo dan sindang marga dan juga sepur fakultatif. Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur saja, dimana jalur 1 adalah sepur langsungnya. Kooerdinat 3°27'14"S 103°52'0"E.

Ketika melintasi GNM, kami tidak berhenti alias berjalan langung. Akhirnya, bisa juga ngerasain berjalan langsung di divre 3 ini. Ceria Ceria
Dan efek dari meilintas langsung tersebut adalah, saya tidak bisa take foto bangunan stasiun GNM Bethe

okelah, perjalanan mesti dilanjut. Lepas GNM, ada salah satu spot bagus untuk hunting. Yaitu posisinya tak jauh dari stasiun. Ada sebuah jembatan dengan sisi ditumbuhi kurungan besi yang lumayan tinggi. Posisi rel pun menikung, rasanya mantap juga kalo bisa foto disitu. Untuk foto yahud nyusul yah, ada di TR serelo S6 nanti Huh

[spoiler]

[Image: 15653193561_423330b3c5.jpg]


[Image: 15653193581_085631e5db.jpg][/spoiler]

Coba perhatikan foto diatas deh, apakah diantara teman-teman ada yang tahu maksut dari marka jalan tersebut? papan yang berbentuk belah ketupat dan segi empat yang bergambar bulat? Mohon bantuannya, yang tahu silahkan dishare.. dan efek dari marka jalan tersebut, lari KA tidak begitu cepat. tak lebih dari 50kmj saja.

Lepas jembatan tersebut, pembangunan jalur ganda masih berlanjut. Masih dikerjaakan oleh beberapa kuli. Dibeberapa sudut, terlihat beberapa kuli sedang beristirahat dibawah rimbunannya pepohonan yang hijau. Kalau di ibu kota mana bisa kaya gitu. Tak terasa, 8 menit berlalu. Kami sudah hampir tiba distasiun penangiran.

Saat hendak masuk penangiran, KA berjalan agak diperlambat. Seperti biasa.
Hendak bersilang sepertinya.. yang saya pikirkan adalah mau masuk dijalur berapa. Kalo ada disebelah kiri artinya harus siap di bordes sebalah kiri dan sebaliknya. Jika berada dikanan rel, maka harus siap di bordes sebelah kanan.

Saat hendak masuk stasiun posisi rel agak sedikit membelok kesebelah kiri. Dari kejauhan saya sudah melihat lokomotif berwarna putih berada disebalah kanan kami. Artinya saya harus siap di bordes sebalah kanan. Dengan terpaksa minta space kepada penumpang yang ada disisi itu, karena saya sebenarnya sudah siap di bordes kiri.

[spoiler]
[Image: 15655942615_79bceb60e6.jpg][/spoiler]


Ternyata benar, kami harus kembali bersilang. Kali ini kami menang silang KA pengangkut batubara lagi. Tapi kali ini yang nguli adalah loko eks jawa, cc 204. Seperti biasa posisi lokomotifnya mundur.

[spoiler]

[Image: 15655942655_d080db7aa7.jpg]


[Image: 15655942675_dcb9723ab2.jpg]


[Image: 15655942685_9660be5269.jpg][/spoiler]

Berikut adalah detik-detik ketika kami bersilang dengan ka barang tersebut:

[spoiler]

[Image: 15035911913_f2a6bcd77f.jpg]


[Image: 15035911943_533a66cd63.jpg]


[Image: 15035911953_d516bfb596.jpg]


[Image: 15035912043_e695b015c0.jpg]


[Image: 15035912053_dd7b7dafe6.jpg]


[Image: 15035912123_8ca348496c.jpg][/spoiler]

Setelah hampir 1 menit menelusuri panjangnya rangkaian ka pengangkut batubara tersebut, akhirnya nemu juga semboyan 21 ka tersebut. anehnya, gimana yah caranya massinis dan assisten masinis melihat semboyan tersebut? jujur, ane aja yang matanya masih sehat normal gak jelas lihat emblem kapsul tersebut?
Padahal dibelakang juga gak ada petugas yang stand by?? Atau ada komunikasi diantara dua rumah sinyal distasiun tersebut yah?? Entah lah Bingung

[spoiler]

[Image: 15469969888_9fbb8023d9.jpg]


[Image: 15469969958_61354dd9c5.jpg]
[/spoiler]


Setelah bersilang dengan KA batubara tersebut. rupanya kami tidak langsung berjalan. Melainkan harus berhenti cukup lama juga. disini ada juga petugas yang turun. Tepatnya di gerbong ke 4, atau ke 5 dari depan.

[spoiler]

[Image: 15469969968_039f9e36e9.jpg][/spoiler]

[spoiler=Stasiun Penanggiran dari dalam k3-1]

[Image: 15469970018_21b0c4039b.jpg]


[Image: 15469970098_9671686b72.jpg][/spoiler]

Saat tengah berfoto ria mengabadikan moment-moment di penangiran, ternyata ada salah satu er ef juga yang sedang beraksi diisana. Saya sempat berkenalan dengannya. Namanya fadhil anak daop 1 juga rupanya. Dia sedang liburan disini, dirumah family-nya. Dan hingga kini, saya akrab dengannya.
Selama beberapa menit kami berbincang, namun akhirnya harus terpisahkan oleh lengkingan S35 serelo lima.

Beberapa foto yang bisa saya dapatkan distasiun penanggiran:

[spoiler]
[Image: 15469970148_0cf29d6c63.jpg]


[Image: 15633165956_c0225f5157.jpg]


[Image: 15633165966_ab96100357.jpg]


[Image: 15633165996_dcc6b46f36.jpg]


[Image: 15633166046_45113c25b2.jpg]


[Image: 15633166096_d90a903da7.jpg][/spoiler]

Dan ini oleh-oleh dari stasiun penangiran
[spoiler]
[Image: 15469970148_0cf29d6c63.jpg][/spoiler]


Stasiun penanggiran

Stasiun ini memiliki kode stasiun PNGG. Memiliki dua buah jalur, dimana jalur 2 adalah jalur utamanya. Berada pada lintas prabumilih-muara enim dan berada pada petak gunung megang dan ujan mas. Stasiunnya terletak disisi jalan raya, sehingga bentuk bangunnnya tidak dilapisi pagar-pagar.

[spoiler]
[Image: 15035639454_34e4eb803a.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 15035639514_ca525e4526.jpg][/spoiler]


Ada yang unik distasiun penangiran. Masinis dari kabin berteriak kepada tukang dagang yang lagi menjajakan dagannya nya didepan stasiun penanggiran. Dan tanpa pikir panjang, si abang tukang dagang langsung ajah bikinin pesenan dia..

[spoiler]
[Image: 15035639524_6d6f21092c.jpg][/spoiler]

[spoiler=Perhatikan muka si abangnya]

[Image: 15657305542_2ff78d1b58.jpg][/spoiler]

[spoiler=lagi masak]

[Image: 15657305582_36732254bd.jpg][/spoiler]

Ternyata, yang diberangkatkan terlebih dahulu adalah KA batubara tersebut. bukan serelo yang tadi sudah memberikan S35 – nya. Ya ampun. DiPHP Bethe

[spoiler=Serelo alone]
[Image: 15633166106_2ddd1ba723.jpg][/spoiler]

[spoiler=sinyal pengulang]

[Image: 15470897368_f035a83950.jpg][/spoiler]

Dan setelah beberapa menit berlalu, kami masih belum bisa diberangkatkan juga ternyata.Ternyata nunggu aman stasiun ujan mas. Mungkin disana lagi mengurusi persilangan yang akan kami lakukan selanjutnya.. sekali lagi, ya mungkin.

oke deh. Bersambung dulu yah
nanti kita lanjut lagi
Reply
#32
Baru kali ini ada masinis pesen makanan pas lagi dines...
Reply
#33
(29-10-2014, 04:49 PM)yogisuryawan Wrote: Baru kali ini ada masinis pesen makanan pas lagi dines...

kelaparan sepertinya bro, belom dikasih jatah dari KM
Reply
#34
Jiaaaahhh masinisnya jajan somay Ngakak izin nyimak gaaann. Selalu menarik mengikuti kegiatan di pulau seberang Xie Xie
Reply
#35
(07-11-2014, 08:34 PM)triez_RF Cirebon Wrote:
(29-10-2014, 04:49 PM)yogisuryawan Wrote: Baru kali ini ada masinis pesen makanan pas lagi dines...

kelaparan sepertinya bro, belom dikasih jatah dari KM

Kocakk Ngakak
Reply
#36
Keren Om TR nya Kado
Lanjutkan Om Ngakak
Izin gelar lapak Bro
Karomen..... Karomen..... Karomen..... Ngakak Pisss ahhh...
Menerima pemesanan Tiket KA Online Tersenyuum
------------------------------------------
Kunjungi blog sederhana ku : syahrul0702.blogspot.com
Facebook : Syahrul Arduktim Sevenfour
Pin BBM : 56C2E1BA
Line : syahrulmanchunian
Sms : 083854710017
Terima kasih Xie Xie
Reply
#37
(08-11-2014, 05:06 PM)forever.agus Wrote: Kocakk Ngakak
Emang seperti itu realita nya kang. apalagi kalo lagi dines KA batubara, nyari makanan itu susah bener. dan pastinya kalau kalah bersilang, pasti dimanfaatkan oleh mereka untuk mencari mkanan disekitaran stasiun


(09-11-2014, 05:57 AM)Syahrul Manchunian Wrote: Keren Om TR nya Kado
Lanjutkan Om Ngakak
Izin gelar lapak Bro
Karomen..... Karomen..... Karomen..... Ngakak Pisss ahhh...


terima kasih atas segala sanjungannya mas bro

Lanjutannya mas bro..
Sebelumnya, kita sudah sampai distasiun penanggiran dan menang silang dengan KA batubara yang ditarik 204 distasiun penangiran. Distasiun penangiran sendiri kami masuk jalur belok di sepoor satu. Disini kami harus menunggu cukup lama guna mendapatkan warta aman dari stasiun sebelah, stasiun ujan mas. Rel menuju stasiun ujan mas bisa dibilang cocok sekali untuk hunting foto, soalnya rel keluar stasiun penanggiran itu terdapat tikungan yang sangat mantap sekali. Kalo ada waktu, mungkin saya ingin ngicip spot disana. Berikut rel yang akan kami lalui:

[spoiler]
[Image: 15738604666_2b880e33d2.jpg]


[Image: 15738604736_efa589c541.jpg]


[Image: 15738604846_3a616af034.jpg]


[Image: 15738605016_5c7fa032a8.jpg][/spoiler]

Oya, dipetak ini juga sudah terlihat material-material pembuatan jalan rel, seperti batu kricak, bantalan dan lain sebagainya. Alhamdulilah, setelah lama menanti sinyal keluar naik juga. aman cuy, serelo boleh berangkat. Setelah menapatkan warta aman dari PPKA penanggiran, kita berangkat. Sebelumnya kita tertahan sekitar belasan menit disini. Dan, ini dia penampakan serelo ketika melewati rel yang berkelok tersebut.

[spoiler=Persiapan belok masuk jalur utama]

[Image: 15576531189_549a73a215.jpg][/spoiler]

[spoiler=Sudah dijalur utama]

[Image: 15576531199_d39a95e6ea.jpg][/spoiler]

[spoiler=Meninggalkan Penanggiran]

[Image: 15576531169_8e2da334df.jpg][/spoiler]

[spoiler=dan, ini dia serelo ketika membelok lepas penngiran]

[Image: 15576531309_8bf44a86e1.jpg]


[Image: 15576531369_00217385c8.jpg]


[Image: 15576531529_e8707d14be.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=persiapan belok]

[Image: 15577654410_25704a692d.jpg]


[Image: 15577654420_2eaf07097f.jpg]


[Image: 15577654490_c91d3cc833.jpg]


[Image: 15577654500_75ef3aa355.jpg]
[/spoiler]


Lepas penanggiran, sepur ini berjalan kencang menuju stasiun berikutnya. Sebelah kanan rel terdapat rel yang masih dalam tahap pembangunan. Disepanjang perjalanann pun S35 sering sekali berkumandang. Maklum, kami sudah kembali memasuki area perhutanan. Sesekali kami menemui para pekerja yang sedang beristirahat dibalik rimbunnya pepohonan. Yang jadi pertanyaan, kalo malam mereka tidur dimana yah? Siang hari bolong gini ajah sepi bener, apalagi kalau malam seperti itu. Gak kebayang deh dingin dan ancaman binantang buasanya

Petak penanggiran – ujan mas, sebagian besar masih singel track dan menggunkan sinyal manual. Dimana petak tersebut banyak sekali terdapat tikungan-tikungan dahsyatnya. Sayang sekali, berhubung waktu itu saya belom terlalu kenal “medan yang dilalui”, maka saya salah spot. Saya hanya berdiam di k3-1. Padahal seandainya diem dibordes paling dibelakang, maknyus kali itu fotonya. Dijawa, mungkin petak penangiran ujan mas ini mirip sekali dengan petak padalarang-cilame-sasaksaat. Untuk yang penasaran dengan eksotisme petak ini, nanti yah, akan dibahas pada perjalanan serelo s6 llg-kpt diperjalanan selajutnya, jadi ente mesti bersabar dulu.

Kembali ke sepur.
Setelah membelah keheningan dan mumetnya petak penanggiran – ujan mas yang berkelok-kelok dengan S35-nya, serelo lima pun menyisir rel lurus yang agak panjang. Ternyata kita telah tiba distasiun selanjutnya, yaitu stasiun:

[spoiler]
[Image: 15739501706_214cbfd44e.jpg][/spoiler]


Dan benar saja, sesuai perkiraan saya sebelumnya. Rupanya kami memang harus bersilang. Kalau daritadi hanya bisa mendugaduga dengan sepur apa kita akan bersilang, rupanya sekarang sudah bisa terjawab sudah semua pertanyaan tersebut. yap, lagi-lagi kami harus bersilang dengan KA barang penganggkut batubara, sihitam penghasil devisa .
Dari kejauhan, kami sudah tertahan disinyal masuk ujan mas. Sebelumnya juga sudah tertahan tertahan disinyal muka. Dan, ketika kami hendak masuk stasiun ini, rupanya posisi rel sedang menanjak, jadi jika nanti kita berhenti, posisinya lagi ditengah kaki gunung. Tapi gak tahu gunung apa Ngakak

[spoiler]
[Image: 15739501756_05a0fe8577.jpg][/spoiler]

[spoiler=satu rel, berdua]

[Image: 15739501816_e33e3d56a8.jpg][/spoiler]

[spoiler=masuk jalur mana?]

[Image: 15739501836_afed79c8f9.jpg][/spoiler]

[spoiler=masuk jalur belok]

[Image: 15739501856_e31a0e07fc.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 15739501966_5db12588e6.jpg][/spoiler]

Rupanya kami dimasukan ke sepur belok stasiun ujan mas. Sementara dijalur duanya sudah tersedia ka batubara kpt yang ditarik 204. Woooooooooooooooow, 204 nya berjalan maju. Cantik nian bro, livery indah.

Dan, berikut adalah detik-detik kedatangan kami distasiun ujan mas:

[SPOILER]

[Image: 15578121268_45743851c9.jpg]


[Image: 15578121398_b31decd460.jpg]


[Image: 15578121408_d863616d18.jpg]


[Image: 15578121418_75911cd2ef.jpg]


[Image: 15578121438_67e7fd59e5.jpg]


[Image: 15578121448_a68fb97d0c.jpg][/SPOILER]

Dan, ketika sudah berhenti dengan sempurna distasiun ujan mas, masih ada ajah penerobos diantara kedua, ya kurang lebihnya seperti ini lah:

[spoiler=bagaimana pendapat agan-agan?]

[Image: 15577778709_630094911e.jpg]


[Image: 15577778759_b92c8977a8.jpg]


[Image: 15577778819_4c39b04a18.jpg][/spoiler]

Dan ternyata kami sudah dinantikan oleh ppka setempat

[spoiler=cek rangkaian S5]

[Image: 15739949836_770e6e149e.jpg][/spoiler]

Dan ketika itu, kami harus berhenti distasiun tersebut. gak terlalu lama sih. Kurang lebih sekitar 3 menitan. Dan dalam waktu segitu mefetnya, saya gunakan untuk mengabadikan moment-moment tersebut. berikut adalah penampakan dari hasil hunting saya tersebut:

[spoiler]
[Image: 15739949846_c9b016025d.jpg]


[Image: 15739949546_290edaf2ea.jpg]


[Image: 15739949636_9730cf005c.jpg]


[Image: 15739949676_286c7d5f79.jpg][/spoiler]


Sama hal nya dengan massinis serelo, massinis KA batubara KPT ini pun sepertinya sedang kelaparan. Terbukti dari cara beliau memperoleh makanan. Bahkan ia sampe keluar dan turun dari kabin untuk sekedar membeli makanan pengganjal perut disalah satu warung depan stasiun. Kebetulan, stasiun ujan mas ini berda ditengah-tenegah pemukiman warga, juga ada akses jalan aspal yang dapat dilalui kendaraan roda karet.

[spoiler=Lapar?]

[Image: 15739949756_fb74dfb0c5.jpg][/spoiler]

Sekilas stasiun ujan mas
Stasiun ini memiliki kode UJM. Berada dilintas PBM-ME. Stasiun yang memiliki ketinggian 36 meter dari permukaan laut ini memiliki dua buah jalur, dimana jalur 1 adalah sebagai sebagai jalur beloknya. Stasiun ini pun hakekatnya menanjak, seperti pada lintasan-lintasan sebelumnya.

[spoiler]
[Image: 15577883359_9682b9471f.jpg][/spoiler]

[spoiler=masih manual]

[Image: 15577883409_98bfee2fd7.jpg][/SPOILER]

[spoiler=PPKA UJM]

[Image: 15577883529_552fa3a280.jpg]


[Image: 15577883539_b0a5b7a33e.jpg][/spoiler]


Dan, ketika telah menunggu cukup lama, akhirnya diantara kami berdua, akhirnya harus ada yang diberangkatkan. Hayoo, siapa ya yang diberangkatkan duluan? Mikir Dulu
Rupanya yang jalan duluan adalah ka batubara tersebut. ya maklumlah, karena memang mereka disini adalah prioritas. Berikut adalah detik-detik keberangkatan KA batubara tersebut:

[spoiler]

[Image: 15765555672_b4533c24f5.jpg]


[Image: 15765555662_e279bc4ddb.jpg]


[Image: 15765555722_124f782a31.jpg][/SPOILER]

[spoiler=CC 2041114]

[Image: 15765555792_2b1fc2ba68.jpg][/SPOILER]

[spoiler=sinyal keluar UJM, aman]

[Image: 15765555832_4a9935154b.jpg]


[Image: 15765555892_04259c9651.jpg][/spoiler]

[spoiler]

[Image: 15740343706_fa5d979ac2.jpg]


[Image: 15740343666_fff7644835.jpg]


[Image: 15740343786_881d0cd3fd.jpg][/spoiler]

Setelah dua menit berjalan, akhirnya terlihat juga semboyan 21 nya. Mantap bener om perjalanan batubara tersebut

[spoiler=S 21]
[Image: 15740343766_18cae94cff.jpg][/spoiler]

Dari balik rangkaian kerea yang berangkat tersebut, keluarlah rombongan anak-anak yang menjajakan dagangannya. Entah apa yang mereka perjualkan. Sepertinya makanan cemilan pengganjal perut. Ya lumyanlah. Tapi sayangnya, mereka tidak sampai menjualnya ketempat kami, di K3 AC 1. Mungkin karena jauhnya.

[spoiler]
[Image: 15740343836_dfa9449c22.jpg][/spoiler]


Setelah batubara tersebut sampai distasiun penanggiran, akhirnya kami diberangkatkan kembali. Atas restu PPKA lah kami berangkat. Sama seperti petak sebelumnya, petak selanjutnya pun masih dalam tahap pembuatan jalur ganda. Matrial-matrial terlihat salama dalam perjalanan ini. Kisah lengkapnya akan saya ulas pada laporan perjalanan S6 LLG-KPT mendatang. Tetep stay tune dimari yak :oke :
Stasiun pemberhentian (diluar gapeka 2013 yang berlaku saat itu) selanjutnya adalah stasiun:

[spoiler]
[Image: 15765767192_deaeb50dc2.jpg][/spoiler]


Alhamdulilah, kami berjalan langsung distasiun Muara gula ini. Saya kira bakalan kena persilangan lagi seperti yang sudah-sudah. Tapi syukurlah. Berikut adalah foto-foto yang bisa saya tampilkan mengenai stasiun muara gula ini:

[spoiler]

[Image: 15764291265_ffaf11569d.jpg]


[Image: 15764291355_e075a8a552.jpg][/spoiler]

[spoiler]

[Image: 15764291405_58bd09542d.jpg]
[/spoiler]


sekilas stasiun muara gula
Kode stasiunnya adalah MRL. Berada dikabupaten muara enim, provinsi sumatera bagian selatan. Satu petak sebelum muara enim. Berada diketinggian 33 meter dari permukaan laut. Memiliki 2 jalur, dimana jalur 2 adalah jalur beloknya

[spoiler]
[Image: 15764291405_58bd09542d.jpg][/spoiler]

Saat itu, S5 serelo masih berlari dengan kencangnya. Semboyan 35 masih meraung-raung. Disepanjang perjalanan, lahan disebalah kiri kami masih kosong melompong. Rupanya akan dibuat kan jalur ganda-nya. Tapi belom terlihat material-material seperti halnya pada petak sebelumnya.
Singkat cerita, sepur nomor 5 disumsel ini telah menghadap sinyal muka stasiun .... dan terpaksa kami berhenti sejenak, tapi ya gak benar-benar berhenti sih, jalannya seperti orang berjalan kaki, kira-kira dengan kecepatan 5 KM/jam.
10 menit lepas muara gula, kami tiba juga dirumah sinyal stasiun muara enim.
Stasiun muara enim sendiri memiliki rel percaban. Jika ada ingin menuju stasiun lubuk linggau, maka anda akan melewat rel ke arah sebelah kanan. Sementara rel sebelah kirinya untuk rangkaian batubara diiisi ulang Ngakak

Akhirnya, sinyal mengangkat. Dan kami pun diizinkan masuk.
Pertamatama, yang kami lewati adalah rumah sinyal stasiun muara enim. Ini posisinya kurang lebih 1200 - 1500 meter dari bangunan stasiun muara enim itu sendiri.
Lumayan jauh juga bro kalau jalan kaki

[spoiler=mendekati rumah sinyal]

[Image: 15579255057_9cfd653847.jpg][/spoiler]

[spoiler=mendkati stasiun, menjauhi rumah sinyal]

[Image: 15579255167_15862787b6.jpg][/spoiler]

Dan, ketika saya tengok rangkaian disebelah kiri, rupanya ada rangkaian KKBW perahu coy. Unik juga ini. Setahu saya ini untuk mengangkut kayu-kayu gelondongan untuk selanjutnya diolah menjadi kertas.

[spoiler]

[Image: 15579255257_38db7a0f8b.jpg]


[Image: 15579255357_d18bffdc26.jpg]
[/spoiler]


Selidik punya selidik, rupanya kedua rel tersebut memang memisahkan diri.
Dan rangkaian tersebut adalah rangkaian KA batubara dari kpt yang ditarik oleh SH CC 204. Kayanya sih mau isi (top up) batubara lagi deh di muara enim baru sana.

[spoiler]

[Image: 15579255377_519f977af8.jpg]


[Image: 15579255447_14fb743080.jpg][/spoiler]

[SPOILER=tertahan]

[Image: 15747023276_4537ffdc8d.jpg][/SPOILER]

Salah satu efek dari tertahannya suatu kereta batubara rangkaian panjang adalah:

[spoiler=Macet ]

[Image: 15770926355_c04a40ae58.jpg][/spoiler]


Yaps, bisa dibayangkan waktu yang terbuang percuma dengan hanya menunggu rangkaian KA tersebut. patut berbangga, meskipun mereka lama tertahan, namun mereka tetap patuh dengan tidak melanggar dan melewati palang PJL tersebut.

Memasuki stasiun muara enim, kereta berjalan agak melembat dan rupanya kami dimasukan kedalam sepur lurusnya, jalur 2. Sepertinya bakalan ditahan lagi nih. Kira-kira sama apa yah? Serelo 6 juga belom terlihat sedari tadi. Jika diperhatikan, mereka yang naik dari stasiun ini pun masih bisa dibilang banyak, namun hanya sedkit yang turun, alhasil rangkaian semakin padat terisi.

[spoiler=ME]
[Image: 15770926185_d9377449fa.jpg][/spoiler]

Dan, setelah berhenti saya sempatkan untuk sekedar berfoto-foto. Rupanya kami memang bersilang disini. Entah dengan apa. Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya

[spoiler]
[Image: 15747023356_6e00e143ba.jpg]


[Image: 15747023366_570483f73d.jpg][/spoiler]

[spoiler]
[Image: 15747023466_eda17184db.jpg][/spoiler]


Oke, dengan tibanya KA 5 Serelo KPT-LLG distasiun besar muara enim, maka berakhir pula report S5 tahap dua ini. Selanjutnya akan diceritakan kembali report perjalanan tahap 3, petak Muara enim – lahat sejauh 38 Kilometer.

LAPKA S5 Serelo
Petak Prabumulih – Muara enim


11:29 – 11:40 Prabumulih
11:45 Prabumulih baru
11:53 – 11:54 Penimur, kalah silang KA Babaranjang
11:59 Papasan KA batubara
12:03 – 12:04 Niru
12: 11 – 12:13 Talang padang
12:20 – 12:21 Belimbing
12:28 Tanjung terang
12: 37 Gunung megang, susul Babaranjang
12:44 – 12:56 Penanggiran, menang silang KA batubara KPT
13:05 - 13:10 Ujan mas, menang silang KA batubara KPT
13:21 Muara gula
13:33 Muara enim



bersambung dulu yak bro Bye Bye
Reply
#38
Krriiiik.. kriiik. Kriiiik.

Sepi nian. Huft, sepi yah trit ini. Ceritanya membosankah?
Atau perlu diberik variasi supaya rame?
Baiklah, daripada mengeluh, lebih baik kita lanjutkan saya laporan perjalanan ini, biar cepet beres
 
Sebelumnya, sudah diceritakan bahwa kita telah sampai distasiun muara enim. Disini kami berhenti cukup lama, entah menungu apa rupanya. Kemungkinan sih serelo 6 deh, soalnya dari tadi belom bersilang dengan sodaranya Serelo lima ini. Tak lama terdengar Pengumuman. “Jalur 2, KA Serelo tujuan akhir stasiun lahat sampai lubuk linggau tunggu bersilang KA serelo... bla.. bla..bla..”.
 
Tak ambil pusing, langsung saja saya mencari spot yang bagus untuk mengabadikan moment silangan tersebut, moment bersilang sesama kereta penumpang, yes Asik..
Semenit, dua menit, lima menit berlalu kereta yang ditunggu pun belom muncul juga dari hadapan kami. Sampai bosen juga nunggunya. Sambil menunggu, saya gunakan sedikit waktu untuk berfoto-foto kembali suasana stasiun muara enim itu.
 
[SPOILER]
[Image: 15747023366_570483f73d.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15747023466_eda17184db.jpg][/spoiler]
 
Dan distasiun ini, ada seonggok KKBW yang tersimpan dijalur 3 nya, sepur belok sih. Hehehehe.
Oya, mau tahu gak dimana saya nyepot sambil nunggu kedatangan Serelo 6 ini? Posisinya sih gak jauh-jauh amat, ya disamping lokomotif dinas serelo 5. Disinyal keluar ME arah Lahat, terdapat kurungan, jembatan yang ada kurungannya gitu maksud saya. Tak jauh dari situ, ada rumah sinyal ME juga sih. Nah, biar gak penasaran, bentuknya seperti ini:
 
[spoiler=rumah sinyal ME]

[Image: 15755792626_ed6c330630.jpg][/spoiler]
 [SPOILER=kurungan besi]

[Image: 15755792726_fd975b55c0.jpg][/spoiler]
 

Oya, sepur serelonya masih lama. Masih ada waktu buat saya ceritain stasiun muara enim. Mau tahu tentang muara enim gak?? Nih sedikit saya beri tahu deh..

 Sekilas stasiun muara enim
Stasiun muara enim terletak di KM 396.093. beralamat di jalan sudirman no 1, Muara Enim, provinsi sumatera selatan. Letak stasiun yang memiliki 4 jalur ini cukup strategis, karena berdekatan dengan pusat kota muara enim dan terminal bis antar kota. Stasiun kelas dua ini setiap harinya ramai dipadati oleh calon penumpang, baik KA Serelo maupun KA Sindang Marga. Beberapa KA barang juga da yang singgah distasiun ini, namun bila terjadi persilangan semata.
 
Sistem persinyalan distasiun yang memiliki Kode ME ini masih menggunakan sinyal non elektrik, alias sinyal mekanik. Stasiun muara enim melayani perjalanan KA selama 24 jam full dalam sehari. Stasiun muara enim memiliki rel cabang menuju stasiun muara enim baru yang selalu sibuk untuk lalu lintas KA batubara rangkaian panjang dari lampung
 
[spoiler]
[Image: 15755792736_cc3e283bee.jpg][/spoiler]
[spoiler]

[Image: 15755792816_043fc6d73f.jpg][/spoiler]

Oya, didepan stasiun muara enim juga terdapat air mancurnya juga. sungguh cantik jika dimalam hari. Sayang sekali saya tidak sempet memfotonya, hanya kenangan dalam fikiran ini Confused
 
sambil menunggu persilangan tersebut, ternyata banyak juga penumpang yang keluar rangkaian. Mungkin saking lamanya menunggu silangan kali yah, jadi pada kesel deh mereka. Bahkan diantara mereka banyak yang melakukan selfie.
 
[spoiler]
[Image: 15755792836_4468bec6ce.jpg][/spoiler]

Tak mau ketinggalan, saya pun melakukan dengan hal yang demikian.

Selesai ber-nasis ria ada seseorang menghampiri saya. Bajunya menggunakan seragam pt sepur berwarna putih biru. Stelah saya sapa, rupanya dia adalah assisten massinis s5 yang saya naiki. Wooow, sambil berjabat tangan dia menanyakan apa yang saya lakukan sedari tadi. Dia merhatiin soalnya.
Ass         : dari tadi sepertinya sibuk sekali, lagi ngapain dek?
Saya       : ah engak pak, Cuma iseng ajah
 
Karena takut diambil nih senjatanya makanya saya agak ngeles aj. Pasang muka jutek dan sinis sambil memelas,. Dan dia kembali berucap:
 
Ass         : tenang ajah mas. Saya gak akan ngapa-ngapain ko. Saya Cuma mau tanya. Dari tadi sampeyan sepertinya foto-foto yah?
Saya       : iya pak. Kenapa memangnya?
Ass         : ah, tidak apa-apa. Boleh saya lihat hasil jepretannya.
 
Alhamdulilah, ternyata assisten masinis tersebut baik sekali. Saya kira mau diapain, ternyata dia Cuma pengen liat hasil jepretan saya yang tadi. Berhubung dia assisten masinis, dia tahu spot yang dilalui. Setiap gambar, pasti selalui dia komenin. Heran
 
[SPOILER]
Cerita diatas adalah gambaran perbincangan singkat saya dengan sang assisten masinis. Bahasa yang digunakan  kadang membuat saya bingung, meskipun menggunakan bahasa indonesia, tapi logatnya itu yang bkin bingung[/spoiler]
 
Tak lama terdengar Pengumuman
“Hati-hati jalur 1, masuk Kereta api serelo tujuan prabumulih hingga kertapati... bla.. bla..bla.”
dan yang dinantikan pun telah tiba, dengan sangat lama saya menunggunya.Akhirnya kupersiapkan senjata ini, ambil langkah untuk nyepot dan... tentunya setelah berpamitan dengan sang assisten massinis tersebut. dan beginilah hasil persilangan S5 dengan S6 di ME:

[spoiler=detik-detik melewati jembatan]


[Image: 15779791615_e672bd6584.jpg]
 

[Image: 15779791775_a755857217.jpg]
 

[Image: 15779791785_8c970135a2.jpg]
 

[Image: 15779791795_aeb11e4877.jpg]
 

[Image: 15779791805_6dce4a8b4b.jpg][/spoiler]

[spoiler=persiapan nyebrang]


[Image: 15599677710_0bf5fd7dde.jpg]
 

[Image: 15599677720_b1342e68d3.jpg]
 

[Image: 15599677740_7610b268fe.jpg]
 

[Image: 15599677750_3e6f786d84.jpg][/spoiler]

[spoiler=bersilang 1]


[Image: 15599677880_4f9a255790.jpg]
 

[Image: 15599677890_cb1c6173eb.jpg]
 

[Image: 15164597284_476835de55.jpg]
 

[Image: 15164597424_b0305a9408.jpg]
 

[Image: 15164597434_43eddd45d5.jpg]
[/spoiler]

 

[spoiler=bersilang 2]

[Image: 15164597454_3989200346.jpg]
 

[Image: 15164597504_97035bd0c0.jpg]
 

[Image: 15164597614_4c1237cdb6.jpg]
 

[Image: 15783238691_c0bc721062.jpg]
[/spoiler]
 
Ternyata cukup lama juga menanti kedatangan S6 ini. Saking lama dan lambretnya ia jalan, saya bisa mendapatkan banyak sekali foto-foto. Berhubung keterbatasan kouta inet, ka dari itu saya uploadnya sedikit ajah yak. Oya, tepat didepan jembatan itu, ada jalan raya yang menghubungkan antar sungai, dan ketika serelo ini lewat, bisa dibayangkan macetnya seperti apa
 
 
[spoiler=Macet]

[Image: 15783238701_c8bc384da1.jpg][/spoiler]

Alhamdulilah, S6 Serelo telah tiba dengan selamat distasiun Muaa enim ini. Sepertinya bakalan langsung jalan ini sepurku, pikirku dalam hati. Rupanya beberapa menit setelah tiba-nya KA serelo genap, serelo lima belom juga jalan-jalan gan. Selidik punya selidik, mendengar pengumuman dari announcement, rupanya Serelo ganjil berangkat setelah serelo genap berangkat. Wiiiis, ampyun deh Bethe Daripada pusing-pusing, akhirnya saya gunakan waktu untuk take foto Serelo enam full team, dan begini hasilnya. Maaf yak kalo tidak bagus:

 
[spoiler=Serelo genap dimuara enim]

[Image: 15783238751_1c2323cea0.jpg]
 

[Image: 15783238761_1a2a5c4208.jpg]
 

[Image: 15783238811_8a1471d34d.jpg]
[/spoiler]
 
Ternyata, crew S6 pun keluar kabin. Mungkin didalam kabin sana panas kali yak. Ha ha ha
Tak lama menunggu, S6 diberangkatkan terlebih dahulu. Dan setelah melakukan ritual upacara pemberangkatan KA, S6 akhirnya berjalan perlahan meninggalkan keramaian stasiun muara enim siang itu. Entah habis pikir, kenapa mesti serelo genap dulu yang diberangkatkan?? Padahal serelo lima lah yang lebih dahulu tiba dan menunggu datangnya serelo enam? Dan mengapa juga yang kalah bersilang ditempatkan ditrack lurus, bukan disepur belok layaknya di jawa??
 
[spoiler]buat teman-teman yang tahu jawabannya, silahkan dishare ya.. soalnya agak Bingung juga. kenapa mesti terjadi hal yang demikian[/spoiler]
 Dan setelah menunggu cukup lama, akhirnya terdengar juga Pengumuman
“jalur dua, jalur 2 akan segera diberangkatkan. Kepada para penumpangnya yang masih berada diluar rangkaian, kami persilahkan untuk segera naik.. bla... bla.. bla..”.
Alhamdulilah, akhirnya berangkat juga.
Pada perjalanan selanjutnya kami akan melintasi beberapa stasiun kecil seperti stasiun banjar sari, stasiun sukacinta, dan stasiun lahat yang berada pada lintas muara enim sampai dengan stasiun lahat sejauh 38 kilometer.  Jalur yang dilaluipun masih singel track dimana jalur yang naik turun seperti di track KRL jakarta – bogor.
 

Saat meninggalkan stasiun muara enim, saya mulai merasakan lapar yang ruuuuuar biasa. Maklum, sejak daripagi bergulat dengan panasnya deburan HSD sisa pembakaran lokomotif. Untungnya saya sudah mempersiapkan perbekalan yang saya beli distasiun kertapati tadi pagi, jadinya gak usah repot-repot datangin kereta makan ditengah rangkaian sana. Maaayan bang. Mari Laper

 
Setelah selesai menikmati rezeki gusti ALLAH, tak lupa saya ucapkan syukur alhamdulilah karena masih diberikan sedikit rezeki-nya. Bisa dibayangkan kalo joyride tapi gak makan seharian (tentunya gak bisa makan karena alasan tertentu), rasanya tuh ....
 
[spoiler=SAKIT].[/spoiler]
 
Selesai makan, sepur ini kembali melambat, seperti biasa. Ini merupakan kode tak tertulis untuk saya untuk segera melakukan persipan untuk mengabadikan moment. Yap, foto-foto lagi deh. Berikutnya, kami telah tiba distasiun Banjar sari.
 
 

[spoiler=detik-detik masuk ke stasiun banjar sari]

[Image: 15600347517_7c02f16f1a.jpg]


[Image: 15600347627_31b589bbff.jpg]


[Image: 15600347677_f920e0c179.jpg]


[Image: 15600347687_ee906663c2.jpg][/spoiler]

 

Sekilas stasiun banjar sari.

Kode stasiunnya adalah BJI, memiliki ketinggian 47 meter dari permukaan laut. Letak bangunannya berada dalam satu rumpun dengan rumah-rumah penduduk disekitarnya. Memiliki 2 jalur, dimana jalur dua adalah jalur untuk KA yang berjalan langsung. Stasiun ini juga memiliki sepoor badug. Kebetulan, ketika saya lewat, ada sesosok rangkaian berdiam diri didalamnya. Entahlah apa itu namanya, mungkin juga NR.
 
[SPOILER=Banjar sari]

[Image: 15600347767_225e3d370c.jpg][/SPOILER]
 
[spoiler=NR kah?]

[Image: 15166883953_1589210a89.jpg][/spoiler]
 
[spoiler]
[Image: 15165780004_6b13227f86.jpg][/SPOILER]
 

 

Jika kamu mengamati kedua foto diatas, maka kamu akan melihat disitu ada bekas tanda-tanda meja putar alias turn table, ya meskipun sisa dan bekas, itu menjukan kalau dulu pernah ada turn table disini. Bagaimana? Adakah ada yang tahu hal tersebut??

 
Walaupun bangun stasiun BJI dekat dengar rumah-rumah penduduk, tetapi suasana hutann karet masih menyelimuti area ini. Siang hari ajah sepi begini, gimana kalau malam coba? Gak bisa dibayangkan sunyi-nya seperti apa Mikir Dulu

[spoiler]
[Image: 15165779794_841f4770b7.jpg][/spoiler]

 
[spoiler=Masih belom aman]

[Image: 15165779804_8ef8535cc5.jpg] [/spoiler]
 
[spoiler=menunggu waktu]

[Image: 15165779924_28f00be707.jpg]
 [/spoiler]
 


bersambung dulu yah, 
nanti dilanjut lagi. jujur, tampilan baru ini membaut saya pusing. mesti ratusan kali  view post untuk memperoleh postingan yang enak dipandang
Reply
#39
karena bisa kasih cendol sekarang, saya kasih cendol biar seger nulis trip reportnya.  Ngeledek
Reply
#40
lanjutin aja om tri, penasaran sama jalur ke lubuk linggaunya

jarang terekspos di inet soalnya Big Grin
kalau mau di add monggo, ga di add/follow juga ora popo Ngeledek

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)