JAKARTA, KOMPAS.com - Kecemasan warga akan isu dihapuskannya gerbong wanita dalam rangkaian gerbong KRL akibat kebijakan pengosongan gerbong pertama dan terakhir, terjawab sudah.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan, gerbong wanita dalam rangkaian KRL Jabodeetabek masih tetap berlaku. "Sistem pengosongan gerbong pertama setelah lokomotif dan gerbong terakhir tidak berlaku bagi KRL dalam kota Jabodetabek," kata Kepala Humas Daops I, Mateta Rizalulhaq, Jumat (4/2/2011), saat dihubungi Kompas.com.
Dikatakan Mateta, kekhawatiran bisa saja terjadi. Tapi untuk KRL jarak dekat, tidak akan ada pengosongan gerbong atau penghapusan gerbong wanita yang terletak di gerbong pertama dan terakhir.
Mateta menjelaskan, kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebelumnya yang mewajibkan pengosongan gerbong awal dan terakhir untuk mencegah kecelakaan dinilai tidak perlu diterapkan dalam sistem gerbong KRL.
"Hal ini karena KRL memiliki sistem sendiri tiap gerbongnya, jadi dia tidak memakai lokomotif. Maka dari itu, pengosongan gerbong tidak diperlukan," ujarnya.
Rangkaian KRL, lanjut Mateta, merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan, tidak seperti rangkaian kereta jarak jauh lainnya yang masih mengandalkan lokomotif.
"Makanya saat pengecekan kemarin kami tidak bisa ambil satu-satu gerbong harus satu rangkaian karena sistem untuk penggeraknya itu khusus," ucap Mateta.
Dia pun menegaskan, sampai sejauh ini gerbong wanita masih dianggap efektif untuk memberikan kenyamanan bagi para penumpang wanita.
"Kalau gerbong ini ditiadakan justru akan kembali tidak nyaman, padahal kami ingin penumpang wanita itu bisa naik kereta dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat peraturan baru untuk mengosongkan gerbong pertama dan terakhir pada rangkaian kereta-kereta di semua kelas dengan rute jarak jauh demi mengantisipasi keselamatan apabila terjadi tabrakan. Sebanyak 48 perjalanan sudah mulai menerapkan sistem ini sejak 29 Januari lalu.
- JAKARTA, KOMPAS.com -

ada2 aja masa mao ngosongin 2 gerbong, berapa ratus penumpang yang tidak terangkut yang seharusnya terangkut. yang ngusulin nggak pernah naek kereta.