Poll: Apakah Kereta Api harus dibenahi sehingga dapat bersaing dengan pesawat udara?
You do not have permission to vote in this poll.
Ya.. jangan mau kalah dengan pesawat udara
90.00%
18 90.00%
Jangan.. biarlah seperti ini
5.00%
1 5.00%
nggak tau ah.. nggak ikutan
5.00%
1 5.00%
Total 20 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kritik, saran dan penemuan penting untuk PT. KAI (Persero)
#61
(24-02-2011, 07:33 PM)Warteg Wrote: Sorry Re-Post dari thread sebelahXie Xie

Kepada
Yth. Jajaran Direksi PT. KAI Persero
di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya adalah seorang pelnaggan KA setia, sejak dari saya kuliah sampai saat ini bekerja disalah satu kota di Jawa Timur saya selalu menggunakan angkutan KA. Mulai dari KA eksekutif termahal Argo, Bromo Anggrek, sampai KA lokal ekonomi termurah, KRD Surabaya-Kertosono, sudah pernah saya naiki. Saya selalu menggunakan moda angkutan KA karena sifatnya yang massal dan bebas macet sehingga saya dapat menikmati perjalanan saya.

Beberapa saat ini saya merasa ada hal yang aneh dalam perjlanan KA, dan ini saya rasa sangat mengganggu keselurahan penumpang. Hal ini berkaitan dengan peraturan pengosongan gerbong paling depan dan paling belakang kereta penumpang yang sering disebut gerbong aling-aling. Tujuan peraturan "aneh" ini memang bertujuan baik, yaitu untuk meminimalkan jumlah korban jiwa jikalau terjadi kecelakaan kereta api khususnya yang disebabkan oleh tabrakan frontal kereta api dari depan atau pun dari belakang. Menilik dari beberapa kecelakaan KA akhir-akhir ini (Senja Utama vs Argo Bromo dan Mutiara Selatan vs Kutojaya selatan) memang korban terbanyak adalah penumpang di gerbong paling depan dan belakang.

Akan tetapi menurut saya peraturan ini seakan-akan adalah bentuk kepanikan jajaran PT. KAI Persero dalam menyikapi kecelakaan tabrakan frontal yang akhir-akhir ini terjadi. Peraturan gerbong aling-aling ini seakan-akan jajaran PT. KAI Persero yakin bahwa cepat atau lambat kecelakaan tabrakan KA pasti akan terjadi lagi. Apakah bukan lebih baik kita memikirkan kebijakan yang lebih tepat lagi untuk mengindari kecelakaan KA daripada menerapakan peraturan gerbong aling-aling yang menurut saya menimbulkan masalah baru baik terhadap pengguna jasa dan penyedia jasa. Sebuah ironi dimana pada kenyataannya PT. KAI masih mengalami kekurangan gerbong.

Dampak buruk utama dengan diterpakannya peraturan gerbong aling-aling adalah jumlah gerbong yang dapat dinaiki penumpang menjadi berkurang sehingga penumpang berdesak-desakkan dan menjadi sangat tidak nyaman.
Mungkin jika peraturan ini diterapkan di KA Eksekutif tidak terlalu mengganggu penumpang dikarenakan gerbong paling depan adalah gerbong barang sedang paling belakang adalah gerbong pembangkit sehingga tidak mengurangi jatah tempat duduk penumpang. Akan tetapi jika hal ini diterapkan di KA Eksekutif-Bisnis, Bisnis, dan Ekonomi jelas peraturan ini sangat mengganggu. Beberapa hari yang lalu saya naik KA Probowangi dan pada saat itu saya menemui hal yang sanagat aneh, jumlah gerbong Probowangi cuma 4 gerbonng sedangkan gerbong terdepan dan terbelakang tidak boleh dinaiki penumpang tentu saja penumpang saling berdesak-desakkan di 2 gerbong tengah dan bahkan sampai banyak yang tak terangkut. Para penumpang pun cuma bisa terheran-heran dan protes ke kondektur dengan keadaan ini. Lalu bagaimana nasib KA yang cuma memakai 2 gerbong seperti KA Lokal Bandung-cianjur dan Feeder Wonogiri, serta bagaimana pula dengan KRL di Jabodetabek? Apakah peraturan ini juga diterapkan juga?

Saya sangat berharap peraturan gerbong aling-aling ini dapat segera dicabut dan PT. KAI beserta departemen perhubungan bisa memikirkan cara yang lebih baik ntuk mengatasi kecelakaan KA. Contohnya bisa menerapkan manajeman kerja masinis yang lebih baik sperti pengurangan shift ganti masinis setiap dinasan, melakukan pelatihan secara periodik kepada masinis dan PPKA, menerapkan peralatan komunikasi dan alat bantu lainnya yang tepat guna di lokomotif, perbaikan peraturan persinyalan KA, dan berbagai hal lainnya yang bisa memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah yang baru.

Akhir kata, surat ini adalah salah satu bentuk kepedulian dari kami sebagai pengguna setia KA. Semoga kedepannya jajaran PT. KAI Persero dan Departemen Perhubungan berhasil menerapkan zero accident perjalan KA dengan menerapkan kebijakan efektif dan effisien.

Salam Kereta Api Indonesia!!!

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Hahahahaha.....


[Image: ljbjlbljb.jpg]

-----------------------------------------

[Image: cccsdceac.jpg]

Rak di Gagas ama lagi kita Coy .........."JUST RF" .....
-----------------------------------------
80% penumpang KA pasti pernah merasakan ini,click Ngakak
[Image: overstappen.png]
(18-11-2010, 10:44 PM)kemal reza Wrote: menurut hemat saya, dan maaf apabila pertanyaan saya tidak berkenaan..

"apakah saran dan kritik kita bisa dijadikan motivasi di PT.KAI ?"
dan adakah cara yang efektif untuk menunjang fasilitas di PT.KAI agar menjadi lebih baik dalam segala hal?

mohon diralat bila salah..
Kaga dah jawabnya ..... Kaga diperhatiin .....

[Image: njnjn%253Blj%2Bc.jpg]

Reply
#62
(25-02-2011, 10:57 AM)Bangunkarta Wrote:
(03-01-2011, 08:09 AM)eri4nto Wrote:
(31-12-2010, 03:47 PM)b777 Wrote:
(31-12-2010, 11:36 AM)eri4nto Wrote: dear PT INKA (Persero) dan PT KA (Persero), berdasarkan pengalaman saya, tempat duduk di gerbong ka eksekutif dan bisnis yang posisinya di ujung paling depan (menghadap dinding) memiliki ruang (jarak antara tempat duduk dengan dinding) yang sempit sehingga kaki penumpang tidak bisa selonjor dengan leluasa. selain itu, pada kereta eksekutif, karena tempat duduk tersebut posisinya paling depan dan menghadap dinding, akibatnya tidak memiliki fasilitas sandaran kaki (foot rest).
oleh sebab itu, mohon penyusunan konfigurasi tempat duduk di KA eksekutif dan bisnis agar memperhatikan kenyamanan untuk semua posisi tempat duduk. tempat duduk yang paling depan hendaknya diberikan jarak yang cukup lebar dengan dinding serta dipasang foot rest sehingga kenyamanannya sama dengan tempat duduk lainnya.
terima kasih.

Sangat setuju dgn usulan ini. Saya pernah dapat tempat duduk paling depan, rasanya sangat nggak nyaman. Padahal tarif tiketnya sama dgn. tiket penumpang lainnya di bagian tengah dan belakang gerbong itu.

beberapa waktu lalu saya lihat di website PT KA (Persero) ada program promosi untuk KA Argo Parahyangan dimana untuk jam dan hari-hari tertentu tiket untuk tempat duduk kelas bisnis yang paling ujung (nomor paling besar dan paling kecil) harganya kalo gak salah cuma 10 ribu. program tersebut sih oke namun sepertinya susah kalo diterapkan di KA yang okupansinya bagus. jadi lebih baik memang semua tempat duduk harus disamaratakan kenyamanannya.

iya tuh masalah tarif promo selain ke bandung cuman ada kelas eksekutif tujuan jakarta yg ke Cirebon dan semarang (50rb) serta SBi (tarif promo K-1 100rb untuk ABA, sembrani dan gumarang)... ane pernah tanya2 ke orang Gambir... koq cuman yg ke semarang, cirebon n surabaya turi aja pak yg ada tarif promo nya..... napa KA laen kek Argo Lawu, Dwipangga, Bima, Gajayana, bangunkarta, Purwojaya dll ga pernah ada promo pak?.... dan yang bersangkutan nghejawab: agar menarik masyarakat senantiasa pake KA.. soalnya org2 cirebon udah mulai pake mobil kek org2 bandung.... semarang ada bus malem bagus2... kalo surabaya kan biar ga kalah dari pesawat... kalo jalur selatan, ngapain ada promo.... lah wong KA-KA yag menuju DAOP V, VI, VII tu pasti okupansinya bagus..... belum perlu ada promo tarif murah gila kek gitu..... yg penting KA-KA selatan itu kondisinya bagus n telatnya jangan parah2 aja udah bagus tuh....
Tapi ada syarat dan ketentuannya kalo untuk tiket promo.....Bethe
Iya, kok PT.KAI dalam hal seperti ini 'sangat lihai sekali' ya.......?NgakakBingung
Lok Merah Biru
NB: mau dispoiler kok postingannya jadi berantakan......
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#63
Untuk Lintas Utara apa tidak sebaiknya di beri rangkaian KA K3 AC ??
Lintas Selatan sudah ada dua K3 AC, yakni KA Bogowonto dan KA Gajahwong (reinkarnasi dari Progo) Tersenyuum
Bagaimana tanggapan dari pihak operator dalam hal ini PT. Kereta Api (Persero) menyikapi hal ini ??
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#64
(18-08-2011, 02:20 PM)Warteg Wrote: Untuk Lintas Utara apa tidak sebaiknya di beri rangkaian KA K3 AC ?
Lintas Selatan sudah ada dua K3 AC, yakni KA Bogowonto dan KA Gajahwong (reinkarnasi dari Progo) Tersenyuum
Bagaimana tanggapan dari pihak operator dalam hal ini PT. Kereta Api (Persero) menyikapi hal ini ?

KA K3 AC pengadaannya tergantung Kemenhub. Pernah baca-baca bahwa Kemenhub cuma mampu mengadakan 1 rangkaian dalam 1 tahun. Jadi saya pikir lama-lama lintas utara pasti dapat. Ngantri. Entah kapan dapatnya. Tersenyuum
Reply
#65
(18-08-2011, 02:32 PM)pardjono Wrote:
(18-08-2011, 02:20 PM)Warteg Wrote: Untuk Lintas Utara apa tidak sebaiknya di beri rangkaian KA K3 AC ?
Lintas Selatan sudah ada dua K3 AC, yakni KA Bogowonto dan KA Gajahwong (reinkarnasi dari Progo) Tersenyuum
Bagaimana tanggapan dari pihak operator dalam hal ini PT. Kereta Api (Persero) menyikapi hal ini ?

KA K3 AC pengadaannya tergantung Kemenhub. Pernah baca-baca bahwa Kemenhub 'cuma mampu' 1 rangkaian setahun. Saya pikir lama-lama lintas utara pasti dapat. Ngantri. Entah kapan. Tersenyuum
Jawabannya Kapan-Kapan (kayak lagu Koes Plus Tersenyuum aja)
mungkin tahun 2012 nanti, saya usukan terutama untuk KA yang menempuh perjalanan jauh
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#66
dari saya kecil ampe sekarang... kalo beli tiket koq mesti kudu bawa duit cash di loket KA yaaa..... kenapa gabisa seh beli tiket itu bayarnya pake gesek ATM aja ato gesek kartu kredit ajah...

masa seh... PT KA dengan omset dan sirkulasi keuangan sangat besar... trus melayani transaksi besar...selalu pake cara-cara manual

masa seh kalah ma mini market.... di kampung aja, mini market melayani pembayaran pake ATM... padahal cuman beli 20.000,- masa ini ratusan ribu bahkan klo beli ber4 ampe satu juta lebi... musti pake duit cash sihBethe

jangan ketinggalan jaman dunk PT KA...
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#67
(21-08-2011, 07:09 PM)Bangunkarta Wrote: masa seh... PT KA dengan omset dan sirkulasi keuangan sangat besar... trus melayani transaksi besar...selalu pake cara-cara manual

Sekarang sudah ada pembelian tiket online, tapi ya ujung-ujungnya nanti ke loket juga untuk menukarkan bukti transaksi (pembayaran) dengan bentuk (fisik) tiket KA di Loket Gembira
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#68
Hehee ... ikutan ya oom TS ...

Kalau saya sih penginnya ... bubarin aja itu KAI ...
Masukkan operator2 baru ... swasta kalau perlu ...
Singkirkan perusahaan n manajemen2 yang ndak ngerti 'customer oriented' n 'customer satisfaction' ...

Sekarang apapun yang kita usulkan, baik sebagai RF n pengguna pun sepertinya hanya angin lalu ...
Betul2 praktek monopoli seperti era orde baru ...
'Take it or leave it ... ', 'Mau pake kereta ya sukurr ... , ndak mau ya sonoo ...'

Sori kalau ndak ngenakkin ... udah cukup tiap hari disiksa sama KAI n KCJ ... heheee ...

*untungnya skrg sudah ndak jadi pengguna lagi ... Tersenyuum
Reply
#69
(21-08-2011, 08:32 PM)Warteg Wrote:
(21-08-2011, 07:09 PM)Bangunkarta Wrote: masa seh... PT KA dengan omset dan sirkulasi keuangan sangat besar... trus melayani transaksi besar...selalu pake cara-cara manual

Sekarang sudah ada pembelian tiket online, tapi ya ujung-ujungnya nanti ke loket juga untuk menukarkan bukti transaksi (pembayaran) dengan bentuk (fisik) tiket KA di Loket Gembira
yaaaa.... itu mah kudu telp 121... trus nunggu diangkat... kadang juga ga ada yg ngangkat.... trus batas pembelian via ATM cuman dibatesin 30 menit

maksud ane pas di loket.... koq ga terima debit ATM ato kartu kredit seh.... masa kalah ma mini market.... di kampung ajah, mini market udah trima debit ATM dan kartu kredit loohhhNgeledek
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#70
(22-08-2011, 08:30 PM)Bangunkarta Wrote:
(21-08-2011, 08:32 PM)Warteg Wrote:
(21-08-2011, 07:09 PM)Bangunkarta Wrote: masa seh... PT KA dengan omset dan sirkulasi keuangan sangat besar... trus melayani transaksi besar...selalu pake cara-cara manual

Sekarang sudah ada pembelian tiket online, tapi ya ujung-ujungnya nanti ke loket juga untuk menukarkan bukti transaksi (pembayaran) dengan bentuk (fisik) tiket KA di Loket Gembira
yaaaa.... itu mah kudu telp 121... trus nunggu diangkat... kadang juga ga ada yg ngangkat.... trus batas pembelian via ATM cuman dibatesin 30 menit

maksud ane pas di loket.... koq ga terima debit ATM ato kartu kredit seh.... masa kalah ma mini market.... di kampung ajah, mini market udah trima debit ATM dan kartu kredit loohhhNgeledek

iya kang. ribet klu harus ke ATM bru ke loket nuker buktinya jd tiket fisik Sakit apalagi batas waktunya cuman 30 menit
saya setuju ama kang bangunkarta, harusnya di loket bisa nerima kartu kredit atau debit ATM. biar gk ribet klu beli tiketnya rombongan. ntar ngitung uangnya aja butuh waktu 15 menit sendiri Bethe kan klu bisa nerima, tinggal di gesek deh.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)