Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Soalan Kereta Khusus Wanita (di Jabodetabek)
#41
Sekarang sudah efektif banget tuh gerbong tersebut karena ada petugas berjaga di sambungan sehingga para kaum adam nggak bisa pindah dari gerbong belakang/depannya. Saya menyambut baik hal tersebut mengingat banyak cerita bahwa wanita mengalami masalah pelecehan seksual diatas gerbong. Waktu awal-awal sosialiasi, gue termasuk yang kurang ngeh sama gerbong khusus wanita, aneh aja tiba2 melihat sekeliling perempuan semua, dan dengan langkah cepat langsung pindah sebelum dikira ada niatan negatif..hehehehehhee cheers
RF andhykandrian, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#42
KKW


Xie Xie Xie Xie Xie Xie
SOARA ORANG TAMBOEN

Gujes Gujes Gujes....... 

Lok Merah Biru              
Reply
#43
JAKARTA, KOMPAS.com - Kecemasan warga akan isu dihapuskannya gerbong wanita dalam rangkaian gerbong KRL akibat kebijakan pengosongan gerbong pertama dan terakhir, terjawab sudah.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan, gerbong wanita dalam rangkaian KRL Jabodeetabek masih tetap berlaku. "Sistem pengosongan gerbong pertama setelah lokomotif dan gerbong terakhir tidak berlaku bagi KRL dalam kota Jabodetabek," kata Kepala Humas Daops I, Mateta Rizalulhaq, Jumat (4/2/2011), saat dihubungi Kompas.com.

Dikatakan Mateta, kekhawatiran bisa saja terjadi. Tapi untuk KRL jarak dekat, tidak akan ada pengosongan gerbong atau penghapusan gerbong wanita yang terletak di gerbong pertama dan terakhir.

Mateta menjelaskan, kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebelumnya yang mewajibkan pengosongan gerbong awal dan terakhir untuk mencegah kecelakaan dinilai tidak perlu diterapkan dalam sistem gerbong KRL.

"Hal ini karena KRL memiliki sistem sendiri tiap gerbongnya, jadi dia tidak memakai lokomotif. Maka dari itu, pengosongan gerbong tidak diperlukan," ujarnya.

Rangkaian KRL, lanjut Mateta, merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan, tidak seperti rangkaian kereta jarak jauh lainnya yang masih mengandalkan lokomotif.

"Makanya saat pengecekan kemarin kami tidak bisa ambil satu-satu gerbong harus satu rangkaian karena sistem untuk penggeraknya itu khusus," ucap Mateta.

Dia pun menegaskan, sampai sejauh ini gerbong wanita masih dianggap efektif untuk memberikan kenyamanan bagi para penumpang wanita.

"Kalau gerbong ini ditiadakan justru akan kembali tidak nyaman, padahal kami ingin penumpang wanita itu bisa naik kereta dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Sebelumnya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membuat peraturan baru untuk mengosongkan gerbong pertama dan terakhir pada rangkaian kereta-kereta di semua kelas dengan rute jarak jauh demi mengantisipasi keselamatan apabila terjadi tabrakan. Sebanyak 48 perjalanan sudah mulai menerapkan sistem ini sejak 29 Januari lalu. - JAKARTA, KOMPAS.com -

Heran ada2 aja masa mao ngosongin 2 gerbong, berapa ratus penumpang yang tidak terangkut yang seharusnya terangkut. yang ngusulin nggak pernah naek kereta.
twitter : @zulfahmiID
Reply
#44
udah deh ga usah ribut-ribut soal gerbong wanita. Akar masalah nya kapasitas KRL mesti ditingkatkan, karena penumpang nya sudah padat. walaupun 90% wanita di KRL udah dipindahin ke gerbong khusus wanita, tetap saja KRL penuh. Jadi mari kita bantu doa agar PT KCJ berhasil mengimpor KRL september 2011 nanti.
Reply
#45
(07-02-2011, 11:21 AM)m_ilhami Wrote: udah deh ga usah ribut-ribut soal gerbong wanita. Akar masalah nya kapasitas KRL mesti ditingkatkan, karena penumpang nya sudah padat. walaupun 90% wanita di KRL udah dipindahin ke gerbong khusus wanita, tetap saja KRL penuh. Jadi mari kita bantu doa agar PT KCJ berhasil mengimpor KRL september 2011 nanti.
Xie Xie oke mas saya selalu berdoa soal itu. seri berapa aja yang bakalan di impor?

twitter : @zulfahmiID
Reply
#46
Fakta terungkap, bahwa sejak era Perumka sudah ada implementasi KKW dengan nama Gerwani di armada KRL Jabodetabek untuk semua kelas tanpa terkecuali, di mana Gerwani ini ditempatkan di kereta kedua dari 4 kereta (perhatikan gambar berikut, KKW-nya ada di KL3-76113 rngkaian rheos mild):


[Image: 183594_10150094541818021_572553020_62687...1262_n.jpg]

Foto oleh Setiyo Bardono

Mengapa Gerwani pada saat itu tidak diteruskan, dan kapan Gerwani ini berhenti beroperasi?

Sampai saat ini rata-rata kapasitas KKW yang terisi masih sekitar 40-60 persen dari kapasitas maksimalnya.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#47
om, itu berlaku di eko panas aja.... ekspress gak ada, dan waktu ada gerwani itu yg ada semi ekspress bukan eko ac, dan tetep gak ada juga.... kl gak salah ini sekitar tahun 2002-2005an, pas ane masih jadi penghuni tetap krl eko panas (fave dulu KRL511 yg berangkat DP jam 6.05) turun cawang.
Lok Merah Biru
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
Reply
#48
kalo tabrakan wanita mati duluan ya... kan ditaro diujung...

bukannya semboyan "woman and children first" (yang selamat/ bukan yang sampe duluan) itu penting?
Reply
#49
Trus ke mana para Satpam wanitanya? Bukannya hampir di tiap kereta ujung dsepan dan belakang slalu siaga? Koq gak pernah ada yg bahas?

Reply
#50
berarti percuma ya... ksian..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)