Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Jalur SMT-Ambarawa-YK
#41
rizqi.gusni Wrote:27-Mar-2011, 04:29 PM
Menurut anda,setujukah anda bila dioperasikan ka jurusan SM-ABR?pendapatnya menurut anda semua.
Sebagai RF tentu saja setuju
tetapi masalahnya adalah kondisi rel belum siap , juga stamformasi rangkaian . Kalaupun dipaksakan harus beroperasi antapa koridor SM-ABR bisa menggunakan Simbah BB 200 yang tekanan gandarnya berkisar 12 ton sesuai dengan type R 33 dengan membawa 2 K3 sebagai awal operasi. Okupansi antara SM - KDJ mungkin belum menjajikan dan potensi penumpang Kedungjati _ Ambarawa juga belum tahu.
Bye Bye
Reply
#42
moga-moga aja bisa di jalankan tu rencana
Slesai naik turun penumpang, jalur 1, ka eksekutif argo sindoro segera diberangkatkan kembali....
kp & masinis yg melayani ka 11 berangkat dgn sinyal aman.....
Semboyan 35


Reply
#43
wah... setuju sekali...

tapi bakalan modal gede banget... daerah ABR ke selatan kan relnya udah pada ilang dan ditempati bangunan... Bethe

untuk kasus kota saya (Magelang, MG & MGP), mau main gusur juga susah, karena jalur rel di daerah magelang udah jadi pusat pertokoan, stasiunnya jadi terminal angkot ama kios pasar... Sedih paling klo mau ya...
1. gak lewat kota magelang, muter di daerah kabupaten yg masih banyak lahan kosong --> klo gini caranya sebagai warga kota magelang saya gak rela
2. bikin rel di flyover, modalnya gede...
dari dua alternatif di atas, jalur bersejarah ambarawa gak akan muncul lagi...

maunya sebagai RF sih, rumah-rumah ama pertokoan sepanjang sekian kilometer itu digusur semua, relnya dikembalikan lagi... tapi itu bertentangan dengan fungsi kereta api sebagai penyokong perekonomian suatu daerah, karena klo jalur lama dibuka kembali pusat perekonomian kota justru akan tergusur...

klo emang bakal ada lagi, tampaknya susah bikin KA jarak jauh yg melintasi ambarawa, secang, magelang dan muntilan... soalnya letak jalurnya yang melintang terhadap jalur utama di utara dan selatan, perlu putar lokomotif di semarang atau yogya klo misalnya bikin KA dari ambarawa-surabaya atau ambarawa-bandung (bweh, ngarep!!!)
yah, paling dalam waktu dekat ini, best-case scenario ya... railbus atau light rail...
harapannya sih, bisa ada KRL di jalur SM-YK, SLO(?)-KTA.. jadi klo pas lebaran mau kunjungan ke rumah para kerabat gak harus kejebak macet Ngiler
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#44
(27-03-2011, 08:54 PM)kikansha_otaku Wrote: [color=#0000CD]wah... setuju sekali...

tapi bakalan modal gede banget... daerah ABR ke selatan kan relnya udah pada ilang dan ditempati bangunan... Bethe

untuk kasus kota saya (Magelang, MG & MGP), mau main gusur juga susah, karena jalur rel di daerah magelang udah jadi pusat pertokoan, stasiunnya jadi terminal angkot ama kios pasar... Sedih paling klo mau ya...
1. gak lewat kota magelang, muter di daerah kabupaten yg masih banyak lahan kosong --> klo gini caranya sebagai warga kota magelang saya gak rela

2. bikin rel di flyover, modalnya gede...
dari dua alternatif di atas, jalur bersejarah ambarawa gak akan muncul lagi...

maunya sebagai RF sih, rumah-rumah ama pertokoan sepanjang sekian kilometer itu digusur semua, relnya dikembalikan lagi... tapi itu bertentangan dengan fungsi kereta api sebagai penyokong perekonomian suatu daerah, karena klo jalur lama dibuka kembali pusat perekonomian kota justru akan tergusur...
Bingung baca komentar lo yang No.1 maksudnya apaan sih Bingung

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#45
(28-03-2011, 08:28 AM)nikmuracell Wrote:
(27-03-2011, 08:54 PM)kikansha_otaku Wrote: [color=#0000CD]wah... setuju sekali...

tapi bakalan modal gede banget... daerah ABR ke selatan kan relnya udah pada ilang dan ditempati bangunan... Bethe

untuk kasus kota saya (Magelang, MG & MGP), mau main gusur juga susah, karena jalur rel di daerah magelang udah jadi pusat pertokoan, stasiunnya jadi terminal angkot ama kios pasar... Sedih paling klo mau ya...
1. gak lewat kota magelang, muter di daerah kabupaten yg masih banyak lahan kosong --> klo gini caranya sebagai warga kota magelang saya gak rela

2. bikin rel di flyover, modalnya gede...
dari dua alternatif di atas, jalur bersejarah ambarawa gak akan muncul lagi...

maunya sebagai RF sih, rumah-rumah ama pertokoan sepanjang sekian kilometer itu digusur semua, relnya dikembalikan lagi... tapi itu bertentangan dengan fungsi kereta api sebagai penyokong perekonomian suatu daerah, karena klo jalur lama dibuka kembali pusat perekonomian kota justru akan tergusur...
Bingung baca komentar lo yang No.1 maksudnya apaan sih Bingung

Mungkin sebagai warga kota magelang, gak rela jika kotanya g dilewati spoor. Secara kota Magelang luasnya kecil sekali jika dibanding kabupatennya.

Saya pribadi setuju saja jika ada KA SMT-ABR tapi jika lihat kondisi bekas jalur TTG-KDJ yang sgt memprihatinkan ya agak pesimis jg. Saya sudah sering lewat bekas jalurnya. Sebagian besar (mgkin >90%) rel sudah hilang.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Reply
#46
setujuh aja.. tapi sebaiknya prasana rel stasiun yang ,ati dibenarkan dulu
DAOP VIII Is My Place..Gubeng Railway Stasiun Is My Favorite Place
Reply
#47
Yang namanya dioperasikan buat saya setuju sekali.
Rute apapun itu bila memang menguntungkan bagi masyarakat PT KA harus mempertimbangkannya.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#48
(28-03-2011, 09:40 AM)Joe_cn Wrote: Yang namanya dioperasikan buat saya setuju sekali.
Rute apapun itu bila memang menguntungkan bagi masyarakat PT KA harus mempertimbangkannya.
Betul Dap .... tarif mahal gak ya kalo ada bener soal wilayah yg dilewati mantaf2 tuh ... apalagi setelah lelah bermaindi st Ambarrawa, nanjak dikit ke arah sumowono seger dah ...Ngakak

[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#49
Kalo untuk angutan reguler, mungkin antara jalur MGL-ABR harus dibuatkan terowongan. Karena jika masih memakai rel bergerigi akan tidak ekonomis jika untuk angkutan reguler. Dulu Belanda membangun jalur bergerigi untuk mengangkut pasukan perang karena terbatasnya waktu dan biaya untuk membangun terowongan. Tetapi lain halnya jika untuk kegiatan wisata, rel bergerigi justru merupakan nilai lebih.

Rel bergerigi antara Jambu-Bedono (aktif) dan Bedono-Gemawang (non aktif) harus dilestarikan untuk kegiatan wisata. Trus dibangun jalur lagi antara Jambu-Gemawang untuk angkutan reguler. Karena jalur ini melewati bukit mungkin harus dibuat terowongan.
Dreaming of TTG-KEJ track (re)activation ---> My dreams will come true!
Reply
#50
(28-03-2011, 01:17 PM)Toentang Wrote: Kalo untuk angutan reguler, mungkin antara jalur MGL-ABR harus dibuatkan terowongan. Karena jika masih memakai rel bergerigi akan tidak ekonomis jika untuk angkutan reguler. Dulu Belanda membangun jalur bergerigi untuk mengangkut pasukan perang karena terbatasnya waktu dan biaya untuk membangun terowongan. Tetapi lain halnya jika untuk kegiatan wisata, rel bergerigi justru merupakan nilai lebih.

Rel bergerigi antara Jambu-Bedono (aktif) dan Bedono-Gemawang (non aktif) harus dilestarikan untuk kegiatan wisata. Trus dibangun jalur lagi antara Jambu-Gemawang untuk angkutan reguler. Karena jalur ini melewati bukit mungkin harus dibuat terowongan.

eh, klo jalur biasa tanpa gerigi, tanpa terowongan dengan rangkaian KRD emang gak kuat ya? klo KRD g kuat kan kereta lokomotif atau KRL pasti kuat. emang dibandingin nagrek curam mana sih? perasaan gak securam nagrek dah... Heran
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)