Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
(02-02-2011, 07:27 AM)asep_0907 Wrote: [spoiler]
(01-02-2011, 08:57 PM)denita Wrote:
(01-02-2011, 03:07 PM)see_204XX Wrote:
(01-02-2011, 02:28 PM)denita Wrote: [spoiler]
[Image: 5406538375_80efe1f32d_z.jpg]
[/spoiler]
KERETA ALING ALING HANYA UNTUK KAMBING......

KERETA ALING ALING HANYA UNTUK DHEMIT...... Ngakak

kemaren naek Dhoho dari KTS ke TA, di tengah jalan hujan lebat dan gerbong sesak kebetulan aku di gerbong kedua dari belakang, ada ibu yang gendong anak lg bingung mau duduk dimana sementara tempat duduk penuh termasuk aku pun mulai naik juga ndak ada tempat duduk. karena hujan air masuk dari pintu yang kacanya pecah. disisi lain gerbong belakang kami kosong melompong tapi tidak bisa dibuka. terlihat didalamnya ada kondektur yang lagi santai dan 5 orang PKD yang lagi enaknya makan tanpa terganggu penumpang lain. dalam hati aku berfikir betapa kasian penumpang kereta, khususnya ibu itu. tapi juga terucap dalam hati sebuah doa yang menurut aku sungguh indah...." semoga tuh PKD tersedak sendok dan nyangkut di lehernya"

hahahahaha.....kejadian ini mungkin mirip di KRL gerbong khusus wanita, si PKD malah asik nongkrong di gerbong itu daripada gerbong lain....[/spoiler]

widiw...
kebayang kalo beneran KKW jadi gerbong "siluman" ini.....Heran
klo odong2 pwk n rk berlaku jg gak y??
klo odong2 pdl-ccl mah gak deh kyknya....
cmiiw
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
(02-02-2011, 10:34 AM)aatea_goparmania Wrote: [spoiler]
(02-02-2011, 07:27 AM)asep_0907 Wrote:
(01-02-2011, 08:57 PM)denita Wrote:
(01-02-2011, 03:07 PM)see_204XX Wrote:
(01-02-2011, 02:28 PM)denita Wrote: [spoiler]
[Image: 5406538375_80efe1f32d_z.jpg]
[/spoiler]
KERETA ALING ALING HANYA UNTUK KAMBING......

KERETA ALING ALING HANYA UNTUK DHEMIT...... Ngakak

kemaren naek Dhoho dari KTS ke TA, di tengah jalan hujan lebat dan gerbong sesak kebetulan aku di gerbong kedua dari belakang, ada ibu yang gendong anak lg bingung mau duduk dimana sementara tempat duduk penuh termasuk aku pun mulai naik juga ndak ada tempat duduk. karena hujan air masuk dari pintu yang kacanya pecah. disisi lain gerbong belakang kami kosong melompong tapi tidak bisa dibuka. terlihat didalamnya ada kondektur yang lagi santai dan 5 orang PKD yang lagi enaknya makan tanpa terganggu penumpang lain. dalam hati aku berfikir betapa kasian penumpang kereta, khususnya ibu itu. tapi juga terucap dalam hati sebuah doa yang menurut aku sungguh indah...." semoga tuh PKD tersedak sendok dan nyangkut di lehernya"

hahahahaha.....kejadian ini mungkin mirip di KRL gerbong khusus wanita, si PKD malah asik nongkrong di gerbong itu daripada gerbong lain....

widiw...
kebayang kalo beneran KKW jadi gerbong "siluman" ini.....Heran
klo odong2 pwk n rk berlaku jg gak y??
klo odong2 pdl-ccl mah gak deh kyknya....
cmiiw[/spoiler]

Dari pantauan saya selama 2 hari belakangan ini, KA odong-odong PWK masih belum ada "kereta aling-aling" nya.

Sekedar informasi, dulu setelah terjadi PLH ABA dengan SU di Petarukan beredar wacana dari YLKI bahwa bagian depan (belakang lok) dan paling belakang sebuah rangkaian kereta penumpang diwajibkan terpasang sebuah gerbong barang kosong (dari jenis manapun), di mana gerbong barang kosong tersebut digunakan sebagai gerbong "aling-aling" seperti sekarang ini, tetapi wacana itu tidak ditanggapi hingga terjadinya PLH Langen beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan opini saya, keberadaan kereta/gerbong "aling-aling" hanya mempersulit pilihan calon penumpang dan sepatutnya diganti dengan mekanisme pengamanan (baik di lok maupun di kereta paling belakang) yang dapat menyerap sebagian besar energi yang dibawa oleh rangkaian yang menabrak saat terjadi PLH sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang serius pada rangkaian KA yang terlibat.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
(02-02-2011, 01:00 PM)Charles Wrote:
(02-02-2011, 10:34 AM)aatea_goparmania Wrote: widiw...
kebayang kalo beneran KKW jadi gerbong "siluman" ini.....Heran
klo odong2 pwk n rk berlaku jg gak y??
klo odong2 pdl-ccl mah gak deh kyknya....
cmiiw

Dari pantauan saya selama 2 hari belakangan ini, KA odong-odong PWK masih belum ada "kereta aling-aling" nya.

Begitu juga di KRD PDL-CCL, gerbong pertama dan terakhir ada penumpang...

BTW, tadi Malabar BD-ML, yang harusnya berangkat jam 15:30, belum jalan sampe jam 16:15. Terlihat sekilas di belakang lok CC 204 21 SDT ada B cheetah. Sekitar jam 4, 1 gerbong K1 Eksis dilangsirkan. Apa itu bakalan dijadikan aling-aling Malabar bagian belakang?

Soalnya, formasi standard Malabar BD-ML sebelum PLH Langen adalah Lok - 2-3 K1 - MP2 - 3 K2 - 2 K3++ - B cheetah. Hari ini, B cheetah pindah ke depan...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
(01-02-2011, 02:43 PM)m_ilhami Wrote: trus solusi yang bener bagaimana ?
masinis gak mau disalahin. sinyal bablas gak mau disalahin
direksi ga mau disalahin, nggaji masinis kecil
ppka gak mau disalahin, sinyalnya udah merah kok
penumpang jadi korban
Sambil menunggu hasil investigasi KNKT, kalau mau bahas penyebab PLH Langen silahkan baca-baca dan posting DISINI.
yailah ada2 aja peraturan kayak gini, gabisa denger S35 lg deh dengan jelas
RF garlikboy, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
kemal reza Wrote:02-Feb-2011, 01:55 AM

(Hari ini 01:33 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]to ALL RF Semboyan 35'ers
sebaiknya kita tidak perlu terlalu menghujat atau men-kritik terlalu pedas..
Kita semua tau kalo kebijakan tersebut "aneh" dan kesannya kayak "ketakutan" karena seolah tidak ada cara lain untuk mengatasi PLH, dan juga kebijakan ini juga mengakibatkan borosnya pemakaian gerbong di saat minimnya armada.

sebenarnya banyak cara yang dapat di pakai untuk mengatasi PLH tersebut dan kita sebagai RF mungkin bisa ikut menyumbang pemikiran/ide untuk mengatasi/meminimalisir PLH terutama "Head to Head" ( adu kepala ) dan "Head to Tail" ( seruduk belakang ). kalo para RF sekalian merasa kesulitan menyampaikan aspirasi, mungkin bisa melalui BUMN seperti PT.KAI / PT.LEN / PT.INKA, dimana BUMN tersebut memang sudah terpercaya dalam hal kereta api atau langsung ke Dirjen KA ( kalo bisa )..

Saya pribadi sebenenarnya sudah lama punya konsep tentang Automatic Stopper, dan sudah saya sampaikan ke Manajer saya ( sekarang sudah GM ) namun saya terkendala pekerjaan KRL baru...tapi sebisa mungkin akan saya selesaikan draft makalahnya..

Jadi sekali lagi tolong kalo bisa kita ikut berpikir..entah di terima atau tidak, setidaknya kita telah membantu perkereta-apian indonesia....

SALAM RF
ttd
Logawa_exp

NB : Mohon Maaf jika ada tutur kata yang tidak sopan atau menyinggung perasaan atau menyombongkan diri..



mudah2n usul nya kang LOGAWA bisa terealisasi dan membantu meminimalisir PLH, New_xiexie

Marilah kita bantu mencari solusi dan sesekali beristirahat sejenak .
Energi yang kita keluarkan untuk mengkritik kita gunakan untuk berpikir ,syukur2 bisa dikembangkan menjadi solusi , karena pada dasarnya dengan kebijakan yang diluncurkan memang nyata2 sangat mempengaruhi tingkat hunian , merugikan hak-hak konsumen , kenyamanan dan walaupun aneh tetapi marilah kembali ke konsep awal , bahwa memang belum ditemukan cara jitu untuk menghindari jatuhnya korban saat terjadi PLH. Suka atau tidak , itulah kenyataannya dan waktu juga peristiwa-demi peristiwa memberikan data akurat , selalu dan hampir selalu korban terbanyak memang pada posisi gerbong pertama dan terakhir tergantung tabrakan atau srudukan.

Terkadang dalam lamunan saya berpikir.
Jika dibuat semacam sensor yang dipasang pada pinggir jalur KA yang berfungsi sebagai informan , Jika dalam waktu 2 atau 3 menit baru saja ada KA melintas ( baik searah atau berlawanan arah ) dan ternyata di belakang rangkaian KA yang melintas tadi selisih 2 menit sudah ada rangkaian ( KA lain ) masuk maka sirine atau lampu atau apalah akan aktif menyala atau berbunyi keras sehingga mampu membangunkan atau memecahkan suasana hening yang fungsinya mengingatkan masinis untuk menarik tuas Rem , minimalnya Masinis memusatkan perhatian kepada Kereta yang dikemudikan ,lebih konsen .
Alat ini bisa saja berupa tiang yang ada lata penerima data yang bisa memancarkan semacam cahaya , Led , atau apalah yang berfungsi saat dilalui Lok , atau Rangkaian yang panjangnya lebih dari 10 meter .

Alat akan bekerja secara paralel sebaga penerima data sehingga jika dalam waktu 2 menit ( atau bisa saja menggunakan jarak , misalnya 500 meter sebagai limit area bahaya masih ada rangkaian di depan maka sirine , atau lampu emergensi ( Lampu bahaya ) akan bekerja . Penempatan lampu atau sirine bisa saja dipasang pada tiang sinyal elektrik yang sudah ada ( untuk hemat biaya ), tetapi dengan warna atau suara yang lebih jekas dan terang sehingga bisa dilihat dari jarak sekitar 500 meter.
Alat ini juga berfungsi sebagai alat pengaman sekaligus penyelamat jika dikembangkan dan bisa memberi tahu kalau ada sistem yang tidak standard , misal ,Wesel belum aman , tetapi sinyal sudah menyala , atau sinyal belum aman tetapi ada rangkaian yang terlanjut masuk area tidak aman,

wah....wah...namanya juga merenung
(01-02-2011, 03:22 PM)Eko Budy Santoso Wrote: waduh ... sebegitu HOPELESS nyakah para pembuat kebijakan di PT KA sehingga harus berkeputusan yang cenderung memberi kesan menakutkan terhadap calon penumpang KA ... .
Ane berharap kebijakan ini hanya "EMOSI SESAAT SAJA" , dan selanjutnya PT KA dan Semua Pihak yang bertanggung jawab terhadap KA di Indonesia mau bekerja keras untuk memperbaiki semuanya ...
Jayalah Kereta Api Indonesia ...
Semoga. Amin.
(30-01-2011, 08:47 AM)eling Wrote: dari pada bawa2 kereta kosong, mendingan setiap KA yg masuk stasiun dikasi taspat 5-10km/jam, kalo salah jalur msh keburu ngerem....
(01-02-2011, 03:38 PM)m_ilhami Wrote: rasanya nggak mempan pakai air bag.
BTW, kalau sarana minim begini, sebaiknya taspat rendah ketika memasuki akan memasuki wesel stasiun. Kalau yakin sudah benar jalurnya, baru silakan tancap gas lagi.
Better alon waton kelakon than cepet kesrimpet.
sistem komunikasi antara PK-PPKA-Masinis juga perlu diperbaiki nih.......meliputi sarana atau peralatan berupa radio dan Standard Operating Procedure komunikasinya.......
Saya miris membaca laporan KNKT pada PLH Petarukan......dari rekaman komunikasi terlihat jelas komunikasi antara PK dan masinis ABA sangat minim alias JARANG....padahal menurut saya komunikasi via radio ini adalah pengaman terakhir bila ada sistem yg tidak beres yg sedang terjadi di lintasan KA......
YLKI ini aneh,masak mborosin penggunaan gerbong sih?sekalian aja gerbong depan/belakang ganti pake gerbong kethel/PPCW aja lah.dijamin untung besar.
<a href="http://www.totalleh.com" target="_blank"><img src="http://www.totalleh.com/beta153.gif" border="0" alt="www.totalleh.com - click to visit"></a>

Cat and train lovers


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)