Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
rencana membuka lagi jalur mati jateng
#1
ask nie gan


akhir" ini d koran" lokal jateng sperti suara merdeka dan jwa post

membuat brita

kalo d jawa tengah akan d aktifin laagii jalan keretanya yang uda mati

antara laen semarang demak kudus

trz

yogya magelang

Ngakak wahh
seneng bgt gwee

secara gwe anak kdus
gag pnya kendaraan kesayangan kereta api di kota

Sedih


gwe harap benr" d realisasi

dan kyaknya ini bkan lagi proyek daerah
tapi pusat

jadi gw bener bener berharap.


kalo ada info lagi bantu kasi tau dunk gan

gwe baru d sni.. maaf kalo salah....
Reply
#2
menurut http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/15/kot07.htm th 2006 sdh ada rencana.
sampe skrg mash rencana juga ya? Sakit
Reply
#3
Mungkin baru wacana. Belum rencana. Bye Bye
Reply
#4
ini ada berita yang bertentangan dengan kabar diatas. mohon para rf menanggapinya dengan arif, santun, bijaksana, dan sedapat mungkin tidak mencaci-maki narasumber seperti yang sudah-sudah.

Quote:http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...ng-Fisibel

Menghidupkan Jalur KA yang Mati, Kurang Fisibel

Semarang, CyberNews. Rencana pemerintah menghidupkan kembali sejumlah jalur kereta api (KA) antarkota di Jawa Tengah yang telah lama mati, dinilai kurang fisibel.

Pakar ekonomi Universitas Diponegoro, Prof FX Sugiyanto berpandangan, pemerintah Jateng harus menunda kebijakan penghidupan kembali jalur KA antarkota karena tidak layak secara teknis dan ekonomis. "Daripada untuk membangun sarana dan prasarana kereta api, kan lebih baik membangun tol atau menyediakan bus yang lebih nyaman. Ini lebih hemat dan efektif mengurangi kepadatan lalu lintas," tutur dia.

Meski begitu, penghidupan jalur KA tersebut akan menjadi efektif dan efisien jika sasarannya yakni pariwisata, bukan transportasi massal. Pasalnya, dari sisi ekonomi, bisa dirasakan langsung oleh daerah setempat karena secara signifikan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Tapi tetap dengan catatan, digarap dengan serius dan menggunakan manajemen yang profesional," imbuhnya.

Dikatakan, kasus penghentian operasi KA Banyubiru akibat sepi penumpang, jangan sampai terjadi lagi saat penghidupan sejumlah jalur KA nantinya. "Akan percuma jika pemda sudah mengeluarkan duit banyak tapi tidak memberi masukan kas daerah," kata dia.

Sementara Pakar sosial budaya Undip, Prof Mudjahirin Thohir mengharuskan adanya kajian untuk menjawab beberapa pertanyaan. Diantaranya, siapa sasaran konsumen KA jalur baru nantinya, berapa biaya yang harus dibayar konsumen sesuai pelayanan yang diberikan, apakah penglaju atau masyarakat umum, serta apakah ada angkutan umum ke berbagai arah untuk mengangkut penumpang KA selepas turun dari stasiun terutama pada pagi dan malam hari jika sasarannya penglaju.

Jika biaya KA lebih mahal daripada kendaraan pribadi, efektivitas waktu tidak memenuhi, dan beberapa pertanyaan lain di atas tidak terjawab, maka kebijakan penghidupan jalur baru KA yang telah mati, patut ditinjau ulang.

"Sebab, jawabannya sudah jelas, orang tak akan tertarik naik KA itu dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena lebih mobile. Pemerintah harus sampai berpikir bahwa masyarakat sekarang rasional dan tak akan tertarik dengan hal yang unpredictible," tutur dia.

Mungkin, saat awal peluncuran KA jalur baru itu, akan banyak warga yang tertarik, tetapi dalam waktu yang singkat, KA akan sepi, karena peluncuran itu sekadar menjadi ajang coba-coba masyarakat terhadap "produk" transportasi baru yang dikeluarkan pemerintah. "Kalau begini, upaya menghidupkan jalur KA yang mati, jelas tidak fisibel," imbuhnya.

Mudjahirin mengharuskan Pemprov bekerja sama dengan pihak lain seperti pemerinatah kota/kabupaten setempat dan pengusaha angkutan, terutama perihal tersedianya angkutan kota yang nyaman dan murah. Sebab, para penumpang KA jalur baru nantinya, pasti mencari hal itu karena tidak mungkin mereka harus terus naik taksi. "Itu kan tergolong prestise yang dilakukan sekali-kali, tidak setiap hari," jelasnya.

( Hadziq Jauhary / CN27 / JBSM )





"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#5
Kalo membaca komentar dari para pakar dalam artikel di atas, sebenarnya lebih dikarenakan kebiasaan dari masyarakat kita yang pengennya tu langsung ada hasilnya, seperti yang biasanya diharapkan oleh para pengambil keputusan di negara ini (ambil cpntoh aja kaya Naturalisasi pemain bola), padahal sebenarnya itu kan cuma solusi jangka pendek.
yang kedua, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pengelola dari perjalanan kereta ini tampaknya kurang begitu greget dalam mempromosikan produk2 nya, ambil contoh aja beberapa produk KA (baik lokal maupun jarak jauh) yang cuma seumur jagung, kemudian adanya tiket promo. Dari omong-omong dengan beberapa orang, sebagian besar hanya sebatas mengetahui.

mungkin alangkah bijaknya jika semuanya dipikirkan dengan matang, karena kalo menurut saya pembangunan jalan tol dan infrastruktur pendukung jalan, malah akan cenderung memacu masyarakat seolah-olah berlomba2 untuk membeli kendaraan pribadi (dimana sekarang proses kepemilikan semakin mudah) dan nanti imbasnya kepada pemakaian BBM yang semaikn besar.
jadi alangkah baiknya kalo antara Ditjen di bawah Kementerian Perhubungan harus saling berkoordinasi untuk membangkitkan sarana angkutan umum dengan menggabungkan kedua mode transportasi darat. Misalnya untuk jalur2 potensial, bisa dikembangkan jalur kereta api, dan kemudian dipadu dengan moda transportasi bus ketika sampai di tujuan.

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#6
di daop 6 yk jg ada rencana penghidupan jalur yk-palbapang pada tahun lalu, tapi blm tau apa akan terealisasi atau tdk .... Bingung
Reply
#7
(19-04-2011, 10:30 PM)ady_mcady Wrote: ini ada berita yang bertentangan dengan kabar diatas. mohon para rf menanggapinya dengan arif, santun, bijaksana, dan sedapat mungkin tidak mencaci-maki narasumber seperti yang sudah-sudah.

Quote:http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...ng-Fisibel

Menghidupkan Jalur KA yang Mati, Kurang Fisibel

Semarang, CyberNews. Rencana pemerintah menghidupkan kembali sejumlah jalur kereta api (KA) antarkota di Jawa Tengah yang telah lama mati, dinilai kurang fisibel.

Pakar ekonomi Universitas Diponegoro, Prof FX Sugiyanto berpandangan, pemerintah Jateng harus menunda kebijakan penghidupan kembali jalur KA antarkota karena tidak layak secara teknis dan ekonomis. "(1) Daripada untuk membangun sarana dan prasarana kereta api, kan lebih baik membangun tol atau menyediakan bus yang lebih nyaman. Ini lebih hemat dan efektif mengurangi kepadatan lalu lintas," tutur dia.

Meski begitu, penghidupan jalur KA tersebut akan menjadi efektif dan efisien jika sasarannya yakni pariwisata, bukan transportasi massal. Pasalnya, dari sisi ekonomi, bisa dirasakan langsung oleh daerah setempat karena secara signifikan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Tapi tetap dengan catatan, digarap dengan serius dan menggunakan manajemen yang profesional," imbuhnya.

Dikatakan, (2) kasus penghentian operasi KA Banyubiru akibat sepi penumpang, jangan sampai terjadi lagi saat penghidupan sejumlah jalur KA nantinya. "Akan percuma jika pemda sudah mengeluarkan duit banyak tapi tidak memberi masukan kas daerah," kata dia.

Sementara Pakar sosial budaya Undip, Prof Mudjahirin Thohir mengharuskan adanya kajian untuk menjawab beberapa pertanyaan. Diantaranya, siapa sasaran konsumen KA jalur baru nantinya, berapa biaya yang harus dibayar konsumen sesuai pelayanan yang diberikan, apakah penglaju atau masyarakat umum, serta apakah ada angkutan umum ke berbagai arah untuk mengangkut penumpang KA selepas turun dari stasiun terutama pada pagi dan malam hari jika sasarannya penglaju.

Jika biaya KA lebih mahal daripada kendaraan pribadi, efektivitas waktu tidak memenuhi, dan beberapa pertanyaan lain di atas tidak terjawab, maka kebijakan penghidupan jalur baru KA yang telah mati, patut ditinjau ulang.

"Sebab, jawabannya sudah jelas, (3) orang tak akan tertarik naik KA itu dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena lebih mobile. Pemerintah harus sampai berpikir bahwa masyarakat sekarang rasional dan tak akan tertarik dengan hal yang unpredictible," tutur dia.

Mungkin, saat awal peluncuran KA jalur baru itu, akan banyak warga yang tertarik, tetapi dalam waktu yang singkat, KA akan sepi, karena peluncuran itu sekadar menjadi ajang coba-coba masyarakat terhadap "produk" transportasi baru yang dikeluarkan pemerintah. "Kalau begini, upaya menghidupkan jalur KA yang mati, jelas tidak fisibel," imbuhnya.

Mudjahirin mengharuskan Pemprov bekerja sama dengan pihak lain seperti pemerinatah kota/kabupaten setempat dan pengusaha angkutan, terutama perihal tersedianya (4) angkutan kota yang nyaman dan murah. Sebab, para penumpang KA jalur baru nantinya, pasti mencari hal itu karena tidak mungkin mereka harus terus naik taksi. "Itu kan tergolong prestise yang dilakukan sekali-kali, tidak setiap hari," jelasnya.

( Hadziq Jauhary / CN27 / JBSM )

(1) lalu lintas di tol mungkin lancar, tapi apakah dirinya tidak belajar dari kasus tol cipularang dan dampaknya terhadap kemacetan yang gila2 di bandung??? apakah dirinya berharap semarang/yogya akan dilanda kemacetan gila2an yang sama, padahal sekarang aja kalo macet di 2 kota itu udah nyebelin betul!!!

(2) (2) banyubiru menurut saya emang ga terlalu meyakinkan, soalnya lewat jalur sepi tapi tarip bisnis, sedangkan pengalihan jalur awalnya ke sragen jadi ke jogja lebih banyak untuk mbantu prameks di lintas solo-yogya, tapi untuk jalur semarang-magelang jogja atau semarang-rembang/purwodadi/blora yang udah padat banget kaya gitu kan lebih bagus bebannya dilimpahkan ke rel yang lebih massif

(3) orang terpaksa menggunakan mobil pribadi, daripada kereta yang ngaret atau angkot yang sumpek atau bis antarkota yang ugal2an, pemerintah harusnya rasional juga dengan penerapan regulasi (aturan mah udah banyak, pelaksanaannya....)

(4) coba tebak, moda apakah yang paling pas dengan kriteria ini???


maaf, bukan sok tau, cuma ngeluarin uneg2 aja, mohon koreksinya....
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]

Reply
#8
para provesor2 td kan hanya berpendapat..
aq yakin mereka belom melakukan riset..pendapat tadi bisa dibantah sebenernya..
mungkin juga provesor2 td juga bukan pengguna kereta api..

Wooooyy Wooooyy

[Image: 1hdkwk.jpg]
VISIT DAOP 4 SEMARANG
Reply
#9
wah


percma profesor" skolah tinggi tapi g melakukan riset asl comment

swt

tapi
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...-Jalur-KA-
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...ih-Efisien

juga membuat gwe Berharap banget......

Sad

katanya jga dana dari pemerintah pusat
jadi mgkin aja d realisasi
dan
stasiun kudus jga mulae d ksongkan

ya moga aja harapan gag jadi harapann belaka

dari pada bangun jalan tol

mendg bangun ka...

hehehe


Reply
#10
Saya sangat setuju sekali sehingga saya sudah suka rencana ini. Usul aja...klo di pantura timur jateng...pake railbus aja ky model SK-WNG. Trus klo PWT-Wonosobo...pke BB204 yg di Padang daripada disana banyak yg mangkrak coz jalunya bergerigi CMIIW. Ao klo Inka bikin KRD (I/E) yg pke gerigi malah bagus.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)