Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
(25-09-2011, 06:18 PM)pardjono Wrote: Dalam kaitannya dengan KA K3 non AC jarak jauh, untuk menaikkan citra, memang lebih murah dan mudah 'mengusir' calon penumpang daripada menyediakan sarana yang memadai. Bravo PT Kereta Api Indonesia (Persero). 
Mungkin ada rekan yang punya bocoran, kebijakan ini 'maunya' siapa ya? Regulator atau operator?
Posts: 347
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
0
Laporan gbms kmarin..di jng banyak muka2 bete coz gak dpt kartjis,di t4 lain tentunya jg bnyak yg kucewa.
okupansi overal "hampir" 100% sbagian "nyangkut" di calo n mungkin ga kjual,jd ad aja seat ksong (lumayan jumlahne penumpang yg beli dr calo).
sistem online berjalan lumayan bagus,penumpang yg turun di cirebon,ciledug dll langsung diganti dng pnumpang yg naik dr stasiun tsb & alhamdulillah yah penjatahan seat d stasiun2 kcil masi ada (jd gak full online).
dr jak-bkasi "pencitraan" amat sadis,pedagang yg ktawan ngider diusir. Lepas krawang mulai pdagang bole ngider (asyiek ga monopoli restorka).masi ada bonek naek dr pgaden,ptugas spertinya tersentuh hatinya coz pasutri tsb bwa anak kecil (alhamdulillah yah,brarti masi ad celah klo ga dpt karcis bsa mbonek,tp naeknya ga bsa dr jak-bkasi kudu dr krawang/cikampek yg manusiawi petugase)
bordes ttap rame dng penumpang yg ngadem.
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Quote:TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 416 penumpang diberangkatkan dari Stasiun Tanjungkarang via KA Rajabasa Ekspres menuju Palembang, Sabtu (1/10) pukul 08.30 WIB.
Menurut Kepala Stasiun Tanjungkarang Sanusi, jumlah penumpang itu okupasinya 74, 3 persen dari kapasitas tempat duduk 560 seat.
Artinya, semua penumpang memperoleh tempat duduk. Meski sebelumnya stasiun menyediakan tiket berdiri, kali ini tidak.
Sanusi mengatakan, mulai hari ini stasiun Tanjungkarang tidak lagi menjual tiket tanpa tempat duduk (tiket berdiri). "Sesuai keputusan PT.KAI Bandung (pusat)," ungkapnya.
Keputusan tersebut, lanjut Sanusi, tertuang dalam telegram direksi PT.KAI BD nomor d6/212 tgl 27/09/2011 tentang Pengaturan Pelayanan Penjualan dan Kapasitas Tempat Duduk.
Setiap kereta api setiap beroperasi harus dengan pintu tertutup. Selain itu, dilarang berhenti di stasiun pemberhentian yang tidak resmi. Bentuk pelayanan prima dari PT.KAI ini berlaku baik untuk KA ekonomi, bisnis dan eksekutif. (Didik)
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
Pantauan di PSE siang ini (minggu 2 oktober 2011) jam 11.30 loket penjualan sangat ramai, terdengar pengumuman berkali2 dr petugas kalo tiket KA Matarmaja telah habis, penumpang jarak menengah (cirebon, tegal dan sekitarnya) disarankan naik KA Tegal Arum. Sejumlah calo bebas berkeliaran menawarkan tiket matarmaja yg telah habis tadi.
KA Sumber Kentjono
Posts: 7,452
Threads: 0
Joined: Apr 2010
Reputation:
62
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
Posts: 1,546
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
39
(02-10-2011, 01:41 PM)Warteg Wrote: Tuh kan feeling saya benar, kebijakan ini memicu memunculkan para calo ,..  waduh percaloan kembali merajalela.....
tapi semoga saja keadaan masih tetep kondusif... soalnya tiket (apalagi K-3) itu kan barang dan isu sensitif di ibukota
jadi inget, pas musim mudik taon maren.. ane nganter sodara jam 4 pagi buat antri tiket mudik di PSE, nah begitu dibuka dan ga sampe 15 menit tiket udah ludes.. penumpang (apalagi yg rela ampe nginep) ga kebagian...mulai deh keadaan sedikit memanas... diwarnai penumpang yg menggerutu dan misuh2... ga lama kemudian, ada beberapa calo yg nawarin tiket (tanpa terlihat dia ikutan antri)... yaa namanya pnp yg marah... langsung dihajar lah itu calo....ane ikutan dunk, kan cari hiburan  untung segera diamanken petugas... kalo ngga bisa2 koit tuh calo
yg ditakutkan kejadian serupa bisa terulang.... soalnya tiket kan sekarang jadi komoditas yg "sensitif".. tapi yaaa... karna momennya ga mudik dan dalam kondisi ga bahan laper n dahaga karna puasa.... semoga ga terjadi deh keributan..."keributan loh..kalo masalah calo di bogem sih... yaaa... ane no comment dah
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Posts: 178
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
2
Penghapusan karcis peron ini sebetulnya saya tunggu2 sejak lama. Walaupun RF, saya lebih ingin stasiun jadi area yang steril dan bebas dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Bayangin aja kalo di Stasiun Gambir ada orang yang pergi sendirian tapi yang nganter sekampung. Jelas lah, peron yang cuma segede daun kelor itu penuh sama orang yang sebetulnya gak penting ada disitu. Mulai sekarang dadah-dadah cukup dari pintu masuk. Dan saya juga gak akan kecewa karena gak bisa lagi "iseng" nontonin suasana stasiun, karena saya yakin kalo ini dijalankan dengan konsisten, dampaknya akan lebih positif ketimbang sekedar memenuhi hasrat kepuasan pribadi utk ngeliat kereta.
Kedua soalan penghapusan tiket berdiri. Suatu upaya peningkatan pelayanan yang cukup nyata kenapa masih ada yang nganggap itu ketidakadilan? Bukankan dimana-mana sangat wajar terjadi "penolakan" terhadap keinginan calon customer jika memang apa yang diminta oleh customer itu sudah habis? Di sisi lain, PT. KAI juga sudah menyediakan solusi, yaitu pembelian secara on-line mulai H-7 untuk K3 dan H-40 untuk K2 dan K1. So, rencanakan perjalanan Anda. Kalo urusan mendadak? Namanya juga mendadak.. itu anomali, jadinya untung-untungan
Yang pasti semoga kebijakan berani terus dijalankan dengan konsisten. Gak ada lagi kasus kayak gini :
Quote:masi ada bonek naek dr pgaden,ptugas spertinya tersentuh hatinya coz pasutri tsb bwa anak kecil
Sikap toleran memang sangat baik. Tapi kalo sudah dibenturkan dengan aturan, budaya maklum-memaklumi dan pembiaran seperti itu jelas berakibat buruk. Paling gampang ya contoh permukiman kumuh di pinggir rel. Masyarakat dibiarin dan "dimaklumi" untuk tinggal di pinggir rel. Akibatnya? Gak usah dijelasin.
Lalu ini,
Quote:Sayang kalau tiket berdiri di PArahyangan dan Cireks dihapus. apalagi tiket bisnis parahyangan skrg ini bisa dikatakan sangat kompetitif dibanding moda angkutan lain dan sangat membantu orangg yg punya budget pas2an
Kalo memang okupansi K2 Argo Parahyangan cukup bagus, sebaiknya usulan kita ke PT. KAI adalah penambahan jumlah tempat duduk, bukan memberlakukan tiket berdiri khususon di KA itu. Betul gak?
sorry sebelum dan sesudahnya
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Posts: 249
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
3
Ane dukung keputusan ini. Biar kyk dlu lagi, KA jarak kauh walopun K3, ttp nyaman ga penuh sesak macem pasar on the rail. Klo menurut ane, mendingan te2p yg jarak jauh aja, komuter tetep dikasih tiket berdiri gpp. Masalahnya, sarana yg ada sekarang apakah dah mampu mendukung kebijakan ini yg bener2 kontradiktif sm yg sebelumnya yaitu gerbong aling2? Harusnya jumlah kereta nya jg ditambah, klo perlu trip perjalanannya ditambah yg otomatis jumlah lok yg siap operasi hrs makin banyak. CMIIW...
|