Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
koridor bogor trafiknya lumayan padat. kalo kurang perawatan bisa fatal akibatnya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
(05-08-2010, 10:57 AM)Warteg Wrote:
(05-08-2010, 10:29 AM)Peron Shop Wrote: Buat Yg Mo Mudik pas Lebaran besok, monggo disimak
[spoiler]
Quote:Tarif Kereta
Inilah Harga Tiket KA Lebaran
Kamis, 5 Agustus 2010 | 09:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para warga Ibu Kota yang ingin mudik ke kampung halaman menggunakan kereta api harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Sebab, PT Kereta Api telah bersiap-siap memasang tarif tinggi bagi penumpang kelas bisnis dan eksekutif selama libur Lebaran 2010.

PT KA sendiri tak mau memakai istilah menaikkan tarif. Vice President Public Relations PT KA Sugeng Priyono menegaskan bahwa perusahaannya hanya akan menerapkan tarif batas atas pada beberapa tanggal tertentu.

Kepala Humas Daerah Operasi I Jakarta PT. Kereta Api (Persero) Mateta Rizalulhaq juga mengingatkan bahwa sejak lama PT KA telah menerapkan tarif fleksibel, dengan batas atas dan bawah, untuk kereta komersial kelas bisnis dan eksekutif. PT KA akan memungut tarif batas pada hari-hari tertentu sesuai kondisi pasar. Salah satu contohnya adalah masa Lebaran kali ini. Tiket-tiket masa Lebaran kali ini sudah bisa dibeli sejak sekarang melalui berbagai cara, antara lain melalui agen resmi, call center, dan juga ATM.

Memang, apa pun istilahnya, intinya, konsumen tetap harus membayar tarif lebih mahal dari hari-hari biasanya. "Tapi masih terjangkau karena sudah memperhitungkan kemampuan pasar," imbuh Mateta.

Ia menambahkan, tarif kereta kelas ekonomi tidak akan naik karena pengendali tarif untuk kelas tersebut tetaplah pemerintah.

Adapun rincian harga tiket KA kelas eksekutif (exa) dan bisnis adalah sebagai berikut:

Argo Anggrek
Tujuan Gambir-Surabaya

Batas bawah Rp 310.000
Batas atas Rp 500.000

Argo Lawu
Tujuan Gambir-Solo

Batas bawah Rp 220.000
Batas atas Rp 450.000

Argo Dwipangga
Tujuan Gambir-Solo

Batas bawah Rp 240.000
Batas atas Rp 450.000

Argo Sindoro
Tujuan Gambir-Semarang

Batas bawah Rp 220.000
Batas atas Rp 400.000

Argo Muria
Tujuan Gambir-Semarang

Batas bawah Rp 230.000
Batas atas Rp 400.000

Gajayana
Tujuan Jakarta-Malang

Batas bawah Rp 420.000
Batas atas Rp 500.000

Bima
Tujuan Gambir-Surabaya Gubeng

Batas bawah Rp 280.000
Batas atas Rp 450.000

Sembrani
Tujuan Jakarta- Surabaya Turi

Batas bawah Rp 270.000
Batas atas Rp 450.000

Taksaka
Tujuan Gambir-Yogyakarta

Batas bawah Rp 250.000
Batas atas Rp 450.000

Gumarang (exa)
Tujuan Jakarta-Surabaya Turi

Batas bawah Rp 260.000
Batas atas Rp 400.000

Purwojaya (exa)
Tujuan Gambir-Cilacap

Batas bawah Rp 170.000
Batas atas Rp 250.000

Sawunggalih (exa)
Pasar Senen-Kutoarjo

Batas bawah Rp 200.000
Batas atas Rp 250.000

Argo Jati
Tujuan Gambir-Cirebon

Batas bawah Rp 100.000
Batas atas Rp 115.000

Argo Parahyangan (exa)
Tujuan Gambir-Bandung

Batas bawah Rp 55.000
Batas atas Rp 65.000

Adapun rincian tarif untuk KA komersial & bisnis adalah:

Gumarang
Tujuan Jakarta-Surabaya Turi

Batas bawah Rp 160.000
Batas atas Rp 220.000

Bangunkarta
Pasar Senen-Jombang

Batas bawah Rp 260.000
Batas atas Rp 400.000

Senja Kediri
Tujuan Pasar Senen-Kediri

Batas bawah Rp 150.000
Batas atas Rp 250.000

Fajar Semarang
Tujuan Pasar Senen-Semarang

Batas bawah Rp 100.000
Batas atas Rp 170.000

Senja Semarang
Tujuan Pasar Senen-Semarang

Batas bawah Rp 100.000
Batas atas Rp 170.000

Purwojaya Bisnis
Tujuan Gambir-Cilacap

Batas bawah Rp 100.000
Batas atas Rp 250.000

Sawunggalih
Tujuan Jakarta-Surabaya Turi

Batas bawah Rp 270.000
Batas atas Rp 450.000

Gumarang
Tujuan Jakarta-Surabaya Turi

Batas bawah Rp 160.000
Batas atas Rp 220.000

Sawunggalih
Tujuan Pasar Senen-Kutoarjo

Batas bawah Rp 100.000
Batas atas Rp 150.000

Senja Solo
Tujuan Pasar Senen-Solo

Batas bawah Rp 130.000
Batas atas Rp 180.000

Fajar Utama/Senja Utama
Tujuan Pasar Senen-Yogyakarta

Batas bawah Rp 120.000
Batas atas Rp 180.000

Cirebon Ekspress
Gambir-Cirebon

Batas bawah Rp 65.000
Batas atas Rp 90.000

Argo Parahyangan
Gambir-Bandung

Batas bawah Rp 35.000
Batas atas Rp 40.000
[/spoiler]

PT.KAI ga tanggung2 tuh naikin tarifnya...............Heran drastis bangetzzz...............HeranHeran
Gak Punya UangGak Punya UangGak Punya Uang
Reply
GMR-SGU/SBI/ML tarif tertinggi bisa sampai 500rb....
PT KA pakai jurus aji mumpung,sah-sah saja...Ngakak

Reply
Berita dari Tempo Interaktif:

Quote:30 Persen Masinis Kereta Api Belum Bersertifikat
Kamis, 05 Agustus 2010 | 17:52 WIB

TEMPO Interaktif, MADIUN - Sebanyak 30 persen dari sekitar 5.000 masinis yang berstatus karyawan PT Kereta Api Indonesia belum memegang sertifikat kompetensi sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian.

Hal itu dikemukakan Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko di sela-sela sosialisasi keselamatan dan penyerahan sertifikat kompetensi di Kantor PT KA Daerah Operasi VII di Kota Madiun, Kamis (5/8).

Menurut Hermanto, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pihak yang berhak menerbitkan sertifikat adalah pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. “Dulu yang mengeluarkan sertifikat adalah Direksi PT Kereta Api, sekarang yang berhak mengeluarkan adalah Dirjen Perkeretaapian,” katanya.

Dalam Undang-Undang sudah dipisah antara PT KA sebagai operator dan pemerintah sebagai regulator. “Dalam Undang-Undang sudah diatur termasuk ancaman pidananya jika terjadi kecelakaan,” ujar Hermanto.

Dia menjelaskan, bagi masinis maupun petugas perkeretaapian lainnya yang belum bersertifikat, akan diproses secara bertahap jika memang sudah memenuhi syarat. Sedangkan petugas yang masih memegang sertifikat dari Direksi PT KA akan “diputihkan” dan diganti dengan sertifikat dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Petugas yang berhak mendapatkan sertifikat kompetensi SDM tersebut diwajibkan sudah memenuhi syarat administrasi dan syarat khusus lainnya. Di antaranya harus menjalani tes fisik, pendidikan selama 4-5 bulan, memiliki masa kerja 6.000 jam, uji kompetensi, dan sejumlah tes lainnya. Sertifikat kompetensi itu berlaku selama lima tahun. Untuk bisa diperpanjang, harus menjalani ujian.

Data Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyebutkan, hingga Juli 2010, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan sertifikat kompetensi bagi 9.226 karyawan PT KA. Mereka terdiri dari 2.271 masinis, 1.017 asisten masinis, 2.583 Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA), 2.521 Petugas Penjaga Perlintasan (PJL), dan 833 Juru Penilik/Pemeriksa Jalan (JPJ).

Selain itu, petugas yang bukan karyawan PT KA juga diberi sertifikat. Di antaranya 12 awak operator Multi Tie Temper (MTT) atau operator mesin dari badan usaha prasarana KA, dan 41 PJL yang dibina Pemerintah Kota Tegal.

ISHOMUDDIN

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/...09,id.html

Bagaimana sistem sertifikasi masinis di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Persero)? Apakah sistem yang diterapkan sejak lama tersebut sudah cukup memadai untuk menjamin kompetensi dari masinis yang berada di bawah naungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (Persero)?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
Pemerintah Abaikan Kereta Api
Jumat, 6 Agustus 2010 | 11.37 WIB
http://m.kompas.com/xl/read/data/2010.08.06.11370015

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai telah mengabaikan kereta api sebagai salah satu moda transportasi di tanah air. Padahal, permintaan dari masyarakat cukup tinggi.

Anggota Komite II DPD RI Bambang P Soeroso mengatakan jika melihat luasnya wilayah Indonesia, seharusnya kereta api menjadi moda transportasi yang paling tepat dan menjanjikan."Di Indonesia, kereta api itu diabaikan yang sebenarnya menurut pendapat kami merupakan moda transport yang harusya menjadi tumpuan pergerakan orang dan distribusi barang dan jasa," tuturnya dalam Talkshow DPD RI Perspektif Indonesia bertajul 'Kereta Api Indonesia: Antara Keselamatan dan Komersialisasi' di Gedung DPD RI, Jumat (6/8/2010).

Buktinya, lanjut Bambang, panjang rel kereta api bukannya bertambah secara signifikan tapi justru merosot jauh dari panjang rel pada masa Belanda.

Selain rel, juga soal lokomotif. Menurut data yang diterimanya, jumlah lokomotif per tahun 2008 sebanyak 341 buah. Menurun dari data tahun 2004 yang menunjukkan jumlah lokomotif 354 buah."Loko-nya tua-tua dan jumlahnya makin menyusut. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) enggak punya anggaran. Jangankan untuk membeli, untuk memelihara saja kurang," tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Tundjung Inderawan mengakui panjang rel saat ini jauh merosot dibandingkan panjang rel pada masa Belanda."Dari panjang rel peninggalan Belanda dan baru alami penurunan baik di Jawa dan Sumatera karena ada lintas yang terpaksa ditutup atau mati karena secara ekonomi sudah tidak laik," katanya.
KOMPAS.com Caroline Damanik
.
Reply
Anda perhatikan tidaK? Semenjak santernya berita Jakarta akan macet lumpuh total, wacana tol trans-Jawa langsung tenggelam.
Reply
(06-08-2010, 11:09 AM)Charles Wrote: Berita dari Tempo Interaktif:
Quote:Selain itu, petugas yang bukan karyawan PT KA juga diberi sertifikat. Di antaranya 12 awak operator Multi Tie Temper (MTT) atau operator mesin dari badan usaha prasarana KA, dan 41 PJL yang dibina Pemerintah Kota Tegal.

ISHOMUDDIN
Bagaimana sistem sertifikasi masinis di PT. Kereta Api (Persero) (Persero)? Apakah sistem yang diterapkan sejak lama tersebut sudah cukup memadai untuk menjamin kompetensi dari masinis yang berada di bawah naungan PT. Kereta Api (Persero) (Persero)?

Kalo yang 41 PJL di Tegal itu baru digalakan pada bulan2 kemarin atas inisitif pemkot Tegal sendiri mengingat banyak terjadi kecelakaan di pintu perlintasan tak berjaga....

kalo masinis yang udah ada sertifikatnya berati itu masinis standar yang udah diuji kelayakan jalannya..........
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(06-08-2010, 01:09 PM)bagus70 Wrote: Anda perhatikan tidaK? Semenjak santernya berita Jakarta akan macet lumpuh total, wacana tol trans-Jawa langsung tenggelam.

bener mas rencana cikapali juga ga ada beritanya tuh...!!!
Reply
(06-08-2010, 04:42 PM)ebret_cc20191 Wrote:
(06-08-2010, 01:09 PM)bagus70 Wrote: Anda perhatikan tidaK? Semenjak santernya berita Jakarta akan macet lumpuh total, wacana tol trans-Jawa langsung tenggelam.

bener mas rencana cikapali juga ga ada beritanya tuh...!!!

tengelam dan tenggelam..... bahkan rencana mau mngandalkan KA commuter jabotabek(KRL)Ngakak
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
Quote:Stasiun Gambir
Tiket Kereta dari H-5 hingga H-2 Ludes
Selasa, 10 Agustus 2010 | 11:47 WIB
CAROLINE DAMANIK
Penumpang Kereta Api antre di loket pembelian karcis di Stasiun Gambir.


[Image: 141208p.jpg]

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiket kereta api untuk berbagai tujuan sejak H-5 hingga H-2 Lebaran telah ludes terjual di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta Pusat. Ratusan calon penumpang yang mulai memadati Stasiun Gambir sejak Selasa (10/8/2010) pagi sudah memborongnya.

Mereka memesan tiket kereta api untuk hari-hari menjelang Lebaran mendatang. Marwah, salah seorang pramugari peron, mengatakan, rata-rata pengantre tersebut memesan tiket untuk perjalanan kereta seminggu sebelum Lebaran. Ia mengatakan, jika hari yang mereka tuju telah habis, maka mereka akan mencari hari terdekat yang memungkinkan untuk mendapatkan tiket.

"Mereka memesan tiket untuk perjalanan yang mendekati Lebaran. Jika kehabisan, biasanya dicari hari terdekat," ujar Marwah di lokasi pemesanan tiket Stasiun Gambir, Jakarta.

Hingga saat ini, loket pemesanan tiket di pintu utara Stasiun Gambir masih terus dipadati pengantre. Meski tidak separah pagi tadi, tetapi warga yang akan memesan tiket secara langsung masih terus berdatangan ke loket-loket penjualan.

"Pagi tadi di sini sangat penuh sesak. Sejak loket dibuka jam tujuh pagi, mereka langsung memenuhi area ini. Rata-rata mereka memang nginep di sini. Jadi begitu loket buka, mereka langsung menyerbu," jelas Marwah.(Tribunnews.com/Alie Usman)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)