Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Sawunggalih (Sejarah, Pelayanan, Cerita)
(14-12-2011, 12:31 PM)sathyadjie Wrote:
(14-12-2011, 11:42 AM)Ambulakral Wrote: Jumat-Sabtu kmaren akhirnya bisa naek Sawunggalih lagi setelah beberapa tahun nggak naik kereta ini..

Yg disayangkan, skrg K2 udah banyak yg jendelanya diganti mika ya..jadi burem banget..nggak sebening kalo jendela kaca..Sakit
mungkin gara2 sering dilemparin mas ambul kaca2nya..
dulu waktu sekitar taun 2007,,ane sama temen ane sempet jadi korban pelemparan batu selepas sta CN arah PWT,,
waktu itu pecahan kaca jendelanya pada masuk ke baju ane sama tmen ane..bahkan temen ane kemasukan pecahan2 kecil di matanya....
Sakit

ya bener juga sih...soalnya kan kualitas kaca K2 emang gak setebel kaca K1..K1 aja bisa retak2 gitu...gimana kaca K2 yakNgiler

[Image: IMG_1585.jpg]
Reply
udah sering kaya gitu. yg lebih parah mereka dudukin kursi yg kosong yg padahal ada orng lain yg punya nomer tempat duduk itu...dan dengan santainya tidur
Patah Hati kehilangan pakuan express
Reply
(21-12-2011, 09:02 PM)bhecksdead Wrote: udah sering kaya gitu. yg lebih parah mereka dudukin kursi yg kosong yg padahal ada orng lain yg punya nomer tempat duduk itu...dan dengan santainya tidur

Umpamanya saya mengalami hal kyk gitu, orang tsb tetep saya bangunin terus saya tunjukin tiketnya. Kalo terus2an ngalah & tetep dibiarin, apa kata dunia thdp Indonesia...? Xie Xie
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
Malam ini (25/12) KA 106 Sawunggalih berstamformasi =
CC 201 XX + 5K2 + KMP2 + 2K1 + B

Langsung ngintip K1'nya, ternyata bagus banget yaa.
Kalau saya bilang, lebih bagus dari pada Argo Lawu. Padahal saya kira K1'nya biasa aja, pas ngeliat dan cek ke dalam ternyata bagus. Yaa mirip-mirip lah sama Bangunkarta.

Btw, tadi bawa K1 0 99 16 KTA dan K1 0 99 03 KTA
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
(25-12-2011, 09:50 PM)CC203 35 Wrote: Malam ini (25/12) KA 106 Sawunggalih berstamformasi =
CC 201 XX + 5K2 + KMP2 + 2K1 + B

Langsung ngintip K1'nya, ternyata bagus banget yaa.
Kalau saya bilang, lebih bagus dari pada Argo Lawu. Padahal saya kira K1'nya biasa aja, pas ngeliat dan cek ke dalam ternyata bagus. Yaa mirip-mirip lah sama Bangunkarta.

Btw, tadi bawa K1 0 99 16 KTA dan K1 0 99 03 KTA
kalo bagus banget melebihi ka lawu berarti pake pintu otomatis, meja lipat dan KATV aktif terus ya Xie Xie

Semboyan 35debaran hatiku
WAHANA DAYA PERTIWI

yen nglurug tanpo bolo ...menang tanpo ngasorake
Reply
(25-12-2011, 09:50 PM)CC203 35 Wrote: Malam ini (25/12) KA 106 Sawunggalih berstamformasi =
CC 201 XX + 5K2 + KMP2 + 2K1 + B

Langsung ngintip K1'nya, ternyata bagus banget yaa.
Kalau saya bilang, lebih bagus dari pada Argo Lawu. Padahal saya kira K1'nya biasa aja, pas ngeliat dan cek ke dalam ternyata bagus. Yaa mirip-mirip lah sama Bangunkarta.

Btw, tadi bawa K1 0 99 16 KTA dan K1 0 99 03 KTA

Berarti formasinya masih sama dengan KA 103 hari ini (28/12).

Pagi ini terpantau KA Sawunggalih Pagi melintas di petak Wonosari-Kebumen pada pukul 07:25, ditarik CC 201 83 ** PWT posisi LH membawa 1 K1 Eksis, 1 K1 Satwa, KMP2, 5 K2, dan B.

Yang Eksis itu yang K1 0 99 03 KTA bukan? Kalo benar, berarti K1 0 99 16 KTA yg livery Satwa, kalo salah ya tinggal dibalik...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
Iya, yang K1 0 99 03 itu livery Eksis dan yg K1 0 99 16 itu livery Satwa. Ke-2 K1 tersebut punya kaca besar yg melebihi K1 Argo.

Oh iya, K1 0 99 16 KTA kabarnya bekas Turangga ya ?
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
(10-06-2008, 10:01 AM)kepala_stasion Wrote:
[Image: ka-d.gif]

'Seperti dikutip dari suara pembaca detik.com'

Quote:Kepada Direksi PT Kereta Api Indonesia. Kekecewaan atas gerbong eksekutif kereta api sawunggalih.

Kejadian ini terjadi pada perjalanan Kebumen-Jakarta Minggu malam tanggal 8/9 juni 2008. Saya memilih gerbong eksekutif Kereta Api Sawunggalih dengan pertimbangan adalah suasana yang nyaman dan layanan yang lebih baik. Meskipun untuk itu saya harus mengganti harga tiket hampir dua kali lebih mahal daripada tiket kelas bisnis.

Harga tiket untuk gerbong eksekutif adalah sebesar Rp 130.000. Sedangkan harga tiket kelas bisnis adalah Rp 70.000. Cukup besar perbedaannya bukan?

Dengan harga sebesar itu saya berekspektasi akan mendapatkan kursi reclining seat yang nyaman, ruangan ber-AC, kursi yang lebih lega, toilet lebih bersih, dan tentunya ruang jalan yang kosong dari tiket berdiri sehingga lebih mudah untuk akses ke toilet. Dengan demikian saya akan lebih segar sekembalinya di Jakarta nanti karena langsung berangkat kerja.

Tapi apa yang saya dapatkan?

Kekecewaan saya yang pertama adalah kursi reclining yang tidak dapat ditegakan. Kursi tersebut sudah saya usahakan sesuai prosedur untuk ditegakkan yaitu memencet tombol untuk mengwmbalikan posisi sandaran. Dan, saya sempat minta tolong kepada awak kereta untuk membetulkan karena selain tidak nyaman juga mengganggu penumpang di belakang saya.

Si awak kereta hanya berusaha sedikit akan tetapi tetap tidak berhasil dan dengan ringannya menjawab, "maaf, Pak, kursinya rusak" tanpa ada usaha lain. Saya tetap meminta untuk dibetulkan. Akan tetapi dia tetap menjawab sudah rusak dan tidak bisa dibetulkan.

Kemudian akhirnya dengan diajar oleh Omm saya yang kebetulan pulang bareng kursi tersebut dapat ditegakkan. Hanya dengan menarik pengait di bawah kursi. Saya sungguh kecewa atas ketidakprofesionalan awak kereta yang dengan mudahnya bilang kursi rusak tanpa usaha lain apa pun. Padahal untuk membetulkan alangkah mudahnya bagi yang lebih tahu. Apakah awak kereta tidak diajari hal-hal semacam itu? Foto kursi saya lampirkan.

Kekecewaan kedua. Setelah melewati stasiun Purwokerto satu persatu ada penumpang yang masuk ke gerbong eksekutif meskipun kursi telah penuh. Mereka menggelar koran di sepanjang jalan gerbong. Whats? Kereta eksekutif ada tiket berdirinya?

Saya yang sudah dongkol dari awal perjalanan semakin jengkel saja. Hampir sepanjang jalan dalam gerbong penuh akan penumpang yang tidur menggelar koran. Sebagian besar penumpang adalah pemuda pria dengan potongan rambut cepak dengan postur yang gagah. Saya tidak menuduh itu adalah oknum TNI atau POLRI. Tapi, ada yang menggunakan jaket dengan tulisan Lantamal dan tas Marinir, serta sepatu PDL yang tinggi itu.

Akses ke toilet semakin susah. Bahkan Omm saya harus berusaha keras untuk ke toilet karena kaki beliau sedang terserang asam urat. Untuk melangkah yang lebar tinggi melangkahi orang-orang yang tidur di lantai akan sangat kesakitan.

Rasa jengkel semakin menjadi-jadi ketika sehabis Cirebon ada Bapak Kondektur yang terhormat membangunkan satu per satu penumpang tersebut dan menerima uang sekedar untuk membolehkan mereka menumpang di situ. Terakhir saya dengar bahwa awak kereta termasuk Kondektur kereta katanya ketakutan karena si penumpang gelap adalah oknum aparat. Tapi, kok masih mau menarik duit juga? Kalau memang takut kok berani-beraninya minta duit?

Dan karena jumlah penumpang yang mengisi gerbong eksekutif semakin banyak maka AC gerbong tidak mampu lagi mendinginkannya. Ruangan menjadi semakin pengap.

Dalam hal ini saya merasa dirugikan. Bahkan, seluruh penumpang dengan tiket resmi Rp 130.000 yang hampir dua kali lipat dengan harga tiket kelas bisnis. Pada waktu saya memotret ada beberapa orang juga yang memotret dengan menggunakan telepon genggam, dan ada yang mengacungkan jempol pada saya karena mungkin mengira saya wartawan dengan kamera DSLR.

Saya tidak habis pikir apakah pihak PT Kereta Api (Persero) tetap membiarkan oknum kondektur yang masih mepertahankan cara-cara lama untuk menambah pemasukannya. Padahal kondisi tersebut sangat merugikan penumpang yang menggunakan tiket resmi kelas eksekutif. Apalah bedanya kelas eksekutif dengan kelas bisnis? Dengan harga 2 kali lipat.

Mungkin saya akan bertoleransi apabila penumpang tanpa tiket tersebut ada dalam ruanga restorasi atau ruangan pembangkit yang memang merupakan ruangan milik awak kereta karena mungkin tidak setiap orang mempunyai rejeki yang cukup untuk melakukan perjalanan. Tapi ini ada di ruangan/gerbong eksekutif yang mengutamakan kenyamanan penumpang.

Dengan dikirimkan surat pembaca ini saya mengharapkan pihak kereta dapat memberikan kompensasi kepada penumpang yang menggunakan tiket resmi seperti saya yang sangat dirugikan akan adanya penumpang gelap di gerbong eksekutif. Apabila tidak bersedia PT KA (Persero) dapat melakukan evaluasi sehingga tidak diulang kembali di perjalanan selanjutnya.

Di samping itu terhadap kondektur-kondektur yang masih suka menaikkan penumpang gelap agar diberikan teguran atau bahkan peringatan. Oleh karena kelakuan dia dapat merugikan penumpang dan menambah jelek wajah pihak PT KA (Persero). Apabila ditenggarai awak kereta tidak berani menahan penumpang gelap karena penumpang tersebut adalah aparat TNI/Polri. Mungkin lebih baik yang melakukan operasi di kereta yang biasanya dilakukan oleh Polsuska diganti oleh Polisi Militer/PM.

Demikian surat ini saya buat dan saya harapkan PT KA (Persero) dapat segera menanggapinya. Terima kasih.

Fajar Karyanto
Kementerian Negara BUMN
Gedung Garuda
Jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat
<!-- e --><a href="mailto:fajar.karyanto@gmail.com">fajar.karyanto@gmail.com</a><!-- e -->
08159692902

[Image: overstappen.png]
(28-12-2011, 07:36 AM)dtRAiNeR Wrote:
(25-12-2011, 09:50 PM)CC203 35 Wrote: Malam ini (25/12) KA 106 Sawunggalih berstamformasi =
CC 201 XX + 5K2 + KMP2 + 2K1 + B

Langsung ngintip K1'nya, ternyata bagus banget yaa.
Kalau saya bilang, lebih bagus dari pada Argo Lawu. Padahal saya kira K1'nya biasa aja, pas ngeliat dan cek ke dalam ternyata bagus. Yaa mirip-mirip lah sama Bangunkarta.

Btw, tadi bawa K1 0 99 16 KTA dan K1 0 99 03 KTA

Berarti formasinya masih sama dengan KA 103 hari ini (28/12).

Pagi ini terpantau KA Sawunggalih Pagi melintas di petak Wonosari-Kebumen pada pukul 07:25, ditarik CC 201 83 ** PWT posisi LH membawa 1 K1 Eksis, 1 K1 Satwa, KMP2, 5 K2, dan B.

Yang Eksis itu yang K1 0 99 03 KTA bukan? Kalo benar, berarti K1 0 99 16 KTA yg livery Satwa, kalo salah ya tinggal dibalik...
ralat,,bukan KMP2 tapi MP2 saja gak pake ''K''

[Image: overstappen.png]
(28-12-2011, 07:50 AM)CC203 35 Wrote: Iya, yang K1 0 99 03 itu livery Eksis dan yg K1 0 99 16 itu livery Satwa. Ke-2 K1 tersebut punya kaca besar yg melebihi K1 Argo.

Oh iya, K1 0 99 16 KTA kabarnya bekas Turangga ya ?

kedua K1 tsb mutasi dari SDT,jd memang bekas turangga,,
Reply
Tokyu 
wah udah lama bgt ga naik sawunggalih Xie Xie
naik masih ditarik Lok Merah Biru merah ala perumka. keren dan gagah Ngiler
Reply
(28-12-2011, 08:50 AM)patub huda agus Wrote:
(28-12-2011, 07:36 AM)dtRAiNeR Wrote:
(25-12-2011, 09:50 PM)CC203 35 Wrote: Malam ini (25/12) KA 106 Sawunggalih berstamformasi =
CC 201 XX + 5K2 + KMP2 + 2K1 + B

Langsung ngintip K1'nya, ternyata bagus banget yaa.
Kalau saya bilang, lebih bagus dari pada Argo Lawu. Padahal saya kira K1'nya biasa aja, pas ngeliat dan cek ke dalam ternyata bagus. Yaa mirip-mirip lah sama Bangunkarta.

Btw, tadi bawa K1 0 99 16 KTA dan K1 0 99 03 KTA


Berarti formasinya masih sama dengan KA 103 hari ini (28/12).

Pagi ini terpantau KA Sawunggalih Pagi melintas di petak Wonosari-Kebumen pada pukul 07:25, ditarik CC 201 83 ** PWT posisi LH membawa 1 K1 Eksis, 1 K1 Satwa, KMP2, 5 K2, dan B.

Yang Eksis itu yang K1 0 99 03 KTA bukan? Kalo benar, berarti K1 0 99 16 KTA yg livery Satwa, kalo salah ya tinggal dibalik...

ralat,,bukan KMP2 tapi MP2 saja gak pake ''K''

OK, makasih Mas untuk koreksinya! Maklum tadi tidak terlalu jelas terlihat dari dalam bus...
(28-12-2011, 08:50 AM)patub huda agus Wrote:
(28-12-2011, 07:50 AM)CC203 35 Wrote: Iya, yang K1 0 99 03 itu livery Eksis dan yg K1 0 99 16 itu livery Satwa. Ke-2 K1 tersebut punya kaca besar yg melebihi K1 Argo.

Oh iya, K1 0 99 16 KTA kabarnya bekas Turangga ya ?


kedua K1 tsb mutasi dari SDT,jd memang bekas turangga,,


Bekas Turangga ya? Tapi terlihat jauh lebih bagus dari K1 segenerasi yang masih ada di SDT (K1 0 99 05, 07, 10-12) dan BD (K1 0 99 13)...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)