Posts: 603
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
1
suatu saat .... Perusahaan KA Swasta ... PASTI ... akan beroperasi mengingat :
1. harga BBM
2. tingkat POLUSI ... krn ada UU tentang polusi nantinya ... yg membatasi gas buang kendaraan ...
3. jalan raya akan dipenuhi kendaraan pribadi ... sehingga kendaraan umum (travel, bus dll) akan mengeluarkan biaya operasional lebih tinggi krn macet ...
4. Angkutan barang dengan truk akan sangat dibatasi daerah operasinya ....
5. teknologi perkeretaapian makin berkembang ...
6. pariwisata meningkat dan turis nggak mau pake bus atw kendaraan jalan raya krn tingkat kecelakaan tinggi ....
7. policy pemerintah ....
8. dll
Posts: 737
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
0
mengingat Kereta Api adalah Padat Modal..
dan mengingat swastanisasi di Indonesia, yang sudah2..
jika swasta masuk kereta api, yang akan terjadi adalah, harga tiket naik karena harus menutupi biaya operasional yang tinggi dan ngga begitu yakin bisa dijangkau daya beli masyarakat.
Mono rel (yang ngga jadi2) aja rencana tarip awal saja Rp 7.000
Posts: 222
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
10
Kalo menurut saya pribadi, bila wacana swastanisasi perkeretaapian Indonesia jadi digulirkan, maka pemerintah harus mau turun campur tangan. Jika selama ini perawatan jaringan rel yang notabene milik pemerintah di sub-kontrakkan pada PTKA, harus diambil alih dan dikelola sendiri melalui dirjen kereta api. Biarkan PTKA kembali ke inti bisnis awalnya. Sehingga terjadi persaingan sehat antara PTKA yang BUMN dengan pemain swasta lain yang sama2 menyewa jaringan rel kepada pemerintah.
Hal lain adalah masalah perka. Perlu dibuat aturan yang lebih ketat mengenai keterlambatan, atau kejadian luar biasa. Hal ini sekali lagi demi keadilan bagi masing2 operator. Jika perlu seluruh petugas stasiun dikelola oleh pemerintah sebagai satu paket dengan jaringan jalan rel. Dan sekali kalau bisa dibuat sebuah perusahaan BUMN baru lagi yang bernama kurang lebih: PT. Pengelola Jalan Rel Indonesia. Perusahaan ini adalah perpanjangan tangan dirjen kereta api untuk merawat, mengawasi, mengatur, dan meregulasi penggunaan dan penyewaab jaringan jalan rel milik pemerintah.
Terakhir berkaitan perawatan rolling stock, balai-balai yasa pun harus diswastakan terpisah dari PTKA. Hal ini demi kesehatan PTKA sendiri, dan fokus pada inti bisnisnya. Perusahaan2 kereta api kelak bisa melakukan kontrak perawatan lokomotif kepada "PT. Balai Yasa Traksi Yogyakarta", atau perawatan gerbong/kereta di "PT BY Manggarai" atau "PT BY Gubeng" atau "PT BY Tegal". Masing-masing BY ini saling bersaing untuk mendapatkan kontrak melalui penawaran harga yang terbaik dengan kualitas pekerjaan standar internasional. Nah hal ini tidak menutup kemungkinan INKA bisa bersaing memperebutkan kontrak perawatan ini dengan BY-BY itu.
Sekarang terlihat bahwa swastanisasi kereta api bukanlah hal sederhana. Apa yang dibayangkan oleh pembesar-pembesar kita tentang mudahnya swastanisasi kereta api itu adalah ilusi belaka. Bila tidak disertai perubahan sistem yang menyeluruh, saya dengan yakin akan meramalkan, swastanisasi kereta api Indonesia akan mengalami kemandekan dan kekusutan parah. Tapi kita tak usah heran bukan, bukankah itu yang selalu terjadi di Indonesia.
Soni
Posts: 172
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
1
weleh2... banyak amat....... semangat nulis nih.......
JAYALAH KERETA APIKU
Posts: 386
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
0
eling Wrote:Luar negeri nya mana neh ? yg jelas dunk....
kalo di negara2 maju bisalah subsidi perusahaan swasta, nah di Indonesia Ku Jaya Raya, biaya subsidi aja blm dibayar oleh pemerintah....

Di Perancis, justru pemerintah-lah yang berperan dalam kemajuan kereta api, nama jawatan kereta api-nya SNCF (Societe National de Chemin de Fer), kalau di USA, memang 100% kereta api dikelola oleh swasta.
"Don't blame me, blame it to the train and the station..."