Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Bagaimana nasib stasiun (halte) Cibitung dan exhalte rawabebek setelah ada DDT?
#11
kalo turun hujan, wah kacau penumpang yg nunggu pada berhamburan cari tempat neduh, peron aja ga ada apalagi atap Sedih
Lok Merah BiruLok Merah BiruLok Merah Biru
Reply
#12
sundul Pic dulu
KA Eksekutip Argo Lawu. Solo- Jakarta di Cibitung

[Image: 2wrkub9.jpg]

" Bakal Calon " RF di Cibitung juga

[Image: esl011.jpg][Image: overstappen.png]
KA Barang melintas dengan damai di Cibitung

[Image: nl1r7r.jpg][Image: overstappen.png]
bibit unggul RF
Ngumpet dan kabur dari rumah untuk nonton sepur.

[Image: 23w1gso.jpg]

Kini telah ............" Merger "

[Image: wgqqgi.jpg]
Reply
#13
apa mang dari dulu nggak ada bangunan stasiun / haltenya pakde bambang ? saya waktu kesana kaget juga hanya tinggal loket stasiun yang berukuran 1 * 1 m aja !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#14

dedy vh Wrote:14-Apr-2011, 01:04 PMapa mang dari dulu nggak ada bangunan stasiun / haltenya pakde bambang ? saya waktu kesana kaget juga hanya tinggal loket stasiun yang berukuran 1 * 1 m aja !

sekitar th 2000 an masih ada bangunan stasiun ( halte dengan luas 6 m x 5 m , posisi agak disebelah timur , lengkap dengan penggerak dan sinyal Keluar juga sinyal muka , dijaga 24 jam leh 3 petugas. non stop , Bahkan KA setingkat Argobromo dan Argo Gede sering tertahan di stasiun Cibitung untuk tunggu aman Stasiun Tambun.
Sedih
Reply
#15
Betul.....betul.....betull
sayang sekali sekarang nggak ada sinyal mekanik lagi.
Reply
#16
(14-04-2011, 04:29 PM)BAMBANG EKO Wrote: Betul.....betul.....betull
sayang sekali sekarang nggak ada sinyal mekanik lagi.

kalau ga salah peron utara stasiun cibitung ladalah hasil swadaya pengguna kereta dan pengguna jalan. dan peron selatan asli buatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). CMIIW. soalnya saya dulu kalau aik krd cikarang terakhir ( tahun2000an ) suka dimintain sumbangan seiklasnya. Karena pada saat itu pos perhentian cibitung mulai dirubuhkan dengan berfungsinya sinyal elektrik[Image: overstappen.png]
(12-04-2011, 10:31 PM)KS rawabebek Wrote: kalo turun hujan, wah kacau penumpang yg nunggu pada berhamburan cari tempat neduh, peron aja ga ada apalagi atap Sedih
Lok Merah BiruLok Merah BiruLok Merah Biru

namanya juga stasiun misbar ( gerimis bubar ) NgakakNgakak
berharap terealisasi kereta api di kalsel dan kalteng Ngiler
Reply
#17
'Expres Serayu Wrote:Bagaimana nanti stasiun / halte imut cibitung setelah Double-Double Track MRI-CKR sudah jadi,, apakah tetap menjadi yang sekarang ini? ataukah akan mati?

mungkin para relawan akan kehilangan mata pencaharian dan tidak bisa menempati " Kantor " nya btw akan ada fly over.

[Image: 23uvir.jpg][Image: overstappen.png]


juga yang ini
[Image: f3yyyc.jpg][Image: overstappen.png]

ini juga

[Image: r9hn3k.jpg][Image: overstappen.png]

Dan pemandangan ini akan menghilang
[Image: wmatec.jpg]
Reply
#18
Kalo boleh menebak sih... stasiun Rawa Bebek kelak stasiun yang disinggahin buat rangkaian KRL AC / Ekspres beserta KRL Ekonomi (kelak kalo masih ada) dan Ekonomi AC. Begitu pun dengan rangkaian KA lokal ke / dari Purwakarta dan rangkaian KA jarak menengah dan jauh klas Ekonomi.

Reply
#19
Butuh tenaga " Extra Kuat " untuk dapat memanjat dan masuk melalui pintu- pintu gerbong pada rangkaian KA Lokal relasi favorit kaum pekerja di koridor PWK - JKK ini saat singgah sejenak di Cibitung .

[Image: 5lxyf7.jpg][Image: overstappen.png]
Dan para pengguna jalan raya lainnya harus " Sabar menanti " karena harus menunggu KA Odong2 ini masuk area stasiun , melayani naik dan turun penumpang dan kemudian bergerak pelan kembali berangkat , pintu perlintasan pun baru di buka , yah kira2 sekitar 5 menit.

[Image: 90txck.jpg][Image: overstappen.png]
Dan ......... byuuurrrrr.

[Image: rshk5d.jpg][Image: overstappen.png]
dalam hitungan menit dari arah timurpun meluncur dengan kencang seolah-olah waktu semenit begitu sangat berharganya bagi rangkaian KA ini untuk tetap menjaga image sebagai KA berkelas. byuh...byuh ,,,

[Image: 15s4m89.jpg][Image: overstappen.png]
Memaksimalkan kepuasan pelanggan . demikianlah salah satu motto PTKAI
buktinya , Rangkaian KA odong2 ini menggunakan KMP3 sebagai pembangkit listrik. Ck..ck..ck..ck..

[Image: t5pul4.jpg]
[Image: overstappen.png]
untuk turun pun juga butuh perjuangan

[Image: rlyi6p.jpg][Image: overstappen.png]
Dalam hitungan menit lagi dari arah timur segera masuk rangkaian legendaris

[Image: fasvwm.jpg][Image: overstappen.png]
Saat rangkaian KA yang ke tiga ( Krawang - JKK ) masuk . stasiun yang tadinya sepi tiba-2 menjadi ramai dengan bermunculannya para calon penumpang dari segala penjuru dunia.

[Image: sc9f6t.jpg][Image: overstappen.png]
Penumpang KA Pagi yang terakhir ini biasanya sekitar jam 07.15 dan setelah itu stasiun menjadi sunyi dan lengang sampai sekitar jam 11.00 an baru ada KA Lokal lagi relasi TPK - PWK

[Image: 2lx9o5s.jpg][Image: overstappen.png]
Hmm.... Cibitung riwayatmu kini.

[Image: 10eogo0.jpg]
Reply
#20
Full Contact body , always...... mandi kringet ,,,, mandi aroma....
sepur dengan okupansi top...markotop

[Image: 90ua7l.jpg][Image: overstappen.png]
tinggal kaum pedagang saja yang masih merapikan barang dagangannya .

[Image: 21lmv6t.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)