Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Anggota DPR setia dengan KRL Express
#1
Quote:Rabu, 06/01/2010 10:27 WIB
Akbar Faizal Setia dengan KA Ekspres
Arifin Asydhad - detikNews

(Foto: akbarfaizal.com)
Jakarta - Dia kini sudah duduk sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Namun, dia masih saja mempertahankan kebiasaannya: menumpang kereta api (KA) Ekspres saat berangkat kerja. Dia adalah Akbar Faizal, politisi dari Partai Hanura.

Naik KA Ekspres, bukan berarti dia tidak punya mobil. Suami dari Andi Syamsartika Virawati ini lebih sering menyimpan mobilnya di gedung DPR. "Pernah saya menyimpan mobil di gedung DPR sampai seminggu, karena saya terus bersidang tiap hari. Pergi dan pulang kantor selalu menggunakan KA," kata Akbar saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (5/1/2010).

Akbar tinggal di sebuah perumahan di Depok, Jawa Barat. Setelah menjadi anggota DPR, dia tetap tinggal di rumahnya itu bersama keluarga. Tinggal agak jauh dari gedung DPR yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Akbar tentu punya masalah serius: kemacetan!

Akan boros waktu dan biaya untuk BBM, bila Akbar menggunakan mobilnya untuk pergi dari rumah ke kantor maupun saat pulang dari kantor ke rumahnya di Depok. Karena itu, dia masih tetap setia dengan kebiasaannya dari dulu: menumpang KA Ekspres Depok-Jakarta.

"Saya naik dari Stasiun KA Depok Lama dan turun di Dukuh Atas dengan ongkos Rp 9.000. Belum tentu dapat tempat duduk. Seperti sekarang ini, saya juga berdiri, KA penuh sesak," kata Akbar yang saat dihubungi sedang berangkat dari rumahnya menuju gedung DPR.

Dari Stasiun Dukuh Atas, Akbar memiliki beberapa pilihan untuk menuju gedung DPR. Kadang-kadang dia menumpang taksi, kadang juga naik ojek. "Kalau naik ojek, biasanya Rp 10.000. Tapi saya biasa memberi Rp 15.000. Tapi, lebih sering saya naik taksi," ujar ayah dari tiga anak: Gagah Ananda Faizal, Adinda Saraswati, dan Gading Takhta Akbar itu.

Saat pulang menuju Depok, Akbar juga lebih sering naik KA juga. Tapi, biasanya dia naik dari Stasiun Gondangdia atau Stasiun Gambir. "Biasanya ikut KRL ke Bogor, terakhir pukul 22.00 WIB," ujar Akbar yang mengaku menumpang KA sudah dilakukan sejak dulu, sebelum jadi anggota DPR.

Karena sering naik KA, praktis dia sering menginapkan mobilnya di gedung DPR. "Saya menyimpan mobil saya di DPR, karena kadang-kadang saya memiliki acara dewan di luar gedung DPR," kata politisi yang kini jadi anggota Pansus Angket Century DPR itu.

Sebelum menjadi anggota DPR, Akbar Faizal pernah bekerja sebagai wartawan dan konsultan komunikasi. Dia pernah menjadi redaktur di majalah SWA, Harian Nusa, dan Manado Post. Dia juga pernah bekerja di Jawa Pos Surabaya dan Harian Pedoman Rakyat Makassar.

Politisi kelahiran 21 Desember 1968 itu menyelesaikan sarjananya di Fakultas Bahasa dan Sastra IKIP Ujung Pandang dan menyelesaikan S2-nya di Komunikasi Politik UI. Akbar yang pernah menjadi aktivis HMI itu saat ini duduk di Komisi V DPR. Di DPP Hanura, Akbar dipercaya sebagai Wakil Sekjen Bidang Politik, Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.
(asy/nrl)
Sumber

Lanjutkan naik KRL !!!
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#2
Anggota DPR yang lain ayo naik KRL, angkutan umum lainnya untuk kurangi kemacetan.
Reply
#3
semoga pejabat yg lain juga bisa meniru perbuatan bpk akbar ini dengan menggunakan trasportasi umum ke tempat kerja. klo semua pejabat mau berbuat spt ini kynya mobil dinas pada ditolak.
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Reply
#4
Ehm.... bisa ditularin virus neh...
Reply
#5
Yg pernah ketemu bapak ini di di KRL Depex, langsung di poto (kalo perlu poto bareng) aja trus masukin di Semboyan 35, buat bukti ...hehehe..sekalian undang masuk Semboyan 35
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#6
pak anggota dewan itu kebetulan saja rumahnya dekat dengan koridor krl. coba anggota2 dewan yang lain yang rumahnya jauh dari rel. pastilah mereka naik kereta roda karet. apalagi banyakan orang2 penting termasuk pejabat2 dan anggota parlemen yang rumahnya di kawasan elit yang nempel jalan tol.

ini bisa jadi renungan kita semua. bukannya warga jakarta enggan naik krl, melainkan memang rel krl itu tidak banyak menyentuh kawasan hunian mereka.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#7
(06-01-2010, 12:24 PM)ady_mcady Wrote: pak anggota dewan itu kebetulan saja rumahnya dekat dengan koridor krl. coba anggota2 dewan yang lain yang rumahnya jauh dari rel. pastilah mereka naik kereta roda karet. apalagi banyakan orang2 penting termasuk pejabat2 dan anggota parlemen yang rumahnya di kawasan elit yang nempel jalan tol.

ini bisa jadi renungan kita semua. bukannya warga jakarta enggan naik krl, melainkan memang rel krl itu tidak banyak menyentuh kawasan hunian mereka.

betul gan....
sebenarnya kalo perlu rumah dines anggota DPR dan pegawai rumah tangga DPR itu ada di sekitar BSD, biar bisa naik kereta turun langsung di belakang DPR.... :p

udah, BTT lagi.... Tersenyuum
Reply
#8
setuju gan..... biar jadi contoh ke masyaratakat kita.......
Reply
#9
sae2 pa terusin naek KRL agar lebih mencintai kendaraan masyarakat kecil...
Reply
#10
patut dicontoh niy, kalo semua pejabat kayak gini, bisa jadi polusi di jakarta akan berkurang.....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)