Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
(17-11-2011, 12:28 PM)dedy vh Wrote: memang dan rencana PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ke depannya seperti itu ! akan menambah jumlah armada, maka nya saat ini yang di kebut prasarananya dahulu yaitu double track lintas selatan dahulu baru kemudian lintas utara. kalau saat ini lalu lintasnya sudah jenuh

hmmmm...gitu yah...
mungkin lebih baik..membuat sarana dan prasaran dahulu,trus menyiapkannya,kalo sudah siap...baru menerapkan kebijakan2 yang sekarang ini...Xie Xie
INDONESIA dan Soerabaia tidak akan pernah mati didalam hatiku

my pictures at http://www.flickr.com/photos/34328266@N07/


Visit us at LIMA MATA PHOTOGRAPHY
Reply
Tadi sore, 23 Nov ' 2011, mendapat tiket ini,
ada tulisannya berdiri , sepertinya untuk tahun 2011,
karena mendapatkan juga, tiket yang lain dengan cap 2011.


[Image: Berdiri02.jpg]
Reply
18112011 pukul 06.58

PAP Stasiun BKS mengumumkan bahwa Stasiun tidak melayani lagi penjualan tiket untuk KA 162 hari itu (tgl 18) dikarenakan TD sudah habis

Penumpang diberi alternatif 7122
693-5073-893-673
Reply
Quote:[spoiler=PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Minta Maaf Soal Antrian Penumpang]

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta minta maaf kepada calon penumpang jika masih terjadi keterlambatan pelayanan penjualan tiket. Keterlambatan disebabkan ada perubahan system dari Online Ticketing menuju sistem baru atau Rail Ticketing System.

Proses perubahan sistem penjualan tiket ini mulai dilakukan secara bertahap mulai November 2011 dan pengoperasionalannya akan dilakukan secara penuh pada 1 Desember 2012.

“Sistem baru yang dilakukan agar terjadi peningkatan pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Hanya saja petugas masih menyesuaikan dengan program yang baru”, kata Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Senin (28/11).

Ia mengatakan, di Stasiun Tugu Yogyakarta, antrian terjadi sebab hanya dibuka tiga loket. Loket lain yang tutup sebab tak ada petugas yang berjaga lantaran harus berbagi tugas di ruang reservasi bagian selatan sebagian di bagian utara.

“Masukan dari masyarakat tetap kami terima, selanjutnya akan dijadikan masukan agar antrian yang terlalu panjang tak selalu terjadi”, ujarnya.
[/spoiler]
Reply
Tante ane juga korban kebijkan ini karena nggak tahu, udh jauh2 dari Soekaraja ke Stasiun Purwokerto, ternyata nggak ada tiket, langsung balik badan pulang, hari berikutnya naik bus buat ke rumah sayah

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seharusnya menambah jumlah kereta per rangkaian, bisa 2-3 kereta yg untuk di jual pas hari pemberangkatan, yg 8-10 gerbong terserah dah online dan bisa di pesen 40 hari sebelumnya, bisa di ambil dari K2 di downgrade jadi K3, daripada jadi kereta bagasi atau aling-aling

Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
Quote:[spoiler=Pedagang Asongan Boleh Berjualan, Asal Sesuai Aturan.]

Kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang melarang pedagang asongan untuk naik ke atas KA, banyak ditanggapi secara pro dan kontra. Pada intinya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak melarang para pedagang asongan untuk berjualan di area stasiun. Namun harus sesuai dengan peruntukan dan aturan, dimana mereka tidak diperkenankan naik ke atas kereta, apalagi sampai ikut pada stasiun berikutnya. Kebijakan ini diambil bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa KA.

Hal ini disampaikan oleh Vice President (VP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Sinung T. N. saat menerima perwakilan Paguyuban Pedagang Asongan Kereta Api Cilacap dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Cilacap di Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Selasa (29/11). Dalam pertemuan ini, Sinung menegaskan bahwa para pedagang asongan masih memiliki kesempatan untuk berjualan, tetapi hanya berada di bawah KA. “Sebagai contoh, para pedagang asongan di Yogyakarta serta di Cipeundeuy yang berjualan di luar. Kami menginginkan ketertiban seperti itu, dan kami tidak menghilangkan serta melarang, hanya ketertiban pelayanan,” tutur Sinung.

“Jika pelayanan bagus, penumpang akan semakin ramai, dan pedagang asongan pun masih bisa berjualan,” tambahnya. Senada dengan Sinung, Manager External Relations, Sukendar Mulya mengutarakan bila selama beberapa tahun terakhir ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang mengalami perubahan, demi kemajuan semua. “Kebijakan mengenai pelarangan pedagang asongan yang naik ke atas kereta merupakan amanat dari undang-undang no. 23 tahun 2007 mengenai perkeretaapian dan Permenhub yang mengatur tentang standar pelayanan minimum (SPM),” tegas Sukendar.

Masih dalam kesempatan yang sama, Manager Corporate Image Care, Agus Komarudin meminta kepada seluruh pedagang asongan untuk bisa memahami kebijakan yang diambil oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pengguna jasa KA. “Karena penumpang KA kelas ekonomi juga perlu diperlakukan sama untuk diberikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan,” terang Agus.

Sedangkan Koordinator Paguyuban Pedagang Asongan Sidareja, Tono Saryono, menyampaikan keberatannya terhadap apa yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), karena dirasakan sangat merugikan mereka. Dikarenakan penghasilannya sebagian besar berasal dari berjualan di atas KA.
[/spoiler]
Reply
saya setuju dengan kebijakan ini, sekarang naek KA ekonomi jd agak lega dan pasti bisa duduk...
dan trima kasih krna trauma naek KA ekonomi yg tidak manusiawi udah ilang.
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
Reply
(01-12-2011, 01:31 PM)Iksan derailment Wrote: saya setuju dengan kebijakan ini, sekarang naek KA ekonomi jd agak lega dan pasti bisa duduk...
dan trima kasih krna trauma naek KA ekonomi yg tidak manusiawi udah ilang.

Jangankan k-2 om, yang k-2 aja sampai saat ini masih banyak yang jualannya daripada penumpangnya.Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(30-11-2011, 06:26 PM)pardjono Wrote:
Quote:[spoiler=Pedagang Asongan Boleh Berjualan, Asal Sesuai Aturan.]

Kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang melarang pedagang asongan untuk naik ke atas KA, banyak ditanggapi secara pro dan kontra. Pada intinya, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak melarang para pedagang asongan untuk berjualan di area stasiun. Namun harus sesuai dengan peruntukan dan aturan, dimana mereka tidak diperkenankan naik ke atas kereta, apalagi sampai ikut pada stasiun berikutnya. Kebijakan ini diambil bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa KA.

Hal ini disampaikan oleh Vice President (VP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Sinung T. N. saat menerima perwakilan Paguyuban Pedagang Asongan Kereta Api Cilacap dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Cilacap di Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Selasa (29/11). Dalam pertemuan ini, Sinung menegaskan bahwa para pedagang asongan masih memiliki kesempatan untuk berjualan, tetapi hanya berada di bawah KA. “Sebagai contoh, para pedagang asongan di Yogyakarta serta di Cipeundeuy yang berjualan di luar. Kami menginginkan ketertiban seperti itu, dan kami tidak menghilangkan serta melarang, hanya ketertiban pelayanan,” tutur Sinung.

“Jika pelayanan bagus, penumpang akan semakin ramai, dan pedagang asongan pun masih bisa berjualan,” tambahnya. Senada dengan Sinung, Manager External Relations, Sukendar Mulya mengutarakan bila selama beberapa tahun terakhir ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang mengalami perubahan, demi kemajuan semua. “Kebijakan mengenai pelarangan pedagang asongan yang naik ke atas kereta merupakan amanat dari undang-undang no. 23 tahun 2007 mengenai perkeretaapian dan Permenhub yang mengatur tentang standar pelayanan minimum (SPM),” tegas Sukendar.

Masih dalam kesempatan yang sama, Manager Corporate Image Care, Agus Komarudin meminta kepada seluruh pedagang asongan untuk bisa memahami kebijakan yang diambil oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pengguna jasa KA. “Karena penumpang KA kelas ekonomi juga perlu diperlakukan sama untuk diberikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan,” terang Agus.

Sedangkan Koordinator Paguyuban Pedagang Asongan Sidareja, Tono Saryono, menyampaikan keberatannya terhadap apa yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero), karena dirasakan sangat merugikan mereka. Dikarenakan penghasilannya sebagian besar berasal dari berjualan di atas KA.
[/spoiler]


[Image: fd_5.gif] gue demen neh
ekonomi doank?trus yg kelas bisnis gmn?Bingung
Reply
Quote:[spoiler=Layanan Reservasi Tiket KA Stasiun Tugu Memprihatinkan]


[Image: 1846522620X310.jpg]
Layanan reservasi tiket kereta api di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Sabtu (3/12/2011).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mulai Oktober 2011, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pembenahan internal berupa sertifikasi sejumlah sarana dan prasarana perkeretaapian, salah satunya stasiun kereta api. Stasiun Kereta Api Tugu, Yogyakarta, menjadi salah satu stasiun yang disertifikasi.

Namun demikian, bisa dilihat layanan pemesanan/reservasi tiket di Stasiun Tugu, Sabtu (3/12/2011) masih amburadul. Untuk mendapatkan tiket saja penumpang harus antre berjam-jam.

Dari enam loket yang tersedia, hanya tiga loket yang dibuka dengan petugas yang melayani. Karena tempat duduk di ruang tunggu terbatas, banyak pembeli tiket atau calon penumpang terpaksa duduk di lantai.
[/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)