Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
#81
(23-09-2011, 06:44 PM)CC203 35 Wrote: Tapi kalau yg turun didata secara online yaa gampang juga sih.
Kayak K1 dan K2.

nah ini mungkin bisa diterapkan, tapi untuk k3 brarti harus data semua penumpang? wuih banyak banget...kasian petugasnya

(25-09-2011, 09:38 AM)dhika_railfans Wrote: kalau saya sih setuju dengan rencana PT. Kereta Api (Persero) yang membatasi jumlah pnp di dalam kereta agar lebih nyaman, namun juga perlu di pertimbangkan kembali masalah" yang bakal ada..

kalau ka eko lintas daop sih pemberlakuan 125% masih manusiawi, setidaknya 25% dialokasikan bagi pnp di tengah" lintas daop yang ingin naik,
kasian juga kalo misalkan di stasiun pemberangakatan tiket sudah terjual 100%, nasib pnp di tengah lintas bagaimana dong ? Bingung
harus gigit jari pastinya..
kalo itu terjadi, harusnya jadi ka eksekutif atau bisnis aja ya, hanya berhenti di stasiun yang di tuju..

solusi lain mungkin ya menambah jumlah armada kereta, tapi ya apa siap pemerintah menambah membayar PSOnya..

..semoga perkeretaapian kita menjadi lebih baik lagi kedepannya.. Xie Xie

setuju yang ini, harus ada alokasi untuk penumpang "dadakan" semisal yang naik dari tengah2 perjalanan...

[spoiler=tiket k3 online]
(25-09-2011, 10:17 PM)dany cristian Wrote:
(25-09-2011, 06:56 PM)enrico Wrote:
(25-09-2011, 06:50 PM)dany cristian Wrote:
(25-09-2011, 06:46 PM)enrico Wrote:
(25-09-2011, 06:24 PM)Warteg Wrote: Lha itu masalahnya bagi saya ,...
Sayakan orangnya dinamis, gak mesti dirumah, apalagi saya orang perantauan yang sering keluar kota mendadak tanpa ada perencanaan baik untuk urusan bisnis ataupun urusan keluarga.
Dan tentunya (selagi bisa dijangkau KA) selalu menggunakan KA baik K3, K2 atau bahkan K1 Ngiler

apalagi dengan kebijakan pesan 40 hari sebelum keberangkatan menurut saya terlalu lama, apalagi untuk K3, 1 minggu saja sudah cukup...

untuk K3 pemesanan maks tetap 7 hari mas...g jadi 40 hari.Bye Bye

bagus deh kalo itu Ngakak
[Image: overstappen.png]
tapi tetep aja saya susah kalo mau pulang kampung, dari semarang mau ke kebumen, kalo naek pandanwangi sih gak masalah, lha kalo dah nyampe solo yang mau mesenin karcis logawa/senja bengawan sapa?
hehe....

kalo kagak salah reservasinya juga udah online mas,,,so bisa dibeli dimana aja asal stasiunnya udah OL jg.
[/spoiler]

ini beli h-7 bisa dimana aja? atau harus dari stasiun pemberangkatan? infonya dong...
Reply
#82
memang sih kalau ada kebijkan pasti akan ada pro dan kontra . namun kalau saya sangat mendukung sekali kebijakan ini dimana akan meningkatkan standar pelayanan minimun sebagai syarat untuk menaikkan harga karcis dan kenaikkan pso dari pemerintah. sebenarnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berencana membuat nyaman semua penumpang kereta tidak hanya kereta eksekutif namun juga kelas 2 dan kelas 3. saya pikir ini sangat manusiawi karena kan sebagian besar penumpang k3 rata rata jarak jauh diatas 100 km. dan itu sangat sangat memerlukan kenyamanan .

namun memang dampak nya kita tidak bisa pergi dadakan lagi menggunakan kereta api.

solusinya menurut saya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mau tidak mau harus menambah jadwal dan jumlah rangkaian kereta misalkan kaya seperti alm parahyangan dulu dimana bisa sampai 6 - 10 perjalanan perharinya.mungkin nantinya misalkan ada progo 1 ,progo 2 ,progo 3 dst karena memang asosiasi masyarakat terhadap PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sangat rendah dimana dimata mereka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dianggap tidak pro pelayanan namun mencari laba sebesar besarnya dengan mengabaikan kenyaman penumpang kereta.

malah ada info semua pedagang tidak akan boleh naik ke atas kereta dan itu akan di terapkan tanpa pandang bulu
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#83
(26-09-2011, 02:14 PM)dedy vh Wrote: ~edited~ meningkatkan standar pelayanan minimun sebagai syarat untuk menaikkan harga karcis

Apakah bisa disimpulkan bahwa kebijakan ini adalah siasat Pemerintah dan/atau PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menaikkan harga karcis? Semoga bukan begitu.
Reply
#84
(26-09-2011, 02:33 PM)pardjono Wrote:
(26-09-2011, 02:14 PM)dedy vh Wrote: ~edited~ meningkatkan standar pelayanan minimun sebagai syarat untuk menaikkan harga karcis

Apakah bisa disimpulkan bahwa kebijakan ini adalah siasat Pemerintah dan/atau PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menaikkan harga karcis? Semoga bukan begitu.

kalo g salah kan pemerintah membatalkan kenaikan tarif K3 karena KAI belum memenuhi SPM,,so kemungkinan besar tu setelah SPM dipenuhi tarif akan naikXie Xie

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
#85
Saya khawatir kebijakan ini malah akan memicu praktek percaloan tiket KA Ekonomi dan banyaknya kambing yang naik dari Stasiun kecil...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#86
(26-09-2011, 02:14 PM)dedy vh Wrote: .........
namun memang dampak nya kita tidak bisa pergi dadakan lagi menggunakan kereta api.
.........
solusinya menurut saya PT. Kereta Api (Persero) mau tidak mau harus menambah jadwal dan jumlah rangkaian kereta misalkan kaya seperti alm parahyangan dulu dimana bisa sampai 6 - 10 perjalanan perharinya.
.........
malah ada info semua pedagang tidak akan boleh naik ke atas kereta dan itu akan di terapkan tanpa pandang bulu

>> Lha iya itu yang bikin masalah, gimana solusinya jika melakukan perjalanan estafet ??

>> Bikin Rangkaian baru saya sih SETUJU , tapi mungkin masalahnya ada pada jumlah armadanya yang terbatas

>> yang sulit adalah jika ada 'kongkalikong' antara pedagang dan pihak stasiun
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
#87
ya justru itu kang warteg bagaimana kita lihat saja realisasinya.kita jangan under estimate dulu dengan kebijakan yang akan di terapkan karena yang saya lihat dewan direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang saat ini menjabat sangat pro perubahan,mereka juga jengah dan jengkel dengan ketidak beraturan dan tidak tertibnya manajemen di lapangan. mereka pun punya niat baik menyelamatkan perusahaan tua yang sudah renta menapaki jaman dan sangat susah untuk berubah.bukan tidak mungkin jika PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat menjadi perusahaan profesional di bidang nya.ini bisa di lihat dari bermacam macam perubahan yang sedikit sedikit dapat kita lihat di lapangan misalkan fasilitas wifi gratis, toliet gratis dan e ticketing ,banyaknya armada baru seperti krl walaupun bekas dan untuk kereta jarak jauh juga mulai di remajakan dll
saya yakin ini juga bagian dari perubahan itu
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#88
tul, dengan kondisi penumpang yang terbatas (tempat duduk) tanpa ada penumpang berdiri, tidak ada lagi budaya berebutan masuk kereta karena semua pemegang tiket udah pasti ada seatnya(utamanya yg terjadi hari raya tidak terjadi lagi alias bebas tempat duduk), bisa jadi kondisi kereta malah jadi lebih terawat, tidak overload, umur pakai keretapun semakin panjang, penumpang pun lebih jauh tertib
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#89
Sebaiknya dihidupkan kembali kereta jarak pendek seperti jaman dulu, jadi kalo ada penumpang yang mau estapet bisa naik itu kereta.
Misalnya Badung - Cibatu, Cibatu - Tasik, Tasik - Banjar, Banjar - Kroya, Kroya - Kutoarjo dan seterusnya seperti Pramek dll. yang merupakan kereta Komuter.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#90
Ada sebuah penelitian (saya lupa sumbernya). Jaringan KA ekonomi yg super murah dan tidak tertib itu menjadi salah satu faktor membanjirnya urbanisasi (karena semua merasa boleh ikut). Bahkan kalau boleh saya usulkan, operasi KA dengan PSO alias KA ekonomi subsidi dibatasi dalam radius 300 km saja, sehingga jumlah urbanisasi dengan usia produktif yang non skilled tidak terlalu besar
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)