Posts: 477
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
4
(09-05-2011, 12:30 AM)raditiya Wrote: (08-05-2011, 07:23 PM)cc 204 18 Wrote: ngmng2 si muttim bkal pnya pesaing baru,
aq dengar Lapter Rogojampi sdh memakai F-50 bwt prjlnan BWG-SUB
kapasitasnya 30 penumpang,
sepertinya susah untuk transportasi udara untuk menyaingi KA di Daop IX.
1. masyarakat setempat lebih familiar dengan transportasi KA dibanding udara.
2. Frekuensi perjalanan KA lebih intens.
3. Tarif KA lebih terjangkau.
4. Sarana dan Prasarana bandara setempat yg kurang memadai.
Hal ini juga bisa dilihat di daerah Jember. Walaupun ada bandara, namun tranportasi KA tetap melaju
Kalo pesawat terlalu mahal untuk dijangkau oleh masyarakat DAOP IX, lagipula pesawat juga untuk orang yang sangat dikejar waktu... Kalau niat ke SB hanya untuk rekreasi ya KA masih jadi transportasi terbaik...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Posts: 744
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
5
Semoga PT.KAI lebih meningkatkan pelayanan, dengan adanya lapter di Banyuwangi, meskipun penumpang yang diangkut tidak banyak, tetapi tetap berpengaruh pada okupansinya suatu masa mendatang. Banyuwangi punya potensi besar di pariwisata dan pertaniannya.
Posts: 744
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
5
Taspat dibeberapa petak masih dibawah 50 km/jam, penyebabnya bantalannya masih campuran beton+kayu+besi, jalur lintas timur berkelok-kelok penuh tanjakan.
Posts: 716
Threads: 0
Joined: Mar 2011
Reputation:
5
KA Mutiara Timur ini trmsk KA yg sering yg membawa bule ya
umumnya turun di PB dan BWI,
Prnh naik eksa di KA ini, trnyata ada rombongan bule yg mau ke Bali, beberapa diantaranya mngkn RF
Yg WNI di grbong itu cuma 6 orang !!! trmsuk sya
rasanya bukan miliknya Indonesia kereta ini
LAGI BOYONGAN DARI DAOP IX KE DAOP VIII . . . .
Posts: 744
Threads: 0
Joined: Apr 2011
Reputation:
5
Petak Kalisat-Sempolan 30 km/jam,salah satunya. Hm, mungkin salah ketik pernyataan di atas, penumpang yang pake pesawat tidak terlalu banyak, karena sekarang masih pesawat kapasitas kecil, dengar-dengar pake foker? Mohon koreksi. Tapi suatu masa mendatang siapa yang bisa meramalkan perkembangan Banyuwangi?