Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
Tanpa peron, akses ke semua fasilitas di stasiun gratis pula, mungkinkah? Semoga PT.KAI tetap konsisten. Optimis, serta pelayanan semakin baik.
Reply
berita ttk penghapusan karcis peron yg agak lengkap..

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Hapuskan Tiket Peron
Gregorius Magnus Finesso | Marcus Suprihadi | Kamis, 22 September 2011 | 11:53 WIB

Share:
KOMPAS.COM/M SUPRIHADI Ilustrasi
TERKAIT:

PURWOKERTO, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia akan menghapuskan penjualan tiket peron bagi para pengantar ataupun penjemput penumpang kereta. Kebijakan ini diberlakukan mulai 1 Oktober mendatang seiring penerapan sistem boarding selama masa angkutan Lebaran lalu.
Manajer Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional V Purwokerto Surono, Kamis (22/9/2011), mengatakan, setelah sukses diuji coba pada masa angkutan Lebaran, pihaknya melanjutkan kebijakan sistem boarding bagi penumpang yang akan naik kereta api di seluruh stasiun.
"Dengan sistem ini, penumpang yang telah memiliki tiket sesuai tanggal dan kereta apinya baru diperkenankan masuk ke peron satu jam sebelum keberangkatan KA," terangnya.
Penerapan sistem seperti halnya di bandara ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan penumpang dalam peron.
Para calon penumpang dari berbagai kereta api tidak akan masuk secara bersamaan. Selain itu, mereka juga tidak akan berdesakan dalam peron. Sistem ini juga dimaksudkan untuk menekan kebocoran pendapatan dari penumpang tanpa tiket (free rider).
"Dengan demikian, otomatis karcis peron tidak lagi dijual. Pengantar atau penjemput penumpang hanya diperbolehkan mengantar hingga lobi stasiun saja," kata Surono.

RF fahrizal, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jan 2011.
Reply
Sedih wah... saya turut berduka cita atas kecelakaan itu... kasian nenek" lagi Sedih... Lok Merah Biru
Reply
Senin, 26/09/2011 12:09 WIB
Dirut KAI Klaim 'Bersihkan' Pedagang Asongan di KA Ekonomi

Jakarta - Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim telah berhasil 'membersihkan' KA ekonomi dari para pedagang asongan. Saat ini tidak ada lagi pedagang asongan yang hilir mudik di dalam KA ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/9/2011).

"Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.

Untuk tahun depan, Jonan menyatakan KAI berencana untuk menambah sekitar 400 gerbong kereta baru dengan nilai sekitar Rp 300 miliar. Gerbong tersebut adalah untuk kereta barang yang kebanyakan beroperasi di Sumatera Selatan untuk mengangkut batubara.

"Sekitar 400 gerbong, kebanyakan Sumatera Selatan, buat batubara," ujarnya.

Jonan mengatakan, dana untuk pengadaan 400 gerbong baru kereta barang tersebut rencananya akan didapatkan perseroan dari pinjaman PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

SUMBER
Reply
(26-09-2011, 12:36 PM)proJT26 Wrote: [spoiler]
Senin, 26/09/2011 12:09 WIB
Dirut KAI Klaim 'Bersihkan' Pedagang Asongan di KA Ekonomi

Jakarta - Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim telah berhasil 'membersihkan' KA ekonomi dari para pedagang asongan. Saat ini tidak ada lagi pedagang asongan yang hilir mudik di dalam KA ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/9/2011).

"Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.

Untuk tahun depan, Jonan menyatakan KAI berencana untuk menambah sekitar 400 gerbong kereta baru dengan nilai sekitar Rp 300 miliar. Gerbong tersebut adalah untuk kereta barang yang kebanyakan beroperasi di Sumatera Selatan untuk mengangkut batubara.

"Sekitar 400 gerbong, kebanyakan Sumatera Selatan, buat batubara," ujarnya.

Jonan mengatakan, dana untuk pengadaan 400 gerbong baru kereta barang tersebut rencananya akan didapatkan perseroan dari pinjaman PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

SUMBER
[/spoiler]

yakin neh?
Om2 yang k-2 aja masih banyak tuh pedagang dan kawan2, ni lagi ma bersihin yang k-3...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
Quote:"Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.

SUMBER

Mudah-mudah benar adanya. Ngikik
Reply
Di armada timur masih ada ga asongannya di kelas ekonominya? Kayaknya jangan dihapuskan mutlak, karena saya sebagai pelanggan mereka, makanan asongannya sangat variasi serta barang dagangan lainnya, lebih baik mereka di bagi wilayah kerjanya, misal Sepanjang - Madiun, Madiun-Paron kosong, Paron- Jogja, dst. Berselang-seling, kadang ramai, kadang sepi, karena di restorka makanannya kurang variasi. Lebih baik yang di hapuskan pengemis, tetapi kalo bisa bekerjasama dengan Dinas Sosial agar diberdayakan. Kalo pengamen pengaturannya seperti asongan, jika pengamen yang maksa penumpang yang harus ditertibkan, serta jangan asal nyanyi, benar-benar yang menghibur walopun pake alat musik sederhana, kayaknya mereka harus ada diseleksi, utopia banget, hehehe. Mereka orang yang mau berusaha, bukan meminta. Mohon pencerahan.
Reply
(26-09-2011, 01:02 PM)pardjono Wrote:
(26-09-2011, 12:36 PM)proJT26 Wrote: "Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.

SUMBER

Mudah-mudah benar adanya. Ngikik

Maksudnya SEKARANG itu hanya khusus hari ini Ngakak besok tidak berlaku lagi, kan bilangnya Sekarang, bukan Sekarang dan seterusnya...

Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(26-09-2011, 01:11 PM)bonbon Wrote: Maksudnya SEKARANG itu hanya khusus hari ini Ngakak besok tidak berlaku lagi, kan bilangnya Sekarang, bukan Sekarang dan seterusnya ...

Pengen ngeyel juga ah .... Ngakak
Hari ini, besok, besok lusa dan seterusnya kalimat itu tetap berbunyi :
"Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.
Jadi kata "sekarang" bermakna "hari ini dan seterusnya" Mas Bonbon. Ngakak
Reply
(26-09-2011, 01:30 PM)pardjono Wrote:
(26-09-2011, 01:11 PM)bonbon Wrote: Maksudnya SEKARANG itu hanya khusus hari ini Ngakak besok tidak berlaku lagi, kan bilangnya Sekarang, bukan Sekarang dan seterusnya ...

Pengen ngeyel juga ah .... Ngakak
Hari ini, besok, besok lusa dan seterusnya kalimat itu tetap berbunyi :
"Sekarang kalau naik kereta ekonomi sudah tidak ada pedagang," ujarnya.
Jadi kata "sekarang" bermakna "hari ini dan seterusnya" Mas Bonbon. Ngakak

nanti pak dirut bisa ngeles lagi diberita selanjutnya, "kan saya bilangnya Sekarang itu pada tanggal 26 september 2011 sesuai berita tersebut, tidak ada kata Mulai dan Seterusnya di depan dan di belakang kata Sekarang, kalau sudah lewat tanggal tersebut, beritanya sudah basi, jadi tidak perlu saya bikin pernyataan lagi"...

Ngakak duh jagonya ngeles jadi inget pemimpin dki jakarta yg periode sekarang deh
Maaf loh pak dirut Ngakak
Kalo
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)