01-10-2010, 08:37 PM
(This post was last modified: 01-10-2010, 08:43 PM by Dana Komuter.)
Wah... Indonesia khan luas... Yang di maksud situ peradaban kelas satu itu Indonesia di bagian yang mana dulu...? Ma'af jangan terlalu diperdalam yah kalau enggak bisa sampai ke SA*A lho yah... Himbauan aja lho...
Menyinggung soal toilet pernah kejadian sih... di stasiun Kebayoran. Memang sepintas terdengar suara adzan salat Asar. Memang sih di stasiun itu ada Mushola-nya. Tapi entah kenapa koq aku merasa 'ji**k' yah buat masukinnya? Karena sering pengalaman meski kita tahu tempat wudhunya enggak bersih alias bau gak keurus terutama pesingnya itu, karpet mushola di tempat2 publik yang (ma'af nih yah...) menengah bawah selalu banyak yg bau. Belum lagi berdebu. 1x lagi... ini kebanyakan lho... Makanya aku segan buat salat Aras sore itu. KRL telat dari jadwal 1 1/4 jam-an. Harapan ke odong2 Langsam ke Rangkas penuhnya bukan main sampai ke atap.
Sebagai muslim, memang kita tau kalau mengqasarkan salat itu kalau kita ini musafir. Tapi karena aku merasa di posisi sulit di mana aku masih berada di KM < 80 dari rumah aku dan teringat si Mushola yg di depan mata aku itu aku tetap keukeuh nunda salatku itu. Yah udah... Wassalam... Sampe di tujuan dah Maghrib mau gak mau salat diqasar deh... Intinya bebanku kepada toiletnya itu... Maklum sih... mengharapkan stasiun semegah Tanjung Barat utk di wilayah Jabodetabek cuma bertumpu pada Jurang Mangu aja utk koridor Hijau / Green Line.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Wah... Indonesia khan luas... Yang di maksud situ peradaban kelas satu itu Indonesia di bagian yang mana dulu...? Ma'af jangan terlalu diperdalam yah kalau enggak bisa sampai ke SA*A lho yah... Himbauan aja lho...
Menyinggung soal toilet pernah kejadian sih... di stasiun Kebayoran. Memang sepintas terdengar suara adzan salat Asar. Memang sih di stasiun itu ada Mushola-nya. Tapi entah kenapa koq aku merasa 'ji**k' yah buat masukinnya? Karena sering pengalaman meski kita tahu tempat wudhunya enggak bersih alias bau gak keurus terutama pesingnya itu, karpet mushola di tempat2 publik yang (ma'af nih yah...) menengah bawah selalu banyak yg bau. Belum lagi berdebu. 1x lagi... ini kebanyakan lho... Makanya aku segan buat salat Aras sore itu. KRL telat dari jadwal 1 1/4 jam-an. Harapan ke odong2 Langsam ke Rangkas penuhnya bukan main sampai ke atap.
Sebagai muslim, memang kita tau kalau mengqasarkan salat itu kalau kita ini musafir. Tapi karena aku merasa di posisi sulit di mana aku masih berada di KM < 80 dari rumah aku dan teringat si Mushola yg di depan mata aku itu aku tetap keukeuh nunda salatku itu. Yah udah... Wassalam... Sampe di tujuan dah Maghrib mau gak mau salat diqasar deh... Intinya bebanku kepada toiletnya itu... Maklum sih... mengharapkan stasiun semegah Tanjung Barat utk di wilayah Jabodetabek cuma bertumpu pada Jurang Mangu aja utk koridor Hijau / Green Line.
Menyinggung soal toilet pernah kejadian sih... di stasiun Kebayoran. Memang sepintas terdengar suara adzan salat Asar. Memang sih di stasiun itu ada Mushola-nya. Tapi entah kenapa koq aku merasa 'ji**k' yah buat masukinnya? Karena sering pengalaman meski kita tahu tempat wudhunya enggak bersih alias bau gak keurus terutama pesingnya itu, karpet mushola di tempat2 publik yang (ma'af nih yah...) menengah bawah selalu banyak yg bau. Belum lagi berdebu. 1x lagi... ini kebanyakan lho... Makanya aku segan buat salat Aras sore itu. KRL telat dari jadwal 1 1/4 jam-an. Harapan ke odong2 Langsam ke Rangkas penuhnya bukan main sampai ke atap.
Sebagai muslim, memang kita tau kalau mengqasarkan salat itu kalau kita ini musafir. Tapi karena aku merasa di posisi sulit di mana aku masih berada di KM < 80 dari rumah aku dan teringat si Mushola yg di depan mata aku itu aku tetap keukeuh nunda salatku itu. Yah udah... Wassalam... Sampe di tujuan dah Maghrib mau gak mau salat diqasar deh... Intinya bebanku kepada toiletnya itu... Maklum sih... mengharapkan stasiun semegah Tanjung Barat utk di wilayah Jabodetabek cuma bertumpu pada Jurang Mangu aja utk koridor Hijau / Green Line.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Wah... Indonesia khan luas... Yang di maksud situ peradaban kelas satu itu Indonesia di bagian yang mana dulu...? Ma'af jangan terlalu diperdalam yah kalau enggak bisa sampai ke SA*A lho yah... Himbauan aja lho...
Menyinggung soal toilet pernah kejadian sih... di stasiun Kebayoran. Memang sepintas terdengar suara adzan salat Asar. Memang sih di stasiun itu ada Mushola-nya. Tapi entah kenapa koq aku merasa 'ji**k' yah buat masukinnya? Karena sering pengalaman meski kita tahu tempat wudhunya enggak bersih alias bau gak keurus terutama pesingnya itu, karpet mushola di tempat2 publik yang (ma'af nih yah...) menengah bawah selalu banyak yg bau. Belum lagi berdebu. 1x lagi... ini kebanyakan lho... Makanya aku segan buat salat Aras sore itu. KRL telat dari jadwal 1 1/4 jam-an. Harapan ke odong2 Langsam ke Rangkas penuhnya bukan main sampai ke atap.
Sebagai muslim, memang kita tau kalau mengqasarkan salat itu kalau kita ini musafir. Tapi karena aku merasa di posisi sulit di mana aku masih berada di KM < 80 dari rumah aku dan teringat si Mushola yg di depan mata aku itu aku tetap keukeuh nunda salatku itu. Yah udah... Wassalam... Sampe di tujuan dah Maghrib mau gak mau salat diqasar deh... Intinya bebanku kepada toiletnya itu... Maklum sih... mengharapkan stasiun semegah Tanjung Barat utk di wilayah Jabodetabek cuma bertumpu pada Jurang Mangu aja utk koridor Hijau / Green Line.






