Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Aset ex Malang Stoomtram Maatschappij
#41
Railway Trackers Wrote:Toto
Lanjutkan kecintaan sampeyan. gue dukung deh...
ohya, gue butuh data-data tentang malang neh terutam jalur ke dampit dan tumpang coz rencananya pertengahan september 2009 kami akan mblusukan kesana. terima kasih

Pisss ahhh...
egief del haris
<!-- m --><a class="postlink" href="http://www.penelusurrelmati.wordpress.com">http://www.penelusurrelmati.wordpress.com</a><!-- m -->

Jalurnya gampang ditelusuri, kecuali Gdlegi-KepanjenTersenyuum

Untuk Tumpang, mulai saja dari Stasiun Blimbing ke Timur karena masih ada bekas relnya termasuk Jembatan kalisari di Mangliawan...

Untuk ke Dampit, bekas rel masih bisa disusuri mulai dari Jl. kol Sugiono, malang (Gadang) ke Selatan....

Kalau saya pas ada di Malang... boleh tuh ikut jugaTersenyuum

Salam,
Reply
#42
VAN_DER_SPOOR Wrote:Jalur Gondanglegi - Kepanjen masih bisa dibaca jejaknya lewat google earth monggo dicoba, cuma syaratnya agak dipendelikki tuh fotonya.

Saya sudah coba lihat lewat Google Earth. IMHO, yang terlihat adalah jalur jalan raya Gdlegi-Kepanjen lewat Embung Bureng. Tapi jalur rel kok tak kelihatan yaaaa....?Tersenyuum
Saya sudah pernah secara langsung blusukan ke jalur itu Mas.... mencoba tanya sana-sini, terutama orang-orang sepuh sekitar sana.... Tapi karena keterbatasan waktu, saya belum berhasil dapat info.
Satu petunjuk, ada satu kawasan dekat jalur itu dan sejajar dengan jalur lori tebu yang dikenal sebagai Kampung Trem. Saya sudah masuk kampung itu dan saya lihat lokasinya namun belum nampak jejak jalur yang dibongkar Jepang ini. Beda dengan Dampit yang walaupun sisa rel juga banyak hilang, masih ada bekas jembatan yang terlihat.
Atau barangkali ada rekan-rekan yang bekerja di KA dan memiliki copy peta rel itu?

Salam
Reply
#43
Kapan ya... Dari Google Earth, kalo dugaan saya ndak salah jalur Gondanglegi - Kepanjen lewat pasar gondanglegi terus berbelok ke selatan sejajar dengan jalan ke pantai balekambang terus berbelok lagi ke barat, belokannya pas di pertigaaan dekat depo lori krebet. Rel sejajar dengan jalan raya yg ke arah barat terus smp ketemu jembatan yg saya curigai sbg bekas jembatan jalur gondang legi - kepanjen. Kalo dilihat kontur jalannnya spt jalur kereta. Mungkin info ini bisa membantu bro! Lok Merah Biru
Reply
#44
Kalo musim hujan dah berakhir...alangkah baiknya kalo blusukan bareng2 nyari sisa2 rel-nya...
Reply
#45
VAN_DER_SPOOR Wrote:Kapan ya... Dari Google Earth, kalo dugaan saya ndak salah jalur Gondanglegi - Kepanjen lewat pasar gondanglegi terus berbelok ke selatan sejajar dengan jalan ke pantai balekambang terus berbelok lagi ke barat, belokannya pas di pertigaaan dekat depo lori krebet. Rel sejajar dengan jalan raya yg ke arah barat terus smp ketemu jembatan yg saya curigai sbg bekas jembatan jalur gondang legi - kepanjen. Kalo dilihat kontur jalannnya spt jalur kereta. Mungkin info ini bisa membantu bro! Lok Merah Biru

Hi,hi,hi.... Coba nanti saya Google lagi....Tersenyuum Tapi pernah ada penduduk yang mengatakan bahwa jalur rel dari Stasiun GdLegi memang lewat Pasar langsung ke arah Barat (Kepanjen), yakni dugaannya melintasi Depan Kantor Kecamatan Gdlegi dan menyeberang tepat di depan BCA Gdlegi lanjut memasuki kawasan yang oleh orang-orang setempat disebut sebagai Kampung TremTersenyuum
Sedangkan yang menuju Dampit memang langsung ke Timur dan ini lebih mudah dilacak karena masih ada bekasnya. Stasiun Gd Legi ini memang dulu nampaknya st persimpangan. Ukuran bangunannya (Stasiun Gdlegi masih utuh) relatif lebih besar dari stasiun-stasiun MSM lain yang masih ada. Mungkin dulu nomer 2 terbesar setelah Malang Jagalan.

Salam,
Reply
#46
VAN_DER_SPOOR Wrote:Kapan ya... Dari Google Earth, kalo dugaan saya ndak salah jalur Gondanglegi - Kepanjen lewat pasar gondanglegi terus berbelok ke selatan sejajar dengan jalan ke pantai balekambang terus berbelok lagi ke barat, belokannya pas di pertigaaan dekat depo lori krebet. Rel sejajar dengan jalan raya yg ke arah barat terus smp ketemu jembatan yg saya curigai sbg bekas jembatan jalur gondang legi - kepanjen. Kalo dilihat kontur jalannnya spt jalur kereta. Mungkin info ini bisa membantu bro! Lok Merah Biru

Saya lihat memang seolah ada citra bekas rel yang mengarah ke selatan dulu,lalu berbelok ke Barat dan nampaknya rel tersebut berawal dari percabangan di Stasiun Gdlegi. Tapi seolah citra bekas rel memang mengarah pada jalur sejajar Jalan raya Gdlegi-Kepanjen. Hanya saja, kurang jelas apakah memang lewat sana. Di sisi lain jika kita melihat keberadaan jalan raya Gdlegi-Kepanjen yang melewati kawasan konservasi air Embung Bureng dan lokasi jalur MSM di bagian lain yang umumnya sejajar dengan jalan raya atau tidak jauh dari jalan raya, mungkin saja memang benar rel trem dulu berada tak jauh dari jalan Gdlegi-Kepanjen itu. Jadi bisa saja memang Kampung Trem yang terletak tak jauh dari jalur tersebut memang dulu merupakan lokasi rel trem.

Omong-omong Bro, jembatan yang terlihat berada di titik mana?

Salam,
Reply
#47
Kapan ya... Gini aja dari Google Earth posisi Jembatan persis di selatan Kepanjen. Satu-satunya jembatan besar di selatan Kepanjen. Kapan ya...
Reply
#48
VAN_DER_SPOOR Wrote:Kapan ya... Gini aja dari Google Earth posisi Jembatan persis di selatan Kepanjen. Satu-satunya jembatan besar di selatan Kepanjen. Kapan ya...

Begini ceritanya, Mas. Saya hari Minggu kemarin sebenarnya bisa dikatakan sudah menemukan jalur Gondanglegi-Kepanjen yang selama ini menjadi "misteri". benar petunjuk Anda bahwa belokannya di depan "emplasemen" lori Krebet. Saksi-saksi dari Gondanglegi yang bisa saya tanyai semua memiliki cerita yang sama bahwa rel dari Stasiun Gondanglegi bercabang ke Timur (Dampit) dan Barat (Kepanjen) pada titik di sekitar Pasar. Selanjutnya rel arah pasar menyusur Jl. Diponegoro, Gondanglegi dan mulai berbelok ke arah Barat Daya di depan BCA Gdlegi atau tepat di sebelah barat toko meubel Kurnia.
Selanjutnya rel mengarah terus ke barat daya memasuki wilayah Kecamatan Pagelaran. Tepat di sebelah kantor Dinas Pengairan Gondanglegi (dan ini memang terletak di dekat emplasemen lori PG Krebet), rel memasuki kawasan yang sekarang populer dengan sebutan "Kampung Trem Banjarejo". Pintu masuk Kampung trem yang dulu dilalui rel ini nampak terlihat melengkung seperti lengkungan yang lazim ditemukan pada jalur KA.
Memasuki Kampuing trem, rel mengarah ke barat hingga melewati Brongkal dan Kanigoro (di mana saya menemukan lokasi yang menurut penduduk setempat merupakan bekas stasiun, namu tidak ada bekasnya).
Dari Kanigoro, penyusuran saya lakukan terus ke Barat hingga sampai ke jembatan "Afiat" yang menghubungkan Kanigoro dan Bumiayu. Jembatan gantung yang lebarnya kurang lebih 1,5 m inilah yang merupakan bekas jembatan KA dan menyeberangi Sungai Berantas (apakah ini jembatan yang Mas Van der Spoor lihat? Namun ini bukan satu-satunya jembatan besar di selatan Kepanjen lho). Di jembatan ini masih bisa kita temukan bekas pilar jembatan aslinya berikut sebagian dari besi jembatan. Bagi railfan, nampak jelas bahwa jembatan ini bekas KA jika dilihat dari besi-besi yang menyangga jembatan tersebut,terutama yang berada pada sisi Bumiayu.
Dari Bumiayu, rel menyusur terus ke barat melewati sawah-sawah hingga memasuki kawasan Sengguruh. Di Sengguruh ini berdasarkan keterangan seorang saksi mata (Pak Usman) dulu terdapat semacam stasiun pengangkutan hasil bumi. Di Sengguruh ini pula jalur trem selanjutnya berbelok ke utara menyusuri jalanan kawasan Sanggrahan hingga menuju stasiun trem yang menurut Pak Usman terdapat di sebelah selatan Masjid jami Kepanjen. Jadi Stasiun trem dulu tidak jadi satu dengan stasiun Kepanjen milik SS. Seorang pegawai KA yang berdinas di Stasiun Singosari juga pernah bercerita pada saya bahwa Stasiun Trem Kepanjen berbeda dengan Stasiun SS. Namun itu masih perlu dicek lagi.
Demikianlah cerita penulusuran rel Gondanglegi-Kepanjen yang selama ini menjadi misteri. Untuk lebih validnya, barangkali kita perlu telusuri ulang bersama-sama lagi jika ada waktu dan mungkin perlu juga kita cross check pada pejabat yang terkait di Stasiun Kotabaru, Malang.
Dalam penulusuran ini, saya juga memotret lokasi-lokasi yang saya anggap penting. Namun karena masalah teknis, foto belum bisa saya tampilkan di sini. Meski demikian, foto bekas jembatan tram yang melintasi Sungai Berantas dan menghubungkan Bumiayu-Kanigoro dapat dilihat di:
http://www.flickr.com/photos/23392902@N05/3407891512/

Salam 35,
(&) Toto
Reply
#49
Pisss ahhh... BRAVO! keliatannya misteri sudah mulai terungkap bro! Ada misteri lagi yg perlu diungkap, bisa tak bantuin!!! Tepuk Tangan
Reply
#50
Kapan ya... Eh, omong2 ada yg punya photo2 jalur trem yg lewat tengah kota malang ndak?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)