Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mengapa Masih Membudaya Berebut Keluar - Masuk KA?
#51
Gerbong Khusus Wanita Hamil dan Lansia Baru Tersedia pada H-5 Lebaran
Kamis, 11 Agustus 2011 13:02 WIB
Kapan ya...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Stasiun kereta api Pasar Senen menyediakan gerbong kereta khusus wanita dan anak-anak untuk angkutan lebaran. Yuskal Setiawan, kepala stasiun Pasar Senen, Kamis (11/8)mengatakan gerbong ini sengaja dibuat bagi penumpang kelas ekonomi untuk memfasilitasi para ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Gerbong khusus ini mulai disiapkan di H-5, dengan kapasitas maksimal 150 orang. Gerbong ini akan berada di gerbong pertama kereta api dengan jumlah tempat duduk untuk 106 kursi, dan toleransi penumpang berdiri hingga 40 orang.

Akan ada penjagaan khusus dari petugaas internal maupun eksternal demi kenyamanan gerbong ini. Tidak diizinkan bagi lelaki, kecuali lansia untuk berada di gerbong. “kami memiliki petugas mulai dari satpan, polsus dan petugas polisi untuk menjaga ketertiban mudik. Bagi penumpang yang tidak memiliki hak berada di gerbong khusus ini segera akan kami pindahkan ke gerbong lain, jika memang dia memiliki tiket ”, ungkap Yuskal. “Laki-laki diizinkan dalam memasuki gerbong ini, jika ia masuk ke dalam katagoti lansia," lanjutnya.

Persiapan awal mudik lebaran stasiun Pasar Senen dimulai dengan kemudahan mendapatkan tiket. Tiket kelas bisnis dan eksekutif bisa dipesan H-40 keberangkatan, yang sudah bisa dipesan mulai tanggal 16 Agustus kemarin. Untuk kelas ekonomi bisa dipesan pada H-7.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: c23
STMIK AMIKOM

http://www.republika.co.id/berita/nasion...h5-lebaran
-----------------------------
1. Kenapa harus mendekati H-sekian dalam hal ini H-5? Knapa gak dari seenggaknya H-10?
2. Apa ngejamin yg pada mau masuk gak berebut? Gimana dg yang pada mau naek dari stasiun2 persinggahan?
3. Taruhlah dokter - dokter jaga akan ada di tiap rangkaian KA selama arus mudik Lebaran. Tapi, gimana dengan mereka yang terlanjur dimanjakan dengan yang namanya ngidam? Itu mungkin baru salah satunya... Blom lagi permasalahan keluhan dr para lansia...
[Image: overstappen.png]
Silahkan baca juga artikel yg ini http://megapolitan.kompas.com/read/2011/...Berjatuhan

Reply
#52
Keliatannya rebutan keluar masuk KA sudah menjadi budaya kita bahkan sejak jaman penjajahan
Itulah kata kakek saya
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Reply
#53
(26-08-2011, 07:18 AM)cc 204 18 Wrote: Keliatannya rebutan keluar masuk KA sudah menjadi budaya kita bahkan sejak jaman penjajahan
Itulah kata kakek saya

Artinya,
sudah lebih dari 66 tahun,
belum ada perubahan atau kemajuan dong.....

HeranBingungPasrah Aja DahSedih
Reply
#54
Kalau penumpang K1 nggak gitu kok. Bye Bye
Reply
#55
(27-08-2011, 02:46 AM)pardjono Wrote: Kalau penumpang K1 nggak gitu kok. Bye Bye
Siapa bilang...Bingung
Coba aja perhatiin Gopar atau kala itu masih Parahyangan kalo baru tiba di Gambir... Sebagian besar pasti dah nunggu di tiap luar kereta minimal dah beranjak dari tempat duduk peron deh...
Tapi emang gak sebanyak yg naek di Ekonomi. Kenapa?
1. Karena yg masuk di K1 dah disedain jok sesuai nomor kursi / joknya.
2. Karena KLas Ekonomi identik dg banyaknya yg berdiri. Siapa dulu dia dapet.
3. Karena merasa cuma dikasih jeda < 1/2 jam utk diberangkatin ke stasiun semula lagi. Kalu ada rinja baru deh pd bawel ngambek ngeluh knapa bisa lama berangkatnya...
Pasrah Aja Dah

Reply
#56
Kalo tempat duduk dalam KA itu tidak terbatas, pasti tidak akan rebutan.
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Reply
#57
kedepan tolong kepada pejabat terkait, hapuskan aturan BEBAS TEMPAT DUDUK untuk KA Ekonomi demi mengahpus budaya tersebut, mungkin kalau budaya tersebut di commuter wajar dengan jarak tempuh yang tidak jauh dan armada yang terbatas, lah ini kan sampai ratusan kilometer, jangan karena murah dan di subsidi (atau dibilang katanya tidak menguntungkan) aturan tersebut di berlakukan, apalagi sampai over capacity, giliran nanti ada korban terinjak-injak akibat berebut masuk/keluar atau terjadi PLH dan banyak korban saling lempar tanggung jawab deh, yang apes para bawahan juga...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#58
kalau kereta ekonomi seperti pengalaman saya naik gayabaru atau serayu..
- penumpang melebihi kapasitas kereta
- yang datang belakang dengan tujuan jauh tak mau ke tengah kereta (seperti halnya di busway atau bis kota,,)- beu lagi para kambinger yg duduk2 di bordes...
- sering juga langganan odong2/ekonomi yg menaruh barang2 dagangannya di pintu2..

rebutan keluar masuk ini umumnya hanya di kereta yg berhentinya cuma sebentar atau komuter/kereta jarak dekat..
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#59
Coba kalau iklan kyk gini diputer terus dan menggenerasi akan ada terus - menerus....Bethe

Pasti apalagi disertai sosialisasi yang kuat masyarakat akan menikmarti naik - turun KA dengan nyaman...Sedih

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)