Poll: Apakah harapan andan atas CC-205?
You do not have permission to vote in this poll.
Agar juga beroperasi di Pulau Jawa
48.61%
70 48.61%
Mengingat fungsinya cukup beroperasi di Pulau Sumatera
51.39%
74 51.39%
Total 144 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All about CC205 [Diskusi, Photo, Spek, Polling]
masi single, tp ada fitur yg diupdate kalo ga salah
Reply
sama optimalisasi TM pada suhu operasional yg tinggi

[Image: siggymj.jpg]

PASUKAN BABARANJANG
Reply
Sedikit OOT :
Mengapa ya KAI kog sekalian tidak memesan jenis JT42CWRM yang dapat berjalan dengan kecepatan 120Km/jam ? mengapa nanggung dengan pilihan GT38ACE ? apakah pertimbangan berat locomotive JT42CWRM yang 129 Ton, 21 ton lebih berat dari GT38ACE yang 108 Ton?
saya berpikir di Malaysia yang gauge nya juga cuman 1000mm dan nyaris sama kondisi nya dengan indonesia saja nyatanya juga kuat dibebani Blue Tiger GE DE-AC33C yang lebih dari 120 Ton. adakah faktor lain? cost & benefit misalnya ?
Reply
(14-12-2012, 02:25 PM)Lin Ming Wrote: Sedikit OOT :
Mengapa ya KAI kog sekalian tidak memesan jenis JT42CWRM yang dapat berjalan dengan kecepatan 120Km/jam ? mengapa nanggung dengan pilihan GT38ACE ? apakah pertimbangan berat locomotive JT42CWRM yang 129 Ton, 21 ton lebih berat dari GT38ACE yang 108 Ton?
saya berpikir di Malaysia yang gauge nya juga cuman 1000mm dan nyaris sama kondisi nya dengan indonesia saja nyatanya juga kuat dibebani Blue Tiger GE DE-AC33C yang lebih dari 120 Ton. adakah faktor lain? cost & benefit misalnya ?

yah pastinya begitu, apalagi kalo masalah cost..
lok segitu kan harganya pasti jauh lebih mahal, dan harus naikin tekanan gandar rel juga, sedangkan lok yang dimaksud aja beratnya hampir 130ton/6 gandar= sekitar 21.6 ton (rata2nya) sedangkan relnya kan cuma 18ton ...
belum lagi kalo lok dengan tenaga sebesar itu apa nggak pemborosan kalo buat narik 46 gerbong babaranjang? yah mungkin anggap saja lok tsb bisa narik 60 gerbong babaranjang, berarti belum maksimal tenaganya, sedangkan kalo rangkaiannya yang diperpanjang terkendala sama panjangnya track stasiun dan lainnya, juga mungkin taspatnya belom sampai segitu mas Big Grin
kalo berkenan, add fb saya yah biar lebih cepat saling tuker info dan bisa ngechat juga >> silahkan diklik <<
Reply
(14-12-2012, 02:25 PM)Lin Ming Wrote: Sedikit OOT :
Mengapa ya KAI kog sekalian tidak memesan jenis JT42CWRM yang dapat berjalan dengan kecepatan 120Km/jam ? mengapa nanggung dengan pilihan GT38ACE ? apakah pertimbangan berat locomotive JT42CWRM yang 129 Ton, 21 ton lebih berat dari GT38ACE yang 108 Ton?
saya berpikir di Malaysia yang gauge nya juga cuman 1000mm dan nyaris sama kondisi nya dengan indonesia saja nyatanya juga kuat dibebani Blue Tiger GE DE-AC33C yang lebih dari 120 Ton. adakah faktor lain? cost & benefit misalnya ?

kalau menurut saya adalah faktor traksi effort (kemampuan lok dalam menarik rangkaian)

traksi effort JT42CWRM sebesar 409 kN (starting) dan 260 kN (continous)
sementara GT38AC (CC205) memilik traksi effort sebesar 600 kN (starting) dan 400 kN (continous)

dari keterangan di atas bisa dilihat bahwa GT38AC memiliki traksi effort LEBIH BESAR, jadi GT38AC/CC205 mampu menarik beban lebih banyak dan berat daripada JT42CWRM sehingga oleh karena itulah KAI lebih memilih GT38AC

JT42CWRM

GT38AC alias CC205
Reply
kalo buat bbr, indonesia kan ngejar standar aar, itulah knp gak ngambil jt42.
Lagipula, EMD JT42CWRM itu ternyata basicnya adalah EMD GP60, sedangkan EMD GT38ACe itu basicnya EMD SD70ACe. Sedang untuk CC202, itu basicnya EMD SD40-2.
Reply
(12-01-2013, 01:23 PM)mdnboy Wrote:
(14-12-2012, 02:25 PM)Lin Ming Wrote: Sedikit OOT :
Mengapa ya KAI kog sekalian tidak memesan jenis JT42CWRM yang dapat berjalan dengan kecepatan 120Km/jam ? mengapa nanggung dengan pilihan GT38ACE ? apakah pertimbangan berat locomotive JT42CWRM yang 129 Ton, 21 ton lebih berat dari GT38ACE yang 108 Ton?
saya berpikir di Malaysia yang gauge nya juga cuman 1000mm dan nyaris sama kondisi nya dengan indonesia saja nyatanya juga kuat dibebani Blue Tiger GE DE-AC33C yang lebih dari 120 Ton. adakah faktor lain? cost & benefit misalnya ?

kalau menurut saya adalah faktor traksi effort (kemampuan lok dalam menarik rangkaian)
Btw,
Sekarang dah February, belum adakah informasi kedatangan CC205 terbaru ?


traksi effort JT42CWRM sebesar 409 kN (starting) dan 260 kN (continous)
sementara GT38AC (CC205) memilik traksi effort sebesar 600 kN (starting) dan 400 kN (continous)

dari keterangan di atas bisa dilihat bahwa GT38AC memiliki traksi effort LEBIH BESAR, jadi GT38AC/CC205 mampu menarik beban lebih banyak dan berat daripada JT42CWRM sehingga oleh karena itulah KAI lebih memilih GT38AC

JT42CWRM

GT38AC alias CC205

WOW...... ternyata lebih ampuh dari sisi traksi effortnya
Reply
Saya berangan2 kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau bikin lokomotif special livery bagus juga ya kayaknya Tersenyuum ndak perlu aneh2, yang penting livery (cat) nya berbeda dari yang lain.
Reply
udah mulai diangkut ke halifax nih yg 10 unit batch 2...
Reply
(25-02-2013, 06:12 AM)pascal_8513 Wrote: udah mulai diangkut ke halifax nih yg 10 unit batch 2...

darimana sumbernya pas? aku cari di googling sampe jebot gak nemu tuh.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)