Mata airpun kering
tiada titik embun turun
saat itu,,,,,kemarau yang datang
hati gersang dan berdebu ......
Air sungai yang tak mampu mengalir karena memang tak ada pasokan dari hulu
tapi siapa sangaka..di musim hujan air mengalir sampai jauh.
Dasar sungai yang kering kerontang ini membuktikan bahwa ada perbedaan musim yang sangat significan benar2 ada di sini
Jembatan perkasa yang frekuensi grafik perjalanan sangan rendah , tetapi menjadi alternatif saat ada Rintang Jalan di koridor Brumbung - Kedungjati - Gundih , pernah dilintasi KA Turangga , Mutiara Selatan , Gayabaru Malam Selatan dll , tentu saja dengan taspat yang sangat rendah
Yang satu ini "
> Masih dilintasi KA Brantas , Matarmaja , Senja Malang ,Bangunkarta , Pandanwangi . KA Barang
> Pernah dilewati KA Bintang Senja , Bintang Fajar , Pandanaran , Joglosemar , KRD SMC - YK, KRD PK - SLO
> Pernah Jebol dan hanyut beberapa bulan yang lalu
> Menghubungkan Solo - Gundih - Karangsono - Telawa - Kedungjati - Tanggung - Brumbung - Semarang
dsb dsb dsb
Namanya juga masih baru , bagian bawahnya pun ngejreng habis ,
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Ternyata untuk menuruni dasar sungai ndak begitu sulit , ada fasilitas undak-undakan / tangga pada salah satu pilar beton.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Untuk sungai bagian hilirnya terlihat agak seram , air tidak mengalir tetapi malahan membentuk kedung , kubangan yang besar dengan warna hijau daun , ditambah suasana yang agak gelap.
Konon , jika ada pelangi , niscaya ada bidadari yang turun mandi di sini.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Perhatikan
pada sisi dasar pilar jembatan bagian utara terlihat penampakan para " bidadari " yang selesai mandi
Pandangan jembatan dari sisi lain
Besar , Kokoh , tak tertandingi
sayang taspatnya masih rendah
Entah kenapa berada di bawah jembatan ini bawaanya betah banget ,
Berada di tempat ini kok lebih menarik daripada di Dufan ( Ancol ) ya
;bingung:
merasa sudah cukup
naik ah ke dunia terang
Human Interest di Liputan Perjalanan
ternyata di dunia " Nyata " sudah ada para petugas yang memperbaiki jalur rel dengan cara mengangkat sedikit dan meratakan balas untuk mengurangi guncangan saat rangkaian KA melintas,