Poll: Apakah Kereta Api harus dibenahi sehingga dapat bersaing dengan pesawat udara?
You do not have permission to vote in this poll.
Ya.. jangan mau kalah dengan pesawat udara
90.00%
18 90.00%
Jangan.. biarlah seperti ini
5.00%
1 5.00%
nggak tau ah.. nggak ikutan
5.00%
1 5.00%
Total 20 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kritik, saran dan penemuan penting untuk PT. KAI (Persero)
#81
Salam Hormat kepada seluruh civitas P.T Kereta Api Indonesia (PERSERO)

Segala system yg dibuat adalah untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan untuk pelanggan pengguna jasa kereta api, khusunya pembelian tiket. Saya berdomisili di gantar Indramayu. hampir setiap hari banyak sekali masyarakat yang menggunakan jasa kereta api TEGAL ARUM untuk pergi ke JAKARTA. Namun, sudah hampir 3 Bulan ini, Penjualan karcis di Loket Haurgeulis telah dimonopoli oleh Calo-Calo yang tidak bertanggung jawab. Banyak pelanggan termasuk saya harus membeli karcis 2 minggu sebelum berangkat itupun dengan harga yang tidak normal Rp 25.000 (dari Harga Aslinya Rp.13.000). Banyak Pelanggan yang telah melaporkan kejadian ini namun, tidak ada tindakan lebih lanjut dari PT PERSERO. Maaf sebelumnya, Kita semua tau negara ini demokrasi, namun jika banyak orang yang mencoba menghancurkan system demokrasi untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain maka hukum UUD lah yang bicara..Tolong ditindak lanjuti keluhan pelanggan..jangan hanya menyediakan layanan keluhan pelanggan namun tidak ditindak lanjuti..Percuma...Kami tunggu tindak lanjutnya karena ini sangat merugikan!!..SALAM
[Image: overstappen.png]
Pagi ini saya mengantar anak-anak liburan ke rumah nenek mereka di Serua, Ciputat, Tangsel. Dari Haurgeulis, Indramayu kami naik kereta api ekonomi Tegal Arum menuju stasiun Jatinegara, Jakarta. Nyaman juga naik kereta ekonomi sejak 1 Oktober 2011 ini, karena tiket yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk, sehingga secara resmi tidak ada penumpang yang berdiri. Perjalanan menjadi jauh lebih nyaman daripada sebelum-sebelumnya.

Namun, kondisi kenyamanan ini (baca: tiket yang terbatas) ternyata dengan licik di-”manfaat”-kan oknum petugas stasiun (yang saya amati di stasiun Haurgeulis, Indramayu) untuk mengambil keuntungan lebih dari penumpang. Berikut modusnya:

Tiket normal tujuan Jakarta resminya dijual di loket seharga Rp 13.000. Tapi, kalau kita tidak membeli dengan uang pas, biasanya “tidak ada kembalian” sehingga harga tiket menjadi Rp 15.000.
Tiket ekonomi yang katanya (menurut spanduk yang dipajang di stasiun) dapat dipesan 7 hari sebelum keberangkatan, hanya bisa dipesan 5 hari sebelum keberangkatan, alasannya: sistem di komputer hanya bisa digunakan untuk memesan 5 hari sebelumnya. Itu pun sering dikatakan “habis”.
Anehnya, pada hari-H keberangkatan beberapa orang yang biasa “berkeliaran” di sekitar stasiun (seperti tukang parkir, tukang asongan, bahkan ada yang berseragam Dephub) berubah menjadi “calo” dan menawarkan kepada calon penumpang yang belum punya tiket untuk membeli dari mereka. Harganya? Rp 25.000/lembar ! Penumpang yang kepepet akhirnya mengalah dan membeli tiket yang harganya dua kali lipat harga normal itu, karena menurut petugas loket tiket sudah habis terjual.
Lebih aneh lagi, ketika calon penumpang sudah sepakat membeli tiket yang harganya dua kali lipat itu, dan menyerahkan uangnya, si “calo” bergegas masuk ke loket (kemudian terdengar suara printer seperti mencetak tiket) lalu keluar membawa tiket. Loh? sepertinya “calo”-nya tidak cukup modal ya, tiketnya bukan dibeli terlebih dahulu pakai uang mereka, tetapi ….. apakah ada “permainan” dengan oknum petugas stasiun? Wallahu a’lam….

Wah wah wah, saya prihatin sekali, ternyata budaya “korupsi”, atau memanfaatkan kesusahan orang lain untuk mengambil keuntungan pribadi bukan hanya milik “orang-orang besar” di kota saja, tapi sudah mulai masuk kampung. Jadi, korupsi pun kini sudah masuk kampung.

Mudah-mudahan, anak istri mereka yang diberi makan dari uang “rejeki nomplok tersebut” tidak ikut kebagian dosanya.

Apakah kondisi ini hanya terjadi di Haurgeulis saja? Anda punya pengalaman lain? Silakan di-share ya …..(SUMBER : http://blog.alfisatria.com/kenyamanan-na...asiun.html )
[Image: overstappen.png]
HARAP DIBACAA DAN DI TANGANI!!! KARENA TELAH BANYAK PELANGGAN YANG MENJADI KORBAN AKAN HAL INI!!
Reply
#82
(20-12-2011, 11:49 AM)kurt.awank Wrote: [spoiler]Salam Hormat kepada seluruh civitas P.T Kereta Api Indonesia (PERSERO)

Segala system yg dibuat adalah untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan untuk pelanggan pengguna jasa kereta api, khusunya pembelian tiket. Saya berdomisili di gantar Indramayu. hampir setiap hari banyak sekali masyarakat yang menggunakan jasa kereta api TEGAL ARUM untuk pergi ke JAKARTA. Namun, sudah hampir 3 Bulan ini, Penjualan karcis di Loket Haurgeulis telah dimonopoli oleh Calo-Calo yang tidak bertanggung jawab. Banyak pelanggan termasuk saya harus membeli karcis 2 minggu sebelum berangkat itupun dengan harga yang tidak normal Rp 25.000 (dari Harga Aslinya Rp.13.000). Banyak Pelanggan yang telah melaporkan kejadian ini namun, tidak ada tindakan lebih lanjut dari PT PERSERO. Maaf sebelumnya, Kita semua tau negara ini demokrasi, namun jika banyak orang yang mencoba menghancurkan system demokrasi untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain maka hukum UUD lah yang bicara..Tolong ditindak lanjuti keluhan pelanggan..jangan hanya menyediakan layanan keluhan pelanggan namun tidak ditindak lanjuti..Percuma...Kami tunggu tindak lanjutnya karena ini sangat merugikan!!..SALAM
Pagi ini saya mengantar anak-anak liburan ke rumah nenek mereka di Serua, Ciputat, Tangsel. Dari Haurgeulis, Indramayu kami naik kereta api ekonomi Tegal Arum menuju stasiun Jatinegara, Jakarta. Nyaman juga naik kereta ekonomi sejak 1 Oktober 2011 ini, karena tiket yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk, sehingga secara resmi tidak ada penumpang yang berdiri. Perjalanan menjadi jauh lebih nyaman daripada sebelum-sebelumnya.

Namun, kondisi kenyamanan ini (baca: tiket yang terbatas) ternyata dengan licik di-”manfaat”-kan oknum petugas stasiun (yang saya amati di stasiun Haurgeulis, Indramayu) untuk mengambil keuntungan lebih dari penumpang. Berikut modusnya:

Tiket normal tujuan Jakarta resminya dijual di loket seharga Rp 13.000. Tapi, kalau kita tidak membeli dengan uang pas, biasanya “tidak ada kembalian” sehingga harga tiket menjadi Rp 15.000.
Tiket ekonomi yang katanya (menurut spanduk yang dipajang di stasiun) dapat dipesan 7 hari sebelum keberangkatan, hanya bisa dipesan 5 hari sebelum keberangkatan, alasannya: sistem di komputer hanya bisa digunakan untuk memesan 5 hari sebelumnya. Itu pun sering dikatakan “habis”.
Anehnya, pada hari-H keberangkatan beberapa orang yang biasa “berkeliaran” di sekitar stasiun (seperti tukang parkir, tukang asongan, bahkan ada yang berseragam Dephub) berubah menjadi “calo” dan menawarkan kepada calon penumpang yang belum punya tiket untuk membeli dari mereka. Harganya? Rp 25.000/lembar ! Penumpang yang kepepet akhirnya mengalah dan membeli tiket yang harganya dua kali lipat harga normal itu, karena menurut petugas loket tiket sudah habis terjual.
Lebih aneh lagi, ketika calon penumpang sudah sepakat membeli tiket yang harganya dua kali lipat itu, dan menyerahkan uangnya, si “calo” bergegas masuk ke loket (kemudian terdengar suara printer seperti mencetak tiket) lalu keluar membawa tiket. Loh? sepertinya “calo”-nya tidak cukup modal ya, tiketnya bukan dibeli terlebih dahulu pakai uang mereka, tetapi ….. apakah ada “permainan” dengan oknum petugas stasiun? Wallahu a’lam….

Wah wah wah, saya prihatin sekali, ternyata budaya “korupsi”, atau memanfaatkan kesusahan orang lain untuk mengambil keuntungan pribadi bukan hanya milik “orang-orang besar” di kota saja, tapi sudah mulai masuk kampung. Jadi, korupsi pun kini sudah masuk kampung.

Mudah-mudahan, anak istri mereka yang diberi makan dari uang “rejeki nomplok tersebut” tidak ikut kebagian dosanya.

Apakah kondisi ini hanya terjadi di Haurgeulis saja? Anda punya pengalaman lain? Silakan di-share ya …..(SUMBER : http://blog.alfisatria.com/kenyamanan-na...asiun.html )

HARAP DIBACAA DAN DI TANGANI!!! KARENA TELAH BANYAK PELANGGAN YANG MENJADI KORBAN AKAN HAL INI!![/spoiler]

Wah baru tau saya ada juga ya calo yang begini...
Wah bener2 kacau ya calo di haurgelis....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#83
saya melihat sekarang lagi tren pemasangan lampu tambahan di interior k1 satwa seperti BK, sembrani dan gumarang.. lampu tsb diletakkan di tengah2 sepanjang plafon sehingga bikin suasana dalam kereta jadi terang benderang dan silau.. untuk BK masih mending karena lampu tsb terkadang dimatikan ketika siaran tv selesai.. namun tidak demikian untuk gumarang dan sembrani dimana sepanjang malam lampu menyala sehingga mengganggu tidur penumpang.. mohon PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mempertimbangkan lagi pemasangan dan pengoperasian lampu-lampu silau tsb agar tidak mengganggu penumpang. thanks.
KA Sumber Kentjono
Reply
#84
(21-12-2011, 10:58 AM)Joe_cn Wrote:
(20-12-2011, 11:49 AM)kurt.awank Wrote: [spoiler]Salam Hormat kepada seluruh civitas P.T Kereta Api Indonesia (PERSERO)

Segala system yg dibuat adalah untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan untuk pelanggan pengguna jasa kereta api, khusunya pembelian tiket. Saya berdomisili di gantar Indramayu. hampir setiap hari banyak sekali masyarakat yang menggunakan jasa kereta api TEGAL ARUM untuk pergi ke JAKARTA. Namun, sudah hampir 3 Bulan ini, Penjualan karcis di Loket Haurgeulis telah dimonopoli oleh Calo-Calo yang tidak bertanggung jawab. Banyak pelanggan termasuk saya harus membeli karcis 2 minggu sebelum berangkat itupun dengan harga yang tidak normal Rp 25.000 (dari Harga Aslinya Rp.13.000). Banyak Pelanggan yang telah melaporkan kejadian ini namun, tidak ada tindakan lebih lanjut dari PT PERSERO. Maaf sebelumnya, Kita semua tau negara ini demokrasi, namun jika banyak orang yang mencoba menghancurkan system demokrasi untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain maka hukum UUD lah yang bicara..Tolong ditindak lanjuti keluhan pelanggan..jangan hanya menyediakan layanan keluhan pelanggan namun tidak ditindak lanjuti..Percuma...Kami tunggu tindak lanjutnya karena ini sangat merugikan!!..SALAM
Pagi ini saya mengantar anak-anak liburan ke rumah nenek mereka di Serua, Ciputat, Tangsel. Dari Haurgeulis, Indramayu kami naik kereta api ekonomi Tegal Arum menuju stasiun Jatinegara, Jakarta. Nyaman juga naik kereta ekonomi sejak 1 Oktober 2011 ini, karena tiket yang dijual sesuai dengan jumlah tempat duduk, sehingga secara resmi tidak ada penumpang yang berdiri. Perjalanan menjadi jauh lebih nyaman daripada sebelum-sebelumnya.

Namun, kondisi kenyamanan ini (baca: tiket yang terbatas) ternyata dengan licik di-”manfaat”-kan oknum petugas stasiun (yang saya amati di stasiun Haurgeulis, Indramayu) untuk mengambil keuntungan lebih dari penumpang. Berikut modusnya:

Tiket normal tujuan Jakarta resminya dijual di loket seharga Rp 13.000. Tapi, kalau kita tidak membeli dengan uang pas, biasanya “tidak ada kembalian” sehingga harga tiket menjadi Rp 15.000.
Tiket ekonomi yang katanya (menurut spanduk yang dipajang di stasiun) dapat dipesan 7 hari sebelum keberangkatan, hanya bisa dipesan 5 hari sebelum keberangkatan, alasannya: sistem di komputer hanya bisa digunakan untuk memesan 5 hari sebelumnya. Itu pun sering dikatakan “habis”.
Anehnya, pada hari-H keberangkatan beberapa orang yang biasa “berkeliaran” di sekitar stasiun (seperti tukang parkir, tukang asongan, bahkan ada yang berseragam Dephub) berubah menjadi “calo” dan menawarkan kepada calon penumpang yang belum punya tiket untuk membeli dari mereka. Harganya? Rp 25.000/lembar ! Penumpang yang kepepet akhirnya mengalah dan membeli tiket yang harganya dua kali lipat harga normal itu, karena menurut petugas loket tiket sudah habis terjual.
Lebih aneh lagi, ketika calon penumpang sudah sepakat membeli tiket yang harganya dua kali lipat itu, dan menyerahkan uangnya, si “calo” bergegas masuk ke loket (kemudian terdengar suara printer seperti mencetak tiket) lalu keluar membawa tiket. Loh? sepertinya “calo”-nya tidak cukup modal ya, tiketnya bukan dibeli terlebih dahulu pakai uang mereka, tetapi ….. apakah ada “permainan” dengan oknum petugas stasiun? Wallahu a’lam….

Wah wah wah, saya prihatin sekali, ternyata budaya “korupsi”, atau memanfaatkan kesusahan orang lain untuk mengambil keuntungan pribadi bukan hanya milik “orang-orang besar” di kota saja, tapi sudah mulai masuk kampung. Jadi, korupsi pun kini sudah masuk kampung.

Mudah-mudahan, anak istri mereka yang diberi makan dari uang “rejeki nomplok tersebut” tidak ikut kebagian dosanya.

Apakah kondisi ini hanya terjadi di Haurgeulis saja? Anda punya pengalaman lain? Silakan di-share ya …..(SUMBER : http://blog.alfisatria.com/kenyamanan-na...asiun.html )

HARAP DIBACAA DAN DI TANGANI!!! KARENA TELAH BANYAK PELANGGAN YANG MENJADI KORBAN AKAN HAL INI!![/spoiler]

Wah baru tau saya ada juga ya calo yang begini...
Wah bener2 kacau ya calo di haurgelis....

Benar-benar negeri yg korup,....pejabat ataupun bukan pejabat sudah asik dengan uang korup.
Reply
#85
usul lg buat PT. Kereta Api Indonesia (Persero).. saat ini meskipun pemesanan k2 dan k1 sdh bisa dilakukan via agen, minimarket dan call centre, namun sebagian masyarakat msh tetap beli tiket di reservasi stasiun. pengalaman saya tiap kali pesan tiket di reservasi PSE, selalu saja antri panjang dan lama.. kondisi tsb diperparah dgn tidak dibukanya semua loket yg ada, shg antrian makin panjang dan lama.. untuk itu saya usul agar reservasi PSE dipindah ke ruangan yg lama, ruangan diperbesar, loket ditambah dan dibuat sistem karcis antrian agar calon penumpang nyaman dan tidak perlu antri sambil berdiri.. usul ini jg sbg bentuk penghargaan dan pelayanan kpd calon penumpang khususnya untuk kelas eksekutif. thanks.
KA Sumber Kentjono
Reply
#86
usul terkait kelas Eksekutif:

1. Desain Kereta Eksekutif agar tetap pada model jendela lebar dan ke depannya tidak perlu lagi dibuat eksekutif jendela kecil2... mengingat salah satu kesan naik kereta api itu adalah dengan menikmati pemandangan di kanan-kiri kereta... apalagi kalo sore/pagi, pemandangan indah. Karena menurut saya, kereta dengan jendela kecil2 seperti pesawat kurang tepat, iya kalo pesawat adalah transport udara dgn kec. tinggi dan selama perjalanan hanya melihat awan.... nah kalo kereta kan kendaraan darat dan tidak berkecepatan tinggi, sehingga tidak perlu membatasi pandangan ke luar, apalagi kalo kereta jendela kecil itu akan membuat bosan, karena perjalanan 8-12 jam hanya disuguhi hiburan ala KA TV yang menurut saya kurang bagus dan siarannya hanya itu-itu ajah.

2. Sungguh disayangkan, kereta2 eksekutif hasil retrofit kondisinya jauh lebih buruk dari kondisi aslinya, jendela kecil yang sulit ligat pemandangan, jok diganti kulit sintetis yang tidak nyaman dan keras. untuk itu, pada saat KA menjalani PA, mohon jok tetap dipertahankan model kain yg nyaman dan lebar itu, dan tetep model jendela lebar. secara jok kulit sintetis itu kan terkesan murahan dan tidak enak, seperti di pesawat, kalo Garuda kan jok nya kain dan nyaman, sementara jok kulit sintetis digunakan oleh maskapai LCC yg emang murah.

3. mengingat sekarang pengantar/penjemput susah masuk stasiun, mohon kiranya penumpang kelas Eksekutif diberikan servis bagasi cuma-cuma, misal maks 25kg atau volume tertentu yg sekiranya pantas, ketika melebihi kuota akan dikenakan charge.... hal tersebut merupakan salah satu servis tambahan kepada penumpang kelas eksekutif yg katanya adalah kelas unggulan.

4. seyogyanya ada servis tambahan di dalam kereta bagi penumpang, dulu ada tuslah dan sekarang dihilangkan sama sekali... mohon kiranya disediakan wellcome drink ajah kalo misalnya ga bisa kasih servis makan/sekedar snack, itu justru memberi kesan pelayanan tulus kepada penumpang dan memberikan ucapan selamat datang kepada penumpang yg diumpamakan sebagai "tamu" yg sudi telah berkunjung

5. Prama/prami KA bukan sebagai partner penumpang, mereka lebih kejar target jualan makanan, dan bukan sebagai person yg selalu siap ketika dibutuhkan (bukan sebagai babu ya)... padahal selayaknya pramugara/i, tugas utamanya adalah sahabat dan partner penumpang... sah-sah saja jualan makanan, tapi tidak melupakan tugas utama sebagai partner dan sahabat penumpang... nah di KA malah kebalikannya, saya pernah naek Anggrek, rec seat rusak dan AC disetel super dingin... ketika saya komplain, prama cuman lihat2 dan cuman bilang, "maaf mas, rusak" dan ketika saya bilang AC terlalu dingin, dia cuman bilang "bilang ke teknisi aja mas"... sambil selalu menyodorkan makanan... harusnya itu prama/i dididik lagi lah.... meskipun mereka bukan teknisi, mereka kan bisa melaporkan ke teknisi/manager on duty
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#87
(24-06-2012, 10:00 PM)Bangunkarta Wrote:
usul terkait kelas Eksekutif:



3. mengingat sekarang pengantar/penjemput susah masuk stasiun, mohon kiranya penumpang kelas Eksekutif diberikan servis bagasi cuma-cuma, misal maks 25kg atau volume tertentu yg sekiranya pantas, ketika melebihi kuota akan dikenakan charge.... hal tersebut merupakan salah satu servis tambahan kepada penumpang kelas eksekutif yg katanya adalah kelas unggulan.

4. seyogyanya ada servis tambahan di dalam kereta bagi penumpang, dulu ada tuslah dan sekarang dihilangkan sama sekali... mohon kiranya disediakan wellcome drink ajah kalo misalnya ga bisa kasih servis makan/sekedar snack, itu justru memberi kesan pelayanan tulus kepada penumpang dan memberikan ucapan selamat datang kepada penumpang yg diumpamakan sebagai "tamu" yg sudi telah berkunjung

5. Prama/prami KA bukan sebagai partner penumpang, mereka lebih kejar target jualan makanan, dan bukan sebagai person yg selalu siap ketika dibutuhkan (bukan sebagai babu ya)... padahal selayaknya pramugara/i, tugas utamanya adalah sahabat dan partner penumpang... sah-sah saja jualan makanan, tapi tidak melupakan tugas utama sebagai partner dan sahabat penumpang... nah di KA malah kebalikannya, saya pernah naek Anggrek, rec seat rusak dan AC disetel super dingin... ketika saya komplain, prama cuman lihat2 dan cuman bilang, "maaf mas, rusak" dan ketika saya bilang AC terlalu dingin, dia cuman bilang "bilang ke teknisi aja mas"... sambil selalu menyodorkan makanan... harusnya itu prama/i dididik lagi lah.... meskipun mereka bukan teknisi, mereka kan bisa melaporkan ke teknisi/manager on duty

usul yang sangat baik om, nomor 1 dan 2 juga contoh dari kekurangan yang ada di kereta exe...
tapi saya mau mengomentari yang nomor 3-5 saja....Xie Xie
kalo bagasi cuma2 bukannya memang tiap penumpang dijatah 20Kg ya om, nah lebih dari itu memang kena charge....
yang saya sesalkan tidak adanya fasilitas kereta dorong ato apa ya namanya seperti di bandara itu yang gunanya untuk membawa barang2 bawaan para penumpang, mestinya fasilitas itu ada khususnya buat mereka para pengguna kereta exe.
Kemudian yang masalah tuslah pun saya bingung, koq gada tuslah malah tiket tambah naek terus, mending balik lagi aja ke jaman dulu ada tuslah tapi harga tiket tetap sama....
dan yang terakhir memang kejadian itu sering sekali pak, kadang pramugara/i cuek dengan request selain makanan dari penumpang mereka terkesan cuek...
memang sepertinya mereka dididik untuk lebih ke mengejar setoran daripada service penumpang....Ngakak

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#88
(25-06-2012, 11:31 AM)Joe_cn Wrote: usul yang sangat baik om, nomor 1 dan 2 juga contoh dari kekurangan yang ada di kereta exe...
tapi saya mau mengomentari yang nomor 3-5 saja....Xie Xie
kalo bagasi cuma2 bukannya memang tiap penumpang dijatah 20Kg ya om, nah lebih dari itu memang kena charge....
yang saya sesalkan tidak adanya fasilitas kereta dorong ato apa ya namanya seperti di bandara itu yang gunanya untuk membawa barang2 bawaan para penumpang, mestinya fasilitas itu ada khususnya buat mereka para pengguna kereta exe.
Kemudian yang masalah tuslah pun saya bingung, koq gada tuslah malah tiket tambah naek terus, mending balik lagi aja ke jaman dulu ada tuslah tapi harga tiket tetap sama....
dan yang terakhir memang kejadian itu sering sekali pak, kadang pramugara/i cuek dengan request selain makanan dari penumpang mereka terkesan cuek...
memang sepertinya mereka dididik untuk lebih ke mengejar setoran daripada service penumpang....Ngakak
ya Mas Joe... yang saya tulis di No. 3 kan servis bagasi kepada penumpang, jadi kalo diterjemahkan adalah pelayanan bagasi... bukan kuota bagasi Xie Xie artinya luggage service.. yaaa pelayanan bagasi cuma2 untuk penumpang, dmn penumpang tidak harus otong2 bagasi ke kabin, tapi seperti di airlines ... bukankah itu bentuk pelayanan prima pada penumpang .... masa iya, penumpang kelas-1 yg bayarnya udah 11-12 ama pesawat ga dapet pelayanan apa2....

masalah adanya trolly di stasiun, saya sangat sepakat... itu adalah sangat membantu penumpang, sehingga kita bisa lebih santai dan leluasa

selanjutnya Toilet Stasiun, mengapa kini toilet tasiun itu masih jorok seh.... kenapa ga ada tiolet yg bersih, nyaman dan relax??? kalo misalnya ada tarif 5000 juga gapapa... kalo misal dgn tarif itu dapet toilet bersih, lega, nyaman, harum dan ada fasilitas sir panas.... mengingat perjalanan 8-11 jam dengan KA pasti capek, kalo ada kamar mandi dengan fasilitas air hangat (meskipun bayar 5-8rb) tidak masalah, dan misal 10rb dapet fasilitas bath up air panas Xie Xie ... daripada sekarang, toilet ditulis gratis, tapi ada yg jaga selalu minta bayar... dan toiletnya itu kurang higienis.... kalo ga butuh2 banget seh juga ogah ya, masih lebih bersih toilet sepur

terakhir masalah prama/i... seingat saya, pas jaman PERUMKA, prama/i itu seperti pramugara/i sebenarnya... dan mereka senantiasa sigap memberikan asistensi untuk penumpang yg butuh... bahkan ketika kereta brenti ajah, mereka turun ke peron tasiun untuik menyambut calon penumpang... nah sekarang????? prama/i sepur cuman jualan makanan, tidak nyambung ketika diartikan sebagai steward/stewardess yg mempunyai tugas sebagai partner dan sahabat penumpang..... lalu kenapa namanya prama/i, kenapa bukan sales makanan ajah... lebih pas tuh Bethe
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#89
(25-06-2012, 07:39 PM)Bangunkarta Wrote:
ya Mas Joe... yang saya tulis di No. 3 kan servis bagasi kepada penumpang, jadi kalo diterjemahkan adalah pelayanan bagasi... bukan kuota bagasi Xie Xie artinya luggage service.. yaaa pelayanan bagasi cuma2 untuk penumpang, dmn penumpang tidak harus otong2 bagasi ke kabin, tapi seperti di airlines ... bukankah itu bentuk pelayanan prima pada penumpang .... masa iya, penumpang kelas-1 yg bayarnya udah 11-12 ama pesawat ga dapet pelayanan apa2....

masalah adanya trolly di stasiun, saya sangat sepakat... itu adalah sangat membantu penumpang, sehingga kita bisa lebih santai dan leluasa

selanjutnya Toilet Stasiun, mengapa kini toilet tasiun itu masih jorok seh.... kenapa ga ada tiolet yg bersih, nyaman dan relax??? kalo misalnya ada tarif 5000 juga gapapa... kalo misal dgn tarif itu dapet toilet bersih, lega, nyaman, harum dan ada fasilitas sir panas.... mengingat perjalanan 8-11 jam dengan KA pasti capek, kalo ada kamar mandi dengan fasilitas air hangat (meskipun bayar 5-8rb) tidak masalah, dan misal 10rb dapet fasilitas bath up air panas Xie Xie ... daripada sekarang, toilet ditulis gratis, tapi ada yg jaga selalu minta bayar... dan toiletnya itu kurang higienis.... kalo ga butuh2 banget seh juga ogah ya, masih lebih bersih toilet sepur

terakhir masalah prama/i... seingat saya, pas jaman PERUMKA, prama/i itu seperti pramugara/i sebenarnya... dan mereka senantiasa sigap memberikan asistensi untuk penumpang yg butuh... bahkan ketika kereta brenti ajah, mereka turun ke peron tasiun untuik menyambut calon penumpang... nah sekarang????? prama/i sepur cuman jualan makanan, tidak nyambung ketika diartikan sebagai steward/stewardess yg mempunyai tugas sebagai partner dan sahabat penumpang..... lalu kenapa namanya prama/i, kenapa bukan sales makanan ajah... lebih pas tuh Bethe

Nah itu dia om, masalah toilet juga kadang2 jadi hal yang sensitif bagi para penumpang khususnya....
Saya kadang2 heran dengan toilet sepur ini koq ya gada bedanya toilet di k-1 dan di k-3, koq baunya gada yang beda....Ngakak
jadi selama ini kalo kita naek kereta ekse itu ya kita cuma tambah mahal buat bayar ac sama jok kali ya, tapi kadang2 ac dan jok juga suka kacau balau begitu pelayanannya, kadang terlalu dingin kadang malah hangat, maslaah jok juga kadang keras kayak batu....Bethe
Betul saya pikir diubah aja namanya, jauh banget sama kesan pramugari di pesawat ,di kereta mereka mondar mandir cuma buat nawarin makanan bukan untuk menawarkan servis tambahan ke penumpang....

tapi ya itulah PT. Kereta Api Indonesia (Persero), ga puas?silakan pindah ke moda transportasi yang lain...Ngakak

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#90
Thumbs Up 
Malam sahabat,

Saya mungkin salah satu dari para pencinta Kereta Api yang merasakan hal yang sama..
Saya sering naik kereta api jarak menengah (KA SANCAKA, KA RAJAWALI) atau jarak jauh (KA ARGO WILIS, KA TURANGGA, KA ARGO ANGGREK)

Namun, saya sungguh prihatin dengan kondisi Kereta Api saat ini. berbeda sekali dengan pesawat udara yang sangat nyaman. sekarang kereta api sudah tidak seperti dulu lagi.. Kereta Api Indonesia seakan sudah tidak mau bersaing dengan Pesawat Udara dari segi fasilitas dan sebagainya..

Saya ada saran untuk PT. KAI, semoga saran ini dapat menjadi masukan bagi PT. KAI :

1. Kereta Kelas ARGO, tolong diberi fasilitas Lunch / Dinner (Berapa sih budget untuk lunch/dinner di kereta api dibandingkan dengan keuntungan yang didapat PT. KAI? tapi sangat berguna bagi kita yang naik kereta api. dan kereta kelas EKSEKUTIF SATWA, tolong diberi fasilitas snack.

2. Stasiun dibenahi mungkin seperti bandara dimana ada fasilitas eksekutif lounge yang berlaku bagi pemegang kartu kredit tertentu. sehingga timbul kenyamanan bagi penumpang.

3. Fasilitas interior kereta api harus bisa bersaing dengan pesawat udara (dengan harga yang setara dengan pesawat udara, fasilitas interior yang diberikan sangat jauh. misalkan fasilitas kamar mandi dibenahi, kursi diberi meja untuk makan dsj.

semoga 3 saran ini sangat berguna bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memanjakan orang2 pencinta kereta api...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)