Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka?
#21
(18-08-2010, 12:54 PM)phadeen Wrote:
(18-08-2010, 12:24 PM)nabil ismail Wrote: emang paling susah berantas calo,toh yang main orang dalem juga,,
dnger2 di berita tiket argo anggrek lebaran yang resmi di loket 500rb klo beli dicalo jadi 900rb,,haha

Bushet..kalo udah mahal gt pasti orang2 bakalan lebih memilih naek pesawat..
Lagi2 kerugian buat PT.KAI..

argo anggrek lebaran ini maksudnya kereta tambahan lebaran ya? sudah dijual mulai kapan tiketnya?
KA Sumber Kentjono
Reply
#22
kalau tarif tiket di lepas tanpa batas atas, apa praktek calo bakal hilang ya ?

Terpikir, sekalian aja bikin Lelang Tiket Online dengan mekanisme makin mendekati hari H makin tinggi, lumayanlah duitnya buat nambah²in bonus lebaran crew PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bagian operasional lapangan, yg di belakang meja mah nggak usah Wek
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#23
(18-08-2010, 10:23 AM)hilmi.irawan Wrote: Daripada berdiri ??? Duit mah bisa dicari mas...tapi kesempatan sungkem orang tua itu yang penting hehehehehehe... CMIIW

Sependapat dengan bang hilmi.
Makanya kenapa Calo dari tahun ke tahun semakin bertambah?
karena di musim seperti inilah calo banyak dicari oleh banyak pemudik bukan ditangkap ?
kalo banyak yang ditangkap juga pasti semakin tahun semakin berkurang.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#24
(18-08-2010, 02:47 PM)bonbon Wrote: kalau tarif tiket di lepas tanpa batas atas, apa praktek calo bakal hilang ya ?

Terpikir, sekalian aja bikin Lelang Tiket Online dengan mekanisme makin mendekati hari H makin tinggi, lumayanlah duitnya buat nambah²in bonus lebaran crew PT. Kereta Api (Persero) bagian operasional lapangan, yg di belakang meja mah nggak usah Wek

atau tenggat waktu pemesanan tiket diperpanjang lebih dari 1 bulan, misalnya 6 bulan dengan mekanisme harga seperti yang mas bonbon katakan yaitu mendekati hari H harga tiket makin tinggi tanpa batas atas.
KA Sumber Kentjono
Reply
#25
ini sih udah masalah mental. mau gaji setinggi apapun, kalo mentalnya udah begini ya susah. Solusinya? tindakan tegas dari direksi, harus ada shock terapy buat oknum - oknum seperti ini.
Reply
#26
mestinya nama yg tertera di tiket sesuai dg nama org yg akan mudik.
Keep Fighting Never Give
Reply
#27
(18-08-2010, 09:30 PM)ouilevio Wrote: mestinya nama yg tertera di tiket sesuai dg nama org yg akan mudik.

Ini ide yang bagus mas, mestinya di setiap pemerikasaan tiket disertakan juga KTP orang tersebut.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#28
nah itu, perlu dicoba. setidaknya bs mengurangi praktek percaloan.
Keep Fighting Never Give
Reply
#29
sebuah pengalaman pribadi, ketika lebaran tahun 2008 beli tiket di gambir untuk pulang ke surabaya. karena pengen dapat, maka sebelum puasa saya beli di loket untuk 2 orang menggunakan argobromo tujuan surabaya. saya menyaksikan sendiri bagaimana oknum loket mencetak tiket sebanyak 3 tiket. dimana tiap tiket untuk 2 orang dengan nama yang sama. yang selembar diberikan ke saya dan saya bayar dengan harga Normal seingat saya sekitar 280ribu seorang kala itu. sedangkan 2 tiket yang lainnya disimpan oleh oknum loket tersebut. tibalah saatnya keberangkatan. timbul keisengan saya yang kemudian menjadikan obrolan dengan penumpang lain yang duduk dibangku depan saya dan teman saya. saya kemudian bertanya pada beliau bagaimana caranya dapat tiket dan beliau menjawab lewat salah satu oknum PKD yang kemudian diteruskan ke oknum loket. dan beliau berkata bahwa harganya dipatok sekitar 400ribu seorang.Heran kemudian saya bertanya apakah nama di tiket tersebut bernama dedy laksmana (nama saya)? dan beliau menjawab betul....nah kiranya rekan-rekan bisa tau dari cerita saya alur terjadinya tiket lewat calo dan mengapa tiket lebaran begitu cepat habis terjual Mikir Dulu CMIIW

[Image: Photo0197.jpg]
Reply
#30
(17-08-2010, 02:18 PM)bagus70 Wrote: Saya pikir lumrah kalau ada orang dalam terlibat calo. Biasanya karena faktor gaji yang (dirasa) kurang. Umumnya tindak calo mayoritas ditemui di kota besar dengan biaya hidup yang sangat tinggi seperti Jakarta.

Mas bagus,kurang atau tidaknya pasti kembali pada masing" orang,,ibaratnya sudah dipukul rata sekalipun,gaji besar tetep gak ngaruh,,
emang mentalnya aja yang selalu merasa kurang..
(ambil contoh,tetangga ane ada yang jadi buruh dgn penghasilan 1/5 dari gaji mass terendah,tapi mereka bersyukur,so,ga ada dalam kamus mereka nyari sampingan yang non halal itu...)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)