Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Menhub Usul Copot Semua Direksi PT KA
#21
(02-08-2010, 06:53 PM)sepur_lori Wrote: Ikut nimbrung ya...

Usulan mencopot seluruh direksi PT KA itu apa sdh dipertimbangkan sebaik-baiknya? Masak cuma karena masalah pelayanan PT KA yg dianggap tdk memuaskan mau maen copot-mencopot saja... Ya benar saja soalnya (saya tdk bermaksud menyinggung ybs lho!) Menhub itu dulunya bekas pentolan tinggi TNI-AL (pangkat terakhir: Laksamana Madya/Letnan Jenderal AL), jadi bisa saja ada kemungkinan menggunakan pengaruhnya dlm mengelola Kemenhub, khususnya perkeretaapian.

Menuju perhubungan yg baik dan bisa membuat nyaman masyarakat itu dimulai dari nol, dimana kita mulai membangun suatu badan, belajar mengelolanya, mengarungi manis pait perjalanan badan perhubungan itu, evaluasi mendalam dan belajar utk bisa melengkapi kekurangan agar masyarakat merasa senang dan terlayani dengan baik ...

Maap kalo komentar saya rada pedas/tdk berkenan di hati Anda, Kamerad ...

kalo kemaren jadi menteri kelautan sih masih berhubungan,,lha kalo angkutan darat?Pak Pres kok bisa nunjuk langsung toh?apakah basic angkutan daratnya sudah memadai?Bethe
Reply
#22
Menurut yg ada d benak gw:
klo mank tujuan pemecatan dirut ini adalah untuk meluruskan visi & misi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kpada masyarakat mungkin ok lha bisa d bilang bner juga yg d katakan pak Fredy, pelayanan kpada masyarakat harus lebi d utamakan daripada mencari keuntungan semata, karna yg pernah kluar statement juga klo dulu DKA, PNKA & PJKA memang costumer oriented, sementara skarang ini status sbagai PT maka BUMN 1 ini jadi mengarahkan juga dirinya k profit oriented (Ada yg perna ngomong kek gitu, gw denger sndiri) & hasilnya mencari profit bagi PT KA skarang tampak sperti menjadi visi & misi no1 d mata rakyat (terlihat dengan d hapusnya tuslah bilangnya harga turun 20% tapi nyatanya cenderung tetep, malah naek dari sblomnya sampe 30% sndiri d week days & week ends biasa & kurangnya detail2 pelayanan sperti membritau pemberhenntian ato siapa yg in charge dalam perjalanan itu, info terkini yg seharusnya calon penumpang & penjemput tau saat KA terlambat itu ga maksimal ada d tiap stasiun & lebi mencolok itu perawatan gerbong sperti kursi, meja lipat, feet rest, dll)
itu smua kan sbenernya hak penuhnya pengguna jasa juga, namun melenceng jau dari concern PT KA.

namun memang d sisi laennya pak fredy sndiri juga salah dalam mengambil tindakan dengan ga mengkaji ulang basic aliran dana bagi pemeliharaan & pengembangan perusahaan jasa angkutan, sehingga mendesak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi berimage buruk sperti ini dengan banyaknya PLH & kerusakan sana sini, ticket mahal padahal pelayanan kurang, dll. Seharusnya stelah inspeksi kbakaran sta POC & PLH 1000an + anggrek kmaren pak Fredy jangan langsung mencetuskan sperti itu tapi evaluasi dulu juga pengaliran dana yang dia bilang itu, apa memang dia sndiri yg ga mengucurkan dana sesuai kebutuhan PT KA & perusahaan jasa angkutan laennya, ato dia uda mengalirkan tapi ada kecurangan pihak dalem (dalem artian korup) sehingga yg nyampe d PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kurang terus.

skarang klo qta d postingan thread ini cuam menyalahkan sana sini sana sini terus apa si gunanya? cuma membuat sumpek doank & lagi qta bisa menilai kan mana yg lebi baek dalem menyalahkan dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) skarang ini ato liat dari sisi positive dari hal ini? sbenernya gw si kpengen banget klo RF sbagai jembatan yg paling kuat dalam mengantarai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) & costumernya itu bisa bersuara lantang menyampaikan saran, kesan, pesan & kritik pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (& klo bisa sampe kemenhub + BUMN) serta d denger pasti sama mreka bgitu supaya mreka sendiri ga ambil tindakan jangka pendek semata secara terus menerus & menyalahkan 1 sama laen dalam oknum2 terkait.

Acungan jempol buat direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (terutama pak jonan) yg melapangkan dada & brani bilang klo memank penilaian tim terhadap direksi itu buruk & harus mengganti total smua direksi. Qta sbagai RF percaya jajaran direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selalu berusaha beri yg terbaik, namun klo ada kurang2 sperti skarang ini qta juga sbagai RF punya pengertian kondisi juga bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berusaha untuk tetep exis dalam kesulitan dana ato sgala hal laennya yg menjadikan pelayanan itu ga seimbang, tapi jangan sampe juga kpercayaan RF & costumer d sala gunakan klo2 pengawasan mutu itu ternyata kendor (bukan menjudge, hanya bilang jangan sampe & klo lho y) slaen itu kemenhub ato kemenBUMN klo memang uda mengevaluasi smua hal termasuk kelancaran bantuan namun nilainya masi buruk, ok lha mengganti smua direksi, tapi jangan cuma sampe d sini juga. bner apa yg d postingan2 sblomnya d katakan, jangan cuma ganti direksi terus udahan tapi klo isa y upgrade /subdivisi lha (punya mentri perhubungan darat sndiri, laut sendiri & udara sendiri) toh klo ini d realisasikan juga untuk mempermudah kinerja kemenhub sendiri juga & sgala mutu & penyaluran pelayanan lebi terpantau, jangan seolah kementrian terkait hanya melihat pada saat adanya kcelakaan aja, slebihnya itu hanya hibernasi ga jlas.

Maaf juga klo kata2 gw ada yg ga berkenan, namun ini real & gw hanya mengungkapkan fakta, usul & kritik.
Xie Xie
Reply
#23
menhubnya ga railfan sih Wek
CC20411 oh C20411Patah Hati
Reply
#24
(02-08-2010, 09:09 PM)gerbongpupuk Wrote:
(02-08-2010, 06:53 PM)sepur_lori Wrote: Ikut nimbrung ya...

Usulan mencopot seluruh direksi PT KA itu apa sdh dipertimbangkan sebaik-baiknya? Masak cuma karena masalah pelayanan PT KA yg dianggap tdk memuaskan mau maen copot-mencopot saja... Ya benar saja soalnya (saya tdk bermaksud menyinggung ybs lho!) Menhub itu dulunya bekas pentolan tinggi TNI-AL (pangkat terakhir: Laksamana Madya/Letnan Jenderal AL), jadi bisa saja ada kemungkinan menggunakan pengaruhnya dlm mengelola Kemenhub, khususnya perkeretaapian.

Menuju perhubungan yg baik dan bisa membuat nyaman masyarakat itu dimulai dari nol, dimana kita mulai membangun suatu badan, belajar mengelolanya, mengarungi manis pait perjalanan badan perhubungan itu, evaluasi mendalam dan belajar utk bisa melengkapi kekurangan agar masyarakat merasa senang dan terlayani dengan baik ...

Maap kalo komentar saya rada pedas/tdk berkenan di hati Anda, Kamerad ...

kalo kemaren jadi menteri kelautan sih masih berhubungan,,lha kalo angkutan darat?Pak Pres kok bisa nunjuk langsung toh?apakah basic angkutan daratnya sudah memadai?Bethe

jabatan politis tu mas... soalnya kan pak menteri dari partai @@@@ dan it smua supaya ##### tdk trganggu pmerintahannya,,, tdk ad latar belakangnya sama sekali Ngeledek

dia kan dulunya menteri K dan P... basicny gak ada malah,,,Bye Bye
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
#25
(02-08-2010, 09:59 AM)Logawa_exp Wrote: apakah ini sudah saatnya Operator Swasta masuk dan perlu pemisahan antara BUMN sarana dan prasarana seperti PT. Garuda Indonesia dengan Angkasa Pura??
Tapi jangan sampai terjadi persaingan tapi tidak diikuti kualitas seperti yang pernah terjadi di dunia angkutan udara 4 - 5 tahun silam, dimana nyawa penumpang menjadi taruhannya.....!!!!

menurut saya ini adalah alternatif yg paling memungkinkan agar PTKA lebih serius dalam melayani Penumpang/Pengguna Jasanya..

Menurut saya PTKA di spin-off menjadi beberapa bagian:
- Untuk Prasarana Jalan KA (Rel, Jembatan, dsb) lebih baik ditangani langsung oleh Kementerian Perhubungan (saat ini sudah bukan DepHub lagi) cq. Dirjen Perkeretaapian agar Kemenhub tidak terkesan lepas tangan seperti saat ini.. Perusahaan2 yg menggunakan jalur KA milik Pemerintah ini diharuskan membayar Track Access Charge (TAC) dengan tarif yg sudah ditentukan oleh Kemenhub.. Kemenhub berkewajiban untuk melakukan perawatan, perbaikan, peningkatan, dan pengembangan pada Jalur KA milik negara..

- Untuk kereta ekonomi dibuat Perusahaan khusus yg menangani KA Eko, misalnya Perum Kereta Api Rakyat.. Hanya Perusahaan ini yang memiliki tugas dan hak untuk melayani perjalanan KA Ekonomi dan tentu dengan Sarana (Lok, Kereta, dll) sendiri dan disubsidi oleh Negara..

- Sedangkan PT. Kereta Api (Persero) berhak untuk mengadakan perjalanan Kereta Api komersial seperti KA Bisnis dan Eksa, KA Barang, dan KA Khusus serta memiliki sarananya sendiri.. PTKA diwajibkan membayar TAC ke Kemenhub tetapi tidak perlu melakukan perawatan terhadap prasarana jalan KA karena sudah bukan kewenangannya lagi.. Dengan dilakukannya pemisahan ini PTKA dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan tanpa perlu melakukan perawatan thdp prasarana jalan KA dan perjalanan KA Ekonomi..

Akan tetapi untuk yg menanganai prasarana tsb haruslah benar dalam melaksanakan tugasnya dan Pemerintah harus serius dalam hal ini.. Misalnya terjadi PLH atau keterlambatan yg diakibatkan oleh kelalaian Kemenhub dalam melakukan perawatan Rel, PTKA berhak meminta ganti rugi kepada Kemenhub,, karena dalam hal ini PTKA adalah penyewa dari Jalur KA dan berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi kerugian yg diakibatkan oleh pihak yg menyewakan..

Sedangkan untuk Operator Swasta memungkinkan dapat diperbolehkan untuk ikut bersaing,, tetapi perlu disertai keseriusan Kemenhub/Pemerintah dalam menangani prasarana perkeretaapian agar pelayanan antar operator dapat bersaing dengan baik tanpa ada taruhan keselamatan penumpang..

Hanya Pendapat saya saja ya.. Xie Xie Xie Xie
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply
#26
hmmm dari pendapat agan - agan ini aku banyak setuju terutama masalah PSO!!! PSO yang diajukan sering di potong atao dibayarkan kurang!!! padahal perhitungan PSO yang di ajukan sesuai dengan jumlah sarana dan prasarana yang ada..
selain itu dengan dibayarkannya PSO sama dengan yang diajukan dan dibayarkan tepat waktu, gerbong serta pelayanan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menjadi baik dan tingkat safety pada rangkaian - rangkaian kereta api lebih terjamin...

[Image: kaatapcopy.jpg]

( Shizier...089671371636 )
Jurig Argo Wilis

Reply
#27
kalau kata saya sih kalau memang susah ngurusin PSO (baik Pemerintah ataupun PTKA sendiri) mendingan dibentuk operator KA baru khusus untuk KA Ekonomi/Subsidi jadi lebih jelas pembagian dananya.. kalau Pemerintah telat kasih dana Subsidi/PSO,, ya ga bakal ada KA Ekonomi sampai pemerintah membayarnya,, karena operator baru tsb bener2 hanya melayan KA Susbidi.. Sedangkan PTKA hanya menangani KA Komersial..

Tapi untuk melakukan hal tsb,, tetap harus ada kejelasan dulu SIAPA PIHAK yg berwenang dalam mengurus prasarana jalan KA..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply
#28
Saya rasa itu hanyalah stunt si menteri itu, karena sebenarnya presiden sendiri yang tidak puas dengan kinerja menhub.
Reply
#29
Kayaknya sih DKA diadain lagi untuk ngurusin PSO K3. Sedangkan PT KA khsus ngurusin kereta Komersial ajah.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#30
KOMPAS, 03 Agustus 2010
Halaman 19 Bisnis & Keuangan


[Image: kereta.jpg]
.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)