Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PerPres 83 Th.2011 Penugasan Kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Untuk KRL Loop Line dan Bandara
#91
@Dana

http://www.tempointeraktif.com/hg/layana...26,id.html

15 Stasiun di Monorel Serpong-Bandara
Selasa, 21 Desember 2010 | 09:37 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana membangun jalur Monorel yang membentang dari Serpong hingga Bandara Soekarno Hatta. Panjangnya 28 kilometer. Sedikitnya akan ada 15 stasiun (titik perhentian) pendukung yang akan dibangun.

"Dalam prarencana pembangunan, monorel akan melintasi 15 stasiun perhentian untuk mengangkut penumpang," ujar Kepala Dinas Perhubungan Tangerang Selatan, Agus Mulyadi, pagi ini.

Titik-titik stasiun antara lain, Rawa Buntu-Griya Loka-BSD Junction-WTC Serpong-Serpong Times Square-Kota Modern-Tangerang-Mekar Wangi-Garuda-Terminal 1-Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Stasiun ini juga akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan monorel tersebut seluas 18 kilometer dengan panjang landasan seluas 2,400 meter. Dengan ketinggian tiang penyangga rel kereta monorel layaknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Agus mengatakan, dana yang dikeluarkan belum dipastikan karena harus melakukan Study Kelayakan terhadap rencana pembangun monorel termasuk tahun berapa dibangun. "Kemungkinan pembangunan monorel menghabiskan dana triliunan rupiah. Tetapi kita harus mencari investor untuk membiayai pembangunan monorel itu. Selain mengeluarkan dana APBD dan APBN,"kata Agus.

JONIANSYAH

Reply
#92
^

28 km adalah jarak yang sangat panjang buat ukuran monorail. seandainya jadi dibuat, maka akan menyamai rekor dunia jalur monorel terpanjang yang saat ini dipegang oleh osaka monorail ( 28 km juga).
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#93
Yang saya takutkan, jangan-jangan nantinya kalau sudah jadi, tiba-tiba bandara Soeta turun pangkat dan diganti, dan akhirnya kecewa semua...
Reply
#94
Quote:Tiga Investor Ikut Tender KA Bandara

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga investor berminat ikut dalam proses tender kereta api (KA) bandara yang akan digelar pada pertengahan tahun 2011 ini. Ketiganya merupakan peserta yang sudah lolos tahap prakualifikasi tender proyek yang sama pada tahun 2009 lalu.
Investor yang berminat mengikuti tender KA bandara adalah Mitsui dari Jepang, China Harbour dari China dan Railink yang merupakan perusahaan patungaan antara PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia.

Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan investor yang berminat mengikuti tender KA bandara adalah Mitsui dari Jepang, China Harbour dari China dan Railink yang merupakan perusahaan patungaan antara PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia. "Kita sedang mulai lakukan persiapan prakualifikasi dalam rangka tender," ungkap Bambang, Senin (11/1).

Bambang mengatakan proyek senilai Rp 10,2 triliun itu sedang dalam tahap penghitungan ulang nilai investasinya oleh Bappenas. Nilai proyek itu masih perlu dihitung ulang seiring dengan perubahan desain yang dilakukan. Rencananya proyek KA bandara itu akan menggunakan double track, elevated dan dedicated sehingga hanya dipergunakan angkutan ke bandara saja.

Dengan adanya penghitungan ulang itu diperkirakan awal semester II-2011, proses prakualifikasi tender baru bisa dilaksanakan. Dari total nilai proyek Rp 10,2 triliun, pemerintah menyiapkan dana Rp 3,2 triliun.

Dana itu sebesar Rp 1,5 triliun akan dipergunakan untuk pembebasan lahan dan Rp 1,7 triliun untuk konstruksi dari Manggarai-Angke. Sementara proyek yang akan ditawarkan ke investor swasta nilainya Rp 7 triliun. "Kami berharap 2013 sudah tuntas seluruhnya," ungkap Bambang.

Keberadaan KA bandara memang sangat dibutuhkan oleh Bandara Soekarno Hatta. Direktur Angkasa Pura II Tri S. Sunoko berharap proyek kereta api itu menjadi alternatif transportasi yang ada. Maklum saat ini lalu-lintas kendaraan di sana sudah sangat padat. "Kami berharap proyek ini bisa segera berjalan," ungkapnya. (Sofyan Nur Hidayat/KONTAN)

SUMBER

pertengahan tahun baru tender, terus kapan mbikinnya?? Bethe
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#95
Yo ayo ayoooo.... borong tuh para kontraktor pelaksana ke lapangan... Mau monorel, trem, KA atau trem ditarik kuda kayak di taman hiburan kek...

Kalau enggak, bisa keduluan ama buisway deh... Emang sih blom ada rencana alias cuma khayalan aku aja, tapi secara nyata, Koridor 9 telah hidup membentang Pinang Ranti - Pluit, tentu saja melewati prapatan Jl. Latumenten yang bersinggungan dengan ruas jalan ke / dari tol Prof. Dr. Sedyatmo / bandara khan? Bisa aja enggak menutup kemungkinan PT. Trans Batavia mengembangkan jalurnya ke bandara Soekarno - Hatta.
Bukan bermaksud meng... apakan gitu.... maksudnya soal busway. Terus terang aku sangat menikmatinya juga kqo menggunakan moda transportasi kebanggaan kota Jakarta no. 1 ini. Soalnya sejauh ini cuma Trans Jakarta yang mampu dibangun pemerintah Jakarta. Ibarat rumah tinggal, kepala rumah tangganya cuma mampu merenovasi temboknya aja biar dicat ulang ketimbang renovasi seantero rumahnya krn menguras anggaran. Begitu pun pemkot Jakarta, nampaknya cuma Trans Jakarta yg jadi alternatif moda transportasi kemudahan. Tapi KRL AC dan Ekonomi AC juga lho...

Pokoknya saya tunggu kehadiran para pramugari kita di rangkaian KRL ber-AC yg selama ini cuma bisa kita lihat di luar negeri.

Reply
#96
@dana,

cuma mau tanya, kalo baswe masuk bandara, lewatnya mana? jalan tol? soalnya sekarang seluruh koridor baswe lewat jalan raya biasa.

lagipula kalo baswe masuk bandara, saya yakin bakalan kalah sama damri.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#97
Bisa saja melalui ruas Jl. Tubagus Angke. Ma'af jadi sedikit OOT nih yah :
Ruas bus Trans Jakarta dikenal suka memotong ruas jalan lain. Jalan raya komplek macem Jl. Metro Pd. Indah pun pernah diperdebatin knp lewat ruas pemukiman (baca = pemukiman elite). Tapi seiring beroperasinya Kor. 8 perdebatan itu reda. Jadi, kalo sampe demikian lwt Tubagus Angke, gak menutup kemungkinan motong ruas jalan - jalan raya pemukiman yg ada. Memang Jl. Tubagus Angke dikenal dg ruas jalan yg penuh pabrik2 industri besar. Tp dg adanya (umpama aja nih yah ->) kemauan dr PT. Trans Batavia, ruas jalan ini bisa dipermak jd bagus, khususnya utk jalur buswaynya sendiri. Dg ini bisa membuka kemungkinan dibangunnya (mungkin sih...) bangunan2 perkantoran atau real estate baru.
Sasarannya? Aku rasa gak harus pr warga yg mau ke dan dari Soetta aja, tapi lebih kpd pr warga yg hendak ke dan dari perumahan di sepanjang Jl. Tubagus Angke dan selebihnya. Berdirilah rumah2 kos2an baru atau penginapan sementara buat mrk yg biasa jadi mandor, pekerja bangunan, dll. Gak menutup kemungkinan mrk yg mau lanjutin ke bandara Soetta.

Itu semua baru perkiraan aku sih...

OK kembali ke topik :
Terlepas dari via petak rel KA Tangerang - Duri atau via Angke berbelok ke kiri nantinya yang jelas masih banyak yang harus dibenahi dalam perkereta apian kita khususnya buat bandara Soetta nantinya meski baru sekedar wacana doank sih... :
1. Masih ada bbrp ruas jalan di perlintasan KA padat kendaraan bermotor yg suka nekad berhenti di atas rel KA. Kalau saja dioperasiin rangkaian KRL Bandara Soetta nantinya, pasti hitungan menit rangkaian KRL bakal melintas. Pasti aku yakin perjalanannya akan sepadat Jakarta - Bogor pp.
2. Terbengkalainya Gapeka yg ada. Jadwal penerbangan pun juga sering kita dengar didelay. Entah krn cuaca buruk, gangguan mesin, manajemen dan masih banyak lagi. Nah ini yg harus dibenahin secara nyata. Gimana caranya? Yah min singkirin perumahan kumuh di pinggir rel KA seenggaknya -+ 4 meter dari petak rel KA sisi kiri dan kanannya yah...
3. Harus disiapin rangkaian macem Plasseur & Threurrer khusus kayaknya. Jadi jangan yang cuma ada di Jatinegara. Kalo ada kejadian lgsg sigap. Jgn krn alasan terganggu Gapeka di petak rel antara Jatinegara - Tn. Abang - Duri jd penyebabnya.

Hehe... pemikiran aku terlalu dini banget yah buat peringatan kayak gini... Tersenyuum

Reply
#98
mas dana, saya pernah denger kalo koridor bandara ini bakalan dibangun melayang diatas rel dari manggarai-angke. setelah itu dilanjutkan melayang diatas rawa2 didaerah kapuk sejajar dengan tol bandara yang sudah eksis.

apakah betul demikian? mengingat besarnya biaya pembangunannya yang sampai 10 T, kayaknya masuk akal kalo mau dibangun melayang di jalur yang sudah ada.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#99
(17-01-2011, 05:50 PM)ady_mcady Wrote: mas dana, saya pernah denger kalo koridor bandara ini bakalan dibangun melayang diatas rel dari manggarai-angke. setelah itu dilanjutkan melayang diatas rawa2 didaerah kapuk sejajar dengan tol bandara yang sudah eksis.

apakah betul demikian? mengingat besarnya biaya pembangunannya yang sampai 10 T, kayaknya masuk akal kalo mau dibangun melayang di jalur yang sudah ada.

Desain terakhir seperti itu . buat jalur layang baru. Makanya biaya meningkat dari 3 T ke 10T.
Reply
yang jelas pasti bakalan laku banget tu kereta. saya pernah naek damri dari gambir ke bandara, BUsYet lama dan macet, ngga di jalan biasa atau di jalan tol sama maning. macet !!!, kalo ada kereta langsung ke bandara Soekarno Hatta paling ngga sampe pules dah sampe bandara.
Depok ExpressDepok ExpressDepok ExpressDepok ExpressDepok Express
twitter : @zulfahmiID
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)