Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka?
#11
(18-08-2010, 10:23 AM)hilmi.irawan Wrote:
(18-08-2010, 09:41 AM)bonbon Wrote:
(18-08-2010, 09:23 AM)eri4nto Wrote: gpp sih calo, asal harganya gak beda jauh dengan yang tertera di tiket, hahaha.

Yg di RCTI kemarin hampir 2 X lipat ...MAU ?
Kalo ga salah petikan beritanya ginih, wartawan yg investigasi jd calon penumpang beli tiket Fajrut Rp. 180 rebu (batas atas), si "oknum PKD" minta lebih Rp. 150 rebu, belum termasuk "kurir" Rp. 20 rebu
Jadi total 180.000 + 150.000 + 20.000 = 350.000!!!

Daripada berdiri ??? Duit mah bisa dicari mas...tapi kesempatan sungkem orang tua itu yang penting hehehehehehe... CMIIW

tp y tetep g baek mas bli d calo.hehe.kq g da tindakan tegas y dr PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sndr?malah oknum org dalam sndr yg jd calo
Lok Merah Biru

Feeder Purworejo Jaya!!!!
Reply
#12
(18-08-2010, 09:41 AM)bonbon Wrote:
(18-08-2010, 09:23 AM)eri4nto Wrote: gpp sih calo, asal harganya gak beda jauh dengan yang tertera di tiket, hahaha.

Yg di RCTI kemarin hampir 2 X lipat ...MAU ?
Kalo ga salah petikan beritanya ginih, wartawan yg investigasi jd calon penumpang beli tiket Fajrut Rp. 180 rebu (batas atas), si "oknum PKD" minta lebih Rp. 150 rebu, belum termasuk "kurir" Rp. 20 rebu
Jadi total 180.000 + 150.000 + 20.000 = 350.000!!!

Wah kalo 2x lipat mending tiket resmi tapi yang K1 Pisss ahhh...
Reply
#13
(18-08-2010, 10:23 AM)hilmi.irawan Wrote:
(18-08-2010, 09:41 AM)bonbon Wrote:
(18-08-2010, 09:23 AM)eri4nto Wrote: gpp sih calo, asal harganya gak beda jauh dengan yang tertera di tiket, hahaha.

Yg di RCTI kemarin hampir 2 X lipat ...MAU ?
Kalo ga salah petikan beritanya ginih, wartawan yg investigasi jd calon penumpang beli tiket Fajrut Rp. 180 rebu (batas atas), si "oknum PKD" minta lebih Rp. 150 rebu, belum termasuk "kurir" Rp. 20 rebu
Jadi total 180.000 + 150.000 + 20.000 = 350.000!!!

Daripada berdiri ??? Duit mah bisa dicari mas...tapi kesempatan sungkem orang tua itu yang penting hehehehehehe... CMIIW

Artinya melegalkan praktek percaloan gitu Bingung
Disini sih bukan masalah duitnya, keadilannya mas, kasihan orang yg sudah tempur ngantri tiket sampe camping di stasiun cuman buat tiket mudik doang, eh ga kebagian gara2 calo orang dalem.

Janganlah demi kesempatan sungkem ke orang tua harus menghalalkan segala cara ...

Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#14
@ Mas Bonbon : Iyaaa deh...maafin saya klo getoooo....Piss =)
Regards,

Hilmi Irawan W.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

"Selamatkan Muka Orang Lain - Dale Carnegie"
Reply
#15
di Stasiun Karawang... Selalu dan setiap hari beli tiket kemanapun (jarak jauh) pasti nambah Rp 10000 dari harga sebenarnya. entah dapat tempat duduk atau tanpa tempat duduk. kayaknya bapaknya petugas tiket udah pengen banget naik Haji.
Antara Cinta dan Obsesi...

[Image: 13758.gif]



Reply
#16
(17-08-2010, 02:18 PM)bagus70 Wrote: Saya pikir lumrah kalau ada orang dalam terlibat calo. Biasanya karena faktor gaji yang (dirasa) kurang. Umumnya tindak calo mayoritas ditemui di kota besar dengan biaya hidup yang sangat tinggi seperti Jakarta.

lumrah gimana mas ?, bukannya gaji pegawai PT KA dah dinaikkan mulai tahun ini. kalau orang pengangguran jadi calo ini baru lumrah , calo memang gak bisa di hilangin, dan ada saja penumpang yg mencari tapi mbok ya jangan pegawai gitu lo (termasuk satpam dll) harusnya mereka tu membantu memberantas calo, bukannya malah menjadikan calo alat untuk mendapat penghasilan tambahan.

kalau ada orang yg niat jadi calo dia ikut ngantri terus dapat tiket dan dijual lagi dengan harga yg tinggi ok lah ini namanya calo yg punya modal ,memanfaatkan kelemahan dari sistem yg berlaku ,resikonya gak laku rugi mereka masih menggunakan prinsip dagang walaupun menurut peraturan dilarang.

tapi kalau melibatkan oknum pegawai, ini ni yg sebenarnya human error , ngurus tiket aja dah error, apalagi ngurus kereta dan infrastrukturnya, hasilnya ya nyungsep semua keretanya.
Reply
#17
ane bisa nggap wajar kalo yg orang itu bukan bekerja di lingkungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan orang tersebut mendapatkan hasil dari uang lelah selama mengantri dalam artian si orang ini ikut bersusah payah ngantri tiket sama dengan pengantri tiket yg lainnya, bukan langsung by pass ke dalem.



Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#18
Mas Jokosingkir...eh...Jokotingkir...Eh iya lupa...

Walaupun gaji sudah dinaikkan, tapi rupanya itu di beberapa daerah dirasa kurang cukup.

Ini sebagai contoh:
Waktu pertama kalinya gaji masinis dinaikkan sekitar awal tahun 2009, praktek Kambing alias cab riding di langsung menghilang. Saya yang di Bandung melihat langsung hasilnya, karena kawan-kawan masinis yang paling "cowboy" sekalipun sudah tidak pernah mengundang orang naik ke kabin loko.
Tapi rupanya saya masih mendengar (dan melihat) bahwa ternyata di Jakarta dan Cirebon, praktek itu ternyata masih berjalan.

Mas Jokotingkir bisa melihat korelasinya?

(18-08-2010, 11:10 AM)jokotingkir Wrote: lumrah gimana mas ?, bukannya gaji pegawai PT KA dah dinaikkan mulai tahun ini. kalau orang pengangguran jadi calo ini baru lumrah , calo memang gak bisa di hilangin, dan ada saja penumpang yg mencari tapi mbok ya jangan pegawai gitu lo (termasuk satpam dll) harusnya mereka tu membantu memberantas calo, bukannya malah menjadikan calo alat untuk mendapat penghasilan tambahan.

kalau ada orang yg niat jadi calo dia ikut ngantri terus dapat tiket dan dijual lagi dengan harga yg tinggi ok lah ini namanya calo yg punya modal ,memanfaatkan kelemahan dari sistem yg berlaku ,resikonya gak laku rugi mereka masih menggunakan prinsip dagang walaupun menurut peraturan dilarang.

tapi kalau melibatkan oknum pegawai, ini ni yg sebenarnya human error , ngurus tiket aja dah error, apalagi ngurus kereta dan infrastrukturnya, hasilnya ya nyungsep semua keretanya.

Reply
#19
emang paling susah berantas calo,toh yang main orang dalem juga,,
dnger2 di berita tiket argo anggrek lebaran yang resmi di loket 500rb klo beli dicalo jadi 900rb,,haha
Reply
#20
(18-08-2010, 12:24 PM)nabil ismail Wrote: emang paling susah berantas calo,toh yang main orang dalem juga,,
dnger2 di berita tiket argo anggrek lebaran yang resmi di loket 500rb klo beli dicalo jadi 900rb,,haha

Bushet..kalo udah mahal gt pasti orang2 bakalan lebih memilih naek pesawat..
Lagi2 kerugian buat PT.KAI..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)