Jalur Boyolali-Kartosuro kemungkinan dibongkar pada masa Jepang. Sehingga sangat sulit ditemui bekas-bekasnya. Kalau Kartosuro-Purwosari masih ada beberapa bekasnya.
Jalan raya Solo-Boyolali baru-baru ini sudah selesai dilakukan pelebaran jalan, sehingga bekas jalur KA sudah menjadi jalan aspal. Rencana menghidupkan jalur ini jika memakai jalur lama akan sangat sulit dilakukan.
Dari peta jaman Belanda (maps.kit.nl) bisa ditelusuri bekas jalur ini:
![[Image: 6123849311_bfee31cf53_b.jpg]](http://farm7.static.flickr.com/6186/6123849311_bfee31cf53_b.jpg)
Jalur antara halte/stasiun Gembongan (lingkaran biru kiri) dan stasiun Purwosari (lingkarang biru kanan) melewati daerah Pabelan dan Jajar. Jalur ini dahulu merupakan milik NIS.
![[Image: 6123777173_bd54e94025_b.jpg]](http://farm7.static.flickr.com/6184/6123777173_bd54e94025_b.jpg)
Peta jalur KA di daerah Kartosuro dengan percabangan di Halte/Stasiun Gembongan (lingkaran biru bawah) menuju Pabrik Gula Colomadu (lingkaran biru atas). Di peta ini Gembongan tertulis H (Halte) dan juga St (Stasiun). Di peta ini tidak disebutkan adanya Stasiun Kartosuro. Perkiraan saya jika memang ada stasiun Kartosuro, bekas stasiun ini sekarang ada di areal sekitar bekas terminal bus lama.
![[Image: 6123484597_b2a234127f_b.jpg]](http://farm7.static.flickr.com/6089/6123484597_b2a234127f_b.jpg)
Stasiun setelah Gembongan ke arah Boyolali adalah Stasiun Bangak (lingkaran biru kanan). Letak Stasiun ini unik karena tidak terletak di jalur utama tapi setelah percabangan. Stasiun Bangak kemungkinan adalah pertemuan antara jalur 1067 dan jalur lori (di peta tertulis decauville) untuk pengumpan barang.
Pada peta di atas juga terdapat Halte Banyudono. Sebelum pelebaran jalan yang telah selesai baru-baru ini, (kemungkinan) bekas jalur KA antara Halte Banyudono dan Sta. Bangak terletak lebih rendah dari jalan raya dan sempat dipakai untuk jalur lambat sampai dengan pertigaan Pengging (lingkaran merah pada gambar di bawah). Pada waktu proses pelebaran jalan, jalur lambat diurug +/-150cm untuk menyesuaikan tingginya dengan jalur utama.
![[Image: 6123484551_00ace771cc_b.jpg]](http://farm7.static.flickr.com/6077/6123484551_00ace771cc_b.jpg)
Halte Banyudono terletak setelah Stasiun Bangak.
Setelah pertigaan Pengging (lingkaran merah), rel menyeberang jalan raya dan terletak di utaranya. Dari Pertigaan Pengging sampai masuk Kota Boyolali jalur KA sudah menjadi jalan aspal setelah dilakukan pelebaran jalan yang telah dilaksanakan beberapa tahun lalu.
![[Image: 6123533539_65763e3658_b.jpg]](http://farm7.static.flickr.com/6199/6123533539_65763e3658_b.jpg)
Letak Stasiun Boyolali (lingkaran biru). Jalur dari arah timur kemudian berbelok menuju barat daya sekarang menjadi jalan raya yang merupakan jalur bus dari arah Solo menuju terminal Boyolali. daerah bekas stasiun sudah menjadi pemukiman padat penduduk dan perkantoran. Bekas bangunan stasiun sulit ditemukan sisa-sisanya.