(02-08-2011, 12:00 AM)Warteg Wrote: Lha iya, dari pada buat lesehan kan mendingan dijadikan rangkaian umum...................
Rata - rata para penumpang yang saya temui di KA malah suka lesehan, pernah saya tanya seorang penumpang di KA Penataran, dia jawab "Enak begini, saya biasanya berdiri tapi sekarang bisa duduk walaupun lesehan"...
(02-08-2011, 01:12 AM)fajaradiatmoko Wrote: kenapa ya KA Dhoho kok pake aling"???
pdahal klo jam sibuk penumpangnya penuh,,,
lha anehnya lg gerbong tdak d tmbah,,
jd y bisa di bayangin aja tuh kereta uyel-uyelan
Jangankan Dhoho, KA Probowangi dan KA Pandanwangi yang tiap harinya cuma bawa 3-4 gerbong saja tak luput dari gerbong aling - aling...
(02-08-2011, 04:03 AM)Narendro Anindito Wrote: kemaren sabtu saya naik KA 157 Logawa, anehnya, aling alingnya berada di gerbong paling belakang bukan belakang lok
Mungkin hemat HSD loko, mas.
Kalo aling-alingnya ikut dipindah, maka memerlukan waktu yang lama untuk memindahkannya (dalam hal ini, dilangsir). Otomatis, HSD pun terbuang percuma
katanya aling - aling sudah dihapus ya, tapi sekitar tanggal 23 Juli kemaren New Argo Jati sama Gopar masih setia menggandeng K2 aling - aling ya? Kalo New Argo jati malah aling - alingnya pake K1 cireks. Sayang banget.
Ane cuma prihatin aja beberapa K2 yang nasibnya "sial" karena harus turun pangkat jadi B Rebuild yang konon awalnya K2 itu buat aling - aling. Di DAOP VI YK sepertinya ada 4 K2 (Di bawa oleh KA 10 Argo Dwipangga, KA 40 Taksaka, KA 7 Argo Lawu, KA 39 Taksaka) yang direbuild menjadi gerbong B jadi - jadian.
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar.
(02-08-2011, 07:41 AM)Dj_Dj_300791 Wrote: katanya aling - aling sudah dihapus ya, tapi sekitar tanggal 23 Juli kemaren New Argo Jati sama Gopar masih setia menggandeng K2 aling - aling ya? Kalo New Argo jati malah aling - alingnya pake K1 cireks. Sayang banget.
Untuk Argo Jati dan GoPar masih memakai aling-aling K2, udah pernah dibahas koq... Alasannya, setiba di GMR, rangkaian akan langsung kembali berangkat ke CN/BD. Apabila hanya memakai 1 aling-aling (BP), akan repot saat memindahkan posisi aling-aling.
seharusnya aling2 itu B atau MP (kalo ada.jangan KMP.) sebab dalam suatu aturan yang disebut REGLEMEN, seharusnya 1 kereta di belakang lok adalah kereta yang hanya boleh dmasukin pegawai PT. Kereta Api (Persero) dan kru KA saja. Itulah dasar kebijakan aling2 (sebenarnya) saat ini. tp praktek dlm lapangan malah di belakang lok diisi oleh 1 kereta yang SIAPAPUN dilarang masuk. Maksud dari aling2 ini memang bagus, utk mematuhi reglemen, tp dlm prakteknya salah kaprah. malah diisi kereta "kosongan" yang tdk berguna...
(02-08-2011, 09:04 AM)ArvendoGTASA Wrote: seharusnya aling2 itu B atau MP (kalo ada.jangan KMP.) sebab dalam suatu aturan yang disebut REGLEMEN, seharusnya 1 kereta di belakang lok adalah kereta yang hanya boleh dmasukin pegawai PT. Kereta Api (Persero) dan kru KA saja. Itulah dasar kebijakan aling2 (sebenarnya) saat ini. tp praktek dlm lapangan malah di belakang lok diisi oleh 1 kereta yang SIAPAPUN dilarang masuk. Maksud dari aling2 ini memang bagus, utk mematuhi reglemen, tp dlm prakteknya salah kaprah. malah diisi kereta "kosongan" yang tdk berguna...
Terima kasih atas infonya. Baru tahu.
Istilah REGLEMEN sekarang sudah diINDONESIAkan menjadi PD, maksudnya PERATURAN DINAS.