Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Dengan isu kenaikan K3 ada sementara teman kantor yang bertanya kepada saya...waduh mas kok mau naik lagi kereta ekonominya ?? apa sampean sebagai RF tidak bisa menjadi mediator ke sana untuk memberikan masukan masalah keberatannya penglaju yang nota bene gaji pas-pasan seperti ini..??? beli rokok saja sudah ngeteng...!!!
dengan muka kecut saya keluar ruangan tanpa tak jawab....siapa yang berani jawab???????
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(28-05-2010, 07:38 AM)eko winarno Wrote: PT.KAI tolong jangan berdalih yang tidak-tidak dengan alasan managemen yang nota bene semua ini hanya rekayasa.."JANGAN BOHONG"saya katakan "JANGAN BOHONG" ingat kereta api bisa dikerumunin masyarakat karena K3 terjangkau bisa dimengerti atau tutup mata dan telinga, jangan cari keuntungan sesaat dengan alasan ini itu dan akhirnya bangkrut dan di tinggalkan masyarakat K1 dan K2 tidak ada artinya.Tinggal pilih mau melayani masyarakat kecil atau melayani bossssssssssss.

Lebih pas kalau dibilang menyejahterakan karyawan kelas bawahnya mas. Saya perhatikan (dan saya dengar dari pegawai PT KA juga) managemen sekarang lebih prioritas menyejahterakan karyawan tingkat bawah, dan mendisiplinkan mereka.

Itu jelas memerlukan uang mas. Dan otomatis untuk mencapai itu, sesuatu harus dilakukan.

Memang banyak yang bilang KA ekonomi adalah KA yang populer, dan dianggap banyak railfans sebagai tulang punggung PT KA. Tapi dapat fakta itu dari mana?

Orang-orang di PT KA tahu betul bagaimana posisi keuangan mereka, dan tahu betul mana yang lebih menghasilkan keuangan untuk perusahaan...
Reply
(28-05-2010, 09:07 PM)bagus70 Wrote:
(28-05-2010, 07:38 AM)eko winarno Wrote: PT.KAI tolong jangan berdalih yang tidak-tidak dengan alasan managemen yang nota bene semua ini hanya rekayasa.."JANGAN BOHONG"saya katakan "JANGAN BOHONG" ingat kereta api bisa dikerumunin masyarakat karena K3 terjangkau bisa dimengerti atau tutup mata dan telinga, jangan cari keuntungan sesaat dengan alasan ini itu dan akhirnya bangkrut dan di tinggalkan masyarakat K1 dan K2 tidak ada artinya.Tinggal pilih mau melayani masyarakat kecil atau melayani bossssssssssss.

Lebih pas kalau dibilang menyejahterakan karyawan kelas bawahnya mas. Saya perhatikan (dan saya dengar dari pegawai PT KA juga) managemen sekarang lebih prioritas menyejahterakan karyawan tingkat bawah, dan mendisiplinkan mereka.

Itu jelas memerlukan uang mas. Dan otomatis untuk mencapai itu, sesuatu harus dilakukan.

Memang banyak yang bilang KA ekonomi adalah KA yang populer, dan dianggap banyak railfans sebagai tulang punggung PT KA. Tapi dapat fakta itu dari mana?

Orang-orang di PT KA tahu betul bagaimana posisi keuangan mereka, dan tahu betul mana yang lebih menghasilkan keuangan untuk perusahaan...


Hal ini memang sudah membaca langsung dari media cetak..dan ini memang kompleks dalam arti cara pandangnya dan masyarakat dan RF sebagai user akan melihat secara fisik, pelayanan serta tarifnya, kalau masyarakat sudah maju semua seperti singapura saya kira akan bisa menerima, lah ini mas berhadapan dengan keadaan yang berbalik, harusnya juga arif PT KA juga harus tahu betul bagai mana keadaan masyarakat ini.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
Dalam hal ini saya tidak mempermasalahkan tarif K3 Itu naik. Kalaupun nantinya naik 50%itu menurut saya masih logis dan sesuai dengan tarif yang di putuskan oleh mentri perhubungan Rp90-120/km. Tapi kalau sudah naik apa PT KA tetap menjual tiket tanpa tempat duduk.? Ini yang jadi pertanyaan besar............r. Kalau PT KA tetap menjual tiket tanpa tempat duduk berarti bisa di bayangkan berapa keuntungan yang di peroleh....? Dan berapa besar penderitaan para penumpang k3.....? Yang selama ini di katakan selalu RUGI itu adalah K3. Tapi bukti nyata kereta yang mengalami kerugian besar itu K2 dan k1.?
Reply
Ngakak begitulah klo direksinya adalah orang bisnis. mangkanya waktu dulu ketika bapak Ignasius Jonan jadi Dirut ada 2 perasaan dalam diri saya, sengang sekaligus takut. Senangnya karena biasanya orang bisnis itu kreatif sekaligus ekspansif, tapi takutnya klo ekspansifnya itu kebabalasan, dan sekarang dua2nya terjadi, ekspansif dengan menaikkan tiket!Bethe

Saya agak bingung, katanya mo jadi perusahaan kelas dunia, tapi ko sepertinya penumpang yang kena getahnya, harus membayar tiket lebih mahal. Saya tidak akan terkejut klo nantinya kereta api kita makin kalah dengan moda transportasi lainnya karena sudah harga tiketnya MAHAL, tapi pelayanannya tetap kelas 2 alias MEMBLE!

Saya sebetulnya gak terlalu masalah klo harga K3 naek, asalkan pelayanannya juga naek, klo ternyata ketika harga tiketnya sudah naik tapi pelayanannya tidak ada yg berubah (min. pelayanan kenyamanan dan keamanan tingkat minimal saja) maka bisa jadi saya akan memandang kereta api dalam kadar yang berbeda dari sekarang, mengingat saya juga separuhnya adalah Bis Mania. Sebagai refleksi bagi PT KA: dalam kasus saya, bayangkan "hanya" dengan harga Rp 7000 anda bisa menempuh jarak jatinangor-cimahi dengan armada bis ber-ac, kursi empuk bisa disandarkan, + ada beberapa yang TV-nya LCD.

Maaf bila ada yg tersinggung, ini hanya unek2 saya melihat kelakuan PT KA yg makin hari makin aneh saja. Saya benar2 takut klo nantinya kereta api bisa2 ditinggal oleh para penumpang setianya.Xie Xie
WAHAI PAK PRESIDEN SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT AGAR PT KA DIPRIVATISASI SAJA, SOALNYA BILA SWASTA TIDAK MASUK KE INDONESIA MAKA JALAN KEHANCURAN BAGI PERKERETAAPIAN KITA MAKIN TERBUKA LEBAR...
Reply
Saya hargai pendapat rekan - rekan semua dan penilaian cak semuth itu juga benar dan fakta di lapangan.
Sebenernya ini harus kembali ke herarki Management serta Pemasaran ,berarti harus kembali ke teori di buku.
SOLUSI adalah kebijakan suatu management yang harus di ambil tanpa mengorbankan ke dua sisi yang berlainan padahal kenyataannya adalah saling berhubungan, salah satu sisi akan putus mata rantainya so pasti akan.mati.
Padahal sektor-sektor yang belum terkelola di perkeretaan api masih banyak seperti angkutan barang, pengelolaan parkir, dll.
Pengalaman yang masih fresh adalah kereta Rumania di mana penumpang sepi [ contoh lihat di trit ] tapi kenaapa masih ekses dan bagus,?? karena sektor angkutan barang seperti industri, tambang dan barang lain di kuasai dan lebih mendominasi dari pada kereta penumpang.
Karyawan KA juga harus sejah tera..bagus..is good..sisi lain..lihat masyarakat juga harus di perhatikan dan dilayani..is good.
Berarti di genjot sektor angkutan barang supaya menutup dan surplus pendapatan.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
(28-05-2010, 09:07 PM)bagus70 Wrote: Lebih pas kalau dibilang menyejahterakan karyawan kelas bawahnya mas. Saya perhatikan (dan saya dengar dari pegawai PT KA juga) managemen sekarang lebih prioritas menyejahterakan karyawan tingkat bawah, dan mendisiplinkan mereka.

Itu jelas memerlukan uang mas. Dan otomatis untuk mencapai itu, sesuatu harus dilakukan.

Memang banyak yang bilang KA ekonomi adalah KA yang populer, dan dianggap banyak railfans sebagai tulang punggung PT KA. Tapi dapat fakta itu dari mana?

Orang-orang di PT KA tahu betul bagaimana posisi keuangan mereka, dan tahu betul mana yang lebih menghasilkan keuangan untuk perusahaan...

hanya membandingkan saja. BNSF, perusahaan ka terbesar kedua di amrik sana punya jaringan 50 ribu km untuk angkutan barang, jumlah karyawannya 38 ribu. hampir sama dengan jumlah karyawan PT. KAI (cmiiw).
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Kemarin saya kunjungan ke pameran gebyar wisata di Balai Sidang Jakarta, ternyata ada booth PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang memberikan informasi kepada khalayak ramai kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan KA wisata baik reguler maupun sewaan di nusantara ini, cukup menarik. Pameran berakhir hari Minggu tgl 30 Mei 2010.Lok Merah BiruDepok Express
Reply
(28-05-2010, 10:34 PM)Semutsdt Wrote: Dan berapa besar penderitaan para penumpang k3.....? Yang selama ini di katakan selalu RUGI itu adalah K3. Tapi bukti nyata kereta yang mengalami kerugian besar itu K2 dan k1.?

Wah mas Semutsdt dapat datanya dari mana?

Sebenarnya untung-ruginya sebuah KA tak ditentukan kelasnya, tapi dari okupansi, dan tentu saja peraturan matematika bisnis yang mendasar: pemasukan dikurang pengeluaran dapat berapa?

Saya tahu mas Semutsdt selama ini berjuang agar kenyamanan KA ekonomi ditingkatkan, tapi dengan mencaci KA kelas diatasnya malah membuat respek terhadap mas dari masyarakat jadi kurang... Maaf kalau melenceng...

Back to topic.
Reply
usul pak moderator. bagian tret yang bahas masalah tarif naik ini digabung saja dengan trit yang sama. nanti ndak bentrok sama rf yang mau kasih berita2 seputar topik ka yang lain. trims.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)