Posts: 1,158
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
8
ehm
untuk kasus PT KCJ sendiri gimana??
apa bisa dijadikan kasus dan contoh untuk perusahaan laen yg mau invest di bidan perka??
ataukah pt kcj ini digolongkan sebagai privatisasi PT KA secara ga langsung seperti kata bro Shin Muhammad di postingannya terdahulu?? mohon infone>>>>maklum nubie....xixixi,,,,
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 1,136
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
1
gmn progress pemisahaannya nih?
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya
Posts: 779
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
5
(09-10-2011, 10:51 PM)Bangunkarta Wrote: keknya mereka disamping bayar TAC tetep pengen bayar IMO juga (di satu sisi... banyak keluhan operator bahwa operator diwajibkan bayar charge track dan pembiayaan infrastruktur yang membuat pelayanan mereka menjadi ngga optimal, karena banyak alokasi anggaran yg dikeluarkan pada hal yang "katanya" seharusnya menjadi wilayah regulator).. apakah ini operator belum rela status monopoli-nya hilang???? koq sikap operator jadi kontradiktif gini???
kan kalo cuman TAC lebih enak.... alokasi dana yg selama ini untuk IMO bisa dialokasikan untuk pengembangan (R&D) dan perbaikan fasilitas secara menyeluruh pada KA KA komersial..... cuman ya harus siap, kalo ada penantang serius....
cuman koq rasanya.... aneh juga operator pertama yang telah makan asam-garam dunianya.... dan asetnya segitu besar....masa takut dengan nubie ini semua kan demi kepentingan yang lebih besar... dan demi terwujudnya profesionalisme di perkeretaapian yah inilah "keunikan" n "keunggulan" operator sarana kita mas dan akhirnya lagi2 konsumen yang jadi korban apalagi posisi konsumen di Indonesia ini tergolong sangat lemah.  
ya smoga aja dengan pemisahan itu baik KAI maupun pemerintah sadar diri dengan main jobnya masing2 deh
(10-10-2011, 09:15 AM)see_204XX Wrote: Yg jelas kalo PT. Kereta Api (Persero) tetap impas2an antara TAC & IMO tarif K1 & K2 selamanya tetep tarif dewa
kira2 kalo KAI cm kena TAC doank tarifnya bakalan turun berapa persen ya? 
ato malah tetep segitu sebagai ajang " BALAS DENDAM" n cari untung sebesar2nya
Posts: 121
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
3
(09-10-2011, 10:51 PM)Bangunkarta Wrote: keknya mereka disamping bayar TAC tetep pengen bayar IMO juga (di satu sisi... banyak keluhan operator bahwa operator diwajibkan bayar charge track dan pembiayaan infrastruktur yang membuat pelayanan mereka menjadi ngga optimal, karena banyak alokasi anggaran yg dikeluarkan pada hal yang "katanya" seharusnya menjadi wilayah regulator).. apakah ini operator belum rela status monopoli-nya hilang???? koq sikap operator jadi kontradiktif gini???
kan kalo cuman TAC lebih enak.... alokasi dana yg selama ini untuk IMO bisa dialokasikan untuk pengembangan (R&D) dan perbaikan fasilitas secara menyeluruh pada KA KA komersial..... cuman ya harus siap, kalo ada penantang serius....
cuman koq rasanya.... aneh juga operator pertama yang telah makan asam-garam dunianya.... dan asetnya segitu besar....masa takut dengan nubie ini semua kan demi kepentingan yang lebih besar... dan demi terwujudnya profesionalisme di perkeretaapian
Heheee ... cuman satu oom masalahnya ...
COMFORT ZONE ...
Itu kan masalahnya semua bumn yang bersifat monopoli ... siapa yang mau rela2 mikir keras baca buku2 literatur n kemudian implementasi perihal customer satisfaction ... lah, yang begini aja masih banyak yang mau, penumpang tetep berjubel ...
hehee ...
Kan nanti kalau penumpang lari ke moda lain tinggal bilang ... yaa bagi2 rezeki ... wkwkwkkk ...
*sama2 mantan komuter pasti faham lah oom ...
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
(09-10-2011, 10:04 PM)dany cristian Wrote: berarti nanti wacana pemisahan operator prasarana bener2 terlaksana ya om?
emank itu kayaknya syarat wajib deh biar swasta masuk jadi operator sarana
Kalau ini dibikin wajib, saya yakin calon investor swasta akan pusing dan mundur ajah.
KArena terkadang perusahaan swasta juga harus menguasai track mereka sendiri demi penyederhanaan administrasi.
Posts: 779
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
5
10-10-2011, 09:00 PM
(This post was last modified: 10-10-2011, 09:02 PM by dany cristian.)
(10-10-2011, 07:02 PM)mas_bagus_ajah Wrote: Kalau ini dibikin wajib, saya yakin calon investor swasta akan pusing dan mundur ajah.
KArena terkadang perusahaan swasta juga harus menguasai track mereka sendiri demi penyederhanaan administrasi.
lhah...koq malah mundur mas? 
bukannya kalo dibikin kaya' gt ntar sistem kerjanya mirip Angkasa pura,,so operator sarana bisa fokus ke main job nya donk mas....kalo mereka menguasai track berarti harus punya jalur sendiri donk?CMIIW
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
nanti kan jadinya kurang lebih kaya' gini mas
~ EDITED
Surabaya Post Wrote:Pengaturan operasional tersebut sekaligus meminimalisir terjadinya monopoli rute oleh satu operator saja. â€Pada jam sibuk akan kami atur seadil mungkin, sehingga tidak ada yang dirugikan. Misalnya, Pramex beroperasi 4 kali pada jam 07.00-08.00 WIB, nanti akan kami bagi dua oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan dua operator lainnya, setelah itu mungkin selang satu jam masing-masing operator bisa mengoperasikan keretanya,†terang dia.
Posts: 2,477
Threads: 0
Joined: Jul 2010
Reputation:
25
Quote:[spoiler=Bisnis Kereta Api Ditawarkan ke Swasta!]
BANDUNG - Pemerintah berencana membuka peluang swasta masuk ke bisnis perkeretaapian nasional. Salah satunya melalui upaya menawarkan rute kereta api gemuk kepada pihak swasta, untuk menciptakan persaingan layanan dengan operator tunggal PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, Tundjung Inderawan, mengatakan keterlibatan pihak swasta dalam mengelola jalur kereta api diharapkan dapat menciptakan persaingan untuk memberikan layanan prima bagi konsumen. “Kami dari pemerintah menawarkan kepada investor kalau ada yang tertarik menjadi operator kereta api di semua jalur yang ada,†katanya, kemarin.
Sejauh ini, lanjut dia, beberapa pihak memang sudah menyatakan minatnya untuk ikut mengelola sarana kereta api di Indonesia, namun belum ada pengajuan resmi yang diterima pemerintah. Dia menjelaskan, dengan adanya pesaing PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator nantinya, akan berdampak pada persaingan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
Setelah itu, katanya, masyarakat berperan menentukan operator mana yang lebih baik, sehingga operator terpacu untuk meningkatkan pelayanan yang semakin kompetitif.
Tundjung mencontohkan, ketika regulasi diperbolehkannya pihak asing menjual BBM di Indonesia, pengelola SPBU lokal termotivasi untuk meningkatkan pelayanan, padahal sebelum itu kondisi pelayanan SPBU cukup memprihatinkan. “Kami berharap nantinya ada persaingan pelayanan secara sehat,†jelas dia.
Dari seluruh rute kereta api di Jawa dan Sumatra, Tundjung menilai rute Kutoarjo-Solo yang selama ini dilayani oleh kereta Prambanan Expres (Pramex), menjadi jalur gemuk yang bisa ditawarkan kepada investor.
“Tapi jalur mana yang nantinya akan dikelola, kami serahkan sepenuhnya kepada investor. Kalau berminat silahkan ajukan, dan kami akan membuatkan pilot projectnya dan dipantau oleh task force,†tukas dia.
Kebijakan tersebut membuat slot perjalanan kereta api yang selama ini didominasi oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), terpaksa dipangkas. Mekanisme operasional antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan investor akan diatur pemerintah melalui grafik perjalanan kereta api (Gapeka) sehingga tidak ada satu pihak yang dirugikan.
Pengaturan operasional tersebut sekaligus meminimalisir terjadinya monopoli rute oleh satu operator saja. â€Pada jam sibuk akan kami atur seadil mungkin, sehingga tidak ada yang dirugikan. Misalnya, Pramex beroperasi 4 kali pada jam 07.00-08.00 WIB, nanti akan kami bagi dua oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan dua operator lainnya, setelah itu mungkin selang satu jam masing-masing operator bisa mengoperasikan keretanya,†terang dia.
Selama ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memang memonopoli arus lalu lintas kereta api di Jawa dan Sumatra, namun PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki anak perusahaan yang mengelola KRL Jabodetabek, serta akan mengoperasikan kereta bandara hasil joint venture dengan PT Angkasa Pura II. [/spoiler]
Posts: 249
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
3
Sebenarnya ane setuju untuk KA2 non ekonomi biar PTKAI lbh kompetitif dg moda lain coz di KA sendiri ada persaingan antar operator tapi u/ KA ekonomi dan pengangkut kebutuhan pokok ttp dikelola PTKAI dan pemerintah (pusat ato daerah) dlm bentuk perusahaan jawatan (perjan) yg lebih mengedepankan pelayanan umum dan menekan biaya distribusi barang yg dampaknya harga jual bahan pokok dapat ditekan. FYI..sebenarnya operator KA penumpang di Indonesia skrg bkn cuma PTKAI tp pemerintah daerah jg ikut menyediakan layanan KA penumpang seperti railbus STA-WNG yg dikelola pemkot surakarta & railbus PL yg dikelola pemkot palembang. CMIIW...
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
Quote:BUMD DKI Jakarta incar bisnis KA listrik
Senin, 25 Juli 2011 | 12:42 WIB
JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mengucurkan dana untuk badan usaha milik daerah sehingga berperan langsung dalam pengelolaan operasional kereta api rel listrik Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Kementrian Perhubungan dan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian terkait dengan rencana keikut sertaannya dalam pengoperasian KRL Jabodetabek.
“Kami sedang mempersiapkan badan usaha milik daerah yang akan berperan dalam pengoperasian kereta api dengan memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi di bidang perkereta apian di Jabodetabek,†katanya di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta tidak berhenti untuk terus melakukan pendekatan kepada pihak Kementriaan Koorinator Bidang Perekonomian agar segera menerbitkan suatu keputusan yang diperlukan bagi pengoperasian kereta api.
Sementara itu, Asisten Perekonomian Sekdaprov DKI Jakarta Hasan Basri mengatakan ketertarikan pemprov bergerak di bidang perkereta apian itu bukan semata-mata bertujuan mencari keuntungan, tetapi meningkatkan kualitas pelayanan transportasi masal berbasis rel tersebut.
“Investasi kami tidak untuk mencari keuntungan semata, tetapi kami mengusahakan agar semua jenis transportasi ada dan bisa bekerja secara baik melanyani warga Jakarta dan daerah sekitar,†ujarnya.
Hasan mengaku belum dapat menjelaskan mengenai berapa total investasi yang disediakan karena masih harus dibahas dengan pihak Kementriaan Koordinator Bidang Perekonomian, terutama bidang yang mana.
Menurutnya peluang yang bisa didanai Pemprov DKI Jakarta meliputi antara lain rangkaian kereta api, stasiun, persilangan jalan dan rel serta pembangunan uderpas dan flyover di bawah rel kereta api. (arh)
sumber: http://www.bisnis.com/articles/bumd-dki-...ka-listrik
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
|