Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling
setiap akhir rangkaian? berarti setiap mau brgkt harus dipindah dan dilangsir dahulu? Bingung
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

(18-10-2011, 10:26 PM)Warteg Wrote: Tapi ventilasi atas dan ventilasi samping (tepat diatas jendela) masih ada kan Gembira

Eh? Ngakak still, saya masih mikir, apa gak kepanasan? Demi mendapatkan tempat yang luas sampe harus begitu. Hahahaha ....

(18-10-2011, 10:45 PM)evolution_inside Wrote: Gerbong aling-aling sekarang tampaknya hanya di taruh di rangkaian KA paling akhir kalau di perhatikan, sebagai gerbong aling2 sekarang digunakan BP, atau B yang berfungsi sebagai layanan expedisi, K2 yang ada masalah tehnis maka di jadikan aling2 dengan ditutupi lapisan almunium foil di tiap kaca yang berfungsi sebagai penanda bahwa itu rangkaian dines dan mengurangi penyusupan pnp lewat pintu dan jendela, informasi terakhir untuk K3 atau kelas ekonomi gerbong aling2nya tidak boleh menggunakan rangkaian k3 karena itu di subsidi pemerintah jadi kalo mau ada aling2 ya pake B atau k2.

(18-10-2011, 10:50 PM)Warteg Wrote: Oh gak boleh pakai aling-aling K3 tho,Heran
Pantesan KA 175/176 selalu pakai aling-aling K2 dan atau B

Yup. Sepanjang penglihatan saya, aling-alingnya adalah K2 yang dibuntetin pintu dan jendelanya gitu Dan hanya ada di rangkaian paling akhir. Sekalinya aling-aling bukan K2, malah gerbong barang warna ijo yang sama sekali gak matching dengan warna rangkaian di depannya itu Ngakak

(19-10-2011, 12:58 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: setiap akhir rangkaian? berarti setiap mau brgkt harus dipindah dan dilangsir dahulu? Bingung

Nah lo, saya baru nyadar. Berarti apa aling-aling ini harus "diseret" kesana kemari dulu sebelum berangkat ya? Misalnya saat Brantas dari Jakarta yang di Kediri dan mau berangkat lagi ke Jakarta ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
kapan ya aling-aling bakal mengakhiri riwayatnya ... ?
Mudah-mudahan menteri perhubungan yang baru melahirkan kebijakan baru untuk menghilangkan gerbong aling-aling
terakhir sabtu 15/10/11 sy lihat pasundan di St Leles GAAnya 1 kereta B ex K2 dijadiin buat ngangkut barang dr St Leles ke arah timur. sedangkan dibelakang Lok g ada GAAnya.
TRAVEL WARNING TRAIN DANGEROUSLY exotic VEHICLE

[Image: 2euifjl.jpg]
Kalau dimukak Lok dikasih gerbong yang redndah jadi masinis tidak terganggu dan dibuat dari besi yang lunak supaya kalau ada PLH tidak brenti2 tiba2 gimana? Tapi musti bikin dulu tu problemnya
atau gak bikin atau built in loko yang seperti BB 201. cuman konskuensinya jarak pandang mass berkurang
Selalu dihati, dinanti, dan dicintai...
sekedar mengenang Kereta aling2
Jadi nggak indah yah


[Image: cimg0477d.jpg]


Uploaded with ImageShack.us

terkesan amburadul
sory mau tanya, keknya dah ketinggalan berita sepur indo banyak banget..
apakah sampai sekarang kebijakan kereta aling-aling (depan-belakang) masih diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero)?? lantas kalau masih kenapa waktu bulan Juli 2011 saat saya pulang ke Jogja kmrn smpt melihat KA 6 Golis kereta paling belakang adalah K1-5?? Heran

terima kasih sebelumnya Xie Xie

[Image: berlin-innen-1.jpg]
menurut pendapat saya: kebijakan menggunakan aling-aling adalah sesuatu hal yang konyol??? karena akan menambah beban biaya perawatan sarana
jika dipandang kebijakan menggunakan gerbong laing-aling sama dengan halnya dengan "jika seseorang sakit gigi otomatis sakit kepala juga kan?, nah tetapi bukan giginya di perbaiki (dicabut/ditambal) agar tidak sakit lagi, tetapi malah minum obat sakit kepala....ya tetep aja sakit gigi?????nah kebijakan aling-aling itu bermaksud jika ada kecelakaan (PLH) untuk menekan jumlah korban jiwa yang tewas tetapi tidak memberi solusi agar kecelakaan tidak terulang lagi??? jika kereta/gerbong yang kosong otomatis tinggi permukaan coupler (alat perangkai) pasti berbeda, nah ini dimungkinkan terjadi lepasnya sambungan antar kereta jika permukaan jalan rel yang sangat ekstrim tingginya kecuali menggunakan tight lock coupler dimana tidak ada gerakan vertikal????
7 Januari 2012, saya lihat, di KA Sancaka masih ada aling-aling. Tetapi di beberapa DAOP lain, aling-aling sudah diganti dengan B eks K2, contohnya Mutiara Timur dan Tawang Alun, bahkan ada yang dihapus sama sekali, misalnya Matarmaja dan Senja Kediri, yaitu aling-alingnya adalah Kereta Bagasi yang benar-benar diisi barang paket.
Blog|Flickr|FB

[Image: P22Y3t]
Argo Unyu


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)