Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Sawunggalih (Sejarah, Pelayanan, Cerita)
(08-10-2010, 09:44 PM)masahe2004 Wrote: makasih suhu atas koreksinya Xie Xie maklum namanya juga penumpang.
kalo peritungan jadwalnya dirubah bisa gak yah? kalo sesuai jadwal di CN kok sampe PSE telat mulu yah? apa gak lebih baik dipercepat biar sampe PSE sesuai jadwal?

Taspat itu batas kecepatan yah? Terus Gapeka apa yah Xie Xie maaf banyak tanya

ya bner, taspat = batas kcepatan
klo GAPEKA = grafik perjalanan KA

hhmmm, klo misal dari GAPEKA yg skarang si jam dateng d CN adalah 11.20 itu asumsinya si uda maksimal, soalnya d petak (prupuk) PPK-CN sndiri KA 111 musti bersilangan dengan 5 KA termasuk KA 112 & GAPEKAnya dalam 5 persilangan itu 4x dia yg musti brenti, kenyataannya bisa klimanya dia brenti untuk bersilang klo memank dia yg ptama sampe d tempat bersilangan, klo mo buat waktu tempuh lebi cpet dengan kondisi track d petak itu masi sperti skarang itu bisa d bilang mempertaruhkan nyawa, slaen itu KA yg menjadi lawan silangannya ada 2 KA yg merupakan KA bendera (argo dwipangga & purwojaya)

klo memank mengharapkan KA 111 lebi cpet untuk d petak tsb, cpet2 lah itu proyek DT d slesain, isa mempercepat paling ngganya 15 mnit
Reply
kemaren senjut SLO PSE-SLO silang sama Sawunggalih malam KTA-PSE di Luwung jam 00.36, termsuk telat gak??

kayaknya si sawung full K2... ane kira senjut jogja eh ternyata si sawung... NgeledekXie Xie
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
(13-10-2010, 09:40 PM)Dj_Dj_300791 Wrote: kemaren senjut SLO PSE-SLO silang sama Sawunggalih malam KTA-PSE di Luwung jam 00.36, termsuk telat gak??

kayaknya si sawung full K2... ane kira senjut jogja eh ternyata si sawung... NgeledekXie Xie

KA 113 sawunggalihnya yg telat
mustinya si dia d CN stenga 12 lebi, tapi karna silangan d malem hri makin banyak mbuat dia sering kli ngodong mulai dari PPK sampe CN nya
Reply
Sawunggalih exe dipisah dari bisnis dan menjadi kereta Argo mungkin ga ya? konsumennya masyarakat menengah atas di Purworejo, Kebumen, Banyumas, dan Brebes Selatan he3
Reply
tanggal 4 oct 2010 pulang dari pwt naik sawunggalih kalo kaga salah KA 111 .... berangkat tepat waktu...duduk di seat 1A-B sepertinya interior sudah di perbaiki ada tv lcd lg ( tapi sama sekali tidak dihidupkan atau coba dihidupkan ), semua berjalan normal, AC kurang dingin , ternyata nee sepooor banyak ditahan, apalagi sebelum masuk cirebon, yang bikin agak sewot lepas st haurgeulis masuk beberapa orang sekitar 5 , dari loko dan pindah ke gerbong 1, anehnya di kawal sama orang pake seragam kai...duh jadi ribeut kalo mau ke toilet....kok ya begini ???
beda jauh banget sama berangkatnya pas ikut purwojaya....padahal tiketnya sama 170k....kalo aja ada purwojaya pagi....dari pwt..
Reply
(15-10-2010, 02:30 AM)DJ rail Wrote: Sawunggalih exe dipisah dari bisnis dan menjadi kereta Argo mungkin ga ya? konsumennya masyarakat menengah atas di Purworejo, Kebumen, Banyumas, dan Brebes Selatan he3

Pasti ada alasan kenapa sampai sekarang Sawung dikasih K1 cuma sebiji kan mas? Wong Purwojaya yang adalah sodara sesama Daop V dan selalu bawa 4-5 K1 aja belom berani "naik kelas", apalagi sawung. Kereta kelas Argo dan Satwa dari SGU/SLO/YK juga gak ada yang brenti di stasiun2 itu. Lagian kan kalo pengen naik "sepur adhem" sekarang udah ada bogowonto. biar ekonomi tapi ber-AC...
NAIK Depok Express EMANG PALING OKE
Reply
Sori, double-posting. Baru baca artikel ini:

[spoiler=Berita dari Metro TV]
Perjalanan Kereta di Daop V Purwokerto Diduga Disabotase
Nusantara / Selasa, 19 Oktober 2010 16:18 WIB

Metrotvnews.com, Purwokerto: Dua perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto, Jawa Tengah, terganggu karena diduga disabotase. Dugaan sabosate terlihat dari dicabutinya rambu-rambu kereta, kemudian dipasang melintang di rel. Selain itu kereta yang melintas juga dilempari, sehingga kaca-kaca alat transportasi massal itu pecah. Kedua peristiwa itu terjadi pada Ahad (17/10) malam dan Senin (18/10) siang.

Kepala Humas Daop V Purwokerto Surono mengatakan, peristiwa yang paling mengkhawatir adalah pencopotan rambu yang sebelumnya dipasang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kemudian ditaruh melintang di rel. Kereta yang menabrak rambu yang melintang di rel adalah Kereta Api Sawunggalih Utama jurusan Kutoarjo-Jakarta.

"Kereta memang tidak mengalami musibah, tetapi sempat berhenti dan masinis Narto, 40, melaporkan ke stasiun terdekat tentang adanya benda melintang di rel. Setelah dicek ternyata rambu-rambu milik kereta yang terbuat dari kayu. Dari apa yang terjadi, kami menduga ada unsur sabotase," jelas Surono.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di jalur antara Stasiun Tambak dan Sumpiuh, Banyumas. Sebelumnya, pada Jumat (15/10) petugas pemeriksa jalan dan rel menemukan rambu-rambu di perlintasan tidak berpintu antara Tambak-Sumpiuh sudah dicabut dan dibuang ke sungai. Kemudian PT Kereta Api pada Sabtu (16/10) memasangnya kembali. "Namun, ternyata ada orang yang mencabutnya lagi. Kali ini tidak dibuang ke sungai, tetapi dipasang melintang di rel," katanya.

Peristiwa lainnya yang terjadi menimpa Kereta Api Lodaya jurusan Solo-Bandung. Kereta tersebut dilempari oleh orang-orang tidak dikenal dengan batu di jalur Gandrungmangu-Kawunganten, Cilacap. Dari delapan gerbong yang terdiri dari tiga gerbong eksekutif dan lima gerbong bisnis, semuanya terkena lemparan batu. "Biasanya kalau ada pelemparan batu hanya orang iseng. Jumlah pelakunya hanya satu atau dua orang. Tetapi peristiwa pelemparan Kereta Lodaya melibatkan banyak orang, sehingga banyak kaca yang pecah," ujarnya. (MI/DOR)
Sumber: http://www.metrotvnews.com/index.php/met...isabotase/
[/spoiler]

Apakah ada rekan2 RF yang sedang naik sawung saat itu?


NAIK Depok Express EMANG PALING OKE
Reply
(15-10-2010, 10:06 PM)SepurHolic Wrote:
(15-10-2010, 02:30 AM)DJ rail Wrote: Sawunggalih exe dipisah dari bisnis dan menjadi kereta Argo mungkin ga ya? konsumennya masyarakat menengah atas di Purworejo, Kebumen, Banyumas, dan Brebes Selatan he3

Pasti ada alasan kenapa sampai sekarang Sawung dikasih K1 cuma sebiji kan mas? Wong Purwojaya yang adalah sodara sesama Daop V dan selalu bawa 4-5 K1 aja belom berani "naik kelas", apalagi sawung. Kereta kelas Argo dan Satwa dari SGU/SLO/YK juga gak ada yang brenti di stasiun2 itu. Lagian kan kalo pengen naik "sepur adhem" sekarang udah ada bogowonto. biar ekonomi tapi ber-AC...

ini yang bikin ane males naek k1 SU. sebenernya kalo mau naek kelas satwa dan sampe KTA ane yakin okupansinya bagus kok. cuma kayaknya daop V gerbongnya belom memadai.

(19-10-2010, 04:30 PM)SepurHolic Wrote: Sori, double-posting. Baru baca artikel ini:

[spoiler=Berita dari Metro TV]
Perjalanan Kereta di Daop V Purwokerto Diduga Disabotase
Nusantara / Selasa, 19 Oktober 2010 16:18 WIB

Metrotvnews.com, Purwokerto: Dua perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto, Jawa Tengah, terganggu karena diduga disabotase. Dugaan sabosate terlihat dari dicabutinya rambu-rambu kereta, kemudian dipasang melintang di rel. Selain itu kereta yang melintas juga dilempari, sehingga kaca-kaca alat transportasi massal itu pecah. Kedua peristiwa itu terjadi pada Ahad (17/10) malam dan Senin (18/10) siang.

Kepala Humas Daop V Purwokerto Surono mengatakan, peristiwa yang paling mengkhawatir adalah pencopotan rambu yang sebelumnya dipasang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kemudian ditaruh melintang di rel. Kereta yang menabrak rambu yang melintang di rel adalah Kereta Api Sawunggalih Utama jurusan Kutoarjo-Jakarta.

"Kereta memang tidak mengalami musibah, tetapi sempat berhenti dan masinis Narto, 40, melaporkan ke stasiun terdekat tentang adanya benda melintang di rel. Setelah dicek ternyata rambu-rambu milik kereta yang terbuat dari kayu. Dari apa yang terjadi, kami menduga ada unsur sabotase," jelas Surono.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di jalur antara Stasiun Tambak dan Sumpiuh, Banyumas. Sebelumnya, pada Jumat (15/10) petugas pemeriksa jalan dan rel menemukan rambu-rambu di perlintasan tidak berpintu antara Tambak-Sumpiuh sudah dicabut dan dibuang ke sungai. Kemudian PT Kereta Api pada Sabtu (16/10) memasangnya kembali. "Namun, ternyata ada orang yang mencabutnya lagi. Kali ini tidak dibuang ke sungai, tetapi dipasang melintang di rel," katanya.

Peristiwa lainnya yang terjadi menimpa Kereta Api Lodaya jurusan Solo-Bandung. Kereta tersebut dilempari oleh orang-orang tidak dikenal dengan batu di jalur Gandrungmangu-Kawunganten, Cilacap. Dari delapan gerbong yang terdiri dari tiga gerbong eksekutif dan lima gerbong bisnis, semuanya terkena lemparan batu. "Biasanya kalau ada pelemparan batu hanya orang iseng. Jumlah pelakunya hanya satu atau dua orang. Tetapi peristiwa pelemparan Kereta Lodaya melibatkan banyak orang, sehingga banyak kaca yang pecah," ujarnya. (MI/DOR)
Sumber: http://www.metrotvnews.com/index.php/met...isabotase/
[/spoiler]

Apakah ada rekan2 RF yang sedang naik sawung saat itu?

ikut prihatin Sedih
Reply
Sawunggalih Malam pernah dari GMR kan?
Soalnya waktu itu pernah mengalaminya sekitar kelas 3-4 SD. Pas puasa tahun 1999-2000.
Cmiiw
Reply
dulu Sawunggalih Malam pernah dari GMR kan?
Soalnya waktu itu pernahmengalaminya sekitar kelas 3-4 SD. Pas puasa tahun 1999-2000.
Cmiiw
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: