Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sharing kutak katik KRD
#1
beberapa minggu yang lalu, sempet diskusi dengan seorang railfans membahas tentang KRD. Dari diskusi ini ternyata bisa ditarik benang merah bahwa mesin KRD berprinsip kerja seperti mesin diesel pada truk hanya saja yang membedakan adalah posisi dari mesin itu dimana posisinya harus rebahan, bukan seperti pada truk.

inget kejadian tenggelamnya KMP vista prima di laut jawa akibat mesinnya diganti mesin truk Nissan Diesel 210PS tahun lalu, kalau kapal saja bisa, harusnya KRD juga bisa menggunakan mesin truk.

untuk mengakali posisi yang rebahan tadi, kita bisa mengakali dengan menjadikannya KRD tadi bersifat Push Pull Train. gak perlu ada beberapa TC atau MC dalam setiap rangkaiannya, cukup dengan 1 MC dan 3 TC (bila 1 rangkaian terdiri dari 4 kereta). 1 MC inilah yang fungsinya untuk push and pull.

pada kereta MC ini, dudukan mesin bisa dibuat sama persis dengan dudukan pada truk, jadinya separuh dari badan kereta ini akan digunakan untuk posisi mesin diesel dan tangki (mirip kereta bp pada prameks). saya kurang tau persis berapa HP yang diperlukan untuk bisa berlari 100 km/jam dengan menarik 3-4 kereta dalam bobot penuh, tapi sejauh ini mesin truk terbesar yang pernah liat didunia ini sih baru mesin Scania 380 yaitu 380HP.
Reply
#2
sipp thanks udah share tentang KRD
Reply
#3
kalo push pull berarti mirip prameks dunk..
Prameks juga klo ga salah prinsipnya sama seperti itu.. satu kereta dikorbankan "jadi lokomotip" buat naroh mesin..

cuma klo prameks sistemnya klo ga salah DE, bukan DH..

CMIIW

[Image: saveourearth_01.png]
Reply
#4
diskusi yg menarik nih...
kalo 380 HP cuma satu kereta MC dan bawa 1 MC, 2 TC, 1 T ( 1 set 4 kereta) kayaknya bakal ngos2an mesin dieselnya, jadi idealnya 2 kereta MC (380 Hp X 2=760HP )...
CMIIW
Tersenyuum

Reply
#5
Kalau KRD Push Pull 2 mesin idealnya untuk rangkaian jarak menengah bukan komuter.
Reply
#6
(13-04-2010, 10:17 AM)eling Wrote: diskusi yg menarik nih...
kalo 380 HP cuma satu kereta MC dan bawa 1 MC, 2 TC, 1 T ( 1 set 4 kereta) kayaknya bakal ngos2an mesin dieselnya, jadi idealnya 2 kereta MC (380 Hp X 2=760HP )...
CMIIW
Tersenyuum

Memang jika 380 HP digunakan hanya pada 1 kereta saja secara push-pull (stamformasi MEC-T-T-TC) sepertinya hanya cocok untuk KA komuter jarak dekat dengan elevasi jalur landai, untuk KA jarak menengah wilayah Jateng dan Jatim formasi idealnya ada dua mesin diesel (formasi MEC-T-T-MEC atau TC-ME-ME-TC atau TC-T-ME-MEC).

Kalau Prameks itu tidak sepenuhnya dikorbankan untuk mesin diesel, karena masih menyisakan ruang penumpang pada kereta traksi dieselnya (TEC).

KRD push-pull justru lebih cocok untuk digunakan pada KA komuter jarak dekat, sedangkan KRD double engine ala KRDI cocok digunakan pada KA jarak menengah.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#7
(13-04-2010, 09:58 AM)cc201_106 Wrote: kalo push pull berarti mirip prameks dunk..
Prameks juga klo ga salah prinsipnya sama seperti itu.. satu kereta dikorbankan "jadi lokomotip" buat naroh mesin..

cuma klo prameks sistemnya klo ga salah DE, bukan DH..

CMIIW

mas CC201, setau saya Prameks bukan push and pull, mesin yang memakan hampir separuh bagian badan kereta itu tidak berfungsi sebagai lokomotif, melainkan sebagai sumber aliran listrik pengganti LAA. susunannya tetap mix MC dan TC, itu sebabnya dinamakan KRDE, karena menggunakan diesel untuk menggerakkan TM yang berada di rangka bawah kereta.

hmmmm......
Reply
#8
kalau push dan pull berarti ada gigi pembalik seperti gigi mundur ya?
Reply
#9
(13-04-2010, 01:03 PM)m_ilhami Wrote: kalau push dan pull berarti ada gigi pembalik seperti gigi mundur ya?

Sistem kerja KRD push pull itu dapat dibaca selengkapnya di bawah ini (terutama yang menggunakan motor tunggal seperti KRDE Prameks):
http://en.wikipedia.org/wiki/Push-pull_train

Dalam hal ini diperlukan transmisi dengan gigi pembalik di mana gigi pembalik ini digunakan untuk membalik jalannya rangkaian seperti pada KRL yang memiliki dua kabin masinis, di mana saat beroperasi dengan kabin kereta terbelakang maka gigi yang digunakan adalah kebalikan dari gigi yang digunakan saat beroperasi dengan kabin kereta terdepan.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#10
jadi ada berapa pasang roda yg diberi tenaga?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)