09-02-2011, 10:05 AM
kalau penumpang ekonomi panas bayar karcis semua, apa cukup untuk biaya operasi KRL ?
|
Banyak KRL tidak Layak
|
|
09-02-2011, 10:05 AM
kalau penumpang ekonomi panas bayar karcis semua, apa cukup untuk biaya operasi KRL ?
17-04-2011, 03:13 PM
(08-02-2011, 08:19 AM)van Baso Wrote: Ga cuma di PT. Kereta Api (Persero), hampir disemua BUMN/BUMD keadaannya seperti itu Tidak ada yang salah dengan tender, karena tujuan tender itu sebenarnya baik buat perusahaan. Kalau masalah proses berbelit2, itu sih masalah internal procurement perusahaannya aja yang mestinya sih bisa buat proses tender menjadi efektif dan efisien (tidak berbelit2). Nah tender itu walaupun tujuannya adalah mendapatkan harga yg kompetitif, tapi dalam prosesnya kan juga ada seleksi administrasi dan teknis. Kalau mau barang berkualitas, ya buatlah persyaratan peserta tender yang ketat, misalanya berpengalaman sekian tahun untuk beberapa proyek di Indonesia, plus adanya jaminan garansi barang. Itu hal yg mudah sebenarnya, dan bukan dijadikan alasan tender adalah proses yang berbelit2. Kembali lagi itu internal procurement perusahaannya. Hanya informasi untuk yg belum paham istilah, bagian procurement = bagian pengadaan. Pembelian langsung juga dibolehkan di UU, kan kategorinya sudah jelas berapa anggaran pembelian yang boleh dibeli langsung, dengan yang ditender (untuk pastinya saya lupa, silahkan cek di google atau website lembaga pemerintah u/ pengadaan barang). Jadi dari sisi aturan sebenarnya juga sudah jelas. Misalnya beli peralatan kantor (ATK) yang anggarannya cuman Rp 500 ribu gak pake tender, kecuali kalau mau beli ATK nya dianggarkan Rp 5 Milyar! ![]() (09-02-2011, 10:05 AM)m_ilhami Wrote: kalau penumpang ekonomi panas bayar karcis semua, apa cukup untuk biaya operasi KRL ? Kalau bayar karcis semua ya cukup. Ini pernah lo diselidiki oleh salah satu anggota forum disini. Coba cek thread PPKA. Dan sebenarnya mau ekonomi ataupun bisnis ataupun eksekutif semua ada hitung2an bisnisnya. Saya bisa jamin kalau semisal suatu KRL ekonomi itu betul2 merugi, pastinya akan ada pertimbangan dan keputusan layanan ditutup. Ini sudah pernah terjadi kan dengan beberapa KA ekonomi diluar DAOP 1 ?! Gak mungkin, sebaik2nya dan sebodoh2nya PT KA menjalankan suatu KA yang benar2 merugi dalam waktu jangka panjang. Kalau KRL Jabotabek sendiri gimana? Ya sebenarnya itung2annya sudah nutup, cumaaaan profit marginnya sangat kecil. Kalau dibanding ekspress ya jauh berkali2 lipat. Jadi alasan merugi sebenarnya sih maksudnya dengan kondisi profit margin yang sangat kecil ini: 1. sulit bagi PT KA untuk menaikkan profit marginnya di layanan kelas ini 2. potensi biaya masa mendatang karena adanya breakdown (KRL sudah semakin tua dan tidak layak) 3. adanya conflict of interset antara tekanan pemerintah sebagai regulator dan sebagai shareholder dalam hal pengadaan layanan kelas ekonomi 4. capacity stagnan, sementara mengacu poin 1 dan 2 antara risk & return tidak sepadan untuk meningkatkan capacity KRL ekonomi. 5. mengganggu layanan kelas lain, karena KRL ekonomi juga memanfaatkan kapasitas gapeka, sehingga membatasi ruang penambahan layanan KRL AC yang profit marginnya jauh lebih besar. PT KA sudah membaca situasi ini, makanya itu kenapa KRL ekonomi jadwalnya tidak ditambah atau semakin sering dibatalkan. Dan tidak ada lagi penambahan KRL ekonomi, kebanyakan malah diconvert jadi KRDE untuk DAOP-DAOP lain selain DAOP 1.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
18-04-2011, 09:41 AM
(18-04-2011, 02:11 AM)peseg5 Wrote: Kalau KRL Jabotabek sendiri gimana? Ya sebenarnya itung2annya sudah nutup, cumaaaan profit marginnya sangat kecil. Kalau dibanding ekspress ya jauh berkali2 lipat. Jadi alasan merugi sebenarnya sih maksudnya dengan kondisi profit margin yang sangat kecil ini: om peseg, bukannya eko panas itu dapat subsidi / PSO dari negara? jadi tinggal laporan saja ke boss kalo masalahnya bla bla bla, trus minta PSO nya ditambah. kecuali kalo memang boss nggak mau kasih subsidi lebih tapi nuntut supaya bisa angkut lebih banyak, ya itu namanya omong kosong.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
20-04-2011, 01:11 AM
(18-04-2011, 09:41 AM)ady_mcady Wrote: om peseg, bukannya eko panas itu dapat subsidi / PSO dari negara? jadi tinggal laporan saja ke boss kalo masalahnya bla bla bla, trus minta PSO nya ditambah. Kalo tinggal lapor, kenapa mereka tidak lakukan itu? Ya jawabannya sebenarnya mereka sudah seringkali lapor ke bosnya, tapi tidak dipenuhi permintaannya. Bosnya sudah bilang, kalo PSO mau ditambah, benerin dulu laporan keuangannya jadi transparan dan akuntabel biar jelas tuh PSO dipake buat apa aja (satu), trus pelayanannya juga benerin dulu, jangan udah dikasih PSO masyarakat masih ngedumel pelayanan (dua), kalo dua2nya dipenuhi baru deh gw tambahin PSO nya (tiga). Nah, PT KA udah jalanin poin satu dan dua yg diminta si bos belum? Ya kan belum. Malah cenderung berkilah. Lama2 kayak lingkaran setan, pelayanan jelek alesan PT KA karena PSO nya kurang. Si bos bilang, lo udah gw kasih PSO kurang2 terus, faktanya lo sendiri gak bisa tanggung jawab PSO nya dipake apa, kedua udah dikasih PSO masyarakat kok masih ngomel2 pelayanan, gimana gw mau percaya tambah PSO. Nah lho!! KRL ekonomi merugi? Kok bisa, ya bisa kalo kapasitas terisi 150% tapi yang bayar kurang dari 50%. Kalau kapasitas terisi 150% yg bayar 150% logikanya untung berlipat2. Root cause ini gak pernah diselesaikan secara tuntas dan holistik oleh PT KA. Saya sendiri sih gak heran, yang Express yg katanya subsidi ekonomi aja juga gak 100% penumpangnya bayar karcis, apalagi yg ekonomi. Ini kan dibiarkan sendiri oleh manajemen PT KA.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
20-04-2011, 11:13 PM
[spoiler]
(18-04-2011, 02:11 AM)peseg5 Wrote:[/spoiler](08-02-2011, 08:19 AM)van Baso Wrote: Ga cuma di PT. Kereta Api (Persero), hampir disemua BUMN/BUMD keadaannya seperti itu kan udah saya tulis efek kebijakannya juga kalo soal yg anda tulis, saya juga tau. tapi dikarenakan orang2 Indonesia diberikan kepintaran diatas rata2, kebanyakan malah "ngakalin" Undang2 dan peraturan yg ada Saya pribadi ga tau permasalahan yg ada di PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tp berkaca dari apa yg saya alami di perusahaan tempat saya bekerja dan di tempat teman2 saya bekerja, maka dapat diambil kesimpulan semua perusahaan plat merah sama aja
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak koleksi foto saya
05-05-2011, 08:44 PM
iya juga.. miris liatnya.. padahal klo buat ekolah ane andalkan bgt..
25-03-2012, 05:45 PM
Update terkini :
![]() Seri yang ini 6267 ACnya amat sangat tidak dingin... Kami kepanasan utk sekaliber koridor Serpong - Tn. Abang... Ironisnya... kalau saja aku naik bbrp menit sebelumnya bisa menikmati dinginnya AC di serie 7100 tuh... Sayang sekali....
namanya juga barang bekas mas....hehehe....
(25-03-2012, 05:45 PM)Dana Komuter Wrote: Update terkini : (26-03-2012, 02:46 PM)eling Wrote: namanya juga barang bekas mas....hehehe.... barang bekas ny udah lama lagi..
693-5073-893-673
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|