Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dilema Toilet Stasiun
#51
Wah... Indonesia khan luas... Yang di maksud situ peradaban kelas satu itu Indonesia di bagian yang mana dulu...? Ma'af jangan terlalu diperdalam yah kalau enggak bisa sampai ke SA*A lho yah... Himbauan aja lho...

Menyinggung soal toilet pernah kejadian sih... di stasiun Kebayoran. Memang sepintas terdengar suara adzan salat Asar. Memang sih di stasiun itu ada Mushola-nya. Tapi entah kenapa koq aku merasa 'ji**k' yah buat masukinnya? Karena sering pengalaman meski kita tahu tempat wudhunya enggak bersih alias bau gak keurus terutama pesingnya itu, karpet mushola di tempat2 publik yang (ma'af nih yah...) menengah bawah selalu banyak yg bau. Belum lagi berdebu. 1x lagi... ini kebanyakan lho... Makanya aku segan buat salat Aras sore itu. KRL telat dari jadwal 1 1/4 jam-an. Harapan ke odong2 Langsam ke Rangkas penuhnya bukan main sampai ke atap.

Sebagai muslim, memang kita tau kalau mengqasarkan salat itu kalau kita ini musafir. Tapi karena aku merasa di posisi sulit di mana aku masih berada di KM < 80 dari rumah aku dan teringat si Mushola yg di depan mata aku itu aku tetap keukeuh nunda salatku itu. Yah udah... Wassalam... Sampe di tujuan dah Maghrib mau gak mau salat diqasar deh... Intinya bebanku kepada toiletnya itu... Maklum sih... mengharapkan stasiun semegah Tanjung Barat utk di wilayah Jabodetabek cuma bertumpu pada Jurang Mangu aja utk koridor Hijau / Green Line.
[Image: overstappen.png]
Wah... Indonesia khan luas... Yang di maksud situ peradaban kelas satu itu Indonesia di bagian yang mana dulu...? Ma'af jangan terlalu diperdalam yah kalau enggak bisa sampai ke SA*A lho yah... Himbauan aja lho...

Menyinggung soal toilet pernah kejadian sih... di stasiun Kebayoran. Memang sepintas terdengar suara adzan salat Asar. Memang sih di stasiun itu ada Mushola-nya. Tapi entah kenapa koq aku merasa 'ji**k' yah buat masukinnya? Karena sering pengalaman meski kita tahu tempat wudhunya enggak bersih alias bau gak keurus terutama pesingnya itu, karpet mushola di tempat2 publik yang (ma'af nih yah...) menengah bawah selalu banyak yg bau. Belum lagi berdebu. 1x lagi... ini kebanyakan lho... Makanya aku segan buat salat Aras sore itu. KRL telat dari jadwal 1 1/4 jam-an. Harapan ke odong2 Langsam ke Rangkas penuhnya bukan main sampai ke atap.

Sebagai muslim, memang kita tau kalau mengqasarkan salat itu kalau kita ini musafir. Tapi karena aku merasa di posisi sulit di mana aku masih berada di KM < 80 dari rumah aku dan teringat si Mushola yg di depan mata aku itu aku tetap keukeuh nunda salatku itu. Yah udah... Wassalam... Sampe di tujuan dah Maghrib mau gak mau salat diqasar deh... Intinya bebanku kepada toiletnya itu... Maklum sih... mengharapkan stasiun semegah Tanjung Barat utk di wilayah Jabodetabek cuma bertumpu pada Jurang Mangu aja utk koridor Hijau / Green Line.

Reply
#52
Di Stasiun Gubeng, salah satu toilet disana kumuh banget.
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
Reply
#53
(02-10-2010, 02:36 PM)alfan.kereta-pesawat Wrote: Di Stasiun Gubeng, salah satu toilet disana kumuh banget.

kalo di Gubeng ke toilet di stasiun yg baru aja. Lebih bersih Big Grin
Reply
#54
ya jelas karena yang di sebutkan diatas adalah stasiun satasiun besar semua dan lagi habis di reviltalisasi lagi.kalau yang di stasiun kecil bagaimana ?
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#55
(04-10-2010, 01:44 PM)dedy vh Wrote: ya jelas karena yang di sebutkan diatas adalah stasiun satasiun besar semua dan lagi habis di reviltalisasi lagi.kalau yang di stasiun kecil bagaimana ?

Di Stasiun Waru toiletnya lumayan bersih lo...
Kalau di Stasiun kecil yang laen, saya nggak begitu tau Pisss ahhh...
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
Reply
#56
(19-10-2009, 07:49 PM)Narendro Anindito Wrote:
Quote:Tahun 2010, Gratis Pipis di Stasiun
Senin, 19 Oktober 2009 15:30:00

YOGYA (KRjogja.com) - Terhitung mulai 1 Januari 2010 mendatang, layanan toilet di stasiun yang berada di Yogyakarta tidak akan dipungut biaya, alias gratis. Keputusan untuk tidak adanya pungutan biaya penggunaan jasa toilet di stasiun ini berdasarkan pada instruksi Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) nomor d6/72 tentang peningkatan pelayanan di stasiun, dimana didalamnya disebutkan, stasiun wajib memberlakukan toilet gratis.

Menurut Kepala Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Asdo Artrivianto, atas adanya instruksi tersebut, maka pihaknya juga akan melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. "Karena memang sudah diinstruksikan, maka kami akan melaksanakan sesuai ketentuan. Selain itu, dalam instruksi tersebut dikatakan jika toilet di stasiun merupakan bagian dari public service yang nantinya wajib digratiskan baik di stasiun kelas besar maupun dibawahnya. Karena itu, stasiun Lempuyangan juga akan melakukan itu," katanya ketika dihubungi di Yogyakarta, Senin (19/10).

Dirinya mengungkapkan, sebagai langkah awal pelaksanaan instruksi, pihaknya kini tengah mempersiapkan perbaikan sarana toilet untuk semakin meningkatkan pelayanan pada pengguna di stasiun. "Kami hanya akan membenahi property toilet karena nkondisi fisik yang lain masih cukup bagus. Selain itu, kebersihannya juga akan ditingkatkan, sehingga pada awal Januari nanti, stasiun Lempuyangan telah siap untuk memberlakukan toilet gratis," terangnya.

Di area stasiun Lempuyangan sendiri telah tersedia 8 bilik toilet, yakni 4 untuk pria dan 4 untuk wanita. Jumlah tersebut dirasakan sudah sangat mencukupi untuk menampung penumpang yang akan menggunakan seihingga tidak perlu dilakukan penambahan lagi.

Asdo juga mengatakan, selama ini, jasa toilet di stasiun memang tidak digratiskan dan dipungut biaya sebesar Rp1.000. Ini dikarenakan, pengelolaan toilet di stasiun masih dilakukan oleh pihak swasta. "Setelah aturannya ditetapkan, maka nantinya anggaran pengelolaan toilet akan ditanggung sepenuhnya oleh PT. Kereta Api (Persero) dan diserahkan pada masing-masing stasiun. Kalau selama ini masih bayar, itu karena digunakan untuk membiayai kompensasi kebersihan dan perawatan toilet yang dilakukan pihak swasta," imbuhnya. (Ran)

sumber

Belum ada sebulan lalu saya ke St Tugu, Yogya, tetap saja Toilet tidak gratis.
Mestinya, toilet memang digratiskan saja, namun barangkali PT KA kekurangan karyawan untuk menangani kebersihan.
Sampai kapan toilet di stasiun tidak gratis? Jawabannya barangkali jika Stasiun/ PT KA memiliki karyawan yang bertugas juga menangani kebersihan toilet, pengguna tidak lagi ditarik bayaran hehehehe.

Karena status toilet bayar ini, barangkali Indonesia termasuk salah satu negara yang kurang memperhatikan ketersediaan fasilitas umum gratis.Sakit

Salam Spoor
Reply
#57
(09-09-2009, 10:44 AM)bonbon Wrote: Kadang gw berpikir sekalian aja Toilet Stasiun di franchise'in, biar ada yang ngurus plus nambah2 lapangan kerja, ga yg kaya skrg duitnya entah kemana.

Tapi tetep ga setuju kalo toilet sebagia Fasilitas Umum harus di tarik bayaran uang, tapi mungkin cuman di sini Toiletnya yg bisa plus mandi

bro... wc2 tsb bukan di franchise tapi dikontrakkan ke sdr dari .....(malu ah)...pernah ngobrol2 dg juragan wc...ternyata kontrak besuarrrrr. beliau juga ikut memborong di ancol dll..
bisa sekalian bantu2 sdr2 di kampung ..
nah yg jadi soal..ini duitnya kemana aja ya????

[Image: overstappen.png]
wc sta gambir...bbrp bulan ytl...sudah gratis....dan lewbih bersih dari pada saat berbayar.... juga saniternya sudah di ganti..
di jatinegara ....wc pintu timur... hanya 2..tapi masih bayar..
di bogor.. wc sebelah mushola uitara/patung topi..kemarin masih pakai bayar seribu
di bandung...walaupun ada tulisan gratis...tapi ada preman yg nunggu entah siapa tapi bukan cleaning service yg berseragam...kalau tak naroh dulu....tampangnya cemberut
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#58
wah..kemarin sambil nunggu gopar di jat....ngobrol2 sama ibu2..ternyata si ibu tsb punya kontrakan kios di gambir,karena orang dalam...dan ikut pindah ke sta gambir baru...9dulu) yg jadi kontrakan wc di sta2 (apa seluruh sta ya>???...adalah pak h........ sehingga di panggil sbg pak h t... besarnya kontrakan tsb 1 M/ th.... wuihhhh entah kemana duit ini ya
RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
#59
Di jalur Dhoho antara Kertosono-Tulungagung, posisi toilet di beberapa stasiun-stasiun kecil, menurut saya agak jauh dari bangunan induk stasiun, jika musim kemarau ga bermasalah, kalau sudah musim hujan perlu payung kayaknya. Mungkin model penataan bangunan tempo dulu, kayaknya terpisah, mereduksi masalah bau biar ga mencemari stasiun, biar penumpang merasa nyaman jika berada di peron. Interiornya mungkin perlu dibenahi, biar ga terkesan kumuh, memang butuh biaya agak besar untuk ukuran stasiun kecil, tapi mungkin itu lebih baik untuk peningkatan pelayanan.
Reply
#60
Pengalaman make toliet distasiun yang notabene dikatakan stasiun BESAR, kayaknya yang resmi disediain sama pihak stasiun (emang ada yang ga resmi????), kayaknya cuman buat buang air aja, kalo bisa, kasih dong yang bisa buat mandi, biar yang baru datang ke kota tersebut, sebelum beraktivitas, bisa mandi dulu....

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)