Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
sampai kapan sih?apa ndak buang buang sumberdaya?daripada bijitu kan 2 gerbong kalo diisi penumpang lumayan nambaj pemasukan:o
Quote:26 Mei 2011 | 18:58 wib

Ditjen Perkeretaapian Surati PT KA
Gerbong Aling-aling Dianggap Membahayakan

Bandung, CyberNews. Kebijakan PT KA memberlakukan gerbong kosong sebagai aling-aling di belakang lokomotif dan ujung rangkaian pasca tabrakan KA di Langen, Banjar, Januari lalu ternyata ditentang Ditjen Perkeretaapian. Alih-alih memberikan barikade kepada penumpang seandainya terjadi kembali kecelakaan, langkah itudianggap malah membahayakan keselamatan perjalanan KA.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwi Atmoko seusai acara Rakor Penyidik PNS Perkeretaapian di Bandung, Kamis (25/5).

"Karena pernah kejadian sambungan lepas akibat goncangan dalam perjalanan; karena perbedaan beban muatan antara gerbong aling-aling yang kosong, harus menarik gerbong yang penuh penumpang di belakangnya ketika ditarik lokomotif," jelasnya.

Menurut Hermanto, kondisi tersebut sudah banyak dikeluhkan masinis. Istilah mereka, laju rangkaian menjadi tidak mulus karena terasa nyendal-nyendal selama perjalanan.

Dalam kaitan itu, Ditjen Perkeretaapian telah melayangkan tiga kali surat keberatan atas kebijakan operator plat merah tersebut. Surat yang ketiga baru akan dilayangkan pekan ini ke PT KA. Sampai kemarin, berdasarkan informasi yang diperoleh, kebijakan gerbong aling-aling itu masih diberlakukan PT KA dalam operasional rangkaian perjalanannya.

Temuan lain Direktorat Keselamatan Ditjen Perkeretaapian, gerbong yang digunakan sebagai aling-aling ternyata di antaranya kereta penumpang yang sudah berusia tua terutama di rangkaian KA kelas ekonomi. Secara kelaikan, gerbong itu dipertanyakan.

Lebih jauh, penggunaan gerbong K-3 juga mengubah peruntukannya. Seharusnya, gerbong itu dipakai sebagai angkutan penumpang bukan malah dikosongkan.

Ditjen Perkeretaapian menyatakan perubahan penggunaan gerbong K-3 menjadi aling-aling, atau gerbong barang sebenarnya tidak dilarang. Hanya saja, itu harus sesuai aturan dan tidak bisa seenaknya.

Perubahan spesifikasi gerbong tersebut seperti diatur UU Perkeretaapian, harus mendapat izin Menteri Perhubungan tentu setelah melalui pengujian teknis. "Kalau tidak sampai dilewati proses tersebut, bisa dipidanakan. Ada konsekuensi hukumnya. Direksi PT KA yang kena kalau sampai nekat, karena tidak laik," tandasnya.

SUMBER
(26-05-2011, 07:39 PM)proJT26 Wrote:
Quote:26 Mei 2011 | 18:58 wib

Ditjen Perkeretaapian Surati PT KA
Gerbong Aling-aling Dianggap Membahayakan

Bandung, CyberNews. Kebijakan PT KA memberlakukan gerbong kosong sebagai aling-aling di belakang lokomotif dan ujung rangkaian pasca tabrakan KA di Langen, Banjar, Januari lalu ternyata ditentang Ditjen Perkeretaapian. Alih-alih memberikan barikade kepada penumpang seandainya terjadi kembali kecelakaan, langkah itudianggap malah membahayakan keselamatan perjalanan KA.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwi Atmoko seusai acara Rakor Penyidik PNS Perkeretaapian di Bandung, Kamis (25/5).

"Karena pernah kejadian sambungan lepas akibat goncangan dalam perjalanan; karena perbedaan beban muatan antara gerbong aling-aling yang kosong, harus menarik gerbong yang penuh penumpang di belakangnya ketika ditarik lokomotif," jelasnya.

Menurut Hermanto, kondisi tersebut sudah banyak dikeluhkan masinis. Istilah mereka, laju rangkaian menjadi tidak mulus karena terasa nyendal-nyendal selama perjalanan.

Dalam kaitan itu, Ditjen Perkeretaapian telah melayangkan tiga kali surat keberatan atas kebijakan operator plat merah tersebut. Surat yang ketiga baru akan dilayangkan pekan ini ke PT KA. Sampai kemarin, berdasarkan informasi yang diperoleh, kebijakan gerbong aling-aling itu masih diberlakukan PT KA dalam operasional rangkaian perjalanannya.

Temuan lain Direktorat Keselamatan Ditjen Perkeretaapian, gerbong yang digunakan sebagai aling-aling ternyata di antaranya kereta penumpang yang sudah berusia tua terutama di rangkaian KA kelas ekonomi. Secara kelaikan, gerbong itu dipertanyakan.

Lebih jauh, penggunaan gerbong K-3 juga mengubah peruntukannya. Seharusnya, gerbong itu dipakai sebagai angkutan penumpang bukan malah dikosongkan.

Ditjen Perkeretaapian menyatakan perubahan penggunaan gerbong K-3 menjadi aling-aling, atau gerbong barang sebenarnya tidak dilarang. Hanya saja, itu harus sesuai aturan dan tidak bisa seenaknya.

Perubahan spesifikasi gerbong tersebut seperti diatur UU Perkeretaapian, harus mendapat izin Menteri Perhubungan tentu setelah melalui pengujian teknis. "Kalau tidak sampai dilewati proses tersebut, bisa dipidanakan. Ada konsekuensi hukumnya. Direksi PT KA yang kena kalau sampai nekat, karena tidak laik," tandasnya.

SUMBER

Bingung Lo, kok saling bertentangan? Antara PTKA dengan Ditjen Perhubungan?? Bingung
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu
Saya pikir ini kebijakan Dirjen KA, nggak tahunya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri tho. Berharap semoga era aling-aling akan segera berakhir. Kapan ya...

[Image: spammingsj0.gif]
(26-05-2011, 07:39 PM)proJT26 Wrote: Gerbong Aling-aling Dianggap Membahayakan

.................................
"Karena pernah kejadian sambungan lepas akibat goncangan dalam perjalanan; karena perbedaan beban muatan antara gerbong aling-aling yang kosong, harus menarik gerbong yang penuh penumpang di belakangnya ketika ditarik lokomotif," jelasnya.

.........................
Sekarang masalah ini rupanya tidak hanya menjadi MOMOK besar-besaran bagi masyarakat saja tetapi mass juga ikut merasakannya..................BetheBethe
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Tokyu 
Oh ya, kenapa tidak dibuat kereta khusus aling-aling aja, bentuknya kayak gerbong pasar tapi dibuat tanpa pintu dan jendela
BTW,ada ide yang lebih parah lagi nih:
"Sumber Berita"

Koran Tempo 27 Mei 2011

[Image: kt27.jpg]

HeranBethe
Idenya Ditjen Perkeretaapian tuh

Mohon jangan reply ini, mari kita
Back on Topic
Kalau sudah ada threadnya bisa dipisah, monggo
Depok Express
Pak Hermanto Dwiatmoko itu kalau nggak salah yang buat sistem penomoroan loko dna gerbong yang baru itu yah? Kalau menurut saya, kebijakan gerbong aling-aling itu benar-benar paranoid, apalagi sebentar lagi mau lebaran. Saya nggak bisa membayangkan keributan seperti apa yang bakal terjadi....
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
(28-05-2011, 11:35 AM)paul_foxdemon Wrote: Pak Hermanto Dwiatmoko itu kalau nggak salah yang buat sistem penomoroan loko dna gerbong yang baru itu yah? Kalau menurut saya, kebijakan gerbong aling-aling itu benar-benar paranoid, apalagi sebentar lagi mau lebaran. Saya nggak bisa membayangkan keributan seperti apa yang bakal terjadi....

loh iya ya... Bethe
Jatinegara Station

[Image: 250540_1708989935374_1556859165_31288388_7805684_n.jpg]



Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)