Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
ALL ABOUT LOGAWA
(23-09-2010, 12:21 PM)BAMBANG EKO Wrote: Saat KA Logawa membawa rangkaian ekonomi dan bisnis , wuih saat membelok bagian depan terasa sangat jauh , C1 bawa 8 K3 2K2 KMP3 pas momen liburan , ada kemungkinan KA ini berkembang seperti KA Bangunkarta yang berawal dari kelas ekonomi dulu ngga ya btw okupansinya bagus .

Saya mungkin satu2 yang TIDAK setuju logawa naik kelas.. mana ada lagi kereta wong cilik ??? dulu saya selalu naik bangun karta bila ke madiun, krn peminatnya banyak, maka awalnya hanya 2 gerbong EXE hingga akhirnya semua EXE, akhirnya beralih ke senja kediri.. lalu bila LOGAWA naik kelas, lalu kami2 ini mau naik apa lagi ???? Sedih maklum.. dompet mahasiswa
RF supra damartya, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
supra damartya Wrote:23-Sep-2010, 09:38 PM(Kemarin 12:21 PM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]Saat KA Logawa membawa rangkaian ekonomi dan bisnis , wuih saat membelok bagian depan terasa sangat jauh , C1 bawa 8 K3 2K2 KMP3 pas momen liburan , ada kemungkinan KA ini berkembang seperti KA Bangunkarta yang berawal dari kelas ekonomi dulu ngga ya btw okupansinya bagus .

Saya mungkin satu2 yang TIDAK setuju logawa naik kelas.. mana ada lagi kereta wong cilik ??? dulu saya selalu naik bangun karta bila ke madiun, krn peminatnya banyak, maka awalnya hanya 2 gerbong EXE hingga akhirnya semua EXE, akhirnya beralih ke senja kediri.. lalu bila LOGAWA naik kelas, lalu kami2 ini mau naik apa lagi ???? maklum.. dompet mahasiswa

1. Maksudnya bukan 100 % naik kelas , tetapi mengembalikan kenyamanan KA Logawa saat baru2 diluncurkan , dulu ada 2 pilihan , yang mau hemat bisa memilih di K3 dan yang lelah mau bisa istirahat ya bisa memilih di K2 , dulu tiket K2 dan K3 nggak berlipat ganda seperti sekarang ini , selisih cuma sedikit .

2. Upaya ini untuk memancing agar KA Purbaya dihidupkan / dibangkitkan lagi , btw peminat penumpang jarak dekat , menengah dan jauh di koridor lintas selatan ini cenderung meningkat sehingga penumpang ekonomi bisa dicover dengan rangkaian ini ( pada jamannya ) karena penetapan tarip minimumnya nggak terlalu mahal.
Reply
(24-09-2010, 08:24 AM)BAMBANG EKO Wrote: 1. Maksudnya bukan 100 % naik kelas , tetapi mengembalikan kenyamanan KA Logawa saat baru2 diluncurkan , dulu ada 2 pilihan , yang mau hemat bisa memilih di K3 dan yang lelah mau bisa istirahat ya bisa memilih di K2 , dulu tiket K2 dan K3 nggak berlipat ganda seperti sekarang ini , selisih cuma sedikit .

Kalo formasi K2 mau dihidupin lg tapi dgn kondisi minim busa full per rasa2nya malah tidak berokupansi bagus dech, kecuali orang itu kepepet karena K3nya dah penuh.
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
gpp lah klo K3 asalkan kenyamanan seperti K2..
RF supra damartya, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
mendingan logawa seperti sekarang......kalo harus ada kek awal lagi yang ada kelas bisnisnya saya rasa gak akan bisa rame lagi seperti sekarang......sebab kalo ada kelas bisnis.....pasti bakal mendongkrak tiket ekonominya karena kelasnya sudah digabung dengan kelas komersial dan gak memperoleh subsidi

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
Agung Wrote:27-Sep-2010, 09:38 AMmendingan logawa seperti sekarang......kalo harus ada kek awal lagi yang ada kelas bisnisnya saya rasa gak akan bisa rame lagi seperti sekarang......sebab kalo ada kelas bisnis.....pasti bakal mendongkrak tiket ekonominya karena kelasnya sudah digabung dengan kelas komersial dan gak memperoleh subsidi

Ok lah,
apa boleh buat ,nasib pengguna KA 2( Bisnis ) seperti , kakek , nenek , Bapak ,Ibu , mertua dan ibu2 yang punya bayi atau anak kecil yang mendambakan naik KA Logawa ini ,yang mendambakabn kenyamanan walau harus merogoh kantong lebih dalam , yang mendambakan perjalanan yang nyaman , yang memimpikan bahwa bepergian itu indah , ternyata harus rela menggunakan K3 yang kondisinya seperti sekarang ini , harus rela mengalah dengan keinginan penumpang K3 yang terbiasa dengan keadaan seperti sekarang ,tapi jangan disalahkan kalau "beliau2 " terpaksa berpindah ke moda lain karena ternyata KA tak dapat meng akomodir kebutuhan mereka. Kita harus ingat bahwa tidak semua orang " Mampu "bertahan di dalam perjalanan yang panjang dan jauh untuk terus dan tetap berdiri dan bertahan , kita juga harus ingat , tidak semua orang bisa perkasa seperti saat kita sekarang ini , kita juga harus tahu bahwa penumpang kelas bisnis juga punya hak untuk naik KA bisnis untuk itulah koridor yang ada harus diusahakan bisa mengakomodir berbagai lapisan . Indonesia ini kan Heterogen kita tidak boleh egois karenanya.
CMIIW
Reply
(27-09-2010, 10:11 AM)BAMBANG EKO Wrote: Ok lah,
apa boleh buat ,nasib pengguna KA 2( Bisnis ) seperti , kakek , nenek , Bapak ,Ibu , mertua dan ibu2 yang punya bayi atau anak kecil yang mendambakan naik KA Logawa ini ,yang mendambakabn kenyamanan walau harus merogoh kantong lebih dalam , yang mendambakan perjalanan yang nyaman , yang memimpikan bahwa bepergian itu indah , ternyata harus rela menggunakan K3 yang kondisinya seperti sekarang ini , harus rela mengalah dengan keinginan penumpang K3 yang terbiasa dengan keadaan seperti sekarang ,tapi jangan disalahkan kalau "beliau2 " terpaksa berpindah ke moda lain karena ternyata KA tak dapat meng akomodir kebutuhan mereka. Kita harus ingat bahwa tidak semua orang " Mampu "bertahan di dalam perjalanan yang panjang dan jauh untuk terus dan tetap berdiri dan bertahan , kita juga harus ingat , tidak semua orang bisa perkasa seperti saat kita sekarang ini , kita juga harus tahu bahwa penumpang kelas bisnis juga punya hak untuk naik KA bisnis untuk itulah koridor yang ada harus diusahakan bisa mengakomodir berbagai lapisan . Indonesia ini kan Heterogen kita tidak boleh egois karenanya.
CMIIW

Bus MIla Asri ekonomi Ac tujuan Yogya-Banyuwangi 71ribu...
Bagaimana bila Logawa tetep k-3 tapi k-3 Ac seperti Bogowonto tapi bisakah lebih murah ya dari bus?
Cuma memang sangat mustahil karena melihat armada sekarang.
Apalagi daop9 tidak dianggap potensial bagi PT KA.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
yah.....kalo misalkan pengen perjalanan yang nyaman......daripada kelas bisnis mendingan eksa aja sekalian.......ato eko AC......kalo bisnis nanggung banget......

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
Agung Wrote:yah.....kalo misalkan pengen perjalanan yang nyaman......daripada kelas bisnis mendingan eksa aja sekalian.......ato eko AC......kalo bisnis nanggung banget......

1. Rangkaian yang "pernah ada " dan " dinaiki " adalah yg tersebut di atas ( pernah beroperasi ) jadi yang pernah di kenal.
2. Kemampuan Kantong memang hanya berada pada posisi kelas bisnis jadi tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan kenyamanan kelas eksekutip . yang penting bisa duduk ,bisa berjalan sampai peturasan, nggak sumuk , nggak uyel-uyelan sudahl ebih dari cukup.
3. "Dulu " Tiket Bisnis ini nilainya " hanya sekitar 150 % dari tiket Ekonomi nggak seperti sekarang ini yang nilainya ada di kisaran 300 % dari harga karcis kelas Ekonomi.
Reply
namun tetap saja... walaupun heterogen namun logawa merupakan cerminan masyarakat kaum mayoritas (wong cilik), seperti contoh KRL jakk-bogor, walaupun KRL Pakuan ada namun tidak menghapuskan KRL Ekonomi.. selayaknya memang harus wajib ada kereta yang memang diperuntukkan untuk "bersengsara ria" dan tidak semua kaum mayoritas (ekonomi dibawah rata2) mempunyai kemampuan untuk naik K2 atau K1. Itulah gunanya cross-budget, dimana keuntungan K1/K2 untuk menutupi K3. Hal yang lumrah.. ga akan ada K1 atau K2 tanpa ada K3.. toh masih ada pemberangkatan lainnya untuk hanya mendapatkan kenyamanan.. biarkan berharmonisasi agar merata..
RF supra damartya, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)